Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Membohongi


__ADS_3

Dini yang baru masuk kedalam ruanganya dikagetkan dengan bosnya yang sedang duduk sambil merokok.


"Bos ngagetin aja tau "


"Hahaha kamu ini, kenapa wajahnya ditekuk gitu "


"Gagal pak, dateng temennya s Jo Jo itu dia ngancem saya dan nampar saya "


"Emang siapa "


"Gak tau saya juga pak, tapi pak Riyan sebut sebut namanya itu Line Line gitu "


"Oh itu istrinya Liam, temennya aku tuh "


"Oh gitu ya pak, rasanya susah banget tau pak dapetin perhatian pak Yan, dia itu sayang banget sama istrinya jadi susah buat langsung tergoda harus pelan pelan banget baru deh bisa dapet tuh hatinya. "


"Yang sabar aja kamunya, aku juga sekarang akan pergi kekantor Liam sambil temuin Jo, diakan kerja disana, aku akan mendekati Jo juga, jadi kamu tenang saja ya "


"Siap lah pak kalau gitu, jadi gak saya aja nih yang kerja "


Chiko segera mengangguk dan pergi dari ruangan asistenya, seperti yang dia bilang tadi, kalau dirinya akan pergi kekantor Liam untuk menemui Jovanka sang pujaan hati..


Dan kebetulan pula datang bu Lala dan langsung masuk kedalam ruangan Dini.


"Din dimana suami saya, "


"Em pak Chiko ya bu, tadi sih pergi "


"Pergi kemana ya Din, kamu tau gak dia pergi kemana dan sama siapa "


"Gak saya gak tau Bu, seharusnya ibu yang lebih tau, ibu kan istrinya harusnya lebih tau dong suaminya pergi kemana sama siapa, masa saya yang cuman asistennya saja harus tau dimana mananya suami ibu, nanti yang ada malah fitnah lagi kalau saya segala tau dimana pak Chiko "


"Kamu kan asistenya, jadi pasti akan lebih tau, kamu yang menjadwalkan setiap pekerjaan dan pertemuan suami saya, seharusnya kamu tau, kamu ngertikan saya ada dirumah dan saya gak mungkin setiap menit setiap detik harus tanya atau telfon suami saya ada dimana, kamu ini dibayar oleh suami saya, jadi jangan seenaknya kalau bicara dengan saya, jangan mentang mentang kamu kepercayaan suami saya kamu jadi seenaknya sama saya "


"Loh loh kenapa ibu jadi marah marah sama saya, biasa aja bu bicaranya jangan pake urat "


"Kamu yang gak becus kalau kerja, kalau istri bos tanya jawab dengan baik baik bukannya seperti itu, memang benar tebakan saya suami saya salah memilih seorang asisten, makannya kantornya tak pernah berkembang karena karyawannya tak memiliki sopan santun serta etika yang baik, kamu bisanya hanya merayu suami orang "


"Ibu jaga ya bicaranya "


"Kenapa saya harus menjaga ucapan saya. Memangnya saya gak tau kamu dulu pernah melakukan hubungan suami istri dengan suami saya, saya tau semuanya saya diam bukan berarti saya lemah, namun saya ingin lihat seberapa murahanya saingan saya itu"


Dini sudah tak bisa berkata apa apa lagi, hanya bisa menunduk dan pergi begitu saja dari hadapan istri atasannya, sungguh sialan istri bosnya ini, bisa bisanya melawan dirinya. Awas saja nanti saat pak Chiko tau pasti dia akan habis dimarahi.


**


Zeline yang baru sampai di kantor suaminya masuk dan tersenyum pada setiap karyawan yang menyapanya dan juga tersenyum padannya.


Saat akan masuk kedalam ruangan suaminya dirinya tak lupa menghampiri Jo dulu.


"Hai Jojo gimana gampang gak kerjaannya "


"Ahh Line kamu kesini "


"Iya aku kesini dong, aku lagi mau ketemu sama suami aku nih kali kalikan gitu "


"Yaudah gih sana masuk "


"Yaudah ya aku tinggal dulu ya "


Jo dengan cepat mengangguk dan Zeline masuk kedalam ruangan suaminya dan juga ruangan kak Andre.


Dan datany pula Chiko yang langsung menatap Jo sambil menopang dagunya di meja Jo.


"Eh pak Chiko ada yang bisa saya bantu "

__ADS_1


"Engga Jo, saya cuman mau aja kamu makan aja "


"Saya pak "


"Iya kenapa emang "


"Engga pak saya cuman gak mau ada yang salah faham saja, saya sudah mempunyai suami dan bapak juga sudah mempunyai istri jadi saya gak mau nanti ada masalah"


"Ini penting tentang Riyan suami kamu, "


" Baiklah pak Ayo "


Jo yang mendengar kalau itu tentang suaminya akhirnya setuju juga dan mengikuti langkah Chiko yang pergi kearah kantin kantor.


Mereka berdua duduk dan Chiko sudah memesan makanan untuk mereka berdua.


"Jadi gimana pak, apa yang terjadi dengan suami saya "


"Jadi gin Jo, saya langsung pada intinya saja ya, kamu tau kan Dini dia asisten saya, saya lihat mereka sangat dekat dan akur sekali, malahan kemarin malam saya lihat mereka pulang berdua loh "


"Oh ya pak, kemarin Riyan bilang ada meeting penting jadi pulang malem "


"Engga kok, sama sekali gak ada metting kemarin kita semua gak ada kerjaan, suami kamu kayanya lagi ngumpetin sesuatu deh.Kamu harus hati hati dong Jo, sekarang tuh udah banyak banget ya laki laki yang selingkuh jadi kamu harus lebih perketat lagi dong suami kamu jangan di bebasin gitu aja "


"Iya tadinya saya percaya banget sama suami saya, makannya saya membebaskan dia dan tak terlalu membebani dia dengan banyak pelaturan "


"Tapi pada akhirnya apakan dia malah main main sama perempuan lain, sama asisten saja kan, kamu hati hatilah, "


"Iya pak bener"


"Tadi aja saya liat tuh Dini, baru aja keluar dari rungan suami kamu, kayanya mereka udah mesra mesraan deh, tanpa kamu ketahui mereka itu sering pergi berdua lo, kamu jangan percaya percaya amat sama suami kamu ya, jangan ngampang dibohongin loh Jo "


"Iya pak makasih nasihatnya ya pak "


"Iya pak "


Akhirnya hanya keheningan saja, tak ada lagi pembicaraan Jo hanya sibuk dengan lamunannya saja


***


"Sayang kamu kapan kesini "tanya Liam pada sang istri


"Baru aja sayang, aku gak apa apakan datang kesini "


"Ya enggalah sayang, kenapa aku ngelarang istri aku buat kesini engga kok sayang "


Zeline dengan senang segera memeluk suaminya dan duduk di pangkuan suaminya.


"Yaelah jadi nyamuk lagi nyamuk lagi, pergi aja deh pergi gue " Andre langsung bangkit dan meninggalkan dua sejoli itu.


"Ye sirik aja lo Dre " tegur Liam.


Namun Andre masa bodo dan keluar dari dalam ruangan saat keluar dirinya tak menemukan Jo "Kemana lagi s Jojo gilang gitu aja "


Dengan cepat Andre pergi mencari Jo dan ketemu juga Jo ada dikantin sedang makan namun dengan siapa itu.


Andre bergegas menghampiri Jo dan duduk disamping Jo, langsung merangkul Jo dan diam menatap laki laki yang ada dihadapan Jo ternyata Chiko.


"Eh Andre, ada apa nih " tanya Chiko.


"Seharusnya gue dong yang tanya. Lo ada apa disini mau ketemu Liam "


"Engga gue mau ketemu Jo, ada yang perlu gue omongin sama dia gitu "


"Oh gitu ya gak biasanya nih "

__ADS_1


"Yaudah gue pamit ya Jo Andre " ucap Chiko.


Mereka berdua hanya menganguk saja, sekarang Andre langsung menatap Jo.


"Lo jangan percaya sama Chiko ya, dia itu laki laki yang suka adu domba orang lain "


"Masa sih kak "


"Iya pokoknya lo jangan terlalu percaya deh sama omongan tu laki, suka gak bener, percaya deh sama gue, gue kan mana mungkin bohong sama lo "


"Hemm iya iya kak Andre, kok aku jadi binggung ya "


"Binggung kenapa "


"Engga engga kok kak "


Andre yang penasaran hanya diam menatap Jo, melihat wajah Jo yang sepertinya ada yang disembunyikan saja nih.


**


"Sial kenapa sih malah ada s Andre segela, ganggu aja tu anak "


"Mass " tiba tiba ada yang memanggil Chiko. Chiko segera membalikan badannya ternyata itu Lala


"Ada apa, kenapa kamu tau saya disini dan ada apa kamu mencari saya "


"Mas ibu kamu nanyain kita, ayo kita kesana, kamu gak usah tau aku tau kamu ada disini dari siapa "


"Ok ayo kita kesana "


Chiko segera meningalkan istrinya sendirian tanpa mengandengnya, Lala hanya bisa bersabar dan mengikuti langkah suaminya itu.


Di mobil pun sama hening tak ada pembicaraan sama sekali, Lala yang takut diam dan Chiko yang tak suka dengan istrinya diam saja tak mau bicara.


Mereka berdua sampai dan Chiko langsung menahan tangan Lala "awas aja kalau kamu Ngadu sama orang tua aku habis kamu La"


"Tenang aja mas, kamu gak usah khawatir aku gak akan bicara apa apa sama ibu kamu tentang kelakuan kamu yang kasar "


"Baguslah kalau begitu, kau sungguh perempuan yang menurut ya "


"Baru sadar kau mas "


"Berisik kau ayo " Chiko segera mengusur istrinya untuk masuk kedalam rumah dan saat ada ibunya Chiko langsung mengadenng Lala dengan mesra.


"Akhirnya anak anak ibu kesini juga " ucap Ibunya Chiko


Mereka berdua segera menghampiri sang ibu, langsung menyalaminya dan memeluknya Juga


"Ayo sini duduk duduk dulu yu " perintah ibunya Chiko.


Dengan patuh mereka berdua duduk "kapan kalian bakal kasih ibu cucu, ibu udah gak sabar pengen gendong cucu kaya orang lain "


"Mungkin nanti bulan depan bu doain aja, Chiko sama Lala lagi berusaha ni bu, ibu yang sabar ya , mungkin kami berdua belum dipercaya sama Allah buat punya anak bu " ucap Chiko sambil tersenyum.


"Tapi kalian sudah memerikasannya kedokterkan "


"Sudah bu, malahan Chiko sama Lala udah sering kerumah sakit buat periksa dan cek kesuburan, semuanya baik baik aja dan gak ada masalah seditpun "


"Hemm kenapa ya, padahal ibu dulu cepet banget lo hasilnya, kamu Chiko harus banyak perhatiin istri kamu dong, jangan buat dia setres ajak dia jalan jalan, kasih makan yang bergizi "


"Itu gak perlu ibu suruh, aku sudah melakukan yang apa ibu katakan tadi, aku kan sangat menyayangi Lala bu, jadi mana mungkin aku membiarkannya aku selalu melayaninya bu, memperhatikannya pula ibu jangan khawatir dengan menantu kesayangan ibu ini, benarkan sayang "


"Iya benar bu, Ibu tenang saja "


Mereka berdua segera berpelukan dengan saling memberikan senyum palsu.

__ADS_1


__ADS_2