
Zeline segera bangun, karena sinar matahari yang lansung menyorot kearahnya membuat tidurnya tergangu "sayang bangun sayang, ini udah siang kamu harus kerja, cepetan jangan tidur terus sayang"
Dengan tergesa-gesa Zeline segera memakai pakaiannya satu persatu, lalu membangunkan kembali suaminya.
"Apa sayang "
"Cepat bangun mas, cepetan "
"Iya iya sayang, ayo bangun "
Zeline segera pergi tanpa menunggu suaminya karena dirinya ingat kepada sang anak Lucas. Liam segera mengikuti sang istri yang sudah meninggalkannya cukup jauh.
Saat Zeline membuka kamar Lucas, dirinya bernafas lega, ternyata kak Andre yang menjaga sang anak, jadi tak perlu khawatir, tadinya takut kenapa kenapakan ditingal sendiri.
Liam langsung saja memeluk sang istri dari belakang "sayang badan kamu panas banget "
"Yang bener mas, apa benar " Zeline segera memengang keningnya dan juga badannya ternyata memang panas.
"Kita kerumah sakit ya sayang ayo "
"Gak usah mas, aku baik baik aja, cukup minum obat aja, aku udah sembuh kok, aku gak mau kerumah sakit, kasian Lucas sendirian, aku gak mau tinggalin dia "
"Yaudah ayo kita kekamar aja, sekarang kamu harus istirahat ya"
Segera Liam memangku istrinya dan membawa sang istri untuk masuk kedalam kamar, Liam segera membaringkan sang istri lalu mengambil pakaian hangat istrinya . Liam langsung saja mengantinya.
Setelah selesai Liam keluar untuk membuatkan bubur untuk sang istri serta susu kesukaannya.
"Sari tolong buatkan susu dan juga bubur "
"Siap tuan " dengan suara lantang sampai-samapi Liam kaget.
"Yaudah cepetan Sari "
"Oh iya lupa " segera Sari pergi untuk menuntaskan apa yang disuruh oleh tuanya. Namun Liam melihat bi Sarah membawa tas besar.
Liam segera menghampirinya dan langsung saja menjegatnya.
"Bi Sarah mau kemana, kenapa bawa tas segede ini "
"Bibi mau pulang saja tuan ke kampung, tuan Andre sudah tak percaya sama saya, dia semalem ngancem ngancem saya, saya sakit hati jadi lebih baik saja pulang saja tuan dari pada disini, dapet caci maki dari tuan Andre, saya juga punya hati tuan "
"Memangnya Andre ancem bibi apa sampai bibi mau pulang kaya gini, jangan didengerin aja bi, bibi taukan kalau Andre itu orang nya kaya gitu jadi dimaklumin aja, jangan dibawa hati bi, kalau bibi pulang nanti ibu marah sama Liam "
"Tuan Andre gak ngebolehin saya buat pegang den Lucas, katanya saya mau macem macem padahal niat saya baik tuan, cuman mau jaga den Lucas yang sendirian itu aja. Malahan saya gak di bolehin naik keatas tuan masuk kekamar den Lucas. Jadi buat apa saya disini kalau gak diterima dengan baik dan malah dicurigain, saya gak mau kalau kerja seperti itu tuan"
"Yaudah bibi balik kekamar kerja seperti biasa, biar saya nanti tegur Andre ya, bibi tenang saja, gak usah khawatir"
"Baik tuan baik terimakasih "
Segera bi Sarah pergi dengan senyum liciknya . Berhasil juga rencannya, pasti nanti tuan Liam akan memarahi tuan Andre.
"Tuan ini sudah jadi bubur sama susunya "
"Baik terimakasih "
Liam segera membawanya keatas untuk menyuapi sang istri dan nanti menasehati Andre. Ada ada saja mereka berdua ini. Dari dulu Andre memang tak terlalu suka dengan bi Sarah dan juga anaknya Nina.
Entah karena apa, dirinya juga gak pernah tau apa alasan Andre membenci mereka berdua, andre tak pernah menjawab pertanyaannya yang satu itu.
"Sayang makan dulu yu " ucap Liam.
"Aku gak mau makan mas, aku gak nafsu "
"Yaudah ayo kerumah sakit "
"Engga mas aku gak mau, kamu mending sekarang pergi kerja aja "
"Yaudah ayo makan, nanti itu gampang, aku biar gak kerja aja ya "
"Ya yaudah suapin, kerja sayang bukannya semalem kamu bilang ada meeting penting ya "
"Oh iya sayang aku lupa, yaudah kamu makan ya, nanti aku suruh bi Sarah nunggu kamu "
"Gak usah mas aku sedirian aja gak papa ,terus Lucas gimana mas "
"Yaudah Lucas ikut sama aku aja, gak papakan sayang, aku gak mau kamu lagi sakit ngurus Lucas "
"Beneran gak papa mas "
"Iya gak papa sayang, aku gak mau kamu nanti malah urus terus Lucas sedangkan kamu sakit, kamu nanti ditungin sama Sari, maukan sama Sari "
"Yaudah sama Sari aja mas "
Segera Liam menyuapi istrinya sampai habis tak tersisa dan juga susu pun sudah habis, Liam segera bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan membiarkan sang istri beristirahat.
**
Andre yang baru bangun segera memangku Lucas "eh eh anak papah udah bangun. Kita mandi yu sayang, kita mandi sayang "
Andre membuka semua pakain Lucas lalu membawanya kekamar mandi, mengisi beathub dengan air hangat sampai penuh, lalu dirinya masuk dengan banyaknya bebek bebekan didalamnya namun itu sama sekali tak menganggyu dirinya.
__ADS_1
Sambil bersenandung Andre memandikan Lucas "baaa apakah Lucas senang dimandikan oleh papah enak kan hangat sayang, kita udahan yu, paman kan mau kerja ayo ayo "
Andre segera keluar kamar bahkan tak mengunakan handuk, membaringkan Lucas, mengeringkan tubuh Lucas dengan handuk dengam hati hati sekali, lalu segera Andre mendadanai Lucas.
"Nah udah ganteng, sekarang tinggal papah yang belum ganteng, kita kerumah papah yah "
Andre hanya memakai handuk dan pergi sambil memangku Lucas, Lucasnya hanya anteng anteng saja. Sambil menyusu, susu dot yang sudah dihangatkan tadi.
Soalnga Zeline juga memompa air susunya jaga jaga saja, kalau sedang darurat seperti ini. Jadi tak ribet..
"Eh tuan, mau dibawa kemana den Lucas, sini sama saya saja, jangan dibawa keluar banyak debu" ucap bi Sarah
"Mau dibawa pulang "
"Sini sudah sama saya saja tuan "
"Gak usah, Lucas sama saya aja, nanti juga bakal diambil oleh mamihnya, bibi gak usah khawatir saya gak akan lukain Lucas, kaya bibi lebih baik bibi kerja lagi aja "
Setelah mengatakan itu segera Andre pergi dengan wajah juteknya membawa baby Lucas, tanpa memperdulikan dirinya yang hanya memakai handuk, bagaimana kalau merosot coba.
Bi Sarah dengan marah segera pergi kedapur menemui Sari yang sibuk membersihkan bekas tadi memasak bubur untuk sang nyonya.
**
Liam yang sudah selesai dengan keperluanya dan sudah tampan segera mendekati istrinya yang tertidur pulas.
"Sayang aku pergi " sambil mencium kening istrinya yang cukup panas.
Liam segera masuk kedalam kamar anaknya namun tak ada kemana Lucas, segera Liam mengeluarkan ponselnya dan menelfon Andre.
"Hallo Andre, dimana Lucas anak gue "
"Lagi sama gue tenang aja lo gak usah khawatir, kalau sama gue aman, kalau sama orang lain gak akan aman"
"Udah dimandiin belum Lucasnya, soalnya Zeline sakit "
"Tenang aja Lucas udah ganteng kalau di urus papahnya ini "
"Papah dari mana, bikin anak sendiri sana, Lucas mau ikut kekantor sekarang, gue mau bawa bajunya dulu sama perlengkapan yang lainnya "
"Gak papa dong Liam, lo gak kasian sama gue yang kesipian, tenang aja gue gak akan rebut istri lo kok, gue cuman pengen Lucas panggil papah aja sama gue itu aja, tolong dong jangan buat gue sedih, gue tuh sayang banget sama Lucas, baru kali ini kan gue bisa suka sama anak kecil "
"Oke lah kalau lo seneng kalau lo bahagai gue izinin, liat aja sampai lo rebut istri gue, habis lo gue cincang "
"Iya iya deh, udah ah papah Andrenya mau dandan dulu bay "
Liam hanya bisa tertawa saja dengan kelakuan sahabatnya sungguh ada ada saja, tak apalah anaknya menyebut Andre papah, gak ada masalah untuknya, Andrekan sahabatnya lagi patah hati lagi, kalau nanti dilarang makin patah hati lagi.
Setelah semuanya siap segera Liam turun dan mencari bi Sari "bi Sari "
"Tolong jagain istri saya ya, dia lagi sakit tolong kasih makan nanti dan kasih obatnya juga. Jangan tingalin istri saya kemana mana ya "
"Siap tuan laksanakan " segera Sari pergi keatas untuk kekamar nyonya nya.
"Den Lucas gimana tuan sama siapa " tanya bi Sarah
"Lucas biar saya yang bawa "
"Gak sama saya aja tuan "
"Gak usah bih, biar saya bawa aja, saya pergi dulu bi Sarah "
"Baik tuan hati hati "
Liam segera mengetik pintu rumah Andre, keluar juga Andre dan anaknya, dengan segera Andre memasukan baby Lucas kegendongan yang sudah Liam pakai.
Andre segera mengambil tas yang dibawa sahabatnya, mereka segera masuk kedalam mobil dan Andre segera menjalankannya untuk ke kantor.
**
Sari dengan perlahan masuk kedalam kamar, menatap nyonya yang sedang tertidur, lalu megang keningnya yang panas. Dengan tergesa gesa Sari keluar lagi lalu datang kembali sambil membawa paskom yang isi oleh air hangat.
Sari dengan telaten segera mengompres kening nyonya yang panaa, tanpa mereka sadari ada yang mengintip mereka berdua.
"Kenapa jadi Sari yang dipercaya oleh tuan dan Nyonya harusnya saya yang ada disana, diam menjaga Nyonya bukannya Sari yang jelas jelas baru disini, gak bisa dibiarin nih saya harus ambil hati nyonya " setelah puas ngedumel Bi Sarah segera pergi menutup pintu cukup keras dan membuat Zeline kaget dan terbangun.
"Bukan saya nyonya saya duduk disini dari tadi " ucap Sari yang duduk di ubin.
"Bi Sari kenapa duduk dibawah, sini ditempat tidur aja duduknya saya gak akan marah kok "
"Ah saya takut gak sopan nyonya "
"Engga bi Sari, sini duduk teminin saya ngobrol "
"Baik baik nyonya "
Segera Sari naik lalu memijit kaki Zeline dengan pelan pelan "saya pijit ya nyonya "
"Iya boleh Sari "
"Sari kamu sama bi Sarah hubungan apa kalau aku boleh tau "
__ADS_1
"Saya adiknya bi Sarah nyonya, dan waktu itu bi Sarah ngajak saya kerja disini, ya saya mau nyonya karena ya saya butuh, suami saya meninggal nyonya dikampung saya belum anak sampai sekarang jadi lebih baik saja kerja, buar keluapin suami sama sementara "
"Maaf ya saya udah buat bibi jadi sedih "
"Gak papa nyonya, saya baik saja "
"Sini biar saya kerokin ya pungungnya pasti masuk angin nih nyonya, kalau sama saya jangan malu malu ya nyonya, nyonya duduk dulu ya "
Zeline menutut dan membalikan badanya, memang malu sih tapi gak papa, anggap saja bi Sari adalah ibunya.
**
"Eh eh ada Lucas, ikut kerja sekarang Lucas " ucap Jo yang langsung berdiri dan mencubit pipi Lucas.
"Jo jangan di cupit dong "
"Ya habisnya saya gemes banget pak dosen sama Lucas, Zelinenya kemana pak dosen sampai Lucas dibawa kerja "
"Zeline sakit, udah saya mau masuk awas kamu "
"Apa Zeline sakit harus telfon nih harusss, "
"Jangan ganggu dia dulu, cepat kau bekerja lagi "
"Baiklah bapak cerewet " Jo segera masuk lagi sambil menghentak hentak kan kakinya kesal.
Andre hanya menjulurkan lidahnya saja mengejek Jo yang dimarahin, Jo langsung mengacungkan kepalan tangannya pada Andre.
"Liam kita kan pagi ini harus langsung keruang meeting "
"Lupa gue, yaudah ayo kesana sekarang "
"Mau dibawa Lucas "
"Ya dibawa lah Dre, masa iya anak gue ini ditingalin disini sendirian, dimasih kecil gigi aja belum ada masa iya ditingalin gitu aja "
"Hehehe iya lupa kirian gue Lucas udah bisa mandiri, yaudah ayo kita keruang meeting "
Segera mereka berdua berjalan untuk masuk kedalam ruangan meeting dan disana sudah banyak orang dan saling menatap saat Liam membawa Lucas.
"Apa kalian liat liat, ayo mari kita meeting "
"Baik pak kita mulai saja, begini pak "
"Begini apa "
"Begini pak "
"Yang bener kalau berbicara, cepat apa "
Namun mereka semua malah menutup hidung, "Liam kayanya Lucas pup deh "
"Iya deh kayanya pup"
Segera Liam membaringkan anaknya diatas meja "anak papih pup ya, pasti banyak pantesan kamu tadi udah mau nangis, udah gak enak ya sayang "
Liam dengan pelan pelan membukannya namun sebelum selesai dia menatap semua karyawannya "Kalian kenapa masih disini cepat keluar saja mau menganti popok anak saya sana sana"
"Tapikan pak kita mau meeting "
"Ditunda dulu nanti kalau udah selesai saya panggil lagi, udah sana sana "
Andre pun sama malah ikut keluar "mau kemana sih loh Andre "
"Katanya tadi suruh keluar semuanya , yasudah aku keluar saja "
"Ya lo gak usah keluar bambang bantuin gue, katanya mau jadi papahnya Lucas, yaudah sini "
"Iya iya gue balik lagi nih "
Segera Andre kembali dan membantu Liam membersihkan Lucas dan mengantikan popoknya menjadi yang baru.
**
Jo sama sekali tak menghiraukan larangan bosnya, dirinya sangat khawatir sama Zeline jadi maaf maaf aja gak nurut sama pak dosen galak itu. Yang cerewet dan nyebelinnya lebih lebih dari Riyan.
"Hallo Line, kamu gak papakan kata suami galak kamu, kamu sakit, sakit apa Line "
"Hallo Jo, aku gak papa kok, kamu kalau tanya satu satu "
"Maaf maaf aku khawatir sama kamu, kamu dirumah sama siapa Line"
"Aku sama bi Sari Jo, pelayan baru aku nanti kamu kesini kenalan deh sama bi Sari ya "
"Ok deh, kamu makannya jangan telat kalau makan, makan yang banyak kamu jugakan harus kasih asih sama Lucas, kamu sekarang tuh makanannya dibagi dua jadi harus lebih banyak makannya "
"Iya iya Jo bawel "
Jo dari kejauhan sudah melihat bos galanya segera Jo pamitan pada Zeline "Line udah dulu ya ada bos galak nih bay "
"Apa kamu liat liat " ucap Liam
__ADS_1
"Gak papa dong pak saya kan punya mata "
"Jawab aja "