
Lagi lagi Riyan pulang bersama Dini, mereka berdua menikmati kebersamaan mereka berdua.
"Jadi bapak beneran belum pernah lakuin hubungan suami istri sama istri bapak "
"Iya beneran, katanya dia trauma lah ini lah itu lah, gak tau deh banyak alesan banget, aku juga suka binggung sama dia kenapa coba, apa kurangnya aku "
"Hemm ini istri bapak punya kelain kali ya "
"Gak mungkin deh, Jo itu sehat gak punya gangguan apa apa, jadi gak mungkin lah mungkin dia belum siap aja "
"Masa sih pak, punya bapak kali yang loyo "
"Engga kok, punya saya kuat gak loyo sama sekali, "
"Masa sih pak, tapi istri bapak sama sekali gak mau kan sama bapak, bahkan dipegang sama bapak aja gak mau "
"Mau saya buktikan gak "
" Boleh pak, ayo sekarang kita kehotel, kita buktikan perkataan bapak, yang katanya bapak itu kuat dan gak loyo "
"Ayo saya akan buktikan, awas aja ya kamu nanti yang malah nyerah "
"Gak akan lah pak "
Riyan segera membelokan mobilnya kearah hotel, tanpa memikirkan Jo yang setia menunggunya. Sedangkan Dini mengirim pesan pada bosnya memberitau akan pergi kemana dirinya ini.
Chiko yang me dapatkan kabar itu bersorak gembira "yess berhasil Jovanka akan menjadi milik saya yey seneng banget "
"Maksud kamu mas apaa " tanya Lala yang tiba tiba sudah ada dikamar mereka.
"Kamu tau gak La, aku seneng banget, akhirnya Jovanka, perempuan yang aku sayang aku cintai akan jadi milik aku, aku seneng banget sebentar lagi dia akan menjadi istriku La istriku "
"Aku istri kamu mas, aku "
"Apaan sih kamu La, jangan ngarep deh, kamu doaan ya semuanya beres dan berjalan dengan lancar, aku udah gak sabar banget pengen miliki Jo sepenuhnya, kamu mah gampang tinggal buang aja toh aku gak cinta sama kamu sama sekali, aku yang akan bilang nanti keorang tua aku tentang masalah ini "
"Jahat kamu mas jahat "
"Iya iya gimana kamu aja lah, mau aku jahat mau engga gimana kamu yang penting aku seneng dan bahagia "
Chiko segera pergi meninggalkan istrinya yang sedang menangis, sangat tega sekali Chiko berbicara seperti itu dihadapan sang istri.
***
Sedangkan dirumah Zeline, dirinya sedang sibuk membereskan pakiannya dibantu oleh Liam suaminya.
__ADS_1
"Sayang ini bukannya pakaian yang aku belikan untuk mu ya waktu pas kita masih pacaran "
Zeline segera berbalik lalu berguling diatas tempat tidur dan mengambil pakaiannya itu, "Iya jangan di buang mas masih aku pakai"
"Benarkah sayang " sambil memangku istrinya
"Iya benar sayang ku cintaku "
"Kau semakin berat ya sayang, apa kau gemukan "
"Ist kamu nyebelin mas " sambil memukul lengan suaminya..
"Sudah berani ya melakukan kdrt pada laki laki tertampan seperti ku "
" Bodo "
Liam segera memajukan bibirnya dan mencium bibir istrinya.
"Ayo aku sudah memasak untuk kita berdua ayo makan "
Liam segera menarik istrinya dan setelah ada dihalaman belakang rumahnya mendudukan Zeline pada kursi yang sudah disiapkan..
"Jadi ini semuanya kamu yang masak mas " tanya Zeline dengan senang
Zeline mengangguk mengambil minum dan meminumya lalu mengambil alat makan dan mencicipinya satu persatu.
"Bagaimana sayang kamu suka "
"Iya mas aku suka "
"Sini aku suapi "
Liam siap untuk menyuapi istrinya, belum juga sampai kedalam milut istrinya sudah dilahap oleh Andre yang tiba tiba muncul.
"Wah enak enak mau lagi dong mau lagi " ucap Andre sambil bertepuk tangan seperti anak kecil.
"Andre lo ganggu aja ya " Marah Liam.
"Kalian berdua gak kasian apa sama gue, gue ini gak punya siapa siapa dan gak ada yang masakin gue, jadi jangan larang gue ya buat makan bareng sama kalian "
"Tapi waktunya gak tepat Dre "
"Ist gak apa apakan Line "
"Iya kak Andre gak apa apa makan aja makan "
__ADS_1
"Sayanggg "rengek Liam.
"Udah gak apa apa mas, kasian nanti kalau nangis gak ada balon gimana coba " canda Zeline.
Liam hanya bisa tertawa sambil menganguk angguk dan Andre hanya bisa mencibir dengan mulut penuhnya.
**
Jo yang ada dirumah terus saja menelfon suaminya namun sama sekali tak diangkat, "Harus di cek kekantornya nih iya bener siapa tau dia lembur atau bikin ulah lagi gitu "
"Awas aja ya Yan, kalau kamu macem macem sama aku, buat ulah lagi dan buat aku kembali marah sama kamu aku tinggalin lagi kamu Yan "
Jo dengan tergesa gesa segera pergi dengan tujuan yang sudah dirinya tentukan. Jo menjalankan mobilnya dengan tidak santai, setelah sampai didalam kantor malah berpapasan dengan Chiko.
"Jo malem malem kekantor ada apa nih, gak biasanya "
"Aku mau ketemu suami aku, dia masih ada dikantor kan, pasti masih ada disini kan "
"Dia gak ada, udah pulang dari tadi malahan, disini cuman ada gue aja sendirian gak ada siapa siapa lagi"
"Masa sih, tapi belum sampai rumah tuh , gue dari tadi udah nunggu Riyan pulang tapi gak ada "
"Oh itu setau gue dia tadi pulang sama Dini deh, iya mereka pulang bareng, kan udah jadi rutinitas wajib buat Yan anter ****** Dini, maaf ya bukannya gue mau jelek jelekin suami lo tapi emang keadaannya gitu kok, dan kata Dini dia dan Riyan bakal kehotel tapi gue juga gak tau mereka kehotel mau apa"
"Bisa kasih alamatnya sama gue, boleh ya cepetan dong"
Chiko segera mengangguk memberikan alamatnya dan dengan tergesa gesa kembali Jo pergi meninggalkan Chiko.
"Habis kau Yan, rumah tanggamu akan hancur, aku senang sekali milikmu sebentar lagi akan menjadi miliku, jangan menyesal ya kau Riyan karena sudah memilih bekas ku, kenapa tak dari dulu aku bertemu dengan Jo, pasti tak harus melakukan seperti inikan tapi gak apa apa, ini sebuah perjuangan besar yang aku lakukan untuk mendapatkannya"
**
Riyan dan juga Dini sudah ada didalam hotel mereka berdua sekarang sedang memesan kamar. Lebih tepatnya Dini yang memesankannya.
"Saya mau pesan kamar satu ya mba, ini ktp saya "
"Baik mba tunggu sebentar "
Dini tersenyum pada Riyan yany tiba tiba wajahnya menjadi tegang.
"Pak gak apa apa kan "
"Engga saya gak apa apa kok, tenang saya gak apa apa "
Riyan tiba tiba saja ingat pada istrinya, fikirannya langsung gelisah antara jadi atau tidak, tapi kalau tidak dilakukan dikatain emen lagi nantinya kan malu juga ya.
__ADS_1