
"Jo gimana keadaan kamu, aku kangen banget sama kamu, kamu udah gak apa apa kan datang kesini Jo kamu udah baik baik aja kan "
Jovanka melepaskan pegangan tangannya pada sahabatnya itu dan menganggukan kepalanya aku baik baik saja, "aku sangat baik dan aku juga berencana untuk pindah kemari lagi, karena aku harus urus perusahan papih yang ada disini "
"Aku senang Jo menedengarnya ayo masuk "
Zeline melihat kesamping Jovanka melihat Ketherine hanya diam saja sambil memegang roknya Jovanka.
"Hallo Ketherine kenapa diem aja, kamu lupa ya sama tante bukannya kita sering ngobrol ya "
Katherine mendongakan kepalanya dan tersenyum pada Zeline "hallo tante, iya kita sering mengobrol cuman aku sedang melihat sekitar saja, rasannya disini tempatnya enak sekali"
"Begitu ya, yasudah ayo kita masuk "
Katherine menganggukan kepalanya dan langsung ikut masuk bersama ibunya. Setelah mereka ada diruang tamu tiba tiba saja Lucas datang dan menabrak Katherine sampai jatuh.
Otomatis Katherine menangis "Abang kenapa tabrak tabrak kayak gitu "
"Maaf mamih tadi gak segaja"
Katherine masih menagis memeluk ibunya, namun Lucas langsung memegang bahu Katherine "Kat maaf aku tidak segaja maaf ya, sebentar aku punya sesuatu untuk mu "
Lucas langsung berlari kearah kursi dan mengambil boneka besar dan memberikannya pada Katherine meskipun bonekanya lebih besar darinya, namun Lucas dengan semangat membawanya kearah Kat dan memberikannya.
"Bagaimana apakah kau suka dengan boneka yang abang kasih "
Katherine mengusap air matanya dan melihat boneka besar itu lalu tersenyum "suka besar sekali bonekanya, mamah lihat bonekanya besar "
"Ayo bilang apa sama abang "
"Makasih abang "
"Sama sama " sambil tersenyum manis
"Abang udah besar ya, gak kerasa dulu waktu kecil cerewet banget " ucap Jo
Lucas hanya tersenyum saja "tante apa Lucas boleh membawa Kat main keluar ada Daisy kok "
__ADS_1
"Boleh sayang "
"Makasih tante "
"Sama sama "
Lucas langsung mengandeng tangan Kat dan menuntunya keluar rumah sedangkan bonekanya ditinggal begitu saja.
Sedangkan Liam tadi dia berpamitan untuk pergi keruangan kerjanya yang ada dilantai 2 sedangkan dikantor ada Tora, semenjak Tora berhasil membunuh ibu Wati Liam mempermudah pekerjaannya dengan Tora yang bekerja dikantor dan masih jadi tangan kananya.
Kematian bu Wati pun tidak diperpanjang dan tidak diselidiki sama sekali, mereka menganggapnya memang bu Wati bunuh diri dan semuanya beres dengan cepat.
**
"Jo kamu beneran kan gak akan kemana mana lagi, kamu akan tetap disini kan gak akan pindah pindah lagi "
"Engga Line aku disini, setelah mamih sama papih gak ada aku lebih baik tinggal disini lagi untuk kantor yang disana biar anak buah papih yang kelola, aku pun ingin pulang kemari agar Katherine bisa sekolah disini dan banyak temanya juga gitu"
"Bagus deh nanti masuk sekolah Daisy sama Aruna juga Adiba aja , disana pasti Kat senang deh banyak temen juga "
"Boleh kasian dia disana murung terus karena gak bisa berbaur dengan teman teman yang lain "
Jo menghembuskan nafasnya " ya karena banyak anak kecil yang mengatakan kalau Katherine itu tidak mempunyai ayah, jadi dia tidak mau berteman dengan yang lain, dan menjadi malu untuk mendekati teman temannya "
"Apakah kak Riyan tidak pernah datang padamu atau ya sekedar menengok Katherine"
"Tidak ada, dia tak ada menghubungi aku hanya untuk sekedar menanyakan Katherine, mau bertanya bagaimana dia sudah sibuk dengan istri barunya dan juga anaknya "
"Apakah kau baik baik saja "
"Tentu aku baik baik saja, ini sudah 7 tahun berlalu aku tak memikirkan kembali tentang Riyan aku sudah lupa bahkan aku sudah tak merasakan sakit hati lagi, semuanya sudah seperti biasa aku mencoba untuk menerima dan kuat untuk Katherine untuk anak ku, aku sudha mengiklaskan semuanya "
"Baguslah Jo, aku senang bila kau sudah melupakan semuanya aku yakin kau pasti akan bisa mendapatkan laki laki yang memang akan mencintaimu "
"Aku tak akan menikah lagi Line aku akan sendiri aku sudah nyaman sendirian dan aku hanya akan fokus mengurus Katherine dan pekerjaanku saja, aku tak akan memikirkan tentang laki laki toh aku sudah pernah menikah jadi apa lagi yang harus aku fikirkan aku tak mau memikirkan apa apa "
"Baiklah aku akan setuju tentang apapun itu keputusan mu, aku tau itu begitu sakit dan membuat mu menjadi trauma untuk dekat dengan seorang laki laki, tapi bagaimana dengan Choki yang selalu mengunjungi mu "
__ADS_1
"Ya kami teman biasa, kami hanya selalu saling menguatkan, dia menguatkan aku dan mendukung aku untuk melukan ku, dan aku pun mendukungnya untuk menerima kalau anak dan istrinya sudah tak ada dan tak bisa kembali "
"Baiklah bagus, semoga saja kalian bisa bersatu, kurasa Choki sekarang sudah bisa berubah "
"Mungkin ya, tapi sepertinya iya karena dia sudah lama tak dekat dengan perempuan selain diriku, Lucas sekarang kelas berapa Line "
"Dia kelas 6 sekolah dasar seharusnya di umurnya yang 10 tahun dia masih kelas 4 sekolah dasar, tapi karena kepintarannya dia loncat menjadi kelas 6, memang kepintarannya ini turun dari mas Liam, memangnya aku begitu begitu saja, kepintaran Lucas melebihi teman teman sebayanya tapi aku bersyukur dia pintar, baik, penurut dan satu lagi sayang sama adik adiknya "
"Waw hebat banget emang dari kecil juga udah kelihatan dia pinter, cerewet banget lagi, tapi masih satu sekolah sama adik adiknya "
"Iya masih dan Lucas juga mau sekolah ditempat situ juga karena smp dan sma juga ada disana jadi menyatu gitu, karena dia katanya pengen terus awasin adik adiknya "
"Bagus deh Line jadikan ada yang jagain, nanti juga Kat pasti ada yang jagaina "
"Pasti dong, ayo kita ketaman bungaku yu aku sudah menanam banyak sekali tanaman "
"Ayoo "
Mereka berdua segera pergi kerumah kaca milik Zeline yang banyak sekali bunga bungannya tentu hasil berkebun Zeline dan juya bi Sari.
**
Katherine sudah bermain berama Daisy dan yang lainnya bahkan mereka begitu akrab, namun ada satu yang cemberut terus dari tadi Adiba, dia hanya diam saja tak menyambut senang kedatangan Katherine.
"Katherine kenapa kau tidak menganti pakaian mu dulu, nanti pakaian mu kotor " ucap Daisy dengan masih serius membuat kue tanah tanahnya
"Aku tidak membawa pakaian ganti "
Daisy langsung mendongakan kepalanya dan menatap Katherine "ayo kita ganti pakaian, minjam dulu saja pakain ku ayo Katherine kata mamih kalau mau main tanah jangan pakai baju gaun seperti ini nanti kotor sayang, ayo aku punya pakaian bermain yang pasti akan cantik bila kau memakainya ayo "
Daisy langsung bangun dan mengandeng tangan Katherine yang masih malu malu, Lucas yang melihat Daisy membawa Katherine berteriak "mau dibawa Daisy "
"Ist abang tenang aja aku cuman mau pinjemin Katherine pakaian aja kasian nanti pakaiannya kotor "
"Yaudah sana cepet jangan lama lama "
"Iya abang cerewet "
__ADS_1
Daisy langsung berlari masuk kedalam rumah.