
Dikampus sangat heboh dengan penyerangan yang dialami Yuda dan sekarang yyuda koma, semua tidak percaya karna memang Yuda anaknya tak pernah punya musuh setau mereka, ya karna Yuda itu anaknya asik dan memang anak baik-baik ga pernah ikut-ikutan anak nakal dikampus ini.
Zeline yang baru tiba dikampus kaget dengan kabar ini kenapa Yuda bisa sampai diserang, berarti firasatnya semalam ada benarnya juga padahal kemarin mereka belajar, bercanda ,mengobrol dan apa sekarang yuda bisa koma dirumah sakit.
"Line kamu kenapa ko malah bengong disini" tegur Jovanka
"Jo lihat deh itu anak-anak lagi ngomongin Yuda yang dapet penyerangan Jo" jawab Zeline tanpa menjawab sapaan Jo.
"Apa ko bisa sih Line ,kemarin kan Yuda sama kamu" tanya Jo lagi sambil menggandeng tanggal Zeline agar cepat-cepat pergi ke kelas, karna sebentar lagi pelajaran akan dimulai.
" Iya emang kemarin Yuda sama aku Jo, tapi dia sore udah pulang dari rumah aku Jo, dan ga ada hal yang aneh-aneh pula "
***
Zeline pusing memikirkan tentang penyerangan yang dilakukan kepada Yuda apa semua ini ada sangkut paut dengannya, apa Liam yang mencoba membunuhnya ?
Tiba-tiba "akhhh tolong-tolong ada mayat tolong " teriak seorang perempuan.
__ADS_1
Buru-buru semua orang keluar dari kelasnya dan menuju sumber suara dan itu berada dikamar mandi mahasiswi, Zeline yang penasaran pun ikut melihatnya dan dia kaget pembunuhan ,mayat, darah ingatan-ingatan yang Zeline ingin lupakan tiba-tiba muncul seperti kaset berputar-putar dan ya Zeline pingsan dan Zeline ditangkap oleh seorang laki-laki entah siapa itu mungkin dia refleks menangkapnya,Liam yang ada dilokasi kejadian cepat-cepat merebut Zelinenya dan memberi tatapan pembunuh kepada laki-laki itu, laki-laki itu yang ditatap seperti itu bergidik ngeri.
Cepat-cepat Liam bawa Zeline keruangannya dibaringkannya Zeline diatas sofa dan tak lupa dikunci pula ruangannya itu, digosok-gosok kannya minyak kayu putih ke hidung Zeline dan secara perlahan Zeline sadar. Zeline yang sedang berbaring karna takut melihat Liam secara refleks langsung mendudukan tubuhnya dan beringsut menjauh.
Liam yang melihat itu menyeringai dan mendekati wanitanya itu dan berkata "Sayang kenapa kau tiba-tiba bangun seperti itu, kau seperti melihat hantu saja, sini mendekat lah jangan jauh-jauh dariku" Zeline makin takut dengan perkatan Liam.
Liam yang tidak mendapatkan apa yang dia mau tiba-tiba menarik Zeline dan memeluknya, tubuh Zeline sangat tegang sekali, diusapnya kepala Zeline dan diciumnya kepala itu dengan sayangnya.
"Kau tau siapa yang ingin membunuh Yuda ?? "Zeline yang mendengarnya hanya menggeleh takut-takut nanti dia di sakiti seperti dulu.
Liam pun meneruskan perkatanyaan" aku pembunuhnya kau tau mengapa aku melakukan itu, itu karna kau Zeline berani sekali kau bersentuhan dengan laki-laki lain dan menerima ciumanya, kau harus ingat Zeline kau hanya milikku hanya aku saja yang boleh memegang mu memelukmu menciummu dan semuanya tubuh ini hanya milik ku Zeline kau cam kan itu " tiba-tiba saja Liam melepaskan pelukannya dan mencengkram dagu Zeline.
" Kau harus ingat, jika kau tak ingin ada lagi korban cukup kau menurut padaku dan menjadilah kekasihku" Zeline hanya diam, dia tak mau ada dalam posisi ini tak mau sungguh Zeline ingin bebas, Zeline menangis menanggapi hal itu sungguh Zeline tidak mau ada dalam posisi dahulu lagi.
"Baiklah kau menangis ku anggap kau menyetujuinya. Mulai sekarang kemana pun kau pergi harus izin terlebih dahulu padaku " ucap Liam sambil membelai pipi Zeline.
Zeline tak habis fikir kenapa sikapnya bisa berubah dengan secepat ini, dan benar apa yang ia fikirkan bahwa Liam memang benar ingin pembunuh Yuda.
__ADS_1
" Zeline sayang, sekarang kamu istirahat dulu aku akan mengurus kegaduhan diluar ya" ucap Liam dengan lembut dan sebelum keluar diciumnya kening Zeline dan dikunci pula ruangan itu.
Zeline yang memang sudah cape akhirnya tertidur, ini terlalu cepat untuknya yang harus terikat lagi dengan lelaki gila itu.
Pov Liam
Saat Liam akan keruangannya tiba-tiba ada seorang perempuan yang memang salah satu anak didiknya tiba-tiba tanpa aba-aba mendekatinya dan menciumnya, Liam yang mendapatkan perlakuan itu sangat marah berani-beraninya perempuan itu menciumnya, Liam cepat-cepat mengelap pipinya dengan tatapan jijinya " berani-berani kau padaku dasar ******." Liam pun menarik perempuan itu kekamar mandi perempuan utungnya yang lain sedah belajar.
Perempuan itu mengira bahwa Liam menyukai hal yang dilakukannya tadi dia senang-senang saja ditarik oleh Liam, namun tiba-tiba di bantingnya perempuan itu, perempuan itu yang belum siap dengan perlakuan Liam tak bisa berkata apa-apa ditariknya rambut itu dan di jedotkan kepala itu ketembok oleh liam berkali-kali dan sangat keras pula "akhhh tolong jangan sakiti saya pak tolong " rintih perempuan itu.
Tapi Liam tak mengubrisnya sama sekali malah semakin berutal perlakuannya kepada perempuan itu. Dan perempuan itu sudah tak ada kekuatan apa-apa lagi diapun jatuh dan mati.
Liam yang melihat korbanya sudah tak bernyawa hanya tersenyum dan berkata " rasakan dasar ****** kau, aku sudah mengirim mu keneraka itu tempat yang sangat cocok untuk mu wanita murahan kau".
Liam melengos pergi meninggalkan Tkp seolah olah dia tak melakukan apa-apa.
Pov selesai
__ADS_1
Kembali ke kamar mandi
Semua murid sangat takut dengan kejadian ini apa disekolah mereka apa ada pembunuh, dan untuk mayat perempuan itu sudah dibawa kerumah sakit, polisi pun sudah ada di Tkp dan menyuruh mereka untuk bubar dan sudah digaris polisi tempat itu agar tak ada yang masuk kesana.