Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kabur namun malah ketauan


__ADS_3

Milla yang masih ada didalam kamar dan masih dikurung, segera meloncat ke jendela dan mengendap endap pergi dari rumah.


Setelah keluar dari dalam rumah dan sudah ada dijalan raya Milla mengusap dadanya "untung aja bisa keluar, kalau terus ada di rumah itu bisa bisa aku gila dan bisa bisa aku mati kelaparan, di kurung terus-menerus dia udah mulai kasar yah lihat aja aku akan bilang sama ayah, biar aku bisa cerai dari dia, susah banget sih cerai dari laki-laki itu. harus pakai cara apa lagi supaya bisa lepas dari dia, aku tuh dah kesal banget tahu nggak sih sama dia dan yah bodohnya aku tidak membawa ponsel dan juga tas dasar Mill Mila kau memang bodoh "


"Tapi kalau aku balik lagi bisa bisa aku di bunuh sama dia, sudahlah biarkan saja aku naik taksi dulu nanti ayah yang bayar, lebih baik begitu saja lah "


Milla seger a memberhentikan mobilnya dan masuk kedalam mobil "pak tolong antar saya kealamat ini "


"Baik Nona"


Setelah sudah ada didalam mobil dirinya bernafas lega, untung saja kalau tidak habis sudah dirinya ini berjalan kaki sejauh ini kerumahnya.


Tak lama kemudian akhirnya sampai juga, "sebentar pak tunggu disini, aku akan mengambil uang dulu "


"Baik noan "


Tanpa mengetuk pintu Milla masuk dan menegok kedalam rumah ternyata ayahnya ada sedang menonton Tv "ayah tolong bayarkam taksinya "


"Kau kenapa "


"Bayarkan dulu ayah, aku akan menceritakannya setelah ayah membayar "

__ADS_1


Ayah Milla segera pergi kedepan dan membayarnya, lalu kembali lagi kearah Milla yang sedang duduk menunduk "ada apa dengan wajahmu dan juga jidat mu, kenapa "


"Aku disiksa oleh Ibrahim, tolong aku, aku pun ini kabur ayah, kalau tidak aku akan mati olehnya "


"Ayah tak percaya mana mungkin Ibarihim menyiksa mu begitu saja, pasti ada alasannya, "


"Tidak tau ayah, kau lihat ayau aku babak belur seperti ini, apakah ayah tak kasian dengan ku, aku disiksa seperti ini, lihat ayah lihat wajahku tubuhku semuanya sakit "


"Ayah akan menelfon suami mu dan menyuruhnya untuk kesini, ayah ingin suami mu sendiri yang menjelaskan tidak dengan dirumu, karena ayah tak percaya pada mu "


"Baik terserah ayah saja, kalau tak percaya padaku, silahkan ayah telfon dia dan suruh dia kemari aku benar benar disiksa olehnya, lihat saja dia pasti tak akan datang, dia pasti akan malu "


Belum juga ayahnya menelfon sudah ada Ibrahim dia menatap Milla dan ayah mertuanya.


" Baru saja aku datang Ayah aku ke sini untuk mencari Mila dan ternyata benar kan dia ada di sini dia kabur Kembali Ayah dia sepertinya tak mau hidup bersama aku"


"Jangan berkata seperti itu Ibrahim di sini duduk dulu kau jangan marah dulu yah, sini kita selesaikan masalah kalian di sini, kalian jangan sampai bertengkar terus sudah 5 tahun kalian menikah masa tidak ada akur akurnya sih, kalian berdua ini sudah memiliki Naura kasian dia, kalau liat kalian betengkar terus menerus "


" Baiklah kita selesaikan disini agar Ayah tahu siapa sebenarnya yang salah dan. Siapa sebenarnya yang benar"


Ibrahim segera duduk sambil memangku anaknya Naura"ayah mau bertanya apakah kau menyiksa istrimu "

__ADS_1


" Iya Ibrahim menyiksa Mila, Ibrahim nggak sengaja yah karena Mila nggak pernah mau nurut sama apa yang Ibrahim mau, dia terus aja ngebantah dan dia mau pergi dari rumah lagi yah, sedangkan Naura butuh dia, Naura masih kecil yah dia butuh kasih sayang ibunya, meskipun ada aku ayahnya tapi Naura butuh ibunya. Dia pengen kaya orang lain diantar ke sekolah sama ibunya kemana-mana bareng ibunya tapi Mila sama sekali nggak mau yah, aku minta satu aja sama Milla kalau dia nggak cinta sama aku ya udah aku terima yah. Tapi tolong terima Naura seperti yang seharusnya, dia kan anaknya pula Kenapa harus membenci Naura dia tidak tahu apa-apa"


"Ya tetap saja meskipun aku tak mencintaimu. Aku pun tidak Sudi untuk mengurus Naura, dia kan anakmu dia kan darah daging mu berarti kau yang harus mengurusnya. Meskipun aku ibunya aku tak menginginkannya, dari awal saat kita menikah pun tak ingin aku menikah dengan mu, kalau bukan karena Ayah menjodohkan kita berdua aku tak mau menikah denganmu. Kalau saja boleh memilih Lebih baik aku dulu kabur pergi saat kita menikah tapi aku masih menyayangi Ayahku jadi aku mau menerimamu kau itu sudah tua sadarlah jangan ingin yang muda "


"Milla kau bisa sopan sedikit pada suamimu, meskipun kau tak suka dengan suamimu kau harus hormat dengan dia, kau Seharusnya lebih dari itu, seharusnya kau disiksa lebih dari ini Ibrahim masih baik menyiksa mu sampai tak masuk rumah sakit. Pantas kau mendapatkan itu Ayah tak akan marah pada Ibrahim karena itu memang pantas kau terima kau anak durhaka Ayah sudah gagal mendidik mu, menjadi anak yang sopan dan menghormati suami sendiri. Ayah menyekolahkanmu tinggi tinggi untuk menjadi anak yang baik yang bisa membanggakan Ayah bukan seperti ini membangkang pada suami tidak sopan berkata kasar pada suami mu sendiri apakah Ayah pernah mengajarkan itu padaku Mila "


"Sudah ayah tidak apa tidak usah ayah marahi lagi, aku akan membawanya pulang kembali, terima kasih ayah masih mau menampung ya, sekarang aku berjanji tidak akan membuat Mila pergi lagi dari rumah, mila pasti akan nurut padaku, ayah tenang saya"


" Memang siapa yang ingin pulang denganmu tua bangka. Aku tidak akan mau pulang denganmu aku akan tinggal di sini bersama ayah aku tak sudi bersamamu "


"Milla "


Ayah Mila yang marah menampar anaknya "kakek jangan, jangan sakiti mamah, mamafkan aku yang sudah membuat kakek marah pada mamah "


"Mamah ayo pulang kita pulang "


Milla segera bangkit menyenggol anaknnya sampai jatuh dan pergi keluar naik kedalam mobil. ayah Milla segera memangku sang cucu dan memeluk nnya dengan erat.


"Maafkan mamah mu ya, dia sebenarnya baik hanya saja dia sedang emosi, pasti dia akan baik lagi, aku tenang saja ya sayang, sebentar lagi ibumu akan kembali baik dan menyayangi mu "


Naura hanya mengangguk saja dan mengusap air matanya, lalu mencium kakeknya.

__ADS_1


"Kakek juga jangan khawatir ya, mamah akan baik-baik saja bersamaan Naura, Naura akan jaga Mama sampai nanti Kakek di sini baik-baik ya, kalau Kakek kangen dengan mamah dan Naura serta Ayah main ya ke rumah Jangan sungkan-sungkan Naura suka tunggu kakek "


Kakeknya makin memeluk cucunya, sungguh tak habis fikir dengan tingkah Milla yang sangat jahat pada anak sendiri.


__ADS_2