
Riyan yang sudah selesai makan segera menatap istrinya "Ada apa sih baby " tanya Jo dengan wajah polosnya. Merasa aneh dengan tatapan suaminya
"Kita liburan yu sayang, biar kita gak tegang tegang baget gitu, biar kamunya juga releks sayang, mau gak mau ya"
"Emang kita mau liburan kemana baby, ketempat mana, kenegara mana "
"Kamu maunya kemana sayang, aku pasti akan ikut sama kamu dan turutin kemauan kamu, kemana pun itu"
"Emm aku udah lama gak kepuncak kesana yu sayang, kayanya enak deh disana dingin dingin gimana gitu"
"Yaudah ayo, kamu siap siap gih kita berangkat sekarang biar cepet cepet dingin dinginannya dan peluk pelukannya"
"Hah sekarang baby, beneran sekarang nih, kamu tuh fikirannya suka kemana aja "
"Ya sekarang kita akan pergi sayang, aku gak bohong beneran sayang"
"Baiklah sebentar baby aku akan siap siap dulu ya, tunggu aku "
Dengan senang Jo pergi keatas dan menyiapkan semua keperluannya dan juga suaminya, memasukannya kedalam koper dengan cepat dan turun lagi dengan senyum senangnya.
"Ayo baby kita pergi "sambil mengandeng tangan suaminya saat Riyan yang masih was was ingin melepaskan peganganya Jo memelototinya, jadi dengan pasrah hanya diam saja. Membiarkan istrinya mengandeng tangannya.
***
Zeline yang bangun karena mendengar suara alarmnya mematikannya dan menatap suaminya yang masih tertidur lelap, Zeline menatapnya dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya. Suaminya ini sungguh tampan tak ada lawannya sama sekali.
Liam yang memang sudah bangun hanya diam dan " darr lagi apa kau sayang, tatap aku kok kaya gitu banget"
Zeline yang kaget sampai terjatuh kebawah "Ihh mas kamu nyebelin sakit ta pantat aku, kamu tuh yah kurang ajar banget"
"Hahaha kamu ini sayang suka ada ada aja deh, kenapa coba liatin aku kaya gitu, kaya yang baru pertama liat aku aja sayang"
"Emang ga boleh natap suami sendiri, emang ada larangannya gitu mas"
"Boleh sayang, boleh aku tak melarangmu, aku membebaskanmu untuk menatapku selama yang ingin kau mau, asal kau jangan menatap laki laki lain saja "
Liam segera berjalan kearah istrinya dan memangkunya memindahkannya ketempat tidur lagi, tapi istrinya malah dia bungkus oleh selimbut sampai seperti kepompong dan membuat Zeline sama sekali gak bisa bergerak, karena lilitannya.
"Mas kamu ini apa apain sih, lepasin aku mas, lepas kamu nyebelin ya, kamu udah mulai yah jahilnya, lepasin mass"
"Oh tidak bisa, kamu lepasin aja sendiri aku mau mandi dulu dadah sayang, selamat menikmati menjadi kepompong"Liam memeng benar benar pergi dengan tawa lepasnya meninggalkan istrinya sendirian.
"Mass awas ya kamu, aku balas nanti " teriak Zeline tapi malah dibalas dengan tawa renyah suaminya.
Zeline menguling gulingkan dahulu tubuhnya dan akhirnya berhasil juga lepas "bener bener ya kamu mas, awas aja aku bales ya lebih dari ini, pagi pagi mas Liam ini udah bikin rusuh aja, untung aja penghuni rumah yang lain tak bangun kan karena teriakan ku"
Baru juga Zeline akan pergi dari kamarnya tiba tiba ponsel suaminya berdering, ternyata telfon dari Jo
"Hallo pak dosen "
"Hallo Jo ini aku Zeline, mas Liam lagi mandi dulu nih, ada apa Jo "
"Aku cuman mau bilang ke pak dosen, aku mau ambil cuti aku lagi liburan nih sama Riyan di puncak Line, gak tau ada angin apa Riyan ngajak aku jalan jalan"
"Ya kan ini masih hari cuti kamu Jo, cie yang mau buat anak nih, pasti enak ya dingin dingin berpelukan nih"
"Ya gak apa apa aku pengen bilang lagi aja Line, apaan sih engga kok Line, aku kesini liburan aja, gak aneh aneh kok"
"Ok deh, jangan lupa bawa temen main buat Lucas ya, dadah" Zeline segera mematikannya dan pergi kekamar anaknya.
Liam yang sudah selesai melihat ketempat tidur dan tak ada istrinya disana sama sekali, namun belum juga berteriak Zeline sudah datang sambil membawa Lucas.
"Sayang bantu aku mengeringkan rambut "
"Baiklah sebentar "
Zeline memberikan Lucas pada Liam dan dengan perlahan lahan Zeline mengeringkan rambutnya dan malah memainkannya seperti kuping kelinci naik keatas.
"Sayang jangan aneh aneh dong, ini rambur aku loh bukan kuping gajah atau kuping kelinci"
Namun namannya juga Zeline, dia sama sekali tak mengubris dan terus memainkan rambut suaminya itu.
"Sayang aku bisa terlambat, nanti saja ya main mainnya saat aku tak bekerja, kau bebas ingin melakukan apa pun padaku, aku akan menerimanya "
__ADS_1
"Baiklah, baiklah aku berhenti"
Liam kembali mengembalikan Lucas pada ibunya memakai kamejanya dasi dan juga jasnya, tak lupa memakai celana pendek doraemonya, setelah semuanya selesai langsung mengenakan sepatu dan kaos kakinya.
"Ayo sayang kita turun"
"Duluan saja mas, aku ingin besiap dulu sebentar"
"Baiklah aku tunggu dibawah ya cayang kuuu "
"Iya masss "
Zeline yang akan melancarkan aksinya memakai lipstik merah, namun saat melihat celana bahan suaminya yang masih tergeletak dikasur memelotorkan matanya "apa mas Liam lupa memekai celana, ya ampun ada apa dengan suamiku hari ini"
Dengan tergesa gesa turun kebawah untuk memberikan celananya ini bisa gawat kalau orang lain liat. Suaminya ini selalu saja teledor.
Andre yang dari tadi menunggu hanya bisa mendumal karena kelakuan sahabatnya kalau pagi pagi tuh suka lama. Setiap pagi seperti ini saja, menunggu menunggu dan menunggu tak pernah tepat waktu sama sekali.
Liam dengan pedenya turun kebawah sambil bersiul siul senang dan Andre yang melihat kedatangan temannya mendongakan kepalanya dan nenahan tawanya,, melihat sahabatnya yang tidak memakai celana.
"Kenapa lo Andre nahan senyum gitu, emang ada ayang lucu gitu sampai lo kaya gitu, apa sih yang buat lo kaya gitu" tanya Liam yang sudah ada dihadapan sahabatnya.
"Apa lo gak sadar Liam dengan kelakuan lo hari ini "
"Gak sadar apaan sih, ayo kita pergi kekantor kitakan ada metting penting nih jangan sampai terlambat"
"Beneran mau pergi kekantor kaya gini dengan penampilan yang kaya gini ?"
"Ya iyalah, emang harus gimana lagi, ini gue udah rapih banget dan cakep, setiap hari juga emang kaya ginikan, lalu apa yang salah sekarang"
"Hemm oke kalau menurut lo itu bagus, ya udah ayo pergi, tapi jangan marah ya kalau lo diketawain sama karyawan yang lain"
"Ngapain malu, yang ada gue sangat bersemangat pergi kekantor, karena gue tampan " dengan pede Liam jalan terlebih dahulu. Andre yang ada dibelakang masih menahan tawanya agar tak meledak.
"Sayang, sayang mas Liam tunggu, jangan pergi dulu ada yang ketingalan" teriak Zeline.
Liam segera memberhentikam langkahnya dan menatap istrinya yang membawa celananya dan juga Lucas.
Dengan cepat Liam melihat kebawah dan dia hanya mengunakan celana pendeknya saja. "Hahaha lucu lo Liam, lucu berangkat kerja pake celana Pendek tren baru ya, baru tau gue " akhinya Andre tertawa juga.
"Sayang kamu kenapa tiba tiba pergi , apa kamu pergi kerja gak akan pake celana, apa kamu gak malu gimana kalau nanti perempuan perempuan lain mau sama pisang kamu, " omel Zeline sambil memberikan celananya pada suami tercinta.
"Lupa sayang, aku lupa tadi buru buru banget , gak akan pisang aku cuman buat kamu aja syaang, gak untuk yang lain, jadi kamu bisa tenang sayang "
"Hemm untung aja gak lupa sama aku mas "
Zeline segera mencium Liam pipi kanan dan pipi kiri, , Liam pun sama melakukan itu.
"Oh ya mas, Jo katanya ambik cuti dulu dia lagi liburan sama suaminya ke puncak tadi telfon kamu aku yang angkat"
"Iya sayang aku pergi ya, dadah sayang dadah Lucas "
"Dadah papih, dadah papah "
Zeline memberi kode pada Andre untuk diam kalau di pipi suaminya ada bekas ciumannya. Dengan patuh Andre mengangkat jempolnya dan pergi kekantor bersama Liam.
***
"Sayang masih pagi nih, ayo kita bikin dedek bayi, ayolah sayang kita beri cucu orang tua kita" ajak Riyan sekali lagi.
"Lah lah kok gitu sih Baby, kan gak ada rencananya" Jo menjauh namun dipegang oleh Riyan, kali ini Jo tak bisa melakukan apa apa hanya bisa berteriak histeris.
"Akh akh engga baby akh lepasin aku gak mau akh akh gak mau " teriak Jo sangat kencang bahkan terdengar sampai luar.
Sedangkan diluar ada dua orang bapak bapak yang sedang lewat dan mendengar teriakan Jo.
"Denger gak bang ada yang teriak " ucap salah satu dari orang itu
"Iya denger, apa ada yang dilecehkan dalem fila itu "
"Bisa jadi ayo kita gerebek ayo "
Tok tok tok "buka heh jangan mesum di tempat kami buka buka, atau saya panggil warga yang lain"
__ADS_1
Riyan yang mendengar kebisingan itu segera melepaskan Jo "Siapa sih ganggu aja, padahal sebentar lagikan akan terjadi, ganggu aja ah "
Jo yang sudah terlepas membenarkan pakaiannya dan bangkit takut suaminya tiba tiba melakukan sesuatu lagi padanya.
Riyan yang kesal keluar rumah dan menemu bapak bapak itu dengan wajah garangnya.
"Ada ap sih bapak bapak ini ganggu saya aja, ada apa sampai gedor gedor pintu pagi pagi buta gini gak ada kerjaan banget ya"
"Eh malah nyolot, kamu ini udah berbuat mesum di desa kami, harusnya malu bukannya marah kaya gini, dasar gak tau diri ya kamu "
"Lah saya buat mesum apa coba, apa yang saya lakukan apa ada buktinya"
"Itu yang didalam teriak teriak siapa jangan gelak lah, jujur aja" buk buk buk bapak bapak itu malah memukuli Riyan
Jo yang memang ingin mengecek segera berterik "eh eh kenapa suami saya ditonjokin, jangan dong pak jangan kasian, ini suami saya kami udah nikah pak"
"Oh jadi kalian suami istri ternyata, kenapa gak bilang " ucap bapak bapak yang satu lagi.
"Sayakan udah bilang ini istri saya kenapa sih gak percayaan banget sama saya, apa di wajah saya ada muka muka kriminal gitu sampai buat kalian berdua gak percaya"
"Maaf pak, bu maaf kami salah sangka, maaf sekali lagi bu pak " mereka berdua segera pergi.
"Baby kamu gak apa apa kan, ya ampun bibir kamu berdarah "
Namun Riyan sama sekali tak menjawab, langsung masuk meninggalkan Jo sendirian, lalu tak lama kemudian mengusur koper mereka keluar dan memasukannya kebagasi.
Jo yang tau suaminya marah mengikutinya dan masuk kedalam mobil, bahkan saat masuk Riyan membantingnya cukup keras dan membuat Jo kaget.
Didalam mobil hening tak ada pembicaraan sama sekali, mereka berdua saling diam, Jo dengan perlahan memegang tangan suaminya.
"Maafin aku babu maaf, aku juga mau minta maaf sama kamu kalau aku belum siap buat ngejahin hak kamu ini, maafin aku "
"Kenapa gak bilang dari awal sih Jo, jadi aku gak terus terusan maksa kamu, kenapa kamu gak bilang sayang kalau kamu belum bisa dan siap "
"Aku takut kamu marah baby, makannya aku gak bilang dan diam saja, aku beneran belum siap baby, apakah kamu bisa menerimanya tapi aku janji aku akan memberikannya padamu, tapi beri aku waktu "
"Baiklah aku tak akan memaksamu kembali, aku akan menunggu sampai kamu yang menyerahkannya langsung padaku syaang, aku akan menunggumi dengan sabar "
"Makasih Baby , makasih ya kamu udah ngertiin aku "
Riyan hanya mengangguk saja dan Jo akhirnya lega setelah mengatakan semua ini pada suaminya, jadi tak merasa terlalu bersalah tapi dirinya berjanji pasti akan memberikan hak pada suaminya ini.
**
"Kenapa sih Dre lo gak ngebolehin gur ngawa sedikit pun, gue mau liat muka gue nih "
"Udahlah udah ganteng apa lagi sih, emang lo lagi naksir sama siapa sampai semuanya harus sempurna, ingin anak istri lo Liam jangan aneh aneh atau engga gue lapor sama Zeline"
"Apaan sih gue cuman mau ngaca aja, kenapa gak boleh segala coba padahal gak akan lakuin aneh aneh "
"Ayo udah cepetan turun lah, lo gak usah banyak bacot "
Dengan kesal Liam keluar dan karyawan karyawan yang lewat bukannya takut melihat wajah garang Liam malah pada menahan tawanya karena bekas lipstik Zeline yang menempel pada pipi Liam.
Andre memelototi mereka semua, agar tak membuat curiga Liam, dan meraka segera menunduk, Liam yang memang tak menghiraukannya hanya diam saja sambil berjalan dengan angkuh masuk kedalam lift bersama Andre.
Setelah sampai dilantai atas langsung masuk keruang metting disan sudah ada karyawannya yang menunggu sampai mereka kaget melihat penampilan bosnya.
Mereka semua memberi hormat pada Liam dan menundukan kepalanya.
"Kalian kenapa menundukan kepala angkat kepala kalian dan kenapa kalian menahan tawa " tanya Liam.
"Tidak pak " jawab salah satu karyawan disana
"Jujur atau kalain saya pecat "
Akhirnya ada yang memberanikan diri untuk membuka mulutnya dan memberi tau tentang wajah Liam "mohon maaf pak, di pipi bapak ada bekas lipstik "
"Apa yang benar kalau berbicara"
"Saya berkata jujur pak "
Liam swgera melengos pergi kekamar mandi sambil menatap Andre dengan sengit. Liam dengan menutup pintunya sambil membantingnya.
__ADS_1
Dan benar saat dilihat ada dua kecupan istrinya yang tertinggal saat menbersihkannya Liam malah tersenyum dan mengelengkan kepalanya atas ulang istrinya.