
sekarang Liam dan juga Zeline sudah pulang di rumah tinggal keluarga inti saja. Riyan dan juga Jo sudah masuk ke dalam kamar.
" Yan kamu punya kejutan kayak gini aku nggak nyangka lo kalau kamu bisa se Sweet ini ,aku tadi kaget banget loh waktu kamu tiba-tiba ditusuk .Aku kira aku bakal kehilangan kamu, hebat sih kamu sama pak Dosen ektingnya, apa lagi pak dosen psychopath beneran, kamu dapet darah dari mana "
"Iya dong aku gitu, aku juga kaget tadi waktu Liam nusuk aku, aku kira beneran loh, kita dapet darah dari pak satpam tadi dia niat banget motong ayam dulu, makannya tadi bau banget darahnya "
"Iya deh tapi makasih ya kalian udah niat banget ngerayain ulang tahun aku, aku nggak nyangka lo, dan aku nggak ingat kalau hari ini aku ulang tahun aku kira kamu selingkuh lagi Yan aku tuh nggak mau sampai itu kejadian lagi"
" Maafin aku yah yang dulu, aku beneran nggak selingkuh dia aja yang jebak aku Jo, aku nggak mungkin selingkuhin kamu aku dapetin kamu aja susah , Mana mungkin aku berpikiran buat selingkuh Maafin aku ya aku emang bodoh dulu pokoknya aku janji nggak akan pernah lakuin hal itu lagi sama kamu"
"Iya aku juga salah karena udah menyembunyikan sesuatu yang seharusnya dari awal aku kasih tahu sama kamu, kita emang sama-sama salah jadi kita perbaiki semuanya ya"
Jo mengangguk dan mencubit pipi suaminya karena gemass sekali deh, pengennya dimakan aja tu pipi tapi engga deh nanti gak punya pipi suaminya.
**
Liam yang melihat istrinya tertidur didalam mobil segera memangkunya dan untuk saja bi Sari masih bangun dan membantu membukakan pintu.
Liam berhati hati menaiki tangga takut istrinya terbangun dan syukurlah sampai juga mereka didalam kamar, segera Liam membaringkannya diatas tempat tidur membawa air hangat dan handuk mengelap tubuh dan wajah istrinya perlahan lalu memakai kan pakain tidurnya.
Tiba tiba saja ada yang menelfon dan siapa lagi kalau bukan Bu Bulan, Liam menghembuskan nafasnya ada apa lagi ini orang.
Liam yang tak mau menganggu istrinya tidur segera keluar dan mengangkat telfon dari bu Bulan.
"Ada apa bu Bulan ini sudah malam "
"Saya hanya ingin menelpon Pak Liam saja apa tidak boleh, apakah yang dibawa pak Liam tadi adalah benar-benar istri bapak atau cuman perempuan yang ingin makan malam bersama Bapak saja"
"Serius kau menanyakan hal privasi itu padaku, memengnya kau siapa sampai sampai ingin tau masalah pribadiku "
"Bukan begitu Pak jangan marah dulu Aku hanya bertanya saja Apakah dia benar-benar istri bapak"
" Kau sungguh tidak sopan, kau hanyalah rekan kerja aku saja bukan pasanganku. Jadi kau tak berhak untuk bertanya siapa yang tadi aku bawa dan kenapa aku membawa dia, bukannya aku sudah bilang Kan tadi dan memperkenalkan perempuan itu padamu Apa kamu tidak mendengar Apakah sekarang kau tuli"
" Saya cuman ingin memastikan saja Pak Kenapa kau begitu marah padaku"
"Kaarena kau selalu ingin tahu apa masalahku dan siapa yang tadi aku bawa"
Zeline yang mendengar suara suaminya marah segera bangun dan melihat kearah balkon berjalan kesana dan memeluknya dari belakang.
"Sayang kenapa kau bangun "
"Mas kau sedang marah marah pada siapa, ini sudah malam ayo tidur mas "
Zeline yang tak mendapatkan jawaban dari sang suami segera mengambil ponselnya dan melihat kalau yang menelfon itu ternyata bu Bulan
"Halo bu Bulan ada perlu apa menelpon suami saya. Bukannya tadi kita sudah bertemu ya. Apakah ada yang belum kita bicarakan sampai bu Bulan nelpon suami saya, apakah bu Bulan ini ingin lebih dekat dengan saya sampai menelepon suami saya untuk tahu saya atau ingin tahu tentang suami saya dan dekat dengan suami saya "
"Tenang bu Zeline jngan salah sangka .Saya tidak ingin mendekati suami Ibu saya cuma ingin bertanya saja pada pak Liam. Jangan salah sangka dulu"
" Apa yang ingin kau tanyakan pada suamiku bisa kau tanyakan padaku. Apakah kau perlu nomor teleponku biar nanti kau lebih nyaman bertanya padaku, dan tidak usah lagi lewat suamiku "
"Saya hanya menanyakan soal pekerjaan saja Bu saya tidak menanyakan hal pribadi Ibu tenang saja saya sudah bilang saya tidak akan mendekati suami Ibu, Ibu bisa tenang tidak usah emosi"
"Apakah menanyakan soal pekerjaan harus jam segini bu sudah hampir Jam 2 malam jadi apakah sopan menanyakan tentang pekerjaan pada suami saya pada jam segini, saya sudah menegur ibu kan Jangan menelpon suami saya malam-malam karena bukan waktunya bekerja"
" Dan satu hal lagi Ibu bisa menelpon Jovanka asisten suami saya tak usah langsung pada suami saya, sekarang yang memegang proyek perumahan itu adalah Jovanka. Kenapa saya bisa tahu karena suami saya selalu memberi tahu apapun yang dia lakukan selama di kantor dan juga saya tau bagaimana sikap ibu pada suami saja, jangan aneh kalau saya tiba-tiba tau yah "
Tanpa menjawab bu Bulan langsung mematikan ponselnya, dan Zeline mengembalikan kembali ponselnya pada suaminya.
"Seharusnya kau lebih tegas lagi Mas ini bukan satu atau dua kali dia nelepon malem malem, dia itu nelpon ada maksud Mas bukan karena mau nanyain pekerjaan, Jadi kamu jangan terlalu lembek deh sama dia. Emang sekarang Mas nggak kerayu sama dia tapi lama-kelamaan pasti mas akan terbiasa nantinya"
__ADS_1
" Sayang percaya sama aku. Aku sama sekali tak akan pernah terayu sama dia. Jadi kamu tenang aja, mas tidak Mungkin Berpaling Dari kamu udah yah sekarang tidur kamu jangan marah-marah terus ya maafin mas yang selalu angkat telepon dia, kamu juga nanti akan liat bu Bulan akan menghilang begitu saja "
"Gimana kamu aja mas udah aku mau tidur "
Liam mengusap wajahnya lalu menuruti apa mau istrinya, perempuan ini sudah mengganggu ketentraman hidupnya .
**
Milla yang baru bangun segera keluar dari dalam kamar dan mengecek kelantai atas ternyata sedang pada makan "Milla kemari ayo sarapan bareng "
Tanpa menjawab ajakan suaminya Milla segera turun dan duduk disebelah anaknya "sekarang mamah anterin Naura sekolahkan"
"Enggak, biasanya kan kamu pergi sama ayah Kamu ngapain sama Mamah kamu sama ayah kamu aja. Mamah pengen istirahat pengen diem di rumah nggak mau kemana-mana kamu Mandiri dong udah besar sekolah masih di anterin"
"Sekali-kali Naura pengen sekolah dianterin sama mamah, temen-temen Naura pun masih di antar kok sekolahnya sama mamahnya. Naura kan masih TK, mereka juga suka nanya sama naura kalau mamah Naura kemana. Kenapa nggak suka anterin Naura sekolah"
Milla langsung mengebrak mejannya " Naura kamu nih berisik banget ya, mamah lagi makan dari tadi kamu gomong terus, mamah udah bilang mamah nggak mau nganterin kamu ke sekolah kamu pergi aja sama ayah kalau gak sama bibi kek, jangan ganggu mamah "
"Milla kamu jangan bentak anak kamu, dia masih kecil dia cuman minta kamu buat anterin dia ke sekolah apa salahnya sih cuma nganterin aja, nanti langsung pulang lagi ke rumah, ini tuh permintaan anak kamu loh bukan anak orang lain "
" Kenapa ya aku ada di rumah kalian berisik. Aku enggak ada di rumah apa Lagi ditelepon terus aku tuh jadi serba salah Tau nggak sih lebih baik aku mati aja deh ribet banget hidup ini"
Milla langsung pergi lagi dan menyenggol piringnya sampai jatuh, dan tak sengaja belingnya mengenai kaki Naura yang akan mengejar mamahnya
"Naura "teriak ayahnya.
"Sini kamu duduk di sini biar ayah obati yah lukanya"
"Tidak usah ayah ini luka tidak seberapa Naura cuma pengen sama mama aja, Naura pengen kaya orang lain yah, pengen bisa dimanja sama mamah, pengen apa apa sama mamah "
Setelah mengatakan itu Naura pergi keluar rumah dan meninggalkan ayahnya sendirian Ibrahim menjadi serba salah rumah tanganya sangat rumit.
**
Andre mengangguk dan senang, akhirnya anaknya sudah sehat meskipun sangat kecil sekali.
"Boleh paman penimangnya "
"Tentu paman adalah ayahnya "
Dengan hati-hati sekali Andre menimang Nabil anak pertamanya Ia sangat senang sekali dulu Lucas yang selalu dia pangku, sekarang anaknya sendiri Lucu sekali menggemaskan kecil dan rapuh.
"Lihat sayang dia tersenyum " Sambil duduk disamping sang istri
" Iya paman Sepertinya dia senang dipangku oleh ayahnya sampai-sampai Nabil tersenyum senang seperti itu"
" Pak Bu Mohon maaf untuk hari ini sudah cukup Nabil harus di bawa lagi ke ruangannya" ucap suster yang tadi mengantarkannya.
Dengan tidak rela Andre memberikan sang anak dan melihat Nabil didorong pergi ke luar ruangan "paman kapan kita akan memiliki Nabil seutuhnya"
"Sebentar lagi Sayang sebentar lagi Nabil akan menjadi milik kita seutuhnya kamu yang sabar ya Nabil begitupun sekarang ini diobati agar dia bisa seperti anak yang lain ya,"
"Semoga minggu-minggu ini Nabil sudah boleh pulang ya karena aku pun pengen segera pulang ke rumah paman "
"Iya sayang, paman akan selalu mendoakan anak kita agar cepat cepat pulang dan bisa dibawa kerumah ya sayang "
Syifa hanya bisa mengangguk dan membaringkan kembali badannya membelakangi suaminya, rasanya masih belum puas menimang anak satu satunya itu "
**
"Sayang aku pergi kerja dulu ya, kamu hati hati dirumah kalau ada apaa apa kamu telfon mas ya "
__ADS_1
"Ya mas tenang saja aku akan baik-baik saja di rumah disini ada Tora, idak perlu mengkhawatirkan ku, mas khawatirkan saja bu Bulan, "
Zeline segera menyalimi suaminya dan masuk ke dalam rumah , membawa sang anak ,Liam menjadi serba salah istrinya marah padanya padahal kan dia tidak melakukan apa-apa malah tidak selingkuh, ini tak bisa didiamkan, masalah ini harus segera dibereskan pokoknya tidak mau ada masalah apa-apa dalam rumah tangganya
Liam segera pergi dan dirinya akan merancanakan sesuatu yang sangat bagus dan akan membuat Bu Bulan tenang dialamnya nanti.
" Tora Kemarilah aku ingin berbicara padamu ada yang perlu aku bicarakan"
"Iya bos ada apa "
"Saya ingin membunuh seseorang, kau bantu aku agar cepat, biasa aku akan memancing orang itu kerumah jagal ku, kau harus ada disana ya "
"Baik Tuan aku akan datang kesana, kau bawa saja perempuan itu, kalau kau tak mau membunuh lagi biar aku yang membunuhnya "
"Tidak Tora aku pun ingin ikut serta sudah lama aku tak membunuh orang, rasannya aku ingin menghabisinya sekarang namun aku harus sabar "
" Baiklah tuan jika kau ingin ikut serta kita akan membunuhnya bersama-sama. Tenang saja untuk masalah beresnya aku yang menyelesaikan akhirnya"
" Baiklah karena aku pun harus pulang nanti aku akan memancing perempuan itu dulu tenang saja semuanya kan beres Hari ini pula dan aku tidak harus dimusuhi oleh istriku lagi"
Liam segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan pekarangan rumahnya, tak bisa dia seharipun dimusuhi oleh istrinya lebih baik membunuh perempuan itu dari pada harus di marahi dan tak di gubris oleh istrinya.
**
Zeline yang memang dari tadi mengintip suaminya berbicara dengan Tora segera menghampiri Tora dan menepuk bahunya "apa yang kau bicarakan dengan mas Liam"
"Nyonya kau membuatku kaget saya "
"Apa yang kau bicarakan dengan suamiku, ayo bicaralah aku penasaran "
"Tidak ada nyonya hanya biasa saja, pembicaraan biasa tak ada yang lain kok "
"Jujur pada ku Tora, atau gajihmu ku potong "
"Baiklah aku akan jujur nyonya, kami merencanakan sesuatu "
"Apa itu, ingin tau merencanaka apa, apa sangat penting "
"Tentu ini sangat penting nyonya, lebih baik nanti saja nyonya tanyakan pada tuan "
"Baiklah berarti kau ingin gajihmu di potong aku tak masalah, aku yang mengajih mu Tora "
"Baik baik jangan nyonya baik aku akan berbicara padamu "
"Tuan merencanakan liburan dan aku tidak boleh memberitahu kan kemana perginya, kalau aku memberitahunya nanti tuan akan marah nyonya "
"Beneran kan bos mu itu tidak bohong dia berkata jujurkan, awas saja kalau kau berbicara seperti ini cuman untuk melindungin saja, kalau sampai kau berbohong awas saja gajih mu bulan ini tak akan cair lihat saja "
"Tidak nyonya saya berkata jujur, saya tidak berbohong nanti coba tanyakan saja pada tuann, nanti tuan akan berkata yang sama dengan apa yang saya katakan, sekarang saya akan menyewa tempatnya tuan menyuruh saya untuk pergi bersamanya, nanti mungkin tuan akan pulang agak telat jadinya nyonya jangan marah ya sama tuan kasihan dia nanti "
"Baiklah aku tidak akan memarahinya kau begitu peduli pada tuan mu itu "
"Tentu nyonya saya peduli, saya permisi nyonya "
"Baiklah kau berjaga lagi saja ya, "
Zeline masuk kedalam rumah dengan senyum yang tak luntur, suaminya ini sangat romantis akan memberikan kejutan padannya, rasannya tak sabar menunggy hari itu, ingin segera terjadi saja rasannya.
Berarti harus dipersiapkan sekarang juga agar semuanya tak mendadak dan aman sejahtera.
Tora yang melihat nyonya sangat senang mengaruk kepalanya bagaimana ini.
__ADS_1