
"Mas memperkerjakan bi Sarah disini sama sodanya yang dikampung buat bantu kamu jaga Lucas dan juga beres beres, kalau bi Sarahkan recomend dari ibu, diakan udah lama kerja disini juga, malahan kan sekarang kerja dirumah ibu, tapi ibu pindahin kesini, karen diakan udah lebih perpengalaman dan udah kepercayaan ibu, jadi kita bisa tenang kalau mau pergi pergi meninggalkan Lucas ada yang jaga"
"Bi Sarah bukannya ibunya Nina kan, lalu untuk yang satu lagi siapa ? "
"Iya ibunya Nina, satu lagi Sari, dia baik kok jadi tenang aja"
"Kok aku sama bi Sarah kaya yang gak enak gitu firasat aku sama dia tuh beda banget, kaya ngeganjel gitu mas, aku juga gak tau kenapa alesannya "
"Emangnya kenapa, diakan baik, udah kenal juga lama sama keluarga aku terus apa yang buat kamu punya firasat yang buruk sayang "
"Entahlah aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi dikeluarga kita, saat bi Sarah masuk, hatiku mengatakan kalau dia ada maksud lain, apa bisa ganti, kau tau Nina saja begitu apalagi ibunya kita kan gak bisa menebak hati seseorang mas, kamu mikirin anak kitakan"
"Kau kan belum kenal dengan dia, kenapa sudah berbicara seperti itu, aku sudah kenal dengan dia, jadi kamu gak usah berfikirin yang macem macem, dia tuh recomendasi dari ibu, ya aku mikirin Lucas mikirin kamu, aku tuh mau kamu sedikit santai sayang gak sibuk, kenapa sih kamu gak mau diperhatiin sama aku"
"Iya aku tau dia recomendasi ibu, dulu aja Nina recomen ibu kamu kan, dan apa hasilnya Nina gak baik dia jahat sama aku, dia mau celakain aku bahkan dia ingin merebut kamu dari aku mas, aku hanya takut takut terjadi sesuatu pada keluargaku"
"Iya aku tau, bukan berartikan ibunya juga gak baik, itu mungkin anaknya aja yang gak baik, pasti ibunya gak akan kaya gitu juga sayang, tolong kamu jangan fikir yang aneh aneh dulu dong, coba kamu kenalan sama dia pasti deh kamu bakal gak akan bilang kaya tadi lagi "
"Terserah kamu mas, tapi Lucas akan aku yang selalu menjaganya tak boleh orang lain, aku gak mau terjadi sesuatu sama Lucas. Kamu ngerti itukan jadi kamu gak usah bantah yang satu itu, aku maunya Lucas sama aku terus "
"Terus buat apa aku bawa pengasuh tapi pada akhirnya kamu mau urus Lucas sendirian"
"Aku udah bilang, aku punya fikiran jelek sama bi Sarah, yaudah kalau kamu gak percaya aku gak masalah kok, tapi bila nanti ada sesuatu yang terjadi dengan Lucas, aku akan menyalahkanmu "
Setelah mengatakan itu segera Zeline pergi meninggalkan suaminya sendirian, dia juga tak lupa membawa Lucas untuk kebawah dan saat sudah ada dibawah Zeline seperti menginjak sesuatu segera dirinya mengangkat kakinya.
"Ya ampun nyonya berdarah tadi ada gelas pecah nyonya" ucap Sari.
Zeline hanya melihatnya saja sambil tersenyum
"Eh iya udah tau ya nyonya berdarah, duduk dulu, aku ambilin plester ya "
"Iya Bi Sari "
Segera Sari pergi dan kembali lagi membawa plester, lalu memasangkan plester nya dikaki Zeline, tadi sebelum dipasang sudah dibersihkan dahulu kakinya Zeline.
"Makasih ya bi Sari, bibi nanti harus lebih teliti lagi ya, soalnya kan Lucas sebentar lagi bakal merangkak dan harus lebih bersih lagi ubinya, aku gak mau sampai Lucas terluka atau kenapa napa "
"Iya sama sama nyonya, terus saya harus pake apa ubinya nyonya pake kerdus atau pake koran biar enak gitu "
"Emm ya gak gitu bi Sari, maksud aku tuh dibersihkan aja lantainya jangan sampai ada pecahan kaya tadi lagi ya, bibi harus lebih hati hati pokoknya ya "
"Oh itu siap-siap nyonya "
"Yaudah buatin saya susu ya "
"Kan nyonya punya "
Zeline segera menarik nafasnya lalu tersenyum pada bi Sari, seperti harus lebih sabar lagi menghadapi bi Sari.
"Bi saya maunya susu yang ada didapur susu yang biasa masa saya mau ambil susu saya sendiri "
"Oh iya iya siap nyonya siap "
"Yaudah tolong yah "
"Siap nyonya laksanakan "
Zeline lalu memeluk Lucas dengan sangat erat " sayang kamu harus jadi orang yang kuat ya, jangan pernah tinggalin mamih dan selalu jaga semua keluarga ini ya sayang, kamu harus tumbuh menjadi anak yang soleh dan membagakan mamih serta papih , mamih akan sekalu mendoakan yang terbaik buat kamu "
Tiba-tiba datang bi Sarah yang sedang membersihkan meja.
"Eh nyonya, permisi ya saya beres beres dulu "
"Iya silahkan Bi Sarah"
"Nyonya kenapa anaknya gak ditinggal aja, kok di pangku pangku terus kan pegel "
"Gak papa bi saya lebih seneng kalau Lucas ada di sisi saya, saya gak mau jauh dari dia ,"
"Oh gitu ya nyonya, maklum ya anak pertama, kalau mau ditinggal simpen aja gunting di atas tempat tidurnya "
"Buat apa bi gunting "
"Ya buat jaga jaga aja biar gak dideketin hantu, tapi guntingnya gak usah besar besar gunting kecil aja jangan ngunting rumput itu kan kebesaran, tapi kalau gak ada gunting pak kater aja 2 nyonya "
"Kater 2 "
"Iya terus disilangin biar kaya ngunting "
__ADS_1
"Emangnya hantu gak bisa bedain ya bi gunting sama kater "
"Ya gak tau juga sih nyonya, tapi dulu saya gitu waktu Nina kecil "
Deg tiba tiba Zeline merasa kaget, dirinya sungguh takut kalau bi Sarah tau kalau Nina mati dibunuh oleh suaminya.
Soalnya dirinya waktu itu melihat ada seorang lelaki yang katanya adalah supir ibu mertuanya, yang lewat saat ibunya menanyakan dimana Nina pada suaminya.
Waktu itu lupa mau bilang, karena keburu pindahan kejakarta dan baru ingat sekarang. Apakah dirinya harus bilang pada suaminya, tapi gimana.
"Ini nyonya susunya " ucap Sari.
Zeline langsung tersadar dan langsung meminum susunya tak lupa tadi di tiup dulu, mereka berdua segera pergi meninggalkan Zeline berdua dengan anaknya lucas.
Liam yang melihat istrinya melamun segera turun dan duduk disampingnya.
"Kaki kamu kenapa sayang " fokus Liam beralih pada plester yang tertempel dikaki istrinya.
"Gak papa kok mas, ini aku cuman gaya-gayaan aja pengen sama kaya yang lain "kalau dirinya jujur pasti bi Sari akan dimarahi jadi lebih baik berbohong saja untuk yang satu ini.
"Masa sih, buat apa sayang, gaya apa kaya gini, aku baru liat loh"
"Gak buat apa-apa cuman pengen aja mas "
"Kamu ini, maafin mas ya tadi udah bentak betak kamu. Seharusnya mas gak ngelakuin itu sama kamu, haruanya mas lebih santai lagi hadepin kamu, maaf ya sayang, mas gak ada maksud buat bentak bentak kamu "
"Iya mas gapapa tenang aja, aku gak marah kok, aku mau semua rumah ini dipasang cctv terutama kamar Lucas aku mau ada cctv , kecuali kamar kita gak usah mas "
"Udah sayang tenang aja, yang itu udah aku pasang semuanya, lah kenapa kamar kita gak boleh sayang "
"Kapan kamu pasangnya, ya gak boleh lah masa kita lagi ngelakuin hubungan intim nanti diliatin orang kan malu "
"Udah lama sayang, pokoknya kamu tenang aja gak usah khawatir, hehehe lupa sayang, maaf ya "
Zeline segera menyenderkan kepelanya kearah bahu suaminya, Liam dengan sigap langsung memeluk istri dan juga anaknya.
Sepertinya istrinya sangat khawatir dengan Lucas, sebenarnya ada apa. Apa yang dimaksud istrinya apa yang akan terjadi. Karena dia tau firasat seorang ibu sangat besar dan selalu tepat. Tapi dirinya gak bisa buat nolah bi Sarah sama ibunya, pasti ibunya akan marah.
**
Zeline segera masuk kedalam kamar namun suaminya sama sekali tak ada dikamar, ada sebuah kotak berwana pink diatas tempat tidurnya. Dengan senang Zeline membukanya dan disana ada sebuah surat dan dres yang sangat cantik.
Dengan senang Zeline segera masuk kedalam kamar mandi lalu membersihkan dirinya dan dengan cepat juga keluar memakai dres cantik itu, memoles sedikit wajahnya dengan bedaknya lalu memakai lipglos dan keluar kamar.
"Astaga, apa yang kakak lakukan berdiri di dekat pintu kamarku dengan pakaian seperti ini, untung aku masih mengenali paman kalau tidak bagaimana kak Andre"
"Aku terpaksa melakukan ini karena suamimu, ayo cepat ikut denganku Line, jangan banyak bicara " dengan wajah cemberutnya
Andre memakai setelan khas pelayan namun ini pakaian perempuan sangat lucu sekali dengan otot ototnya yang menonjol serta bulu kaki yang banyak sekali bulu dadanya pun sama, selama perjalanan Zeline hanya bisa tertawa saja.
"Kau ini kenapa Line, dari tadi cekikikan aja kaya kuntilanak, apakah kamu kesurupun, kalau kesurupan aku lari nih ninggalin kamu"
"Ya habisnya kakak lucu banget pake pakean kaya gini, kenapa sih gak pake, pakean pelayan laki-laki aja kak, kan biar maco "
"Justru itu suami mu, memberikan aku pakaian seperti ini, ini kulakukan demi bisa mendatkan nomor ponsel Syifa yang baru "
"Oh ternyata ada udang dibalik batu nih "
"Mati dong udangnya kalau ditindih batu "
Zeline tak bicara kembali, takut kak Andre malah tersingung, hanya mengkuti kemana kak Andre berjalan dan tujuannya adalah keatas balkon.
Saat Zeline masuk sungguh bagus sekali balkonya di hiasa dengan sedemikian rupa, banyak lampu lampu dan selama Zeline berjalan berjejer bunga mawar merah yang banyak dan didepan Liam menunggu dirinya sambil tersenyum.
Zeline sekarang sudah berhadap-hadapan dengan suaminya, dan Liam segera mengandeng Zeline dan membatunya untuk duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Pelayan, tolong ambilkan minum " ucap Liam.
"Nih " dengan ketus dan suara yang tinggi.
"Pelayan, kau tak boleh seperti itu, atau kau tak jadi mendapatkan nomor ponsel yang kau mau "
"Baiklah ini ini tuan minumannya "
"Ayo sayang makan " Zeline menganguk dan makan dengan lahap sambil menatap suaminya dan juga melihat bintang yang banyak, makin membuat suasana menjadi romantis.
"Pelayan ayolah bernyayi "ucap Liam
"Aku tak mau, kalau aku dimadu pulangkan saja kerumah orang tuaku aw "
__ADS_1
"Yang bener dong pelayan, setel aja musik "
"Sayang ayo berdiri "
"Mau apa sayang "
"Ayo berdiri saja "
Liam segera membawa istrinya untuk maju dan sekarang mereka ada dilingkaran bunga yang sangat banyak sekali.
Saat musik mengalun Liam langsung saja mengajak istrinya berdansa sedangkan Andre hanya mematung melihat kemesraan mereka berdua.
"Nasib nasib, kenapa coba jadi bujang lapuk seperti ini "
"Sayang apakah kau suka dengan kejutanku " tanya Liam sambil mempersatukan kening mereka.
"Tentu aku suka sekali, kapan mas buat ini kok aku sampai gak tau dan bunga bunga ini dari mana "
"Hehehe tadi sayang waktu kamu tidur sama Lucas, tapi kamu jangan marah yah tentang bunga ini"
"Marah kenapa sayang, emang apa yang kamu lakuin "
"Aku sama Andre cabutin bunga mawar kamu, taneman mawar merah kamu " ucap Liam sambil nyengir
"Apa " teriak Zeline sambil melepaskan pegangannya pada sang suami.
Andre yang sedang melamun sampai kaget dengan teriakan Zeline.
"Kamu kok jahat itu kan aku lama banget tamennya kenapa kamu main cabut cabut aja syaanh "
"Maaf sayang, sini sini kita dansa lagi, aku janji bakal tanem lagi bunga bunga itu "
"Janji "
"Iya janji sayang, udah sekarang sini balik lagi dong sayang, kita dansa lagi "
Zeline akhirnya kembali lagi berdansa dengan suaminya, Andre kembali melamun lagi, dari pada melihat sahabatnya mesra mesraan mending melamun saja kesambet kesambet deh.
Liam segera menyudahinya lalu membawa istrinya duduk dikursi panjang yang sudah disiapkan dengan sangat matang, bahkan disana ada selimbut juga.
Liam segera mencium pipi istrinya, Zeline lalu melihat kearah belakang melihat kak Andre malu, namun kak Andre sekarang sedang berbalik pergi meningalkan mereka berdua.
Terus saja Liam menciumi pipi istrinya beralih pada bibirnya lalu pada leher istrinya. Membaringkan sang istri di kursi panjang itu.
Dan Zeline bisa dengan leluasa melihat bintang yang cantik itu dengan suaminya yang ada diatas tubuhnya dan pada akhirnya mereka berdua melakukan kegiatas panas mereka disaksikan oleh bintang dan juga malam yang dingin.
Namun mereka berdua sama sekali tak menghiraukan itu, hanya menikmati setiap sentuhan yang mereka berdua berikan.
**
"Dari pada liat yang mesra mesraan lebih baik bobo aja deh sama Lucas, udah mah disuruh jadi pelayan sekarang disuruh jadi pengasuh, dasar ya tu suami istri nyebelin, tapi gak papa belajar, nanti kalau sudah punya anak aku sudah bisa melakukannya tanpa bantuan orang lain"
Saat Andre membuka pintu, dirinya tak sama sekali membuka pintu sepenuhnya namun menengoknya terlebih dahulu, karena didalam sedang ada bi Sarah yang sedang berbicara dengan Lucas.
"Gara gara ayahmu, anakku mati, aku sudah tau semuanya kalau anaku Nina sudah tidak ada, aku pun ingin membuatmu lenyap dari dunia ini dan melihat orang tuamu merasakan apa yang dirasakan oleh ku "
Saat bi Sarah akan menyekin Lucas, Andre segera masuk dan mengagetkan bi Sarah. "Bibi sedang apa disini " tanya Andre.
"Eh ada tuan Andre, tadi den Lucas nangis makannya saya kesini "
"Yaudah bibi keluar aja jangan macem macem ya bi "
"Macem macem apa toh tuan, saya gak apa apain den Lucas, saya cuman mau bantu nyonya saja biar tak terganggu toh tidurnya "
"Gak usah, bibikan khusus masak aja, jadi gak usah masuk masuk kamar Lucas, dia kalau nangis nanti mamihnya juga samperin gak usah bibi repot repot naik keatas dan diemin Lucas "
"Loh loh kok marah sih tuan, niat saja baik loh "
"Iya iya tau, tapi jangan sampai niat baik itu berubah menjadi niat gak baik "
"Kasar sekali tuan, sayakan cuman nenek nenek, saya gak mungkin lukain den Lucas. Saya juga punya anak toh mana mungkin tega sampai celakiin den Lucas "
"Saya gak bilang itu, saya gak bilang bibi bakal lukain Lucas"
"Ya sudah saya permisi kalau begitu tuan " bi Sarah segera pergi namun Andre masih menatap sengit bi Sarah.
"Maksud dari bi Sarah apa ya, kata kata tadi, pokoknya harus kasih tau Liam tentang ini, pasti bi Sarah akan melakukan sesuatu yang bakal ngerugiin keluarga ini "
Andre segera menghampiri Lucas, lalu memangkunya dan menidurkannya ditempat tidur yang lebih besar yang memang sudah disediakan oleh Liam bila ingin tidur disini.
__ADS_1
Sebelum tidur Andre segera mengunci pintu terlebih dahulu, lalu segera berbaring disisi Lucas tanpa menganti pakaian terlebih dahulu dirinya sudah sangat lelah dengan semua kegiatan yang ada.