
Sudah siap Liam untuk berangkat kembali kerumah sakit, tidak lupa membawa baju ganti dan beberapa dokumen untuk di kerjakan nanti diruang inap Zeline agar tidak curiga juga Zeline kepadanya.
Saat liam keluar rumah ternyata gerimis, jam menunjukkan jam 4 sore pasti sahabatnya itu dengan pacarnya sudah jenuh menunggunya cepat-cepat Liam melajukan mobilnya kerumah sakit.
Dibukanya ruang inap Zeline ternyata masih tidur.
"Maaf membuat kalian menunggu lama " ucap Liam basa basi.
"Ya tak apa tenang saja" ucap Riyan
"Apa Zeline sudah makan " ucap Liam bertanya lagi, dan untuk jawaban Riyan hanya di jawab dengan senyuman saja
"Sudah pak, baru saja tadi Zeline tertidur" ucap Jo dengan semangat.
"Baiklah terimakasih atas bantuannya "
"Sama sama " ucap Jo dan Riyan dengan kompaknya.
"Kami pamit dulu pulang ya pak, maaf tak bisa lama " ucap Jo pamitan.
"Tak apa setidanya kau kan sudah meluangkan waktu untuk menemani Zeline, itu sudah cukup"
Jo dan Riyan pun pulang karna memang sekarang sudah jam 6 sore sebentar lagi akan munuju malam.
Dibukanya tas yang penuh dokumen dan kertas-kertas ulangan dari mahasiswanya yang belum diperiksa, sambil menunggu Zeline bangun lebih baik bekerja dulu.
Liam duduk di pinggir tempat tidur Zeline sedangkan untuk kertas kertasnya di simpan dimeja kecil depannya.
Makan malam untk Zeline sudah datang tapi dianya belum bangun , perlahan Liam membangunkannya dengan menepuk nepuk pipinya " hey sayang bangun lah sebentar sudah waktunya makan malam"
__ADS_1
"Hemm sudah malam ya" Zeline malah balik nanya.
" Iya sayang sudah ,sahabatmu dan pacarnya juga sudah pulang ayo cepat bangun sebentar " ucap Liam yang masih setia mengusap pipi Zeline.
"Iya iya kakak bawel " sambil mengerucutkan bibirnya.
Liam dengan ngemasnya mencomot bibir Zeline itu seperti bibir bebek saja.
"kakak ih nyebelin " rajuk Zeline sambil masih setia dengan gayanya itu.
Liam tertawa terbahak-bahak sampai Zeline menjadi lebih lebih kesal lagi dan melipatkan tanganya.
" Iya iya baik lah sayang maafkan aku,ayo cepat makan dulu" suruh Liam
"ssuapin " dengan nada manjanya
" ssini buka mulutnya jangan seperti itu lagi seperti bebek bibirmu itu " ledek Liam lagi.
Makanan pun sudah habis, Zeline makan dengan sangat lahap dan Liam sangat senang sekali Zeline sudah tak takut lagi dengannya, mulai sekarang dan seterusnya akan dia rubah sikapnya kepada Zeline agar Zeline juga bisa mencintainya seperti dia mencintai Zeline sangat mencintainya sampai sampai Liam tak bisa untuk mengungkapkannya biar lah terlihat dari perlakuannya kepada Zeline.
"Hemm kak ayah dan ibu ku bagaimana apa mereka tau tentang hal ini " ucap Zeline khawatir dengan orang tuanya.
" Tidak sayang tenang saja, sudah aku atur semua, untuk masa pemulihan jika kamu masih banyak lebam kita pulang kerumah ku dulu"
"Tapi kak " belum sempat Zeline melanjutkan perkatanya Liam sudah menyuruhnya diam dan tak mau dibantah sama sekali.
"Sudah jangan fikirkan itu segera minum obat dan tidur kembali ya " perintah Lism lagi.
"baik lah, apa kakak sudah makan"
__ADS_1
Liam sangat senang ditanya begitu oleh Zeline ini baru pertama kalinya Zeline perhatian padanya dengan tersenyum Liam menjawab " belum sayang, pekerjaanku sangat banyak jadi aku lupa untuk makan "
"Kenapa seperti itu kak, seharunya kakak utamakan dulu makan" nasehat Zeline
"Iya iya sayang nanti aku makan ya, sekarang kamu tidur, aku disini menemanimu dan tak akan kemana-mana "ucap Liam sambil megusap kepala Zeline.
Zeline pun menurut entah lah jika kepalanya di usap-usap seperti ini pasti mengantuk.
****
Sudah 4 hari Zeline dirawat dan selama 4 hari pula Liam tidak mengajar dan hari ini saatnya Zeline pulang, kata dokter kondisi Zeline sudah membaik dan sudah boleh pulang dan rawat jalan saja.
Namun Zeline pulang dulu kerumah Liam karna tak mau membuat orang tuanya khawatir dengan keadaannya yang masih lebam dan jidatnya yang diperban.
Zeline hanya duduk diatas ranjang melihat Liam yang sedang beres-beres barang-barang mereka berdua, Jo tak kesini katanya tak bisa karna sedang ada kuis nanti katanya akan pergi ke rumah pak Liam untuk menjenguknya lagi.
Akhirnya sudah siap semuanya " sayang apa kah kamu kuat jalan " tanya Liam
"Kuat kak " yakin Zeline
"Baik lah kemari " sambil mengulurkan tangannya
Dengan senang hati Zeline menerimanya dan bergandengan tangan saat keluar ruangan itu.
***
Saat di perjalanan Zeline hanya diam saja tak banyak bicara dan hanya menyendekan kepalanya di bahu Liam yang sedang menyetir,Liam pun tak keberatan malah senang.
__ADS_1
Sampai juga mereka dirumah Liam bergegas Liam membawa barang-barang mereka dan dibawa kekamar utama, kekamar Liam, tadi mereka sempat berdebat soal tempat tidur namun Liam kekeh bahwa mereka harus tidur bersama tak boleh pisah agar jika terjadi apa-apa tak akan repot, dan Zeline pun mengalah saja lah dari pada berdebatkan.