
Ternyata Zeline dibawa keruangannya Liam namun anehnya diruangan itu ada pintu doraemonya didalamnya lengkap ada tempat tidur, lemari dan meja rias.
Dibantingnya Zeline diatas tempat tidur itu, cepat-cepat Zeline duduk diatas kasur itu, dia sangat takut dengan tatapannya Liam sangat menyeramkan sekali.
"Ada apa dengan kakak kenapa, kakak dari tadi tak berbicara dan memelotiku saja" tanya Zeline dengan takut-takut.
"Kau bertanya kenapa dengan ku ? Aku sudah bilang setiap yang kau lakukan, kau harus berbicara kepadaku dulu " ucap Liam sambil menunjuk Zeline.
"Maaf aku hanya ingin memberi kakak kejutan tak lebih hanya itu" bela Zeline.
"Itu yang menurut kau kejutan hebat, kau memarkan tubuh mu kesitiap lelaki, apa kau tak lihat mata mereka seperti kelaparan melihat tubuh mu itu, kau punya otak kan ? Seharunya kau lebih bijak, kau sudah dewasa Zeline, harus ku bilang berapa kali lagi, aku tak suka jika tubuhmu di tatap oleh orang lain" marah Liam, Zeline tak bisa menjawab hanya menangis saja, dia fikir Liam akan suka.
Liam sangat geram dengan keterdiamannya Zeline, dicengkramnya dagu Zeline dan berkata " jawab aku, kau jangan menangis, jangan cengeng aku tak suka"
"Memang aku salah, jika ingin memberi kejutan padamu, memang aku salah menyembunyikan tentang apa yang akan aku tampilkan di panggung, tapi setidaknya aku melakukan itu untuk mu, untuk mendapat pujian dari mu bukan untuk mendapatkan makian seperti ini " balas Zeline dengan masih menangis.
Liam pun melepaskan cengkramanya dengan kasar, "kalau kau ingin memberiku kejutan atau apalah itu langsung padaku tak usah membaginya dengan orang lain, kalau kau ingin melihatkan seluruh tubuhmu untuk ku, buka sekarang semua pakaian mu " tantang Liam.
Zeline tak percaya Liam akan meminta ini,maksudnya apa ini apa dia semurahan itu " apa maksud mu memangnya aku wanita murahan hah,dengan seenak jidat kau menyuruhku untuk membuka pakaian " marah Zeline.
"Bukannya kau yang mau,kenapa kau malu, lalu saat kau memari memakai pakaian minim seperti ini apa kau tak malu"
"Tapi kau tak berhak memintaku untuk membuka semua pakaian ku dihadapan mu"
" Oh yah, tapi bukannya kau sudah memberikan hatimu padaku, aku tau kau tadi pagi pergi ke makan Abi, aku tau semua ucapan mu, ayo cepat berdiri dan buka semua pakaian mu itu, bukannya kau ingin memberiku kejutan " ucap Liam sambil memegang dagunya.
Perlahan Zeline turun dari atas tempat tidur dan dengan perlahan dibukanya jaket Liam, dia menatap Liam terlebih dahulu namun Liam hanya terdiam dan menatapnya saja, lalu dengan menunduk dibukanya, baju atasanya sekarang celananya dibuka, saat akan membuka dalaman yang belum terbuka Zeline takut dan berhenti sambil menatap Liam kembali.
"Kenapa berhenti " ucap Liam.
__ADS_1
Saat Zeline akan membuka pakaiannya yang tersisa, tiba-tiba Liam memeluknya, lalu beralih ke bibir Zeline dengan terburu-buru , Liam menciumnya dengan kasar dan digendongnya Zeline seperti bayi koala dan ditidurkannya diatas tempat tidur.
Diusapnya wajah Zeline terus sampai keleher lalu , Liam membenamkan wajahnya di leher Zeline dan memeluknya dengan erat, Zeline yang melihat Liam terdiam ikut terdiam pula tak melakukan gerakan apa-apa. Liam menghembuskan nafanya dileher Zeline, Zeline sangat kegelian dan bergidik, Liam mendongak kan wajahnya dan langsung bertatapan dengan mata Zeline. Zeline langsung membuang mukanya karna malu ditatap oleh Liam sedekat ini.
Liam tiba-tiba saja berhenti dan langsung bangkit dari tubuh Zeline, lalu pergi kekamar mandi, namun sebelum benar-benar pergi Liam pun berkata " pakailah kembali pakaianmu tapi jangan pakai baju itu lagi, ambilah kemejaku di dalam lemari, pakai untuk sementara" sesudah mengucapkan itu Liam langsung masuk kekamar mandi.
Liam yang tadinya hanya menantang Zeline namun Zeline malah menurutinya sangat tergoda dan akhirnya ya yang terjadi tadi, Liam fikir Zeline tidak akan berani melakukan itu, huuh dasar perempuan polos, untung saja tadi Liam cepat-cepat sadar dan sekarang berakhir dikamar mandi sial sekali, mungkin dia harus cepat-cepat menikahi Zeline karna tubuh Zeline sangat candu untuknya, pokonya nanti dia akan berbicara kepada kedua orang tuanya.
Liam pun mandi dengan air dingin dan menuntaskan nafsunya itu mengunakan tangannya saja, dia tak mau merusak Zeline.
Sedangkan dilain tempat masih ditempat festival Jo sangat senang Riyan menghampirinya.
"Baby sini " teriak Jo dengan tingkahnya yang konyol.
Dengan perlahan Riyan berlari kecil untuk menghampiri sang pacar tanpa aba-aba Jo melompat ke tubuh Riyan untung saja Riyan masih bisa menangkapnya.
"Ya ampun sayang kenapa melompat seperti tadi bagaimana jika nanti jatuh " tegur Riyan.
"Kamu tuh ya sayang, udah turun dulu dong malu diliati sama yang lain" suruh Riyan.
Jo pun menurut dan turun dan memapah Riyan untuk duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Baby gimana tadi dance aku sama Zeline bagus ga"
"Bagus banget sayang, aku suka" sambil mengangkat jempolnya.
"Hemmm gemusss deh " sambil mecubit pipi Riyan.
"Terus sekarang Zelinenya kemana sayang kok ga ada, kan aku juga mau ngucapin selamat sama dia" sambil celikak-celiguk mencari Zeline.
__ADS_1
"Ih gatau, tadi dibawa sama pak dosen sayang, Zelinenya ditarik -tarik gatau dibawa kemana, tau ga sayang mukanya pak dosen asem banget, mukanya tuh merah kaya yang nahan marah gitu " cerita Jo
"Ya iya lah pasti , soalnya tadi di bawah laki-laki ngeliatin Zeline tu kaya orang kelaparan aja mata mereka melot ya pantes aja s pak dosen itu murka" cerita Riyan saat tadi melihat penonton yang menatap Zeline tak seperti biasanya.
"Pantesan aja, tapi aku takut Zeline diapa-apain baby, soalnya aku telfon dari tadi ga diangkat "
"Ya kamu fikirannya janga negatif, selalu positif ga mungkin lah pak dosen ngelakuan hal-hal aneh ke Zeline, oh ya siapa tu yang dandanin Zeline"
"Hemmm iya juga sih semoga gpp ya Zeline, aku dong baby. kenapa cantikan kan " jawab Jo sambil menunggu pujian dari sang kekasih.
"Iya cantik, kamu pinter banget sih baby dandaninya sampai sampai aku pangling, memang pacarku ini terdepan " puji Riyan.
Jo hanya tertawa dengan malu-malu dia menyelipkan anak rambutnya.
"Udah yu mening kita cari makanan, disini banyak banget makanan. Aku kan jadi laper sayang " ajak Riyan
"Ayo sayang aku juga udah lapar " sambil mengulurkan tanganya minta di gandeng.
Kembali lagi kepada Zeline dan Liam
Liam pun keluar dengan menggunakan handuk saja yang melilit di pinggangnya, diambilnya baju dan celana didalam lemari, dan Liam masuk kembali kekamar mandi dan menganti baju disana kan tidak mungkin kalau harus berganti pakaian di depan Zeline.
Selesai juga,Liam bergegas keluar dari kamar mandi dan menghampiri Zeline yang hanya duduk saja di pinggir ranjang sambil menunduk saja.
Diusapnya kepala Zeline dan di pegangnya dagunya supaya mendongak melihat padanya, " kau tidur lah,aku keluar dulu sebentar" dikecupnya kening Zeline lalu pergi.
Zeline pun menurut apa yang dikatakan Liam, lalu dia mengigat yang tadi, sungguh malu sekali bahka dia tadi tak mampu mematap Liam.
Liam yang tadinya ingin membeli makanan tiba-tiba dihampiri oleh mahasiswinya.
__ADS_1
selamat membaca kawan kawan 😊