
Zeline sudah sampai dirumah Jo, malahan sudah membantu Jovanka untuk menghias kamarnya, sedangkan sang anak dengan mamihnya Jovanka bermain di bawah.
"Nah udah selesai suami kamu biasanya pulang jam berapa"
"Dia sih sukanya lembur terus katanya lagi banyak kerjaan kadang juga dia bawa kerjaan ke rumah mungkin sekarang jam 05.00 pulang"
"Ya udah deh aku telepon suami aku ya biar jemput aku ke sini, biar kamu gak bolak-balik antarin aku "
"Beneran gak apa apa, aku gak anter kamu "
"Gak apa apa Jo, aku telfon suami aku dulu ya "
"Yaudah kamu telfon dulu ya, aku mau mandi dulu "
"Iya Jo " sambil matanya fokus melihat kearah ponsel.
"Halo mas aku sekarang lagi ada di rumah Jo sama Lucas kamu bisa gak jemput aku nanti pulang kerja kamu pulang jam berapa sekarang"
" Halo sayangku cintaku kamu maunya dijemput jam berapa sama aku, aku pasti akan siap jemput kamu "
"Kalau bisa sih jam 04.00 gimana kamu bisa gak kalau jemput aku jam segitu, soalnya takut kemalaman dirumah mas "
"Bisa dong sayang apa sih yang gak buat kamu nanti aku jemput kamu ya, kamu jangan kemana-mana pokoknya aku akan jemput kamu ke sana sayang "
"Iya mas aku tidak akan kemana-mana aku tunggu di sini ya di rumahnya Jo"
"Iya sayang sekarang aku ke sana ya"
"Emang kerjaan kamu udah beres Mas , gak apa-apa nih langsung jemput aku sekarang, gak akan nganggu kerjaan kamu kan mas "
"Gak akan pernah ganggu pekerjaan aku sayang aku kan jemput kamu sama anak aku, sekarang aku ke sana ya kamu jangan berani keluar dari rumah sebelum aku yang jemput "
"Iya kamu bawel banget sih mas aku gak akan kemana-mana, aku ada disini diam dirumah Jo dan tak akan kemana mana sayang "
"Yaudah aku berangkat sayang "
__ADS_1
"Iya hati hati mas, awas nyetirnya yang bener "
"Iya sayang aku akan hati hati kamu tunggu aku ya "
Zeline segera mematikan ponselnya dan kembali menunggu suaminya datang, Zeline melihat keluar jendela dan melihat anaknya sedang main ayun ayunan.
Sepertinya memang mamihnya Jo ingin sekali punya cucu, dia sangat baik pada Lucas dan Lucas langsung mau bersama mamihnya Jo "
"Gimana Line "
Zeline segera mengalihkan pandangannya dan melihat Jo yang baru beres mandi dan memakai pakaiannya.
"Udah lagi dijalan Jo, sini aku bantu kamu keringin rambut kamu "
Zeline segera mengambil pengering rambut dan Jo segera duduk sambil memoles wajahnya.
**
Airin yang baru saja selesai menganti pakaian tiba tiba saja merasakan perutnya yang sakit, "ya ampun kenapa sakit, ada apa dengan perutku aw aw "
Airin segera mencari ponselnya sambil memegang perutnya, "dimana ponselku, ah sakit sakit ya ampun sakit sekali "
Airin mencoba menguhubungi suaminya namun tetap tak diangkat "sebenarnya kemana Tora ya ampun perutku, ya ampun perutku ah sakit, tolong tolong siapa saja tolong aku "
Namun tak ada orang yang mendatanginya, Airin langsung menghubungi nomor Zeline namun sama saja tak diangkat.
"Ya ampun kemana mereka semua perutku sakit sekali, sangat sakit sekali, aku tak kuat "
Kembali Airin mengusur tubuhnya keluar rumah, dia terus saja sekuat tenaga mencoba untuk keluar rumah dan saat didepan pintu dia kesulitan meraihnya.
Kembali Airin mencoba menghubungi suaminya, perutnya sakit dan bodohnya dia mengunci pintunya alhasil dia tak bisa membuka pintu itu.
"Ada apa kenapa kau menggangguku aku sedang bekerja apa lagi kau ingin bertengkar lagi denganku. Apa yang ingin kau pertengkarkan lagi aku sudah capek dan lelah aku ingin bekerja dan kau jangan terus saja meneleponku sungguh kau mengganggu"
"Tolong Tora tolong perutku sakit, sangat sakit tolong aku Tora tolong"
__ADS_1
"Ada apa dengan perutmu tadi baik baik saja "
"Tidak tau aku tidak tau tolong aku Tora tolong aku kenapa kau begitu santai perutku sakit "
Namun tak ada jawaban dimatikan " ya ampun ibu perutku sakit sekali, Tora kenapa kau tidak peduli sama sekali padaku padahal ini anakmu, perutku sakit sakit sekali ya ampun tolong aku siapa saja "
Airin melihat kebawah ternyata dirinya pendarahan makin takut saja kan dirinya ini, dan tiba tiba saja Airin pingsan.
Tora yang baru datang segera membuka pintu dan sama sekali tak terbuka, Tora segera menengok kearah kaca ternyata istrinya pingsan didepan pintu.
Tora segera menobrak pintu dan terbuka, mudah untuknya melakukan itu.
"Airin apakah kau baik baik saja, Airin Airin bangun "
Tora melihat kearah kaki istrinya ternyata berdarah, Tora dengan cepat segera memangkunya dan membawannya keluar, kebetulan ada Troy yang sedang memarkirkan mobilnya.
"Trou antar aku, istriku pendarahan ayo antar aku ke rumah sakit Troy, antar aku "
"Ayo cepat masuk Tora masuk ayo masuklah "
Tora mengangguk dan segera masuk kedalam mobil "ayo cepat ya Troy tolong aku "
"Baik sebentar ya "
Troy melajukan mobilnya dengan sangat kencang sekali, dia menjadi kasian dengan istrinya Tora sepertinya kefikiran tentang ibunya, apa lagi tadi ibunya dirinya buang, bagaimana ini apakah tak akan curiga ya
Tapi bodolah yang terpenting tak ada yang tau selain dirinya dan juga nyonyannya dan juga yang lainnya.
"Kenapa bisa pendarahan Tora apa yang terjadi apakah dia jatuh"
"Aku juga tidak tahu dia menelponku katanya perutnya sakit. Aku sedang mengerjakan tugas dari tuan saat aku kembali dia sudah terkapar saja di lantai dengan daerah yang bercucuran. Sepertinya dia stress dokter juga sudah memberitahuku jangan terlalu stress tapi yang bagaimana lagi sikap ibunya seperti itu, pasti dia kepikiran apa lagi kan ibunya sekarang tidak ada. Apakah kau tahu dia di mana"
Troy jadi serba salah harus memberitahu atau tidak kalau misalnya nanti diberitahu dia bisa dimarahin sama nyonya besar. Baiklah Lebih baik berbohong saja dari pada nyawanya yang melayang atau pekerjaannya yang melayang nanti.
"Aku kurang tahu mungkin saja dia pulang ke rumahnya. Karena kan dia sudah tidak ada di depan gerbang lagi mungkin dia pulang ke rumahnya ya kan karena mau apa juga di situ"
__ADS_1
"Iya baguslah kalau dia pulang aku pun sudah pusing dengan kelakuannya tak berubah-rubah sekali. Ayo cepat ya Troy tolong aku lebih cepat lagi aku takut kenapa-napa dengan istriku"
"Iya Tora aku akan lebih cepat lagi "