Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Mulai merencanakan


__ADS_3

Liam pergi untuk melakukan aksinya, tadi dia sudah melacak keberadaan ke empat remaja yang telah berani melukai sang kekasih.


Mereka ber empat ada di mall, sangat beruntung sekali Liam bahwa ke empat korbanya ada ditembat yang sama.


Cepat-cepat Liam memasuki mall dan mencari keberadaan mereka, dan ketemu ada di sebuah cafe tak jauh dari jangkauannya, Liam pun dengan berpura-bura masuk kedalam cafe itu dan mangsanya pun memaminggilnya .


"Pak Liam sini pak gabung sama kita " ucap Seline sambil menghampiri Liam dan menggandeng Liam.


Liam yang di perlakukan seperti itu hanya diam saja dan mengikuti perempuan itu, pura-pura mau bergabung dengan mereka supaya aksinya itu terlaksana tak apa lah sedikit sandiwara kecil.


Seline terus saja memegang tangan Liam tak mau melepaskannya, Liam sangat jiji dipegang seperti ini oleh perempuan ini tapi demi sang kekasih akan dia lakukan.


"Pak mau pesen apa biar saya pesenin" tawar Widi


"Tak usah, aku hanya ingin mengajak kalian berempat kerumah ku,apa kalian bersedia, nanti kita akan makan-makan bersenang- senang bersama, aku tadi sengaja saat melihat kalian langsung saja kesini untuk mengajak kalian" tawar Liam.


Seline yang memang memnyukai dosenya itu dengan semangat meng iyakan tarawan dosenya dan untuk dayang-dayangnya pasti mereka ikut saja kemana tuannya pergi.


Seline sudah mempnyai rencana saat nanti dirumah dosennya itu, dia akan mengodanya.


***

__ADS_1


Mereka berlima pun berangkat mengunakan mobil Liam, Seline tentu saja di depan duduknya dan ketiga dayangnya itu di belakang.


Dijalan mereka berempat sangat berisik, Liam sangat marah dengan kebisingan ini tapi dia mencoba untuk meredam kemarahannya itu.


"Pak apa ini rumah bapak " tanya Siska karna dilihat lihat rumahanya sangat jauh dari rumah yang lain, dan suasana juga sangat menyeramkan, mereka ber empat menjadi takut.


Tapi Seline tak menghiraukannya sama sekali yang penting nanti rencananya harus terlaksana.


"Yaudah lah Sis ga usah takut ini kan rumah calon gue " ucap Seline dengan bangganya.


Liam terlebih dahulu masuk dan membuka pintunya , Seline dengan tidak sopanya nyelonong saja masuk kedalam rumah Liam, Liam sudah sangat geram dengan kelakuan anak ini.


" Saya bantuin ya pak " tawar Seline


"Tak usah kalian kan tamu" ucap Liam sambil tersenyum, dan bergegas pergi ke dapur, Liam menyiapkan empat jus buah dan tak lupa dimasukan obat tidur agar lebih mudah membawa mereka ketempat eksekusi.


"Silakan diminum dulu saya tinggal dulu ya" pamit Liam dia akan menyiapkan semuanya agar nanti tak lama karna Liam sudah sangat merindukan Zelinenya padahal baru beberapa jam berpisah.


Akhirnya selesai juga persiapannya tinggal menunggu mereka ber empay pingsan.


****

__ADS_1


Zeline terbangun saat siang menjelang sore dan yang pertama dia lihat Jo bersama Riyan pacarnya terus Liam kemana.


" Jo " panggil Zeline dengan suara seraknya.


"Line kamu udah bangun, tadi pak Liam pergi dulu katanya ada urusan dia ga tega bangunin kamu" ucap Jo sambil berjalan ke arah ranjang Zeline dan tanpa diminta Jo menjelaskan tentang tidak adanya Pak Liam.


" Iya jo,makasih ya udah temenin aku" ucap Zeline sambil tersenyum.


"Iya Line kan kita berdua itu harus selalu bersama, senang dan susah gaboleh saat senangnya aja, sekarang kamu makan dulu biar cepet sembuh" jawab Jo sambil menyuapi Zeline, Zeline pun tidak menolak dengan senang hati menerima suapan demi suapan dari sahabatnya itu, Zeline sangat bersyukur tuhan memberi sahabat yang sangat baik seperti Jovanka.


Habis juga makan siang Zeline, lalu Riyan bertanya apa yag terjadi kemarin sampai-sampai Zeline masuk rumah sakit.Riyan sedikit tau tentang kejadian kemarin karna Jo bercerita.


" Kemarin tuh aku kan kebelet pipis kak Yan, terus aku lagi cuci tangan dateng gerombolan tukang bully itu loh Jo, tiba-tiba kata s Seline aku tuh perempuan gatel yang mau aja digandeng sama pak Liam, katanya pak Liam itu miliknya gitu lah kak, yah kalau ga salah soalnya aku keburu di jedotin kepala ku ke tembok " cerita Zeline sambil menunduk.


"Dasar ya tu anak parah baget liat aja kalau sampai ketemu aku bejek-bejek tau Line " kesal jo sambil memperagakan seperti sedang mengulek sambal.


Riyan yang melihat kelakuan pacarnya malah jadi ngakak sendiri.


" Yaudah sekarang kamu harus banyak istirahat Line biar cepet sembuh" ucap kak Yan.


Zeline pun mengangguk sambil tersenyum dan Jo lantas memeluk sahabatnya itu agar tak merasa sendirian dan menjadi ceria seperti sedia kala.

__ADS_1


__ADS_2