
Selama perjalan laki laki itu berceloteh saja tak henti hentinya berbicara meskipun Liam diam " kau tahu tuan lewat jalan ini sangat sepi sekali, kenapa kau sangat mau lewat sana padahal sangat sepi, aku pun tadi sih lihat di Google Maps dan lewat situ aja katanya jalan alternatif "
Liam tak mejawab hanya fokus melihat kearah jalan " Oh ya tuan. Apakah rumahmu di sekitar sini sampai kau lewat jalan sini ya .Aku hanya ingin bertanya saja gitu tidak aku tidak akan main aku tahu kau sudah mempunyai istri, nanti malah berpikiran yang tidak tidak lagi istrimu "
"Dan ya kalau malam-malam di sini suka ada psikopat gak biasanya kan jalan-jalan sepi gini tuh ya identik dengan seorang pembunuh. Siapa tahu gitu di daerah sini ada Tuan. Apakah kau tahu dan ya mengikut tentang berita-berita di daerah sini aku sih takut. Sepertinya di sini ada deh salah satu warga di sini karena itu memudahkan untuk membunuh di jalan sepi seperti itu"
Liam sama sekali tak menjawab lagi, Liam langsung memberhentikan mobilnya "sudah sampai "
"Baik tunggu aku ya tuan, aku tak akan lama, aku janji hanya bebera menit kan ini dibenarkan jadi jangan kemana mana, kalau kau pergi aku pulang dengan siapa tuan, maksudnya kedaerah mobil ku, kau tau kan tadi sangat jauh "
"Ya aku akan membantumu kembali kesana cepat kesana masuk"
"Baik lah tuan sudah nganteng baik lagi "
Liam tak mengubris memainkan permainan di ponselnya, tiba tiba saja perempuan itu datang dan tersenyum senang pada Liam "sudah beres tuan ayo kita pergi lagi "
Liam menjalankan kembali mobil itu ketempat mobil awal perempuan itu " Tuan mengapa kau tidak pernah menjawab apa kata-kataku. Kenapa kau begitu, apakah kau seorang psikopat Hahaha tapi tidak mungkin lah, kau seorang psikopat lihat saja dari postur tubuhmu yang ya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, kau yang putih tampan tidak mungkin membunuh orang lain dan kau juga punya istri "
"Lalu bagaimana istrimu saat di rumah, apakah dia tidak kesepian dan tidak bosan denganmu yang hanya diam saja kalau diajak bicara, rasanya istrimu pasti akan selingkuh jika kau terus begitu saja, aku cuman memberi saran saja tuan padamu jangan terlalu kaku perempuan itu tidak suka dengan laki-laki yang kaku"
"Tapi jika kau benar psikopat mungkin dari tadi kan sudah membunuhku kan, tapi tidak kau malah membantuku sungguh kau laki-laki baik sekali tuan .Apakah sebelumnya kau pernah membantu seseorang seperti aku ini dan mengantarkannya kembali ke dalam mobilnya."
"Oh my Good apa nanti istrimu akan marah setelah tahu ada yang menduduki kursi ini. Apakah dia akan marah Tuan jawab pertanyaanku jangan diam seperti itu, kau seperti laki-laki cupu dan seperti laki-laki yak tak bisa berbicara saja, aku dari tadi berbicara pada mu , kau sama sekali tidak menjawabnya. Ayolah jawab aku jangan diam saja Tuan"
"Aku ini tidak suka dianggurkan loh tuan0, ayo dong jawab jangan diam terus tidak baik Tuan membiarkan seorang perempuan berceloteh sendiri dan seperti ini dan tuan kapan-kapan kau anti bisa main ke rumahku dan jika kau benar psikopat kau bawa ya alat-alatmu untuk memperlihatkannya padaku "
"Sepertinya itu akan menyenangkan sekali tuan. Aku lelah berbicara kau jawab dong jangan diam terus. Masa sih aku terus yang dari tadi berbicara sedangkan kau hanya diam fokus menyetir dasar cupu sekali kau ini ya, baru kali ini loh aku di diamkan oleh seorang laki-laki "
"Tuan kau itu kan ganteng tapi terlalu pucat terlalu putih tapi tetap ganteng sih, kenapa istri Tuan mau dengan mu, oh ya terus sudah berapa tahun menikah dengan istri mu atau pengantin baru nih, jadi istrinya masih belum bosan dengan mu, kalau sudah bertahun tahun dan didiamkan terus seperti ini pasti selingkuh tuan "
"Maafkan aku ya tuan yang terus saja berceloteh dari tadi, karena aku bosan dan kau di sini seperti mayat hidup saja tak bicara apa-apa, aku rasanya ingat dengan film zombie yang mereka cuma diam saja maunya makan daging mentah darah Ya begitulah. Tuan kau juga pastikan pernah nonton film zombie. Aku sangat suka film itu kapan-kapan kita nonton berdua ya tuan atau kau ajak istri mu saja kita bertiga "
"Istrimu tidak akan marah kan jika kau membawa seorang perempuan lagi pasti dia mengertilah seorang laki-laki kan tidak pernah cukup dengan satu perempuan dan kau juga pastikan tidak pernah cukup dengan satu perempuan, aku tahu itu dan oh ya tuan apakah kamu mau menjadi selingkuhanku "
Liam langsung menepikan mobilnya, mengambil dongkrak dan langsung memukulkannya kewajah perempuan itu, bahkan tak hanya sekali beberapa kali Liam memukulkannya sampai perempuan itu mati.
"Telingaku sudah panas mendengar kau berceloteh dari tadi, aku sudah sabar tapi kau sudah memecahkan konsentrasiku dan membuat kesabaranku hilang, kau perempuan cerewet dan aku tidak suka itu berisik di dalam mobilku "
__ADS_1
Liam langsung keluar dari dalam mobil, dia mengambil kunci mobil perempuan itu dan mejalankannya dengan ban mobil yang pecah, Liam memasukannya kedalam hutan dan membiarkannya saja disana.
Lalu masuk lagi kedalam mobil, melihat mayat perempuan itu lalu dia tersenyum senang, sepertinya ini akan bagus untuk mendukung rencanannya malam ini, Liam segera menjalankan mobilnya, kearah gedung yang ada dihutan.
Setelah sampai Liam langsung membopong perempuan itu dan mengantungnya di pegait daging yang sudah dirinya sediakan, memang sudah lama dirinya mempunyai gedung ini namun belum sempat dirinya pakai dan sekarang waktunya dirinya pakai.
Liam keluar dari dalam gedung dan segera pergi meninggalkan mayat itu, mayat yang cerewet sekali, melebihi ibunya dan juga istrinya.
Saat Liam melihat mobilnya yang banyak darah dia menghembuskan nafas, mengambil lap dan mengelapnya seadannya biarkan nanti anak buahnya yang membersihkan mobil ini, agar cepat bersih kan, ini hanya untuk sementara saja supaya sang istri tak curiga dengan dirinya yang telah melakukan pembunuhan.
"Kalau kau tidak berceloteh terus-menerus dan menjelek-jelekkan istriku berselingkuh, mungkin kau sekarang akan selamat dan aku akan mengantarkanmu ke dalam mobilmu, tapi karena kau yang sudah berani melakukan itu makanya aku membunuhmu, yang tadinya tidak akan membunuh orang malah kejadian. Sudahlah biarkan aku tidak menyesali sama sekali yang ada aku belum puas membunuh dia, sepertinya aku harus mencari lagi seseorang untuk memuaskan hasrat membunuhku "
**
Zeline mengetuk pintu Paviliun dan terbukalah di sana ada Airin yang yang bermata sembab dan menutupi tubuhnya dengan jaket tebalnya.
"Ada apa dengan mu apakah kau sakit Airin, kalau memang sakit ayo akan aku antarkan ke rumah sakit kau tidak apa-apa kan"
"Tidak Nyonya aku baik-baik saja dan aku ingin meminta maaf atas kejadian tadi. Sungguh aku malu untuk memperlihatkan wajahku lagi padamu aku sangat minta maaf Nyonya itu tidak disengaja aku minta maaf "
Zeline langsung memegang tangan Airin namun Airin tiba tiba saja meringis "ada apa dengan mu, apa pegangan ku menyakiti mu "
"Sudah ayo masuk " Zeline sedikit mendorong Airin untuk masuk dan membuka jaket yang dikenakan Airin banyak sekali luka ditubuh Airin
"Ini kenapa apa Tora yang melakukan ini, apakah benar dia yang melakukannya "
"Tidak nyonya aku aku jatuh "
"Mana mungkin jatuh aku bisa membedakan mana luka jatuh dan mana luka bekas dicambuk. Apakah kau dilukai oleh Tora gara-gara masalah tadi "
Airin mengangguk sambil mengusap air matanya "akan aku temui Tora "
Namun Airin segera memegang tangan Zeline " jangan Nyonya jangan sudah biarkan saja, aku baik-baik saja nanti Tora akan makin marah jika Nyonya membelaku, tidak apa ini memang salahku ini pantas aku terima aku baik-baik saja nyonya"
Akhirnya Zeline mengangguk pergi kedapur mengambil air hangat dan juga betadine serta handuk basah "sini biar aku obati dulu "
"Jangan nyonya, tidak apa apa biar aku saja "
__ADS_1
"Sudah tak apa biar aku saja bila sakit nanti kau bilang padaku jangan sungkan ya "
Zeline segera mengobati luka itu dengan perlahan, namun Zeline hanya mengobati yang terlihat saja tak akan sopan kan kalau sampai mengobati yang tertutup pakaian nantinya takutnya Airin malah malu lagi.
"Sudah selesai, kau istirahat saja, aku membawakan makanan untuk kalian aku permisi dulu ya "
"Terimakasih nyonya atas bantuannya, sungguh saya malu sekali nyonya sangat baik tapi keluarga saya malah seperti ini, maafkan saya nyonya maafkan keluarga saya nyonya "
"Iya sama sama sudah jangan meminta maaf terus aku kerumah dulu ya "
Zeline langsung pergi dan ibu Airin yang baru muncul segera menghampiri sang anak dan duduk disampingnya.
"Ada apa nih kenapa tuh perempuan datang ke sini, kamu juga terima terima aja makanan dari dia. Ibu juga bisa masak di sini sendirian gak usah dikasih sama dia. Emang kita ini pengemis sampai harus dikasih juga makanan, bukan kita ini bisa masak sendiri "
Airin menatap sang ibu " Ibu harusnya malu dengan Nyonya dia sangat baik dan memaafkan tentang apa yang telah terjadi tadi, dia mengobatiku memberi kita makan, seharusnya ibu bersyukur ada orang yang baik yang mau membantu kita. Bahkan dia tidak melaporkan kita ke kantor polisi. Ibu ini kenapa sih keras banget hatinya, harusnya Ibu tuh minta maaf sama Nyonya, karena telah mengambil barangnya merusaknya, ibu tidak tahu diri sekali. Bahkan aku tidak sudi memanggilmu ibu sekarang rasanya aku sudah tidak mengenali lagi dirimu "
"Kau ini telalu luluh dengan pemberian kecil itu, kau harusnya sama seperti ibu begini tak percaya dengan kebaikannya, bisa saja dia menyogokmu dengan makanan supaya kau tidak merebut suaminya, kau ini bodoh sekali tahu tidak Airib sudah Ibu bilang jangan terlalu bodoh di depan orang lain, sudah sini biar Ibu buang saja makanan ini, nanti Ibu yang akan memasak kau tidak usah khawatir ibu akan belanja dan keluar dari dalam rumah, kita jangan sampai memakannya bagaimana kalau di dalamnya ada racun. Bagaimana kalau dia hanya pura-pura baik dan memasukkan sebuah obat ke dalamnya, fikirkan itu kalau dikasih makan oleh seseorang "
Airin langsung merebut makanan itu dan membukannya lalu mekannya " lihat aku mati tidak saat memakan ini, tidak kan jadi sudah tak usah mengada-ngada, dia orang baik dan ingin membantu kita, kau seharusnya sadar diri kembalikan ibuku yang dulu. Aku tidak percaya kalau ini memang benar-benar Ibuku, karena ibuku tidak punya sifat seperti ini sifat iri dan dengki. Ibuku sangat baik dan penyayang bukan yang seperti ini dia akan selalu mengajarkanku untuk menghormati seseorang tapi ini tidak"
Airin langsung pergi sambil membawa makanan itu "aku ibu mu Airin aku orang yang sama, kau saja yang tak mengenal ibumu dengan baik jadi berkata seperti itu, kau harusnya lebih mengenaliku ibumu sendiri Airin "teriak ibunya namun Airin tak mengubrisnya dan menutup pintunya dengan keras.
"Sepertinya anakku sudah diracun oleh perempuan itu , aku harus melakukan sesuatu agar anakku percaya padaku dan mau mendengarkan apa kata-kataku, tidak seperti ini membantah terus-menerus masa sih anakku sendiri tidak mengenal ibunya ada ada saja Airin itu "
Ibu Airin segera keluar dari dalam rumah melihat lihat kearah taman namun dirinya malah di ikuti oleh seseorang dan itu sangat menganggunya sekali.
"Kenapa kau terus saja mengikuti ku, aku tak akan mencuri bunga nyonya mu ini, "
"Saya diperintahkan tuan untuk selalu mengikuti anda, karena tidak mau terjadi sesuatu yang seperti tadi di rumah, makanya saya mengikuti anda siapa tahu saja anda akan mencuri kebun ini dan membawanya ke rumah anda nantinya"
"Sungguh konyol kau tidak mungkin aku membawa tanaman ini aku bisa menanamnya di rumahku nanti, tanpa harus mencuri tanaman bunga ini bunga jelek seperti ini, aku tidak akan mencurinya kau tenang saja memangnya aku akan kuat membawa tanahnya ini hah, gila saja kau masa aku akan menyimpannya di paviliun yang ada ketemu oleh Tora. Kau pikir itu otakmu di mana sebenarnya "
"Saya hanya berjaga-jaga saja takutnya anda malah tergiur untuk mencuri semua tanaman ini dan tanah-tanahnya makanya saya mengikuti anda. Jadi jika anda ingin berjalan-jalan diamlah saya tidak akan mengganggu anda saya hanya mengikutimu saja "
"Tetap saja itu sangat mengganggu, kau ini ya sungguh menyebalkan sekali. Sudah aku bilang aku tidak mau mencuri apa apa, jadi lebih baik pergi saja sana sana ah "
"Tidak bisa "
__ADS_1
Ibu Airin segera mendorong laki laki itu namun dia tetap ditempat tak bergerak sama sekali, hanya diam saja seperti patung.
"Dasar kau menyebalkan sekali dasar kau patung besar. Aku benci padamu seharusnya kau menghormati aku sebagai orang tua, malah kau seperti ini mengikuti apa kata Tuanmu itu menyebalkan sekali kau ya. Awas saja aku akan berbicara pada menantuku .Awas lihat saja kau tidak akan ada lagi di sini"