Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ternyata seperti ini


__ADS_3

Sedangkan Gavin sendiri dia masih memegang kepalanya yang sakit, sangat sakit lalu tiba-tiba saja ingatannya kembali pada saat dirinya kabur.


Ternyata selama ini dia berbicara sendiri dan tidak berbicara dengan orang yang dikurung di lemari es itu. Dia memegang gembok dan ingatannya kembali saat dia memukul-mukulnya menggunakan tangan yang ada di dalam sini. Lalu menemukan sebuah cepit dan membukannya mengunakan itu.


Dan tentang berbicara dengan kakek-kakek dengan seorang wanita juga cuman khayalan saja, semuanya khayalan semata dan saat dirinya membukakan lemari es itu juga dia membobolnya sendiri tanpa bantuan dari siapa-siapa.


Gavin berteriak kesal dan memukul-mukul lagi kepalanya saat sudah mengingat kejadian itu. ternyata semuanya hanya khayalan, semuanya hanya khayalan saja ternyata dirinya sendiri yang melakukannya.


Dirinya juga tadi berbicara dengan orang mati dan membawa orang mati juga kabur, sial dia malah membuat dirinya lelah dengan semua itu, dengan kelakuannya sendiri.


"Akhhh padahal sebentar lagi aku akan keluar dari sini. Kenapa begitu sulit keluar dari ruangan ini ruangan pengap ini, aku ingin keluar ibu-ibu tolong aku, aku sudah tak tahan disini, aku lelah berada disini aku ingin pergi dari sini, aku ingin bertemu dengan ibu dan juga Riri, hidup ku sudah hancur, sangat hancur tolong ibu Riri, aku sudah tak kuat disini "


"Kenapa aku tadi sampai duduk terlebih dahulu kenapa aku tidak langsung loncat dan pergi dari sini. Gavin kau bodoh bodoh kau berbicara dengan orang yang sudah tidak ada, bahkan tidak ada wujudnya sama sekali. Kau ini kenapa menjadi seperti ini menghayal yang tidak tidak ya ampun bagaimana aku harus pergi dari sini"


"Harus dengan cara apa lagi aku pergi tolong siapapun tolong aku, aku ingin pulang aku ingin pulang aku ingin bertemu dengan ibu dan adikku aku ingin pulang, aku ingin hidup ku kembali seperti semula, aku ingin semuanya baik baik saja, tolong aku tak mau seperti ini "

__ADS_1


Kejadian tadi saat dirinya kabur terus saja tergiang ngiang di kepalanya semuanya bahkan tak ada yang terlewat sedikitpun, semuanya terulang ulang kembali.


**


"Omm Riyann ya ampun dateng lagi kerumah Chelsea sama mamih "


"Iya om Riyan dateng lagi, maaf ya Om Rian anterin Mami kamu telat maaf ya"


"Iya iya gak apa apa kok , tapi Chelsea seneng loh ada om Riyan, mamih bisa senyum lagi, biasannya mamih itu murung terus, pokoknya om Riyan jangan tinggalin mamihnya, jangan sampai "


Lisa segera berjongkok dan menatap anaknya lalu menatap Riyan sekilas "sekarang Chelsea bilangnya jangan om tapi ayah ok, Chelsea sayang kan sama om Riyan maka panggilnya ayah jangan om ok "


"Gak apa-apa jadi Chelsea punya dua Ayah yang di sana dan yang di sini ya, gak akan marah nanti mamih yang bilang sama papih kamu yah, tenang aja ya sayangku, pokoknya semuanya akan baik baik saja "


Chelsea mengangguk dan memeluk Riyan sedangkan Riyan hanya diam membeku tak bisa menjawab apa-apa. Chelsea tiba-tiba saja berlari dan meninggalkan Lisa bersama Riyan berdua di sana.

__ADS_1


"Lisa kamu apa-apaan sih bilang kayak gitu sama Chelsea. Ayahnya kan masih ada seharusnya kamu nggak boleh kayak gitu dong, nanti kalau dia salah-sangka gimana, Chelsea masih kecil baru aja 5 tahun dan kamu bilang kayak gitu sama dia, nanti kalau dia gak mau lagi sama papihnya gimana, kamu mikir kesana gak sih Lis "


"Ya udah nggak masalah kenapa sih harus takut, ada aku yang akan menjelaskan semuanya, kamu juga kan yang dulu yang deketin aku, yaudah sekarang aku udah gak punya suami, sedangkan Chelsea butuh sosok itu, dia butuh sosok ayah, ayah kandungnya terlalu sibuk bekerja, ya jadi karena mau lagi deketin aku, deketin ibunya makannya wajar aku bilang kayak gitu "


"Iya aku tahu kita lagi dekat tapi dekat kita tuh kan cuman temen aja Nggak lebih loh, aku punya istri, dan sebentar lagi akan mempunyai anak, tanpa Chelsea bilang ayah sama aku semuanya akan baik baik aja kok, aku akan tetap sayang sama Chelsea meskipun aku nanti sudah mempunyai anak "


"Terus semalam kita apa dong, buat apa malem malem kamu suruh aku kehotel dan kita habisin waktu disana, kalau emang kamu masih mau sama istri kamu jangan lakuin ini, jangan cari perempuan lain kalau kamu mau setia sama istri kamu, aku gak mau tau ya kalau nanti aku hamil kamu harus tanggung jawab dan tinggalin istri dan anak kamu "


"Aku pulang dulu Lisa aku harus pergi ke kantor pokoknya kamu jelasin sama Chelsea jangan kayak gitu, jangan panggil aku ayah karena dia masih punya ayah dan bukan aku ayahnya, aku nggak mau sampai terjadi masalah di antara aku dan Jovanka, jadi udah ya jangan kayak gini, semalem juga bukan aku yang mau tapi kamu, dan aku udah bilang bila suatu saat kamu hamil aku gak tanggung jawab karena aku udah punya istri, kamu juga mengiyakan juga kan "


"Ya udah deh gimana kamu aja Yan, aku nyesel udah pernah curhat sama kamu tentang rumah tangga aku dan juga dateng pada malam itu dan membuat kesalahan besar, ternyata kamu bukan laki laki yang bertanggung jawab, namun aku akan tetap datang sama kamu bila nanti suatu saat aku mengandung anak kamu "


Lisa langsung pergi dengan wajah muram dia kesal dengan Riyan yang seenaknya, kesal sekali bahkan ingin menedangnya.


"Kok malah jadi rumit kayak gini sih, padahal kan dia yang mau yang tawarin. Semoga aja dia nggak hamil dan Jovanka nggak tahu tentang semua ini. Pokoknya semuanya harus aman nggak boleh sampai ada orang yang tahu apa lagi Jovanka aku harus ngelakuin apa supaya Lisa nggak buka mulut dan bilang sama Jovanka "

__ADS_1


"Lebih baik aku kerja dulu dan memikirkan itu nanti, ya lebih baik seperti itu dari pada pekerjaanku tak beres beres dan menumpuk, lebih baik aku bekerja dulu sajalah "


Riyan langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan Lisa yang masih melihatnya dari kejauhan, sepertinya dia sangat marah sekali padanya, ya sepertinya tapi biarin lah yang terpenting sekarang adalah Jovanka, dia harus menjaga rahasia ini. Gara gara rayuan itu dirinya seperti ini.


__ADS_2