
Zeline sebelum pergi mencari suaminya dia kebawah terlebih dahulu mengecek ibu, ayah serta kak Asa namun dirumahnya tak ada siapa-siapa.
Hanya ada sebuah catatan tertempel di dipintu kulkasnya, isi catatan itu katanya ibu,ayah dan kak Asa pergi ke perkebunan ayah dan mungkin akan pulang malam.
Zeline segera bergegas kembali pergi kekamarnya dan menganti pakaianya itu.
Zeline masih binggung harus mencari kemana keberadaan suaminya itu, apa dia susul saja kerumah suaminya itu siapa tau suaminya ada disana.
Segera Zeline pergi namun saat Zeline membuka pintu kamarnya alangkah kagetnya Serta khawatirnya dia melihat Liam penuh dengan darah apa yang terjadi dengan suaminya ini.
"Kak apa yang terjadi " tanya Zeline sambil menghampiri suaminya.
Namun suaminya itu tak menjawabnya langsung masuk kedalam kamar dan menarik istrinya untuk masuk lalu mengunci pintunya.
Ditengah-tengah kamar Liam berbalik, masih dengan memegang istrinya itu "apa kau senang melihatku kembali seperti ini sayang, menyalurkan amarahku pada orang lain " tanya Liam dengan tubuhnya yang tiba-tiba merosot dan berlutut dihadapan Zeline.
Zeline yang tau apa yang maksud suaminya menangis kembali gara-gara dia suaminya menjadi seorang pembunuh kembali.
Liam segera memeluk kaki istrinya itu "apa kau masih tak mempercayai cintaku dan sayangku ini padamu seberapa besarnya rasa ini padamu, apakah kamu tak bisa merasakannya kenapa kamu merasa dirimu itu masih tak pantas untukku, lalu apa dengan diriku itu sama tak pantas dengan mu aku seorang pembunuh" ucap Liam
Dengar perlahan Zeline mensejajarkan tubunya itu dengan suaminya sama-sama berlutut dan mengusap wajah suaminya yang sudah dipenuhi darah "bukan maksudku meragukan cinta mu itu aku hanya takut kak,hanya takut suatu saat kau akan meninggalkan ku karena masalaluku"
"Aku harus bicara berapa kali lagi sayang untuk menyakinkan mu hanya kau satu-satunya perempuan yang aku inginkan tak ada yang lain dan tak akan pernah ada yang bisa mengantikan mu disisiku. Kau jangan khawatir sayang " jawab Liam dengan sunguh-sungguh.
"Maafkan aku kak, maaf karena perasaan ku yang labil ini kakak harus menjadi seperti ini kembali, seharusnya aku lebih dewasa lagi kak " ucap Zeline sambil memeluk suami itu dengan erat.
Cukup lama mereka berpelukan lalu Liam melepaskannya dan memangku Zeline dan Zeline hanya diam saja mengikuti kemauan suaminya.
Dibukan kamar mandi lalu Liam menyalakan sower mereka berdua terguyur oleh air, perlahan Liam membuka pakaian Zeline satu persatu tanpa ada yang terlewat.
__ADS_1
Zeline menundukan kepalanya karena malu sekarang dia sudah bertelanjang bulat dihadapan suaminya ini.
Liam juga melakukan hal yang sama, membuka seluruh pakaiannya lalu setelah selesai dia mendongakkan kepala istrinya itu dengan cara memegang dagunga dengan perlahan agar menatapnya.
Zeline segera menatap mata suami itu dia melihat mata suamimya itu yang sangat mendamba padanya. Benar apa yang dikatakan Abi, tak seharusnya dia seperti tadi dia semakin bersalah pada suaminya ini.
"Kamu jangan malu jika dihadapanku sayang, tubuhmu sekarang adalah milik ku dan tubuhku juga adalah milikmu jadi tak usah malu ya " ucap Liam sambil meremas salah satu gunung Zeline.
Zeline yang kaget lantas menutupinya dengan kedua tangannya " kakak nakal " kesal Zeline.
Liam hanya tertawa lantasa pergi kearah bathtub dan menyalakan air hangat serta memberikan sabun cair yang suka di pakai oleh Zeline beraroma mawar yang selalu membuatnya candu saat mencium aroma tubuh istrinya itu.
Liam diam menunggu airnya penuh lalu kembali kearah istrinya itu ditatapnya mata itu lalu Zeline digendong oleh Liam seperti anak koala dengan senang hati Zeline melingkarkan kakinya kebelakang punggung suaminya dan tangannya melingkar pada leher suaminya.
Zeline memeluk suaminya dengan erat dan tubuh mereka menyatu Liam yang merasakannya sangat senang ada yang menggajal diantara dada mereka yang membuat burungnya itu bangun.
Liam lalu masuk kedalam bathtub dan merendam tubuh mereka berdua.
Zeline masih sama diposisi yang tadi lalu mendongak melihat suaminya dan dengan berani Zeline mencium bibir suami itu dengan senang hati Liam membalasnya dia memcium bibir Zeline dengan lembut. Zeline sama mengikuti yang dilakukan suaminya.
Liam tak tinggal diam tangannya mengusap salah satu gunung kembar itu dan tangan satunya meremas pantat Zeline yang padat itu.
Zeline sangat geli sakali lalu Liam menghentikan ciuman itu dan menyuruh Zeline untuk berbalik.
Dengan senang hati Zeline membalikan tubuhnya itu dan melanjutkan kembali ciuman yang tadi dengan cara Zeline yang memutarkan kepalanya kearah suaminya itu.
Dan kedua tangan Liam hanya diam memeluk pinggang istrinya dengan eratnya .
Zeline merasa ada yang menggajal dibawahnya apa ini yang dimaksud oleh suaminya itu, yang tadi siang mereka bahas siburung itu, nanti akan dia tanyakan ah apa benar burung yang dimaksud yang tadi dilihat Zeline juga saat suaminya membuka celannya.
__ADS_1
Segera Liam melepaskannya takut nanti kebablasan dan dia akan melakukan malam pertamanya di bathtub lagi.
Zeline sudah tumbang menyenderkan kepalanya itu di dada suaminya dan menikmati keintiman mereka berdua.
Tangan Liam tak tinggal dia dia terus saja mengusap setiap inci tubuh istrinya tanpa ada yang terlewat sedikit pun dan sesekali menciumi pundak istrinya .
Saat Liam mengusap-ngusapnya Zeline sempat menghentikan suaminya itu namun dengan cepat suaminya itu memegang tangannya.
Liam ingin melakukan malam pertamanya nanti saja saat bulan madu, pasti akan menyenangkan akan dia habisi istri kecilnya ini sampai tak bisa berjalan.
"Ayo sayang sudah mandinya nanti kau sakit kelamaan berendam" ucap Liam.
Zeline segera menuruti suaminya dan lebih dahulu bangun lalu keluar dari bathtub disusul oleh suaminya. badan mereka penuh dengan sabun dan langsung membersihkan tubuh mereka.
Zeline dari tadi hanya diam membiarkan suaminya yang membersihkannya dengan mengusap-gusap tubuhnya. Zeline hanya bersandar kedinding melihat semua yang dilakukan suaminya itu.
Sekarang dia sudah sadar bahwa suaminya ini sangat mencintainya dan tak perlu untuk diragukan kembali, seharusnya dia tak seperti tadi dan membuat suaminya ini melenyapkan seseorang kembali.
"Ayo sayang segera pakai handukmu " titah Liam
Lalu mereka berdua beriringan keluar dari kamar mandi, Zeline segera mengambil pakaian tidur suaminya dan baju tidur untuknya pula.
"Sayang kau diam saja biar aku yang memakaikannya nanti" perintah Liam .
Lantas Zeline hanya diam melihat suaminya yang sedang memakai pakaiannya itu.
Segera Liam mengambil pakaian Zeline dibukanya terlebih dahulu handuknya langsung merosot kebawah.
Dipakaiannya satu persatu pakaian Zeline dan mendudukan Zeline ditempat rias lalu menyisir rambut Zeline dengan lembut.
__ADS_1