
Saat Riyan akan melakukan lebih ponselnya berdering dan membuatnya sadar "****, tunggu ya Din "
"Iya hallo sayang ada apa "
"Kau sedang apa baby, kenapa kau sangat lama mengangkat telfonku "
"Aku sedang bekerja seperti biasa mengecek dokumen dan yang lainnya "
"Begitu yah, apakah kau berkata jujur "
"Tentu, kapan aku berbohong padamu, aku selalu jujur denganmu tak ada kebohongan sedikit pun sayang"
"Baiklah "
"Ada apa sayang, kenapa kau menelfonku "
"Apakah aku tak boleh menelfon suami sendiri "
"Ya tentu saja boleh kenapa tidak "
"Oke "
Tiba tiba saja pintu terbuka dan menampilkan Jo yang ada dihadapan Riyan dan Juga Dini, sampai sampai mereka berdua kaget dan Dini segera bangkit dan akan pergi namun Jo memegang tangan itu.
"Hallo wanita murahan, kenapa kau tak melanjutkan aksi mu itu, padahal aku ingin lihat, semurah apakah dirimu ini dihadapan suamiku, apakah akan dengan suka rela memberikan tubuhmu untuk suami orang lain"
"Maaf bu, maksud ibu apa "
"Tak usah sok polos ya, saya tau kamu ingin mengoda suami saya kan, jangan munafik saya gak suka sama wanita munafik"
Jo segera mendudukan Dini lalu memegang dagu Dini dengan sedikit kasar.
"Jadilah wanita baik baik, maka jodohmu juga akan pria baik baik, cepat pergi atau aku akan menghabisi mu sekarang juga dan disini sekarang" Jo melepaskannya dengan kasar.
Dini pergi meninggalkan ruangan, sedikit kasar menutup pintunya dan Jo sekarang menghampiri suaminya.
"Apa maksudnya "
"Sayang aku bisa jelasin, aku gak lakuin apa apa beneran, aku cuman diem aja"
"Kalau aku telat dateng gimana, kamu bakal lakuin apa, aku udah kasih kamu kesempatan dua kali, kamu mau ngecewain aku lagi "
"Engga bukan gitu sayang ini salah faham beneran, dengerin aku dulu"
"Sampai aku liat kamu lakuin hal sama dan macam macam sama aku, aku gak akan tinggal diam, aku akan langsung gugat cerai kamu, aku gak akan terkecoh lagi sama kamu"
"Sayang sayang jangan ngomong gitu dong "
__ADS_1
"Diam ditempat, atau aku akan ceraikan kamu sekarang juga"
Jo pergi dan membanting pintunya didepan dia malah bertemu Chiko yang langsung tersenyum pada Jo.
"Hai Jovanka, apa kabar " sapa Chiko
"Hai baik kok"
"Kamu kenapa keluar dari ruangan Riyan kaya yang udah berantem, sampai banting banting pintu, apa gak kasian sama pintunya"
"Bukan urusan kamu, saya permisi "
"Wah menarik, ternyata selain cantik galak juga, makin menantang ku saja untuk bisa mendapatkannya" gumam Chiko.
Jo masuk kedalam mobil dan diam melamun "kenapa Jo, kenapa sebentar "
"Engga kak Andre, aku kecewa sama Riyan "
"Kenapa sama Riyan, katanya mau ajak Riyan jalan jalan nih "
"Gak jadi, gue malah liat dia lagi sama cewe dan mesra banget, bener kata lo kak"
"Mungkin lo salah liat, "
"Engga kok, gue gak salah liat, gue bener bener liat dia sama perempuan didalam ruangannya, bisa anterin gue pulang gak kak Andre "
"Tenang aja gue pasti anterin lo kok "
"Kamu aja bisa Jo sama laki laki lain jalan, kenapa aku engga "
**
"Nabil kenapa ya aku banyak makan tapi badan aku gak gede gede, malah perut aku yang gede ada apa ya Nabil "
"Masa sih Syifa, engga deh perut kamu gak besar kok, kamu tenang aja gak mungkin kamu hamil, kita aja baru ngelakuin satu kali masa langsung jadi "
"Ya kan bisa aja Nabil, aku takut gimana kalau beneran "
"Ya nanti aku akan tanggung jawab, kamu tenang aja ya "
Syifa segera mengangguk masuk kedalam pelukan Nabil, memeluknya dengan erat.
"Kalau misalnya beneran ya Nabil kita akan punya anak, nanti aku gimana urusnya, aku kan belum punya pengalaman buat urus anak kecil apalagi bayi ini "
"Tenang semua akan berjalan dengan lancar, aku akan membantu kamu mengurus anak kita, aku gak akan pernah ninggalin kamu, aku akan sekali bantu kamu biar kamu gak keropotan sayang , kita belajar sama sama ya buat urus anak kita nanti "
"Tapi kamu yakin kan aku gak hamil "
__ADS_1
"Iya aku yakin Syifa sayang, aku yakin kamu gak hamil kenapa sih kamu takut banget "
"Aku takut karena aku gak mau kecewain orang tua aku, aku gak mau buat mereka marah dan juga nangis Nabil, aku gak mau , aku kan disini mau belajar "
"Iya aku tau, tapi gimana kalau kejadian "
"Aku gak bisa bayangin Nabil, entah harus apa dan harus bilang gimana sama orang tua aku "
Nabil hanya bisa menghembuskan nafasnya saja, tak bisa menjawab apa apa lagi, entah apa yang harus dirinya katakan kembali pada Syifa.
**
"Emm malam sekarang aku harus pakai baju dinas atau pakai baju perang yang lebih hot ya " gumam Zeline sambil mengeluarkan pakaian malam koleksinya.
"Udah deh yang ini aja baju dinas yang tidak terlalu terbuka, sambil nunggu mas Liam aku siap siap dulu ah "
Zeline masuk kedalam kamar mandi dan menganti pakainnya dan menyemprotkan minyak wangi ketubuhnya. Dan kebetulan juga Liam masuk dan menghampiri istrinya.
"Udah wangi nih sayang "
"Iya dong mas, sebentar ya aku sikat gigi dulu " Zeline segera mengambil sikat gigi dan juga pasta giginya menuangkannya sedikit dan memulai kegiatannya.
"Aku pun suyang akan melakukannya "
Liam segera berdiri dibelakang istrinya lalu menuangkan pasta giginya.
"Aku sudah selesai mas, aku duluan ya "
Namun Liam malah membalikan badan Zeline dan membuat Zeline leluasa menatap suaminya. Satu yang membuat Zeline tertarik adalah jakun suaminya entah kenapa dia malah tertarik.
Dengan perlahan Zeline memegangnya dan Liam langsung menangkap tangan itu.
"Emm sudah mas aku permisi dulu " Zeline berlari dan langsung berbaring ditempat tidur.
"Kenapa aku jadi malu didepan suamiku sendiri dan kenapa juga aku tergoda dengan jakun suamiku, ya tuhan ada apa dengan ku ini, malu akuu "
Liam yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa tersenyum dan segera melakukan hal yang sama dengan istrinya. Kadang kadang istrinya itu agresif kadang kadang malu malu seperti ini ada ada saja.
Liam segera membereskan semuanya, dan pergi kearah istrinya yang sedang mengumpat didalam selimut.
"Sayang kamu kenapa, gak biasanya nih kaya gini "
"Engga kok mas, aku cuman pegen gini aja enak aja gitu "
"Masa sih sayang, aku mau ikutan dong "
Liam Langsung masuk dan Zeline sampai kaget melihat wajah suaminya ada dihadapannya.
__ADS_1
"Sayang kamu jangan malu malu dong, malahan kita udah buat satu, kita nambah Yu sayang biar seru dirumah banyak anak dan Lucas juga punya adik, siap siap ya syaang 1 2 3 "
Liam Langsung menerjang istrinya dan terjadilah pembuatan anak kedua mereka.