Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mengambil keputusan itu


__ADS_3

Zeline sudah siap dengan beberapa makanan yang sudah disediakan olehnya untuk suaminya, dan juga untuk istri Tora dan ibunya dirinya akan ke sana untuk menengok keadaan Tora.


Melihat keadaan suaminya juga yang tak kunjung pulang ke rumah, kalau tidak disusul seperti ini suaminya akan betah tinggal di rumah saja, mungkin akan tinggal di sana.


Zeline juga sudah belajar untuk bisa berjalan dan akhirnya bisa, namun memang masih sakit seperti apa yang pernah dia katakan pada suaminya kalau kakinya sudah bisa berjalan tapi masih ada sedikit sakit jadinya akan pergi bersama Hamzah.


"Nyonya apakah kau yakin tidak akan memakai kursi roda nanti kalau tuan tahu dia akan marah mending nyonya memakai kursi roda saja jangan membuat masalah "


"Aku baik-baik saja Hamzah, aku sudah bisa berjalan, aku tidak mau terus-menerus memakai kursi roda, aku lebih baik seperti ini, ayo sudah antarkan aku ke sana. Aku ingin menemui suamiku dan memberikan makanan ini padanya aku yakin dia belum makan "


"Nyonya begitu perhatian pada tuan beruntung tuan mendapatkan nyonya "


"Kebalik yang beruntung aku mendapatkan bosmu, sudah ayo kita pergi sebelum kita terlambat "


"Baiklah nyonya ayo silakan masuk "


Hamzah sudah diberitahu oleh Zeline kalau Tora kecelakaan. Dia sangat kaget dan ini segera ke sana tapi dia punya tanggung jawab di sinz menjaga nyonya dan anggota keluarga lainnya.


Namun sekarang nyonya nya memintanya untuk pengantarnya jadi dia memberitahu pada teman-teman yang lainnya untuk menjaga Bi Sari dan juga Lucas.


Lucas ingin ikut namun Zeline membujuknya untuk tak ikut dulu dia masih kecil, pasti tidak akan boleh masuk nantinya jadi mau tidak mau Zeline tak membawannya.

__ADS_1


**


Ibrahim masih diam di dalam mobilnya, hari sudah pagi tapi dirinya belum bisa memutuskan untuk kembali ke rumah sakit atau pergi dan kabur dari kehidupan ini, dari anaknya dari istrinya dan mertuanya.


Namun dia ingat kembali kata-kata temannya jangan sampai anaknya berubah membencinya, dirinya tidak mau sang anak membencinya , dengan cepat Ibrahim segera menjalankan mobilnya dan pergi ke arah rumah sakit.


Dengan mobil yang ugal-ugalan, tanpa menghiraukan pengguna lainnya, tak lama kemudian dia sampai di rumah sakit dan langsung berlari ke arah ruangan istrinya, saat ruangan dibuka sang anak masih tertidur di samping ibunya.


Ayah mertuanya menatap jengkel pada Ibrahim "aku kira kau sudah kabur dan takkan kembali lagi ke sini, kenapa begitu lama apakah kau sudah merencanakan sesuatu untuk kabur nantinya "


"Tidak yah, aku ketiduran maafkan aku semalam aku sangat mengantuk dan memberhentikan mobilku di pinggir jalan dan aku ketiduran, maafkan aku ayah aku sudah membawakan beberapa pakaian untuk ayah juga Naura, segeralah berganti pakaian agar lebih nyaman "


"Baiklah tadinya aku akan menelpon polisi karena kau tidak datang kemari terus menerus dan aku akan menjadikan kau buronanan, tapi kau sudah datang, aku masih memikirkannya karena ada Naura yang membutuhkan mu, aku tidak mungkin membuat cucuku tidak punya ayah "


"Sepertinya kau tak usah mengurus istrimu, biar aku ayahnya sendiri yang mengurusnya, kau saja bisa melukainya seperti ini apalagi saat dia sakit mungkin kau akan lebih lebih menyakitinya mungkin sampai membunuhnya"


"Ayah coba kau rasakan dan berada di posisiku, bagaimana aku saat melihat dia lebih memprioritaskan laki-laki lain dan datang ke rumah dan menegurku kalau aku bukan laki-laki yang bisa menjaga istriku, dia anakmu telah mengganggu rumah tangga orang lain dan tidak menghiraukan aku sebagai suaminya dan tidak menganggap Naura sebagai anaknya. "


"Apakah kau akan marah jika mempunyai istri seperti itu. Aku ingin bertanya padamu apa yang akan kau lakukan jika istrimu seperti itu. Aku sudah habis kesabaran aku sudah cukup sabar menghadapi anakmu dan tidak menceraikannya karena aku ingin Naura bahagia, aku sudah melakukan apapun yang anak mu meminta. Bahkan aku membuat kesepakatan dengan dia untuk dekat dengan Andre hanya untuk kasih sayang sedikit kasih sayang untuk anakku. Aku ingin tahu jika kau ada di posisiku apa yang akan kau lakukan ayah "


Ayah Mila tidak bisa berkata apa-apa dia juga tahu ini semua kesalahan anaknya, anaknya yang salah bukan menantunya tapi menantunya pun salah. Entahlah harus menjawab apa jadi lebih baik diam dari pada berbicara dan nanti akan lebih banyak emosi lagi.

__ADS_1


**


Zeline sudah ada di rumah sakit dia melihat sang suami yang sedang tertidur di kursi panjang di luar ruangan Tora sepertinya, Zeline segera duduk dan mengguncang sedikit bahu suaminya.


"Sayang kenapa kau tiba-tiba ada di sini .Apakah aku bermimpi Apakah ini kau "


"Iya ini aku Mas, kamu ini gimana sih mas gak kenalin istrinya sendiri, aku ke sini mau anterin kamu makanan pasti kamu belum makan kan kamu harus makan dong "


"Kamu seharusnya gak usah repot-repot datang ke sini sayang, kamu kan bisa nyuruh Hamzah buat anterin makanannya ke sini"


Gak aku mau ke sini aku mau kasih kamu makanan sendiri, liat Tora dan aku juga lihat deh aku jadi bisa jalan "


Zeline langsung bangkit dan memutar-mutar tubuhnya Liam yang kaget segera memegang pinggang istrinya untuk diam dan tak melakukan apa-apa.


"Kamu belum sembuh, kaki kamu masih sakit kan jangan banyak bergerak aku sudah bilang kan selalu pakai kursi rodamu jangan seperti ini. Hamzah kenapa kamu membiarkan nyonyamu berjalan seperti ini . Kakinya masih sakit aku sudah bilang kan jangan sampai dia melepaskan kursi rodanya "


"Sayang jangan marahin Hamzah, ini aku yang mau, aku tidak mau duduk terus menerus di kursi roda, aku bisa jalan dan aku ingin jalan seperti dulu lagi, aku sudah baik-baik saja ini hanya sakit sedikit, aku bisa menahannya jadi tak usaha memakai korsi roda lagiz itu sangat menyusahkanku aku bisa jalan aku normal mas, jadi aku gak mau "


"Baiklah tapi jika nanti kakimu sakit aku tidak mau lagi melihatmu berjalan sampai kau sembuh, kau harus memakai kursi roda itu terus sampai kakimu memang benar-benar sembuh titik ""


"Tidak akan kakiku tidak sakit mas. Jadi kau tenang saja, ayo cepat pergi ke kamar mandi dan nanti kembali lagi kemari ya, aku akan memberikan makan yang banyak agar kau tidak membiarkan perutmu ini kosong aku tidak suka "

__ADS_1


"Baik sayang tunggu aku ya aku akan pergi ke kamar mandi dulu jangan kemana-mana ingat"


__ADS_2