Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Apakah akan ada yang mati kembali


__ADS_3

"Kak, mau jalan jalan gak, kita ketaman gitu, biar seger aja kak, kan jenuh diruangan terus "


"Boleh ayo Jo, gue juga ini males baringan terus kaya orang sakit aja "


"Lah emang sakit kan kak, lo itu suka ada ada deh "


"Tapi badan gue gak sakit, cuman perut aja yang di jahit, yang lainnya gak apa apa"


"Iya deh iya, udah ah kita ketaman ya sekarang, kita hirup udara segar "


Jo segera mengambil kursi roda, Andre dengan perlahan turun dan duduk di kursi rodan sambil memegang infusnya.


"Siap kak "


"Siap Jo, ayooo kita lets go "


Jo dengan semangat mendorong kursi roda, selama perjalan hanya canda tawa yang mereka layangkan, tanpa beban apapun dan tanpa fikiran apa pun.


Namun saat mereka berdua sampai ditaman berkerumun orang disebuah ruangan.


"Kak ada apa ya itu "


"Coba lo liat Jo "


"Yaudah kakak diem, jangan kemana mana ya "


"Iya bawel "


Jo segera bergegas pergi kesana dan menerobos, untuk ada dibarisan paling depan dan saat Jo masuk dan melihat ada seorang perempuan tergantung, dengan banyaknya luka bakar yang jaraknya cukup dekat namun kecil kecil , seperti ditusuk tusukan dan mayat itu mengeluarkan bau yang busuk.


Jo yang sudah tak kuat dengan baunya mayat itu segera pergi berbarengan dengan datangnya polisi. Jo segera menghampiri Andre yang sedang menunggunya.


"Ada apa Jo "


"Itu ada mayat perempuan tapi banyak banget luka bekas kebakar gitu, kasian banget deh kak, apalagi masih muda dan cantik"


"Hah sejak kapan dirumah sakit ada pembunuhan "


"Entahlah kak. Aku juga aneh, siapa yang membunuh orang itu dengan sangat sadis, pasti saat pembunuhnya memberikan luka dikulitnya sangat sakit dan panas, menurut kakak yang mampu melakukan itu dengan sadis siapa. "


Andre lalu berfikir dan langsung menarik tangan Jo "ayo ikut gue kekamar lagi, kita balik kekamar kalau disini gak enak bicaranya gimana kalau ada yang denger "


"Emang siapa kak, yang bisa ngelakuin hal kejih kaya gini dam gak manusiawi banget"


"Ayo nanti gue ceritain diruangan "


Dengan cepat Jo mendorong kursi roda Andre dan bergegas pergi meninggalkan taman, yang tadinya mau santai malah liat yang kaya gini.


Sekarang mereka berdua sudah ada didalam kamar Inap Andre, Andre segera menutup pintu dan menyuruh Jo untuk segera duduk.


"Gue tanya sama lo Jo, kalau menurut lo siapa yang paling buat lo curiga "


"Kalau gue sih kayanya pak dosen deh, karena selain pak dosen siapa lagi yang paling sadiskan, gak ada kalau bukan pak dosen, karena gue udah saksiin gimana pak dosen bunuh orang"


"Iya gue juga mikirnya gitu, soalnya waktu dia tunggu gue, dia gak ada disini da keluar dari kamar "


"Bisa jadikan pak dosen, soalnya waktu kejadian Aryo pak dosen gak ada kan, dia susah banget di hubungin "


"Bener bener banget, gue hubungin dulu Liam, gue takut ada sidik jari dia yang tertempel di jasad itu, dia itu bisa bisanya ceroboh deh "


Andre segera mengambil ponselnya dan langsung saja menghubungi Liam yang sekarang sedang siapa siap akan menanam tanaman mawar kembali, karena sang istri merajuk tamannya menjadi kosong tak ada apa apa katanya tak indah.


Pada deringan pertama langsung diangat "Liam lo dimana " tanya Andre


"Dirumah, lo ada apa, apa terjadi sesuatu sama lo, atau ada yang sakit lagi gitu"


"Bukan, lo waktu nunggu gue, lo bunuh siapa disini, dirumah sakit ini, coba lo bilang sama gue"


"Maksudnya apa Dre, gue ngagerti sama sekali"


"Gausah sok sokan gak tau deh, lo bunuh orangkan perempuan yang digantung dengan luka bakar disekujur tubuhnya, gue tau lo jagan bohong sama gue, gue udah kenal lo dari semenjak sekolah, jadi lo gak bisa buat bohong sama gue "


"Iya iya gue bunuh orang itu, kenapa dia udah ditemuin ya digudang, gimana korban gue, cantik cantikan "


"Lo gila ya, lo sama sekali gak hancurin barang bukti, gimana kalau ada orang yang tau, atau engga ada sidik jari lo gimana, lo mikir kesana gak, main tinggal tinggal tinggalin tuh mayat"


"Gue bosen bunuh orang terus ilangin jejaknya, sekali kali aja gue tampakin kenapa emang salah, gue juga pengen terkenal kali"


"Salahlah, lo tu cari masalah Liam, udah lo beresin semuanya, gue gak mau tau ni mayat jangan sampai di otopsi dan lo kena getahnya, kalau mau terkenal jangan bunuh orang dong Liam, yang ada lo masuk penjara dan membusuk disana "


"Iya iya nanti gue buat rencana dulu "


"Jangan lama lama lo buat rencananya "


"Hemm gue mau taman taman ubi dulu oke "


"Siplah gue nanti minta "

__ADS_1


"Bisa diatur "


Gruduk tiba tiba ada suara benda jatuh, Jo dan Andre segera saling pandang.


"Apa ada orang yang ngintip Jo "


Jo tanpa menjawab pertanyaan dari Andre langsung keluar dan mengejar seorang laki laki yang sedang terbirit birit berlari.


**


"Sayang ayo kamu udah siap " Zeline tiba tiba muncul dan mengagetkan Liam, untung saja sudah beres dirinya menelfon dengan Andre, kalau tidak bisa gawat.


"Ayo sayang sudah, mari kita menanam ubi "


"Bukan mas tapi tanam bunga mawar "


"Yakan biar kaya upin ipin tanam tanam ubi taperlu di bajek "


"Kamu bisa aja mas udah ayoo, keseringan nonton upin ipin nih"


Mereka berdua bergandengan pergi ketaman sambil tertawa senang, Zeline tak tau akan ada sesuatu lagi yang diperbuat oleh suaminya.


Mereka berdua sudah ada ditaman dan langsung saja mulai menanam dengan Lucas yang sedang bermain dengan Tora, meski wajah Tora yang datar seperti tembok tapi dia sangat telaten menjaga Lucas.


Dan Lucas anteng anteng saja dan senang bermain dengan Tora, jadi bi Sari ada yang membantu, tak kerepotan sama sekali.


"Mas kotor kok kamu colekin tanahnya ke muka aku "


"Hehehe maaf sayang biar kaya di film film romantis gitu "


"Ya jangan tanah juga kali mas, mereka itu busa bukannya tanah "


"Kan biar beda sayang, beda dari yang lain "


"Tau ah mas nyebelin "


"Sayang, apa kamu gak mau tambah pelayan lagi, agar bi Sari ada temannya "


"Aku gak mau mas, aku masih trauma, cukup untuk sekarang bi Sari aja, aku gak mau tambah tambah sama yang lain. Aku takut mereka punya niat jelek dan lukain keluarga kita, orang terdekat kita aja bisa ngelakuin itu apalagi orang lain kan mas "


"Iya deh sayang aku akan menututi keinginanmu, tapi jika kamu lelah bilang ya "


"Iya mas "


"Sayang apa mas boleh Izin, "


"Banyak banget sayang pertanyaannya "


"Yaudah jawab aja mas, kan pertanyaan aku juga gampang gak susah mas "


"Iya aku mau nengok Andre tapi aku berangkat malem, kamu gak papakan ditinggal disini ada Tora kok yang jaga sama anak buah aku yang lain juga gimana "


"Iya boleh mas, tapi benerkan kamu cuman mau temui kak Andre, gak yang lain "


"Beneran sayang, aku gak bohong sama kamu. Aku bener pengen ketemu sama Andre, kasian dia aku juga kasian sama Jo dia terus aja tungguin Andre. Diakan mau nikah"


"Iya deh mas aku percaya, iya iya mas kasian Jo. Takutnya kan kak Yan malah punya fikiran aneh aneh tentang Jo, aku gak mau mereka berantem lagi dan pernikahannya jadi hancur untuk yang kedua kalinya"


"Iya bener juga syaang, yaudah sekarang kita fokus nanam bunganya "


Zeline dan Liam kembali menyelesaikan pekerjaan mereka berdua yang sempat tertunda, kembali menanam dengan hati yang senang dan bahagia. Namun entah sampai kapan kebahagian itu akan datang.


**


Jo yang berhasil menangkap laki laki itu segera mengusurnya untuk segera pergi keruang Inap kak Andre.


"Ada apa mba saya mau tugas " ucap laki laki yang ternyata adalah karyawan disini dia adalah seorang ob dilihat dari pakaiannya.


"Ayo ikut saya, mas tuh udah denger pecakapan saya sama temen saya, yang seharusnya mas gak usah denger"


"Tapi saya gak denger apa apa kok mba "


"Yaudah kalau kamu emang gak denger apa apa, yaudah ikut saja dulu "


"Gak bisa saya harus bersihin ruangan lain mba, ayolah mengerti saya disini bekerja mba bukan untuk meladeni mba yang seperti ini "


"Saya disini bayar juga loh, temen saya dirawat, dan kamu mendengar sesuatu yang seharusnya kamu gak denger jadi udah ikut "


Laki laki itu ingin melepaskan tangannya dari cekalan Jo, namun Jo sama sekali tak mau meleskannya dan memegangnya dengan sangat erat dan tak bisa untuk dilepaskan.


Jo segera membuka pintu dan mendorong laki laki itu sampai tersungkur di kaki kak Andre, Jo yang kaget segera menghampiri laki laki itu dan menbantu membangunkannya.


"Maaf saya gak sengaja "


Laki laki itu hanya mengangguk dan saat melihat pintu yang belum dikunci dia akan kabur namun Andre langsung menarik pakaiannya.


"Jo kunci pintunya, cepet kunci " dengan patuh Jo segera menguncinya menghampiri laki laki itu sampai laki laki itu terduduk dikursi.

__ADS_1


"Jadi apa yang kau dengar "tanya Andre dengan wajah yang dibuat buat seram


"Aku tak mendengar apa apa pak,"


"Heh jangan panggil bapak, saya masih bujang yah "


"Ya saya gak denger apa apa bang, saya cuman lewat aja,"


"Jangan bohong, saya tau kamu dengar apa yang saya katakan, ayo cepetan bilang atau saya telfon orang buat bunuh kamu "


"Jangan bang jangan saya serius gak denger apa apa kok "


Jo yanng geram segera mengeluarkan uangnya didalam dompet dan menyerahkan beberapa lembar uang pada orang itu.


"Terima uang itu dan mengaku, atau kau mati " ucap Jo dengan sengit.


"Baik saya terima uang ini. Tapi jangan bunuh saya, saya memang mendengar semua perkataann anda berdua, maafkan saya tolong lepaskan saya, saya masih mau hidup "


"Napa gak dari tadi kamu bilang bambang " teriak Jo dengan kesal.


Orang itu hanya menundukan kepalannya saja tak bisa menjawab apa apa lagi.


"Oke aku pegang kata kata mu awas saja kalau sampai bocor kau akan kami cari dan dihabisi oleh seseorang, jangan macam macam dengan kami, uang itu adalah sogokan untuk kamu, awas saja kalau ada yang tau"


"Engga bang saya janji gak akan bilang sama siapa siapa, janji saya beneran gak akan ada yang tau "


"Siplah, tunggu Jo foto dulu dia agar tak macam macam "


Jo dengan segera memfoto orang itu dan melepaskannya untuk segera pergi dari ruangannya..


"Lo hebat juga Jo, bisa buat tu laki bilang yang sebenarnya"


"Gue gitu, lo taukan semua orang itu gak akan bisa nolak kalau disogok sama uang, jadi uang adalah segalannya kita harus pinter putar otak buat orang kaya gitu "


"Bener juga, hebatlah Jo kefikin sampai kesitu juga lo ya"


"Kak lo kalau ditinggalin gak apa apa kan "


"Emang lo mau kemana sih Jo, "


"Gue mau makan, kakak kan gak boleh makan yang aneh aneh dulu jadi aku gak bisa bawa kakak, gak apa apa kan "


"Iya gue gak apa apa, gue disini aja udah sana lo makan dulu "


Jo segera pergi dan meninggalkan Andre sendirian, Andre yang memang perlu memberitauan tentang orang tadi yang mendengar percakapan mereka segera mengirim foto itu kepada Liam dan langsung menelfonya.


"Ada apa lagi Dre "


"Gue udah kirim foto ke lo, coba lo lihat dan amati baik baik"


"Iya udah kenapa "


"Itu orang denger percakapan gue sama Jo tadi, padahal pintu udah ditutup tapi dia dengan sengaja dengerin ucapan kita, tapi lo tenang aja, gue sama Jo udah kasih uang buat dia bungkam "


"Lo yakin dia akan diam cuman dikasih uang "


"Ya yakin gak yakin sih. Makannya gue kirim foto orang itu sama lo, jadi kalau terjadi apa apa lo bisa ancam dia "


"Kenapa harus diancem , dibunuh aja biar dia tau rasa karena berani menguping pembicaraan orang "


"Jangan gila lah Liam, kan lo juga harus urus perempuan yang ada disini masa harus ditambah lagi "


"Tenang aja gue bisa urus sekaligus dua orang itu. Jadi lo gak usah khawatir dengan apa yang akan gue perbuat nanti "


"Lo yakin Liam, gimana kalau Zeline tau, bukannya lo udah janji sama dia ".


"Ya makannya lo diam dan jangan banyak bicara, ikutin aja permainan gue, yang pastinya akan membuat orang itu segera tenang bersama perempuan nakal itu "


"Maksud lo, perempuan yang mati itu "


"Ya itu siapa lagi kalau bukan dia lo tenang aja gak akan terjadi sesuatu kok"


"Ok lah gue mah nurut apa kata lo aja "


Liam segera mematikan ponselnya segera pergi dan masuk kedalam gudang, mengambil beberapa alat yang nanti akan dirinya perlukan untuk membunuh targetnya. Kembali lagi tambah satu nyawa lagi. Pasti akan lebih menyenangkan.


"Mas, kamu lagi apa digudang " tanpa Liam sadari istrinya sudah ada dibelakangnya, bersama Lucas.


"Eh syaang, kamu lagi apa disini. Aku lagi cari barang aku yang hillang "


"Lagi jalan jalan mas sama Lucas, kebetulan kamu ada disini dan aku ngeliat kamu, barang apa mas kenapa tak menyuruh Tora saja yang mencarinya "


"Em bukan barang apa apa dan tak penting, mari sini anak papih gendong sama papih ya "


Liam segera mengambil anaknya dan berjalan sambil mengandeng tangan istrinya untuk segera pergi dari gudang dan jangan sampai sang istri tau kalau dirinya sedang memasukan alat alat yang mematikan untuk korbannnya nanti.


Kalau sampai ketauan bisa gawat dan dirinya akan dimusuhi oleh istrinya dan hal yang paling fatal bisa saja istrinya pergi dari rumah.

__ADS_1


Zeline yang melihat gerak gerik suaminya yang aneh hanya menatapnya saja dan mencoba membuang semua fikiran buruknya..


__ADS_2