Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menghapus jejak Yuda


__ADS_3

Perlahan Liam mengurai pelukannya itu, dia makin binggung kenapa calon istrinya ini malah makin menangis dan sesegukan pula.


"Sayang kenapa kamu malah semakin menangis, apa pelukanku sangat kuat dan menyakitimu" khawatir Liam.


"Tidak kak, hanya aku menjadi sangat jijik pada tubuhku ini banyak sekali tanda-tanda merah seperti ini aku tak akan bisa melupannya kak dan akan terus jijik saat mengigatnya dan merasa tak pantas untuk kakak "


Diusapnya kepala Zeline oleh Liam "Yasudah aku akan membantumu agar kamu tak merasa tubuhmu itu sangat jijik dan akan pantas untuk ku " ucap Liam sambil menatap mata yang masih mengeluarkan air mata itu.


Zeline binggung dengan ucapan Liam apa dia akan dimandikan lalu digosok gitu tubuhnya atau bagaimana.


Zeline masih sibuk dengan fikirannya tak sadar jika Liam sudah mengusap air matanya itu dan ******* bibirnya pula.


Liam sedikit mengigit bibir Zeline barulah Zeline tersadar dan tersentak.


Dilumatnya bibir itu dengan sangat lembut dan perlahan Liam melepaskanya, "yang mana lagi yang disentuh oleh Yuda sayang " sambil menyelipkan rambut Zeline ke belakang telinganya.


Seperti terhipnotis Zeline menunjuknya tanpa kata atau pun penolakan sedikit pun.


Perlahan dibaringkannya Zeline lalu dibukanya satu persatu kancing bajunya itu.


Zeline hanya diam dan Liam perlahan mengecup tanda yang dibuat Yuda dan diisapnya secara perlahan.


Zeline yang diperlakukan seperti itu oleh Liam sangat geli dia sama sekali tak merasa jijik seperti saat Yuda yang melakukannya.


Liam terus saja melakukakannya disetiap tanda yang diberikan Yuda tanpa terlewat satu pun.


"Sekarang apa kau masih jijik dengan tubuhmu sayang " tanya Liam dengan mata sayunya dia sudah sangat ingin melakukan hal yang lebih dari ini namun dia kembali mengembalikan akal sehatnya itu, jika dia melakukan hal itu pada Zeline berarti dia sama saja dengan Yuda.


Zeline hanya bisa menggeleng sambil tersenyum tak bisa berkata apa-apa kembali.


"Jadi sekarang kamu tak boleh menganggap tubuhmu itu menjijikan serta tak pantas lagi untuk ku, karena semua tanda ini sudah digantikan oleh ku sayang, jadi yang perlu selalu kamu ingat bukan Yuda yang melakukannya tapi aku " jelas Liam sambil mengancingkan kembali pakaian Zeline satu persatu.


"Sekarang kita tidur ya, kamu harus banyak istirahat sayang, sebentar lagi kita akan menikah kan jadi kamu harus sehat ya " lanjut Liam tak lupa mengecup kening Zeline.


Liam lalu membaringkan tubuhnya itu dan merengkuh tubuh Zeline untuk dipeluk, Zeline dengan senang hati membalas pelukan itu dan membenamkan wajahnya didada Liam lalu tertidur.


Liam yang masih terjaga sangat lega saat mendengar dengkuran halus dari Zeline, akhirnya Zeline bisa tertidur dengan pulas juga, diusapnya pipi cubbynya itu dan dicubit dengan sangat pelan takut nanti terbangun.

__ADS_1


Saat tidur seperti ini Liam makin gemas kepada Zeline mukanya sangat polos seperti bayi ingin sekali Liam menggigitnya.


***


Jo masih diperjalanna pulang kerumahnya dia sangat kecewa kepada Yuda tega sekali Yuda melakukan hal seperti ini pada Zeline apalagi dia ingin memperkosa Zeline.


Namun apakah Zeline tak sampai melakukannya kan dengan Yuda karena tadi mereka semua belum mendapatkan penjelasan, namun semoga saja tidak. Dia tak mau nanti akhirnya Zeline harus menikah dengan Yuda namun kalau difikir-fikir apa masih hidup Yuda sedangkan tadi pak dosen datang kerumah dengan banyaknya cipratan darah.


"Sayang kamu kenapa ngelamun terus " tanya Riyan khawatir dengan pacarnya itu.


"Tidak baby aku hanya tak habis fikir saja Yuda melakukan hal bejat seperti itu sangat nekat sekali dia"


"Ya memang aku pun sama dengan mu seperti itu sayang, namun kita tak bisa menebak isi fikiran seseorang yang terlihat baik belum tentu baik, yang terlihat seperti orang jahat belum tentu jahat jadi kita harus hati-hati, memilih-milih teman itu sangat penting sayang " jawab Riyan sambil mengusap rambut Jo dengan sayangnya.


"Iya juga baby tapi menurut mu sekarang apakah Yuda masih hidup "


"Entahlah sayang, namun jika dilihat-lihat dari baju Liam yang banyak noda darah mungkin saja Yuda sudah meninggal namun bisa juga masih hidup " Riyan sangat binggung menerka-nerkanya.


"Iya juga ya baby, aku ingin sekali melaporkan penculikan ini kepada polisi tau biar s Yuda jera tapi itu juga kalau masih hidup"


"Iya sayang, tapi kita jangan ikut campur biarkan keluarga Zeline yang memutuskannya"


***


Cahaya matahari sudah menyembul di balik tirai kamar Zeline, perlahan Zeline membuka kedua matanya dan silau sekali saat dia menengok ke sisinya Liam sudah ta ada namun ada gemericik air,tadi dia sangat takut ditingalkan oleh Liam ternyata ada.


Zeline perlahan turun dari atas tempat tidur dan mengambil pakainnya untuk kuliah yang bisa nenutupi lehernya, dia akan masuk kuliah dia tak mau harus terpuruk lagi dan lagi, dia harus bisa melawan ketakutan itu serta trauma yang diterimanya itu atas kejadian kemarin.


Liam keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai pakaian kerjanya.


"Kakak kapan pulangnya "tanya Zeline dia binggung kenapa tiba-tiba kak Liam sudah siap dengan baju kerjanya kan.


"Tadi anak buah ku kesini sayang mengantarkan pakaian ku " jawab Liam sambil menghampiri Zeline lalu mengecup kening Zeline.


"Kamu kenapa sudah bangun, cepat tidur lah kembali sayang istirahat " lanjut Liam.


"Tidak kak aku ingin pergi kekampus, aku tak mau diam dirumah kak, aku tak mau ada dalam situasi yang sama lagi seperti dulu " jawab Zeline dengan yakin.

__ADS_1


"Baiklah sayang aku sebenarnya tak ingin kamu masuk kuliah dulu, namun jika ini membuatmu kembali ceria seperti biasa lagi aku tak apa, tapi kamu harus memakai kalung ini " ucap Liam sambil mengodok saku jasnya dan mengabil sebuah kalung yang Zeline suka, sampai-sampai Zeline terpukau dengan kalung ini.


"Sini aku pakaikan sayang, berbaliklah sayang " Zeline menurut dan memunggungi Liam dengan senyum yang tak hilang saat pertama melihat kalung itu.


Zeline kembali berbalik dan tanpa permisi dia mencium bibir Liam lantas berlari kekamar mandi takut nanti ditangkap oleh Liam.


Liam hanya tersenyum dengan kelakuan calon istrinya ini sangat menggemaskan.


Liam perlahan keluar dari kamar Zeline dan pergi terlebih dahulu kebawah menemui kedua orang tua Zeline dan meminta maaf karena dia sudah lancang menginap dirumah mereka tanpa izin pula.


"Na sudah bangun, sini duduk dengan ayah kita ngopi dulu " teriak ayah Zeline.


"Iya yah " jawab Liam sambil menghampiri mertuanya itu.


"Bu mana kopi untuk Liam " teriak ayah Zeline.


Tak lama datang ibunya Zeline sambil membawa kopi dan menyimpannya di depan Liam.


"Terimakasih bu " ucap Liam sambil menyerut kopinya.


"Iya na sama-sama"sambil duduk di pinggir suaminya.


"Bu, ayah maaf Liam menginap disini dan tidur dikamar Zeline seharusnya tadi malam Liam pulang "


"Tak usah minta maaf na, malahan kami yang berterimakasih sama kamu, sudah menyelamatkan Zeline dan masih mau meneruskan pernikahan ini dengan Zeline" ucap ayah Zeline.


"Itu sudah tanggung jawab Liam yah untuk selalu menjaga Zeline , kenapa ayah berfikir seperti itu. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu hanya karena masalah yang bukan diinginkan Zeline, aku tak akan pernah mebatalkam pernikahan ini sampai kapan pun yah " jawab Liam dengan serius.


"Lagi apa ni, ko pada serius gini " tanya Zeline tiba-tiba yang sudah ada dibelakang Liam.


"Tidak na hanya mengobrol biasa saja, sini sarapan apa kamu sudah baikkan na "suruh ibunya.


"Sudah bu, Zeline ingin masuk kuliah saja, ibu dan ayah yang tenang jangan khawatir ya, kan ada kak Liam yang jaga aku " jawab Zeline dengan riang.


Kedua orang tua Zeline hanya tersenyum dan menganguk kan kepalanya saja, lalu mereka semua makam bersama dengan hening.


Selesai sarapan Liam dan Zeline berpamitan kepada ayah dan ibunya itu lalu pergi kedalam mobil dan pergi ke kampus.

__ADS_1


Sedangkan ayah Zeline pun pamitan kepada istrinya itu untuk melihat padinya yang sedang panen.


__ADS_2