
"Bagus ya sayang kalau gaya kaya gini, mau coba gak, kayaknya seru sayang kita coba coba kayak gini"
"Kok kita malah buka-buka buku *** sih mas, buat apa coba kamu kasih ini sama aku "
"Heheeh cari gaya baru sayang, biar bervariasi gitu "
"Emang apa coba gaya barunya, emang apa bervariasi coba mas kamu ini suka aneh aneh aja deh ah "
Liam menyimpan buku buku itu, dan langsung menatap istrinya yang juga sudah menutup bukunya.
"Sayang coba kamu tespek deh apa kamu udah isi lagi kan Lucas juga udah 4 tahun. Kata kamu kan waktu itu kita tunda 2 tahun aja coba deh sayang cek siapa tahu nanti kita punya dede bayi dan Lucas punya adik"
"Kamu pengen banget ya mas aku ngandung dan punya anak lagi, "
"Iya dong sayang aku mau kamu isi lagi, ngandung lagi kenapa kamu nggak mau, kan Lucas juga mau punya adik, nanti kalau dia udah besar punya temen punya saudara masa cuman sendirian aja sih sayang"
"Oke deh aku cek sekarang emang kamu udah beli tespek gitu"
"Coba kamu cek kamar mandi, pasti ada deh"
Zeline menarik selimut dan membelitkannya pada tubuhnya lalu berjalan ke arah kamar mandi "Sayang tidak usah memakai selimut aku sudah tahu seluruh lekuk tubuhmu jadi tidak usah memakai selimut lagi"
"Nggak nanti kamu mesum mas, nyebelin kamu ya"
"Biarin kan mesumnya sama istri sendiri kalau sama cewek lain baru gak boleh sayang "
Zeline hanya menjulurkan lidahnya saja dan masuk ke dalam kamar mandi, lalu menutupnya di sana sudah tertata lilin-lilin kecil yang berarah pada tespek yang sudah suaminya siapkan.
"Mas Liam itu kadang-kadang suka aneh-aneh aja deh s?egala pakai lilin lagi tapi aku suka "
Zeline segera menampung air maninya ke dalam sebuah wadah kecil yang juga sudah suaminya siapkan, lalu mencelupkan tespeknya.
Menunggu beberapa menit sambil meniup-niup lilin-lilin kecil itu, tak lama kemudian Zeline melihat tespek itu dan dia kaget saat melihat hasilnya.
Zeline langsung berlari keluar kamar dan tersenyum pada suaminya" Sayang apakah kamu melupakan sesuatu"
"Hah melupakan apa mas"
"Coba kamu lihat ke bawah"
Zeline langsung melihat ke arah bawahnya"Akhhh " dan ternyata memang ada yang lupa selimutnya, kembali Zeline berlari dan mengambil selimut itu lalu kembali beralih ke arah suaminya dan memberikan tespeknya.
"Coba kamu lihat mas hasilnya "
__ADS_1
Liam perlahan mengambilnya dan dengan perlahan juga dia melihatnya, dan dia sangat senang saat melihat kalau istrinya sedang mengandung garis 2.
"Ini beneran sayang enggak bohong kan ini beneran kamu isikan perutnya sayang, aku gak lagi mimpikan sayang "
"Ya sesuai tespek itu mas masa aku bohong sih. Masa di perut aku ini isinya seblak nggak mungkin kan"
Liam langsung bangkit dan memeluk istrinya " kita besok pergi ke rumah sakit ya sayang buat ngecek lebih lanjut lagi , pokoknya aku senang banget, aku bahagia banget sayang aku seneng banget, apa kan kata aku kamu pasti isi karena ****** aku tuh sehat sehat dan kuat-kuat makanya kan bisa buat kamu hamil dan ada Lucas juga"
"Iya iya mas aku juga seneng kok, seneng banget "
"Lagi yu sayang "
Zeline langsung memukul tangan suaminya "heyy aku lagi hamil mas gak bisa"
"Yaudah ayo bobo bobo sayang, bobo ya yang nyenyak "
Liam langsung memangku istrinya dan membaringkannya, lalu dirinya langsung mengusap ngusap perut istinya yang masih rata.
**
"Nah akhirnya kalian pulang juga pada kemana sih, sampai sampai gak pulang kayak gitu"
"Mihh aku sama Riyan sudah putusin bakal balik lagi ke rumah yang dulu, kita mau mandiri mih, kita pengen gak tergantung sama mamih dan siapa pun "
.
"Tidak mih Riyan sama sekali tidak sakit hati dengan kata-kata Mamih kemarin, cuman kami berdua ingin lebih fokus saja pada rumah tangga kami berdua, agar kami juga bisa belajar dan bisa menjadi apa yang mami inginkan, aku bisa membiayai Jovanka dengan gajiku ini jadi Mami tidak usah khawatir anak mami akan kelaparan denganku kami akan baik-baik saja"
"Baiklah Mami akan mengizinkannya silakan kalian bereskan barang-barang kalian, jika kalian memang ingin tinggal masing-masing dengan mami, Mami tidak masalah dan Jo Mami ingin berbicara terlebih dahulu dengan kamu dan kamu Riyan boleh membereskan semua barang-barang kalian saya ingin berbicara dahulu dengan anak saya..."
Riyan menganggukan kepalanya dan pergi ke kamar untuk membereskan semua barang-barangnya, sedangkan maminya Jovanka memegang tangan anaknya
"Jika nanti suatu saat terjadi sesuatu pada rumah tanggamu ingat kembalilah Mami akan selalu ada untukmu dan papimu pun akan selalu ada untukmu, jadi ingat jika suatu saat suamimu melakukan kesalahan yang sama lagi pulang ke rumah, Mami sudah tahu permasalahan kamu dulu bersama suami kamu saat dia pergi bersama perempuan"
"Tempo hari juga Mami melihat suami kamu pergi bersama seorang perempuan, bukannya Mami ingin membuat kamu sakit hati atau menghasut kamu agar tidak pergi dari rumah ini , tapi Mami hanya ingin memberitahu saja, mamih ingin yang terbaik buat kamu Jo, pokoknya jika ada apa-apa kamu telepon mami dan kita pulang ke Inggris kita tinggal di sana lagi" ucap mamihnya panjang lebar
"Iya Mi Jovanka pasti akan pulang jika suatu saat terjadi seperti itu lagi, mamih tenang aja rumah tangga Jo pasti akan baik-baik aja kok, Mami nggak usah pikirin apa-apa mungkin aja Riyan lagi pergi sama asistennya mih atau sama temennya gitu, kita positif dulu aja ya mih pikirannya jangan dulu negatif"
" Iya mami tahu tapi yang mami lihat itu beda dari tatapannya dari segala halnya. Mami tahu kamu juga rasain kan perubahan dari suami kamu, jadi ingat kalau terjadi apa-apa kamu pulang sama mami sama papi ya"
Jovanka menganggukan kepalanya dan dia melihat suaminya sudah menggusur dua koper dan Jovanka menatap ibunya dengan senyumnya " Jovanka pergi dulu ya mami di sini sehat-sehat nanti kapan-kapan Jovanka pasti akan main ke sini, kalau ada apa-apa Mami juga hubungi Jovanka ya"
Maminya memeluk sang anak dan setelah itu Jovanka langsung pergi bersama suaminya, Riyan tidak berpamitan pada maminya hanya menganggukkan kepalanya saja dan pergi keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Suatu saat kamu akan tahu Jo bahwa suami kamu itu udah main di belakang kamu. Mami nggak bisa bilang langsung sama kamu karena Mami belum punya bukti yang cukup buat kasih sama kamu, namun lambat laun kamu juga pasti akan tahu"
**
Selamat perjalanan ke rumah mereka dahulu jovanka hanya diam saja dan suaminya pun sama hanya diam tak bertanya padanya.
Jo masih mengingat tentang perkataan maminya apa benar suaminya ini bermain di belakang dengan perempuan lain. Hamzah pun sedang mencari semuanya semoga saja semua itu tak benar dan dirinya bisa baik-baik saja bersama suaminya.
Jo yang sedang asik-asik melamun tiba-tiba dikagetkan dengan suara dering ponsel dari suaminya, namun suaminya langsung mematikannya " Kenapa mas dimatiin kenapa kamu nggak angkat aja, siapa tahu itu dari rekan kerja kamu penting sampai beberapa kali telepon kamu dari tadi"
"Nggak Sayang nggak penting kok, ini cuman yang mau ya tawarin kayak asuransi ya gitu deh, pokoknya aku gak aneh-aneh kok nggak ada apa-apa semuanya baik-baik saja sayang"
"Gitu ya Yan padahal angkat aja siapa tahu penting tu lihat telepon lagi kan dia, nomor yang sama dan inisial yang sama"
Jovanka langsung keluar dari dalam mobil dan meninggalkan suaminya, ya karena mereka sudah sampai di rumah mereka yang dulu.
Setelah melihat Jovanka keluar Riyan langsung mengambil ponselnya dan mengangkatnya " ada apa Lisa aku sedang bersama Jovanka. Kenapa kau terus saja menelepon. Bagaimana kalau dia curiga bahkan dia saja dari tadi sudah curiga ada apa"
"Cepat kemari Chelsea sakit kamu harus cepat ke sini aku nggak mau tahu kamu antar aku ke rumah sakit"
"Gak bisa kamu punya sopir kan minta antar aja sama dia, aku sama Jovanka baru aja pindahan aku harus beres-beres dan nggak buat Jovanka curiga jangan telepon terus oke"
"Katanya kamu sayang sama Chelsea. Terus sekarang aku minta tolong sama kamu, kamu nggak datang ke sini gimana sih kamu bohong ya sama aku. Kamu mau permainan aku gitu"
"Oke aku nanti ke sana"
"Nggak nanti sekarang. Aku maunya sekarang"
"Baiklah"
Riyan langsung mematikan sambungannya dan langsung melajukan mobilnya pergi dari halaman rumah, tanpa berbicara pada Jovanka ataupun berpamitan padanya.
Sedangkan Jo yang melihat dari dalam rumah dia hanya bisa menghembuskan nafas dan masuk ke dalam rumah lebih dalam lagi dan masuk ke dalam kamarnya yang dulu.
"Sepertinya emang aku udah kehilangan kamu Yan. Bahkan kamu pergi aja nggak bilang sama aku, siapa sih perempuan yang lagi deket sama kamu berarti selama ini aku salah ya memberikan maaf pada kamu dan pada akhirnya aku malah disakiti lagi dan lagi"
Jovanka segera mengambil ponselnya dan menelepon Hamzah" Bagaimana Hamzah apakah kamu menemukan sesuatu tentang suamiku"
"Baru beberapa Nona tapi nanti setelah 100% terkumpul semua aku akan memberikannya padamu. Sekarang aku sedang mengikuti mobil suami mu, kau tenang saja aku akan memberikan hasil yang akurat, kau tenang saja aku akan membantumu sesuai apa yang diminta oleh Tuan "
"Baiklah terima kasih atas bantuannya aku matikan supaya kau lebih fokus"
"Baik nona"
__ADS_1
Jo langsung menyimpan ponselnya dan membaringkan badannya lebih baik sekarang fokus pada kandungannya, dari pada memikirkan suaminya yang sepertinya sudah mulai nakal dan main-main padanya.