Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makan semuanya


__ADS_3

Liam masih ada dihadapan Gavin dia sama sekali tak beranjak dia hanya diam saja, sambil menatap Gavin yang duduk makin pojok.


"Kenapa kau sangat ketakutan seperti itu, tenang saja aku tidak akan memakanmu,aku tidak suka dagingmu aku sudah bilang kan aku tidak menyukai daging manusia jadi kau rileks dan tatap aku seperti aku adalah manusia biasa sama sepertimu "


Gavin mengelengkan kepalanya " Tidak kau gila kau hanyalah orang gila, bagaimana kalau istrimu mengetahui kalau kau seorang pembunuh, pasti dia akan meninggalkanmu. Pasti dia tak akan mau bersamamu. Kau hanyalah orang gila mana mungkin ada perempuan yang mau dengan mu, tidak tidak mungkin aku akan memberitahu Zeline tentang kebenaran ini kalau kau adalah seorang pembunuh kau seorang pembunuh " dengan nafas yang memburu


"Hahahaha kau begitu lucu, silakan saja kau berbicara pada istriku. Dia takkan heran dia sudah tahu aku siapa dan aku mempunyai sifat seperti apa, kau begitu lucu sampai-sampai aku ingin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan , dan ya apakah kau bisa keluar dari sini dan bertemu dengan istri ku, itu tidak akan mungkin kau tidak akan pernah lepas dari sini sebelum aku sendiri yang melepaskannya, kau lucu sekali ya. Ini adalah sebuah hiburan untukku melihat orang yang aku sekap tertekan sepertimu"


Jantung Gavin makin berdegup kencang, apa yang harus dirinya lakukan, dia berhadapan dengan orang gila seperti ini, sungguh tak menyangka hidupnya akan seperti ini akan menderita dan berhadapan dengan orang gila.


"Kenapa kau diam tadi kau sungguh semangat ingin mengatakannya pada istriku, lalu sekarang kau hanya diam saja. Kenapa apa yang terjadi padamu . Apakah sekarang mulutmu tak bisa dibuka. Apakah kau mau aku bantu untuk membukanya aku bisa membantumu dan aku bisa membuatmu berbicara"


"Di mana Bulan dan temannya, di mana kau sembunyikan dia ke mana mereka, pasti kau kan yang telah melakukan itu kau kan yang telah menculik mereka berdua atau kau membunuhnya juga kau pelakunya kan, kau yang melakukan itu kan"

__ADS_1


"Maunya aku jujur atau tidak, tapi lebih baik aku jujur saja dari pada nanti aku dosa berbohong, untuk mantanmu Bulan yang suka suami orang itu dan juga Lia dia sudah di neraka. Aku sudah mengirimnya keneraka, apakah kau mau agar kalian nanti berkumpul di sana, pasti akan menyenangkan di sana, tapi aku belum puas untuk menyiksamu lebih baik aku membiarkanmu di sini saja, dari pada mengirimmu ke sana Itu akan membuatku kecewa ya lebih baik aku membiarkanmu di sini saja, apa lagi yang ingin kau tanyakan padaku. Ayo mumpung aku berbaik hati dan ingin menjawab apa saja yang kau tanyakan"


"Lepaskan aku .Aku ingin keluar aku berjanji tidak akan membongkar siapa dirimu dan aku tidak akan pernah mengganggu lagi istri mu Zeline, leepaskan aku, aku ingin keluar ada keluargaku yang membutuhkan aku tolong lepaskan aku, aku akan tutup mulut tentang dirimu ini"


"Benarkah kau akan tutup mulut, apakah aku harus percaya "


" Yah aku akan tutup mulut, aku tidak akan memberitahu siapa-siapa kalau kau seorang pembunuh dan aku tidak akan mengganggu Zeline lagi. Tolong maafkan aku aku hanya sedikit khilaf jadi tolong lepaskan aku, aku masih mempunyai ibu adik dan yang lainnya, aku harus membiayai adikku yang sekolah"


"Dasar kau gila, gila kau jangan macam-macam dengan keluargaku kau sudah berani menyekap ku disini, lalu kau ingin macam-macam juga dengan keluargaku. Aku tidak akan tinggal diam saja aku akan membunuh mu Liam, kau sudah sangat keterlaluan "


"Tapi aku tidak takut dengan ancaman bagaimana. Aku akan melakukan sesuatu kepada adikmu dan ibumu tenang aku akan mengirimkan mereka ke mari, mengirimkan jasadnya padamu dan kalian akan berkumpul di satu ruangan dan tidur bersama-sama bagaimana itu menyenangkan kan "


"Kau gila sungguh gila kau pelet dengan apa Zeline sampai mau dengan dirimu seorang pembunuh dan tidak berperasaan seperti ini, bisa-bisa kau nanti malah membunuh istrimu. Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau sampai membunuh adikku dan ibuku, aku yang salah bukan mereka aku yang membuat ulah dan bukan mereka. Lalu kenapa kau membawa mereka "

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah mungkin membunuh istriku aku sangat mencintainya aku akan menjaganya dan jika ada orang yang berani menghancurkan rumah tangga kita, maka inilah akibatnya kau sudah ingin menghancurkan keluargaku maka aku pun harus menghancurkan keluargamu sama kan, kita imbang aku sudah pernah memberitahumu jangan macam-macam dengan keluargaku, tapi kau tidak mendengarkannya"


"Kalau waktu itu kau mendengarkannya mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Kau tidak akan aku kurung di sini dan kau akan bebas berkeliaran di luar sana, sepertinya sudah cukup ya aku di sini. Aku lelah ingin beristirahat dan kau juga segera istirahat. Jangan lupa makan apa yang aku berikan, aku tidak mau sampai saat aku datang ke sini makanan itu belum habis, aku tidak suka dengan orang yang tidak mau makan makanan dengan habis. Aku tidak suka itu jangan kau lakukan itu, jika kau ingin baik-baik saja itu pun" lanjut Liam panjang lebar


"Aku tidak akan pernah sudi memakan apa yang telah kau sediakan. Aku manusia biasa aku bukanlah dirimu aku tidak akan memakan manusia lagi. Jadi kau jangan berharap kalau aku akan memakannya atau menuruti apa kata-katamu"


Liam tersenyum dan hanya menggelengkan kepalanya saja dan membersihkan pakaiannya lalu memakainnya kembali dengan rapih.


"Baiklah jika itu keputusanmu saat aku kembali ke sini maka kau akan mendapatkan apa akibatnya tidak menuruti kata-kataku . Jadi tunggu hari itu datang aku akan datang padamu dan kau pasti akan suka Ingat jangan kesakitan ya nanti jika aku melakukan sesuatu padamu, kau harus kuat jangan menangis seperti bayi ya, "


Liam langsung saja pergi meninggalkan kembali Gavin di ruangan itu terkurung sendirian, tak ada yang akan bisa melepaskannya selain Liam saja, tak akan ada jadi jangan berharap lebih dengan nyawannya yang akan selamat, atau tidak nantinya.


Gavin pasrah terduduk dan meneteskan air matanya dirinya sungguh lapar.

__ADS_1


__ADS_2