
Kini Liam sudah ada didekat perkemahan teman teman yang ada didanau tadi, Liam hanya diam mengawasi, mereka sedang mabuk mabukan, Liam mengintip sekilas dan tiba tiba ada yang melihatnya.
"Siapa itu " ucap salah satunya
"Apaan sih kenapa emangnya ada orang ya "
"Iya tadi gue liat ada yang ngintip loh, kita cek yu "
"Yaudah deh ayo "
3 orang langsung pergi untuk segera mengecek 2 laki laki dan 1 perempuan sedangkan 1 perempuan lagi hanya diam saja dan meminum minumannya.
Liam langsung keluar dari persembunyiannya, lalu berjalan kearah perempuan itu, sedangkan perempuan itu yang melihat Liam datang langsung berdiri dan menatap Liam dengan senyum nakalnya.
Liam langsung berjalan menjauhi tenda, dan perempuan itu langsung mengikuti Liam tanpa ada rasa takut sedikit pun, "hey tunggu aku mau kemana, kenapa kau berjalan begitu cepat, kemana kau "
Namun Liam tak menjawab hanya menengok saja dan kembali berjalan lagi, dan perempuan itu yang tertarik pada Liam terus saja mengikuti Liam.
"Tunggu aku, sebenarnya kau mau membawa ku kemana, heyy tunggu aku jangan kemana mana, tunggu aku "
Liam langsung berbalik dan memukulkan palu yang dibawannya, kekepala perempuan itu, dan saat itu juga perempuan itu terkapar tak berdaya.
Liam berjongkok di samping perempuan itu dan mengusap wajahnya, "Hai perempuan bodoh, makannya kalau ada laki laki jangan main ikut ikut saja, bagaimana sakit tidak "
Namun perempuan itu yanya diam saja sambil merasakan sakit dikepalanya yang sudah banyak mengeluarkan darah"kenapa diam tadi kau sangat berisik memangil mamanggil ku, ayo katakan lagi apa yang kau mau "
__ADS_1
Dengan perlahan perempuan itu mengelengkan kepalanya dan pandangannya pada Liam makin redup "sebentar jangan mati dulu, ya sebentar kau harus merasakan ini, seharusnya kau berkemah bukannya untuk mabuk mabukan dan bermesraan seperti teman mu, aku merasa jijik melihatnya "
Liam mengeluarkan pisau kecilnya, lalu menyingkap kan pakaian perempuan itu, mengoreskan pisau kecil itu pada perempuan itu.
"Tolong lepaskan "
"Tidak mau, aku tidak mau melepaskan mu "
Liam lebih mendalamkan tusukannya dan mengoreskannya sampai sampai perut perempuan itu terbuka, saat Liam melihat kearah perempuan itu yang sudah tak beryawa langsung memberhentikan aksinya.
Mengambil batu besar dan melemparkan kewajahnya "tak seru baru juga mulai kau sudah kalah, ku kira dengan keberanian mu kau akan lebih kuat ternyata sama sekali tidak"
Liam membawa kembali palu dan pisaunya dan berjalan kearah tenda tadi, ternyata mereka bertiga sudah kembali lagi dan mencari temannya yang menghilang.
"Kemana Jola " tanya Artur sang pacar
"Yasudah ayo kita cari saja" ajak Zac
Mereka mengangguk dan segera mencari keberadaan Jola yang mengilang "Jola Jola dimana kau, Jola jangan main main kita tidak sedang di kota kita sedang dihutan, Jola Jola dimana kau Jola "
"Ayo kita tidur Jola itu sudah sangat malam sekali "
Tiba tiba saja Sela berhenti dan melihat kearah bawah kakinya, dia tadi seperti menendang sesuatu dan saat melihat itu kepalanya Sela langsung berteriak "akhhhh "
Zac dan juga Artur yang mendengae Sela berteriak segera kembali lagi dan melihat kearah Sela, mereka juga melihat ada sebuah kepala dan badan, dan saat senter menyorot kearah tubuh itu, yang dipakai oleh orang itu pakaiannya Jola.
__ADS_1
Artur segera mengangkat batu itu dan melemparkannya dengan jauh, saat melihat bahwa itu adalah pacarnya Artur syok sampai sampai dia terjatuh dan melihat pacarnya seperti itu.
"Tidak ini tidak mungkin tidak mungkin "
Sela segera mundur Zac langsung membangunkan Artur dan mereka langsung berlari kearah tenda mereka, masuk kedalamnya dan menutupnya.
Artur masih tak percaya dengan semua yang dia lihat, sedangkan Sela sudah menangis, tak percaya juga setelah kehilangan dua temannya sekarang malah kehilangan Jola juga.
"Apakah apakah Jero dan juga Lidya dibunuh seperti Jola " tanya Zac
"Aku tidak tau aku tidak tau, kenapa kita malah mengalami sial seperti ini, bagaimana dengan Jola Zac bagaimana aku aku sungguh tak bisa mencerna tentang keadaan ini, kenapa bisa, kenapa bisa disini ada seorang pembunuh, tak akan mungkin kam lalau Jola mati sendiri " tanya Artur
"Aku juga tidak tau kata temanku tempat ini sangat aman dan tidak akan mungkin ada hewan buas nya dan juga dan yang aneh-aneh seperti itu"
"Lalu sekarang apa Zac apa ini bukan hewan buas lagi tapi seorang psikopat, apakah teman mu itu menipu kita semua, apa teman mu mungkin pelakukanya " teriak Sela
"Kenapa kau malah menyalahkan temanku, kenapa kau menuduh kalau temanku yang melakukan ini, apakah kau gila dia temanku dia teman dekat ku, ke mana mungkin dia melakukan itu tidak akan pernah mungkin kau kalau bicara jangan kemana saja Sela. Aku tidak suka kau bicara seperti itu, kita ini dalam keadaan genting kau malah menyalahkan kalau temanku yang melakukannya, mana mungkin bisa dia sekarang sedang tidak ada di rumahnya dia sedang pergi ke luar negeri kau gila "
"Mungkin saja itu alasannya dia berpura-pura apa lagi ke luar negeri padahal dia sedang mengincar kita, kau ini bagaimana sih Zac mencari teman itu yang benar cari tempat yang benar, kalau gini kejadiannya aku gak akan mau ikut ya ini tuh udah serem banget itu tuh udah bawa bawa nyawa ya, aku gak suka kayak gini "
"Emang ada yang suka gak ada Sela, kau jangan egois dan menyalahkan temanku cukup sudah cukup "
Artur langsung menengahi mereka " kalian ini kenapa sih malah berantem kita ini lagi ada di situasi yang genting dan kalian malah berantem kayak gini, mikir gak sih udah deh Please jangan berantem kayak gini malu-maluin aja, gimana kalau pembunuh itu datang ke sini ngincar kita udah diem kita diem, jangan ada yang bicara satupun dan jangan ada yang saling menyalahkan lebih baik kita kerjasama. Bukannya kayak gini kalau kalian kayak gini terus gak akan menyelesaikan masalah yang ada malah mancing pembunuh itu buat datang ke sini dan bunuh kita bareng-bareng di dalam sendiri udah diem"
Akhirnya Sela dan Zac diam dan saling pandang lalu mereka saling memunggungi tak mau saling menatap masih marah dan masih emosi dengan kata-kata mereka masing-masing dan Arthur hanya bisa menghembuskan nafasnya dan memikirkan tentang kekasihnya yang sudah meninggal.
__ADS_1
Sekarang harus bagaimana kalau mereka keluar dari dalam tenda pasti mereka akan habis oleh pembunuh itu, kenapa di sini bisa ada pembunuh, kenapa bisa aneh kan.