
Zeline yang sedang berkebun tiba tiba melihat Syifa berlari kearahnya sambil menangis, dengan cepat Zeline menghampirinya dan memegang bahu Syifa.
"Ada apa Syifa kenapa kau menangis ada apa "
"Kak, Nabil sama Abang kata gurunya gak ada di musium kak, gimana kak "
"Apa kenapa bisa, kenapa sampai bisa kayak gitu "
"Aku juga gak tau katanya mereka izin kekamar mandi, tapi sampai sekarang gak ketemu "
"Ayo ayo kita pergi sekarang ayo kita kesana "
Tampa menganti pakaiannya Zeline langsung menarik tangan Syifa dan masuk kedalam mobil, saat Zeline mengecek ponselnya banyak sekali yang menelfonnya dan juga ada dari suaminya.
Zeline kembali menghubungi sang suami dan langsung diangkat "mass Abang gak ada mas " dengan air mata yang mengucur
"Iya sayang, mas sekarang lagi pulang kerumah buat jemput kamu kita kesana "
"Aku udah dijalan mas sama Syifa, "
__ADS_1
"Siapa yang nyetir siapa jangan sampai kamu nyetir sendiri "
"Aku nyetir sendiri mas, udah mas untuk kali ini saja kita ketemu disana ya mas, "
"Baiklah kamu hati hati, jangan panik ya, ingat hati hati jangan ngebut kita ketemu disana "
"Iya mas "
Sambungan pun terputus, saat Zeline melihat kaca spion dia melihat mobil suaminya ada dibelakang.
**
Nabil dan juga Lucas digiring kesebuah ruangan namun tiba tiba ada yang memeluk Nabil "hai keponakan aku adalah kakak ayahmu Nabil, panggil aku om Alan, bagaimana kau senang bertemu denganku "
Nabil mengelengkan kepalanya "tidak kau berbohong, kau berbohong abang pasti dia berbohongkan "
Alan langsung melihat kearah Lucas "dan kau Lucas kau tau ayahmu adalah seorang pembunuh apakah kau tak malu memili ayah seperti Liam, lihat dia juga sudah memisahkan seorang nenek dengan cucunya "
Nenek nenek itu keluar dan langsung menghampiri Lucas "gara gara orang tua mu aku tak bisa tinggal ditempat besar itu, kalian egois "
__ADS_1
"Kenapa kalian marah marah padaku, kenapa papihku sampai mengusir dirimu mungkin kau tak baik, dan membawa pengaruh buruk dikeluargaku makannya ku di usir dan untuk mu om aku tak peduli siapa papihku, yang terpenting dia adalah papih terhebat dihatiku dan dihati adik adik ku "
Alan malah tertawa dan menepuk nepuk bahu Lucas, namun Lucas langsung menepisnya, Alan yang marah langsung akan memisahkan Nabil dan juga Lucas namun sulit, Lucas begitu erat memegang Nabil.
"Masukan mereka kesebuh ruangan kurung mereka berdua "
Anak kecil itu digusur paksa dan dimasukan kedalam ruangan gelap yang kecil dan pengap.
"Abang bagaimana ini "
"Kita tenang saja, kau jangan dengarkan kata kata mereka ingat jangan dengarkan mereka hanya ingin membuat kita benci pada orang tua kita, ingat jangan percaya "
"Iya abang "
**
"Jadi kita mau apakah mereka Alan "
"Tenang nek aku ingin membuat salah satu dari mereka menjadi monster, aku inginnya Nabil biar ayah dan ibunya tau rasa, agar Andre marah pada Nabil dan dia sendiri yang berbicara kalau Nabil bukan anaknya "
__ADS_1
"Hemm bagus sekali, lalu untuk anaknya Liam bagaimana "
"Itu gampang sekali tenang saja "