Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mengaku ngaku saja ah


__ADS_3

"Kenapa kau tidak menemani istrimu di sana kasihan dia sendiri sedang hamil besar kalau kenapa-napa tak ada kamu bagaimana bos, dia kan ibunya udah gak ada di sini" tanya Hamzah yang sedang istirahat karena jam kerjannya nanti malam.


"Gue lagi ingin menenangkan diri, dari pada nanti gue main tangan sama dia, lebih baik gue di sini aja dia lagi ngeselin banget dan pengen ketemu ibunya terus udah biarin aja dia sendirian di sana, dia gak akan apa-apa dia gak akan lakuin apa apa "


"Tapi takutnya dia stress atau gimana lakuin apa-apa gimana coba, lebih baik lo di sana aja kasihan meskipun lo lagi marah sama dia tapi setidaknya lo ada di sampingnya buat ngawasin dia "


"Gak biarin aja Hamzah dia udah keterlaluan banget ini gue lagi kerjain tugas dari tuan, ya bantu-bantu kerjaan bos yang numpuk di kantor. Jadi lo diem ya kalau mau tidur tidur aja gue gak akan ganggu kok, gue cuman mau ngetik aja di sini sambil baca-baca dokumen yang lainnya"


"Hemm yaudah deh iya, gue tidur ya ngantuk banget beneran ngantuk banget "


"Hemm tidur aja, gue gak akan ganggu kok "


Hamzah menganggukan kepalanya dan langsung saja berbaring, matanya sudah sangat lengket dan ingin segera ditidurkan dengan cepat.


**


Zeline dan juga Jo sudah sampai di rumah sakit, mereka segera berjalan kesana dan kebetulan sekali naman Jovanka yang dipanggil mereka segera masuk kedalam ruangan dokter kandungan itu.


Setelah sedikit mengobrol dokter itu segera mengecek kandungan Jo, dia tersenyum senang kearah Jo, Jo yang tak mengerti ikut tersenyum dan kembali duduk disamping Zeline.


"Selamat nona Jovanka anda sedang mengandung Baru 3 minggu selamat ya"


Jo segera melihat kearah Zeline dan tidak menyangka kalau dirinya bisa mengandung, dia menangis da memeluk Zeline "ini beneran kan dok " tanya Jo setelah melepaskan pelukannya pada sang sahabat


"Iya saya berkata jujur, anda hamil nona, selamat ya "


Jo langsung mengusap air matanya, lalu berpamitan pada sang dokter dan keluar dari ruangan itu, "Line aku gak nyangka akhirnya aku punya anak juga, akhirnya aku mengandung juga, ya ampun Line aku seneng banget "


"Aku juga senang banget Jo akhirnya kamu bisa hamil, punya dede bayi kamu gak usah sedih lagi sekarang dan mami kamu juga gak akan tanya tanya lagi kan, sekarang kamu udah bisa hamil dan bisa bahagiain mereka semua. Aku juga udah bilang kan kalau udah waktunya kamu pasti akan hamil jadi jangan pernah menyerah Inilah hasil dari kesabaran kamu yang selalu berdoa pada tuhan dan tak pernah menyerah "


"Iya Line aku gak percaya banget kalau aku bisa hamil kayak. Kamu ikut dulu ya ke rumah aku, kita ke sana dulu ketemu sama mamih aku, terus aku juga mau bikin kejutan buat Riyan kamu bantuin ya, gak papa kan aku repotin kamu"


"Kamu kayak ke siapa aja, ayo aku pasti akan temenin kamu dan bantu kamu juga. Iya aku pun udah lama gak ketemu sama tante sekarang aja aku ketemu sama dia. Ya udah yuk kita pulang sekarang go home "


"Ayo pulangg "


Mereka kembali masuk kedalam mobil dan melaju pergi dari sini, dari rumah sakit.


**


Sedangkan ibu Airin yang baru sadar dia melihat sekitar banyak nenek-nenek yang seumurannya dan ada yang lebih tua darinya, namun tiba-tiba ada seorang perempuan muda menghampirinya dan tersenyum padanya.


"Nenek apa baik-baik saja, tadi kami menemukan nenek ada di pinggir jalan pingsan makanya kami membawa nenek kemari, sekarang apa nenek baik-baik saja lalu rumah Nenek di mana"


"Iya aku sudah baik-baik saja. Rumahku di rumah besar sangat besar sekali bahkan kau tidak akan bisa membayangkannya sebesar apa rumahku itu "


"Baiklah apa Nenek tahu di mana rumah nenek dan Oh ya siapa nama nenek"

__ADS_1


"Kamu tidak usah tahu nama saya, bisa kamu antarkan saya pulang ke rumah besar itu ke rumah menantu saya Liam pengusaha terbesar"


"Anda ibunya Nyonya Zeline, Kebetulan sekali kalau begitu saya teman lamanya. Apakah benar kamu ibunya Nona Zeline tapi ini kok agak beda ya bukannya tinggal di Bandung ya"


"Bukan saya ibunya Airin istri keduanya, kalian ayo cepat antarkan saya pulang ke sana, saya sudah tidak betah di sini dan saya tidak mau tinggal di sini. Saya tidak nyaman "


"Hah sejak kapan Liam menikah lagi, setau saya Liam tak akan mungkin melakukan itu "


"Kamu tidak tahu apa-apa, kamu hanya teman lama jadi ya sudah antarkan saya, tidak usah banyak bertanya ini itu kamu sebenarnya niat tidak sih mengantarkan saya ke rumah besar itu atau hanya ingin bertanya-tanya saja pada saya, kalau begitu saya akan pulang sendiri saja"


"Tunggu sebentar saya akan bersiap dulu anda tunggu saja di sini ya"


Jil segera masuk kedalam ruangannya, lalu serc nomor telfon kantor Liam suaminya Zeline, dia tak mempunyai nomor Zeline, dirinya tak akan percaya dengan nenek nenek itu, yang dirinya tau, suami Zeline adalah laki laki dingin yang tak mungkin menduakan Zeline.


Dan ketemu nomor telfon kantornya, Jill segera menelfonya dan langsung diangkat.


"Halo selamat sore ada yang bisa saya bantu ini dengan siapa saya bicara"


" Halo Mbak selamat sore saya Jil temannya Zeline istrinya Tuan Liam, apakah boleh saya berbicara dengan Tuan Liam karena ada sesuatu yang harus saya bicarakan"


"Apa anda sudah membuat janji dengan Tuan Liam "


"Belum apa bisa anda sambungan telepon ini pada tuan Liam di sini ada seorang nenek-nenek, di tempat panti jompoku, katanya dari keluarga kalian apakah saya bisa bicara sekarang dengan tuanmu"


"Baiklah Tunggu sebentar ya"


"Baik mbak"


"Maaf tuan ada yang ingin berbicara dengan Tuan katanya dia bernama Jill teman lama Nyonya Zeline, ada seorang perempuan di panti jomponya yang mengaku kalau itu adalah keluarga dari tuan "


"Baiklah coba sambungkan dengan saya"


"Baik Tuan"


Segera resepsionis itu menyambungkan telepon kantor itu pada Tuannya.


"Hallo "


"Halo maaf tuan saya mengganggu waktu anda, mohon maaf di sini ada seorang nenek-nenek paruh baya yang mengaku kalau dia adalah ibu mertua anda, dia ingin diantarkan ke rumah anda katanya dia adalah ibu mertua dari istri anda yang kedua bernama Airin. Apakah itu benar tuan"


Liam yang mendengarnya hanya tertawa saja sungguh perempuan ini, nenek-nenek ini sungguh sudah membuat rumor yang membuat namanya jelek.


Mana mungkin dia selingkuh dari istrinya, itu tidak akan pernah sampai terjadi sampai kapan pun apa lagi sampai menikah dengan Airin tidak akan istrinya lebih dari segalanya.


Dan satu istri saja cukup, tak perlu banyak banyak, dirinya bukan laki laki buaya.


"Airin siapa istriku hanya satu Zeline tak ada yang lain, aku tidak tahu dan kau tidak usah mengantarkan perempuan itu ke rumahku. Sepertinya dia orang gila dan menghayal saja kalau dia adalah mertuaku. Kalau kau ingin mengusirnya usir saja karena aku sama sekali tidak mengenalnya. Apakah ada yang ingin kau bicarakan lagi"

__ADS_1


"Tidak Tuan terima kasih atas infonya maaf saya mengganggu waktunya selamat sore"


"Sore "


Jill langsung menutup telfonya " sekarang aku harus bilang apa sama ibu-ibu itu, sama nenek-nenek itu. tuh kan apa yang aku katakan bener kan suaminya Zeline gak mungkin kayak gitu, dia aja gak kenal kan sama ibu-ibu ini ya udah deh aku bicara terus terang aja kalau dia gak kenal sama dia "


Jil keluar ruangannya dan ibu Airin sudah siap siap ingin pulang kerumah Liam, dia melihat Jill yang masih seperti itu, masih memakai pakain yang sama.


"Kenapa kau masih memakai pakaian yang sama. Tadi katanya kau akan mengantarkanku lalu kenapa kok belum ganti-ganti baju juga, aku ingin segera pulang atau kau mau Panti Jompo ini nanti aku tutup setelah aku pulang dan bertemu dengan menantuku, kau ini bagaimana jadi orang tidak tepat janji sekali sebenarnya kau ingin mengantarkanku atau tidak sih, malah diam aja lagi aku sudah tunggu kamu dari tadi tapi kamu belum juga selesai ya pakai pakaian kamu udah sekarang anterin saya "


"Mohon maaf nek saya tadi sudah menelpon Liam dan dia berkata kalau tidak mengenal nenek dan dia cuman mempunyai satu istri bernama Zeline, dan tidak mengenal Airin jadi ibu ini sebenarnya siapa. Saya tidak akan mungkin mengantarkan Ibu ke sana karena Liam sudah mengatakan saya tidak boleh mengantarkan sembarangan orang ke rumahnya, ibu ini ingin menipu saya bicara udah kayak nyonya aja, saya tahu kalau Liam itu gak akan pernah mungkin duain temen saya, jadi ibu jangan berharap lebih"


Muka ibu Airin sudah merah dia tak tahu harus berbicara apa ketahuan. tapi dia harus seperti tidak terjadi apa-apa "bagaimana kau ini mana ada seorang laki-laki yang akan mengaku kalau dia mempunyai istri kedua, mereka akan sembunyi-sembunyi kau ini bagaimana sih sudah antar kan saya ke rumah besar itu saya ingin pulang nanti anak saya mencari saya loh"


"Alamatnya di mana ibu, saya akan meminta alamatnya pada ibu jika memang Ibu benar adalah mertuanya Liam Ibu berikan alamatnya pada saya biar saya antarkan Ibu ke sana, atau tidak alamat kantornya Liam pasti ibu tau "


"Saya ini udah tua saya udah pikun mana mungkin saya mengingat di mana letak rumah menantu saya, kantor menantu saya, saya tidak tahu sudahlah antarkan saja. Bukannya kau tahu rumahnya Liam lalu kenapa sekarang kau bertanya lagi padaku"


"Saya hanya tahu rumah utama saja katanya anak Ibu adalah istri yang disembunyikan, masa iya satu rumah dengan Zeline tidak mungkin kan "


Ibu Airin tak bisa berkutik apa apa lagi, dia binggung akan berbicara apa lagi, perempuan ini sangat pintar sekali.


"Ya sudah kalau kamu emang tidak mau mengantarkan saya tidak usah menyudutkan saya seperti itu, waya bisa pulang sendiri tidak usah diantar olehmu, kamu ini ya perempuan muda tapi tidak menghormati orang tua, aku hanya memintamu untuk mengantarkanku saja tapi kau banyak sekali bertanya memangnya aku ini penjahat mana mungkin nenek-nenek sepertiku ini adalah seorang penjahat"


"Di zaman yang sudah maju sekarang kita tidak pernah akan tahu orang jahat itu seperti apa, mau tua atau muda kalau niatnya sudah jahat pasti dia jahat. Kalau ibu memang tidak punya tempat tinggal bisa ibu tinggal di sini tidak usah mengaku-ngaku menjadi mertua orang kaya, lebih baik ibu tinggal saja di sini saya akan menerima Ibu tidak usah seperti itu Bu .Nanti ibu sendiri yang akan malu"


"Tidak saya tidak akan pernah Sudi tinggal di sini berkumpul dengan nenek-nenek yang bau pesing itu, saya punya rumah dan saya punya menantu yang kaya jadi saya tidak mau tinggal di sini, sungguh menjijikan sekali Lebih baik saya pulang berjalan sendiri, dari pada tinggal di sini dengan mereka-mereka ini yang sudah tua, saya ini belum tua dan kamu dari tadi menyebut saya nenek saya masih muda"


"Baiklah mohon maaf saya tidak bisa mengantarkan nenek tapi ini saya punya sedikit uang buat nenek agar bisa naik taksi pulang kerumah nenek yang sesungguhnya "


"Hey saya bukan pengemis saya punya uang, saya tak perlu uang kamu, saya gak sudi menerima uang itu " sambil menepis uang itu dan pergi begitu saja.


"Kalau aja bukan nenek nenek sama seperti ku, aku akan mengetoknya, angkuh sekali dia menyebalkan sekali, aku tak suka dengan sikapnya "


"Iya benar, Nona Jill jangan biarkan ada disini kami tak suka dengan dirinya, jangan ya nona Jil "


"Sudah sudah ayo kalian cepat segeralah pergi ke meja makan, makanan sepertinya sudah siap kalian segeralah makan jangan menghiraukan nenek-nenek tadi ya ayo cepat pada makan , ayo ayo "


"Siap nona Jill "


Jill segera keluar dan menatap keluar panti, dia melihat nenek nenek itu berjalan dengan susah payah membawa tas besar.


"Ada-ada saja kenapa dia bisa mengaku-ngaku menjadi mertuanya Liam, dia bermain-main dengan laki-laki yang salah .Sebenarnya dia siapa ditanya nama tidak menjawab malah marah-marah orang sekarang banyak ya sifatnya, tidak hanya satu sifat banyak sekali macam-macam ini adalah salah satu sifat angkuh namun dia tidak bisa mewujudkan apa yang dia mau "


"Sepertinya aku harus bertemu dengan Zeline nanti menanyakan siapa perempuan tua itu nenek-nenek tua itu aku takutnya dia akan macam-macam pada keluarga Zeline "


"Nona Jill ayo makan jangan hiraukan perempuan angkuh itu ayo ayo makan saja nona Jil " ajak salah satu nenek nenek yang menyusul

__ADS_1


"Iya ayo nek ayo kita makan ya, ayo kita makan sama sama saja, "


Mereka segera masuk kedalam panti itu dan menutup pintunya juga, agar tak ada orang asing yang masuk karena mereka ingin makan dulu.


__ADS_2