Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Siapa itu


__ADS_3

"Apa yang paman lakukan, kenapa duduk dibawah lantai, apa ada yang sedang paman cari "


"Syifa kau kemari, ada apa, apa perutmu sakit, apa ada yang terjadi padamu " sambil menghampiri Syifa


"Paman aku baik baik saja, aku hanya ingin membawa paman makan siang, apakah paman mau, atau paman sudah makan "


"Emm boleh paman juga belum makan siang ayo kita kekantin "


Syifa segera mengangguk dengan Andre yang langsung mengandeng Syifa keluar dan akan pergi ke kantin kantor.


"Apakah kau lihat Shifa anaknya tuan besar perutnya sangat besar, kapan dia menikah dengan Pak Andre, Kenapa kita nggak tahu apa dia hamil duluan ya sampai-sampai tuan besar meninggal karena ulah anaknya yang hamil duluan. Kau melihatnya kan bagaimana perutnya itu besar mana mungkin dia gemuk, mana mungkin perutnya saja badannya kan kecil " ucap karyawan yang sedang duduk dikantin bersama temannya.


"Iya kau benar, aku pun aneh kapan dia menikah baru juga keluar sekolah masa perutnya sudah besar, umurnya masih 19 20 tahunan lah. Mana mungkin kan menikah dengan Pak Andre yang menurutku lebih cocok menjadi kakaknya nya"


"Bukan seperti kakak-adik tapi menurutku seperti pak Andre itu adiknya tuan besar tidak cocok dengan Syifa yang masih kecil, aku tak menyangka anak sekecil itu bisa melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan. Memang ya sekarang anak kecil saja sudah tahu tentang yang begitu-begitu"


"Benar padahal dia itu orang terpandang masa bisa membuat malu orang tuanya itu sampai dia meninggalkan"


Tanpa mereka sadari Andre dan Syifa ada disana "Sudah paman kita makan ditempat lain saja "


"Tidak, kita tak boleh diam saja Syifa ayo "


Andre segera membawa Syifa dan berdiri tepat dengan kedua orang itu. Orang itu yang merasa ada orang yang datang segera mendongakan kepalanya lalu tiba-tiba saja mereka langsung menundukkan kepalanya.


"Coba kau katakan kembali apa kata-kata kalian tadi pada istriku, aku ingin mendengarnya lagi, aku ingin mendengarnya langsung di hadapanku"


"Maaf pak "


"Kenapa minta maaf tadi kalian berkoar-koar lalu saat aku dan istriku kesini kalian kok menjadi seperti Ciut seperti ini. Ayo cepat katakan aku akan mendengarnya dan tanpa ada bantahan dariku sedikit pun "


"Maaf pak "


"Aku tak perlu mendengarkan kalian minta maaf, biar aku jelas kan aku dan isteriku sudah lama menikah, lalu kenapa bila istriku masih muda dan aku sudah tua. Apa itu masalah untuk kalian berdua. Apakah aku harus mengundang kalian berdua memangnya kalian siapa, kalian berdua tak usah ikut campur tentang kehidupan ku dan istriku, sekali lagi aku mendengar kalian membicara tentang Istriku aku tak segan-segan untuk mengeluarkan kalian untuk siapapun itu yang membicarakan istriku"


Andre segera pergi tak lupa membawa istrinya, dia membawa istrinya keluar dari dalam kantor, lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke suatu tempat. Syifa sama sekali tak banyak tanya dia hanya mengikuti suaminya saja. Kalau dia bertanya sepertinya tidak pas waktunya karena terlihat suaminya masih marah.


Andre segera membantu sang istri turun, ternyata mereka pergi ke restoran steak. "Kamu tunggu di sini ya duduk Paman akan pesankan ya"


" Baiklah paman"


Syifa hanya diam menunggu Andre kembali, Syifa hanya bisa tersenyum menatap Andre yang sekarang menjadi suaminya. Suami sahnya.


"Syifa Syifa kau tidak apa-apa "tanya Andre yang sudah ada di hadapan Syifa


"Eh paman aku baik-baik aja kok."


"Jangan melamun ya nanti kamu kesambet loh, paman udah pesenin, sebentar lagi diantar ke sini ya "


" Iya Paman, makasih ya paman Untuk sekali lagi paman udah ngebela aku di hadapan banyak orang"


"Itu sudah kewajiban paman sebagai suami kamu, jadi kamu jangan sungkan dan berterima kasih sama paman karena itu udah kewajiban paman , sebagai suami kamu untuk menjaga kamu membela kamu jika kamu benar, jika kamu salah Paman pasti akan menegur kamu Syifa"


Belum juga Syifa menjawab makanannya sudah datang Andre segera memotong-motong kan dahulu stick itu dan memberikannya pada Syifa.


"Makanlah "


"Iya paman"


pada suapan pertama Syifa tiba-tiba saja berhenti mengunyah, Andre langsung mencobanya dan sama dia juga berhenti mengunyah dan menatap Syifa.


" Apakah itu terlalu pedas"


"Ya paman ini sangat pedas, kenapa pedas sekali bumbunya"

__ADS_1


"Padahal paman kan tadi sudah pesan yang tidak terlalu pedas, paman pesankan lagi ya "


"Tidak usah paman, lebih baik kita pulang saja ya aku lelah aku ingin istirahat, paman apakah paman tidak keberatan mengantarku pulang terlebih dahulu lalu kembali lagi ke kantor"


"Tentu tidak ayo paman antarkan pulang, paman tidak masalah pulang pergi asalkan kau pulang bersama paman "


Syifa mengangguk dan pergi keluar terlebih dahulu, disusul oleh Andre lalu masuk kedalam mobil.


**


"Bagaimana apakah sulit kau bisa kan mengerjakan semua ini"


"Tidak terlalu pak dosen aku sedikit-sedikit sudah memahaminya nanti juga aku pasti akan bisa mengerjakan semuanya dengan mudah. Sekarang aku sedang beradaptasi dulu"


"Baiklah, kau segeralah makan siang, aku pun akan pergi makan siang "


"Baik pak dosen "


Liam segera pergi meninggalkan Jo sendirian, saat dirinya akan keluar tiba tiba saja Liam dihadang oleh seorang perempuan.


"Liam "


"Ada apa Milla, ada perlu apa kau ada dihadapanku, jangan mengangguku "


"Aku ingin bicara. Apakah kita bisa makan siang dulu dan membicarakannga "


"Tak perlu, aku bicara saja disini tak usah mengajaku makan siang, apa yang ingin kau bicarakan ayo katakan lah sekarang disini, dan jangan banyak bertele tele, aku tak punya waktu banyak "


"Apakah Andre benar benar sudah menikah, memang dia sudah mengatakannya namun aku tak percaya, kapan dia menghamili perempuan itu "


"Ya dia sudah menikah dan akan segera mempunyai anak. Kau tidak perlu tahu kapan Syifa dan Andre membuat anak dan kenapa Syifa begitu cepat bisa mengandung anak Andre, kau tidak perlu tahu karena kau bukan siapa-siapanya Andre dan Syifa. Apakah cukup jelas jawabanku itu untukmu kalau belum jelas akan aku buatkan makalah agar kau bisa membacanya berkali-kali"


"Tidak perlu terima kasih atas jawabanmu yang sudah memuaskan"


Jo yang mendengar semua perkataan itu segera pergi meninggalkan tempat itu takut ketauan kan, tanpa Jo sadari dia malah bertabrakan dengan seorang laki laki.


"Maaf maaf saya tidak sengaja maafkan saya "


"Tidak apa Jo, kenapa kau sangat kau "


Jo segera mendongakan kepalanya ternyata itu Chiko laki laki menyebalkan yang pernah menghancurkan rumah tangganya.


"Aku kira kau orang asing kalau aku tahu itu kau aku tidak Sudi meminta maaf padamu"


"Kamu masih dendam denganku, padahal kan aku sudah minta maaf padamu. Apakah kurang itu, dan aku juga kan sudah menyatukan kalian berdua kembali dan Dini juga sudah tidak mengganggu hubungan kalian berdua lagi kan, dia sudah menghilang tidak ada entah kemana kau bisa tenang bersama Riyan lalu kenapa kamu masih marah padaku"


"Kau pikir saja, kau hampir saja mau buat aku dan Riyan berpisah, kau yang sudah memasukkan pelakor itu ke dalam hubungan kami berdua. Sampai kapan pun aku takkan pernah bisa memaafkanmu mungkin aku bisa mengucapkan kata memafkan untukmu, tapi hatiku belum bisa memaafkan sampai kapanpun itu. "


"Karena kelakuan mu itu akan aku ingat sampai aku tua, bahwa teman suamiku sendiri sudah menusuknya dari belakang dan orangnya kau. dan aku juga tidak melupakan bagaimana istrimu yang kasar padaku menjelek-jelekkan namaku maksudku membuat aku malu disini dengan melemparkan sampah ke wajahku. Apakah itu bagus dilakukan oleh seorang perempuan yang terhormat seperti istrimu. " sambung Jo.


"Yah baiklah aku mengerti itu sangat berat untuk mu, aku tidak akan memaksamu untuk memaafkanku dan istriku tapi aku ingin kembali berteman bersama Riyan, aku ingin hubungan kami seperti biasa lagi. Tidak seperti ini aku ingin kembali bisa mengobrol dengan dia bertegur sapa ataupun melakukan hal yang lain tidak canggung seperti ini. memang Riyan sudah memaafkanku tapi hubungan kami sungguh tidak baik"


"Baguslah Riyan menjadi canggung denganmu itu akan lebih baik, orang yang sudah menusuk dari belakang akan ada kemungkinan lagi dia akan menusuknya dari belakang lagi. Jangan pernah mempercayai orang yang sudah menusuk kita dari belakang aku dan Riyan sampai kapanpun tak akan bisa mempercayai dirimu lagi. Jadi bertemanlah dengan Riyan saat sedang berbisnis saja, tidak sampai diluar kantor "


setelah mengatakan unek uneknya Jo pergi meninggalkan Chiko sendirian,


"Apakah sefatal itu sampai kau tak bisa memaafkanku Jo. Padahal aku memang ingin benar-benar berteman lagi dengan suamimu. Tapi kau melarang seperti itu "


**


"Aku turun dulu ya Paman, kau disana semangat bekerja Ya aku di rumah akan baik-baik saja. Jangan pikirkan aku kalau ada apa-apa aku pasti akan menghubungimu"


"Baiklah paman akan pergi bekerja lagi, kamu jangan membereskan rumah biar nanti Paman mencari art untuk membantumu, agar kau lebih terbantu ya, jangan lakukan apa-apa biar Paman nanti yang membereskan semuanya sebelum ada Art "

__ADS_1


"Baiklah paman "


"Apakah tidak ada yanf ingin kau sampaikan padaku, atau apa gitu Syifa "


"Emm sepertinya tidak paman apakah sekarang aku boleh turun "


"Baiklah, tentu hati hati "


Syifa hanya mengangguk dan pergi masuk kedalam rumah dan Andre yang sudah melihat sang istri masuk segera melajukan kembali mobilnya untuk pulang kembali kekantor.


Syifa segera duduk mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri, menatap foto Nabil yang sedang tersenyum padanya.


"Nabil kau tahu aku merasa hidup kembali memang sulit hidup tanpa ada dirimu. Namun Andre sudah baik mau menanggung hidupku dan juga anak kita, aku tak menyangka hidupku akan seperti ini aku kira kita akan bahagia selamanya namun Tuhan berkehendak lain, aku menikah dengan paman Andre Cinta Pertamaku namun kamu tenang saja kamu masih ada di dalam hatiku tersimpan dan aku tidak akan pernah melupakanmu"


"Suatu saat kita akan bertemu dan akan bersama lagi aku sangat menunggu hari itu Nabil, dan aku akan merasa sangat bahagia bisa bertemu denganmu dan bisa bersama-sama kembali seperti dulu mungkin untuk sementara kita sekarang berpisah dahulu namun nanti kita akan bersatu lagi kan Nabil"


Tiba tiba ada suara kaca pecah, Syifa dengab perlahan segera mencari asal suara ternyata kaca depan, ada yang melempar batu kerumahnya, namun disana terselip juga sebuah kertas.


"Kau jangan enak enakan tenang dan senang senang seperti ini, saat Nabil sudah tidak ada, aku jamin aku akan menghancurkan kebahagian mu dan juga merengut anak mu bersama Nabil, tunggu waktu itu terjadi dan kau akan terpukul dan akan sangat hancur "


Setelah membaca surat itu Syifa berlari kedalam kamarnya, siapa yang mengirimkan surat ini, apa maunya. Syifa mengunci pintu kamarnya, menutup seluruh jendela.


Syifa segera mengambil ponselnya dan akan menghubungi Andre, namun tiba tiba saja niatnya tak jadiz disimpannya lagi ponselnya itu.


"Aku tidak boleh sampai membebani paman Andre kembali, jangan sampai "


Akhirnya Syifa menarik selimbut dan tanpa Syifa sadari dirinya tertidur dengan ketakutan.


**


"Milla kamu kenapa ada disini "tanya Andre saat sudah sampai kantornya


"Ya harusnya aku yang tanya kaya gitu Andre. ngapain kamu disini, "


"Ya aku kerjalah gantiin aya mertuaku, sedangkan kamu mau apa disini "


"Oh gitu ya, kalau aku sih lagi ketemu sama ayah aku pak Tedi, dia akan udah lama jadi sekertaris disini, aku lagi mau ajak makan ayahku nih, apa kamu mau gabung"


"Engga aku udah makan siang sama istriku "


"Loh kalian saling kenal " tanya pak Tedi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi


"Iya ayah, Andre ini dulunya satu angkatan denganku, aku dan dia teman lama dan sempat dekat tapi Andre keburu nikah sama Syifa anak bos aayh "


"Oh seperti itu ya, yasudah kita pamit dulu ya pak Andre mau makan siang dulu, maaf ya saya melebihi jam makan siang "


"Tentu tidak apa pak Tedi silahkan "


"Baiklah terimakasih pak Andre "


Andre masuk dan mereka berdua segera pergi, selama perjalan Milla tak henti hentinya tersenyum dirinya mempunyai rencana bagus, pasti akan berhasil.


"Ada apa dengan mu Milla dari tadi tersenyum tak jelas seperti itu, apakah kau kesambet, atau sedang memikirkan hal lucu "


"Tidak ayah, ayah kan sebentar lagi akan pengsiun apa boleh nanti aku yang megantikan ayah "


"Dulu saja kamu tidak mau saat Ayah menyuruh kamu menggantikan ayah, lalu sekarang kenapa tiba-tiba kamu mau. Apa karena ada pak Andre atau Kenapa kamu jangan macam-macam di sini"


"Enggak dong yah Milla nggak akan macam-macam, Milla baru kepikiran seharusnya Milla yang kerja bukan Ayah. Bolehkan kalau Mila nanti yang gantiin Ayah. Milla janji akan menggantikan Ayah dengan sangat baik dan tidak akan melakukan apa-apa "


" Baiklah akan Ayah pikirkan dulu Dan nanti Ayah akan bicara dengan pak Andre tentang semua ini"


"Baiklah ayah "

__ADS_1


Milla tersenyum licik dan misinya akan segera dimulai.


__ADS_2