
"Kak kita kesana yu ke ujung sana aku pengen melihat angsa-angsa itu lebih dekat lagi" ajak Zeline.
Padahalkan lagi romantis-romantisnya Zeline malah mengacaukannya sungguh Liam ingin mejewer telinganya namun tak mungkin nanti merajuk lagi.
Zeline pun berlari kearah danau, ditengah-tengahnya ada jembatan namun cuman setengah hanya untuk duduk-duduk saja sepertinya.
Sedangkan Liam hanya berjalan santai mengikuti sang kekasih yang sedang berlari "sayang jangan berlari nanti kau jatuh " teriak Liam.
Zeline hanya menengok sebentar kearah Liam sambil tersenyum dan berlari kembali tak menghiraukan teriakan sang kekasih.
Zeline duduk paling ujung membuka sepatunya lalu menjuntaikan kakinya dan memasukannya kedalam air sungguh sangat sejuk, Liam pun sama mengikuti hal yang dilakukan Zeline lalu merangkul pinggang Zeline dan memeluknya dari samping, Zeline pun penyandarkan kepalanya dibahu Liam.
Memang menyenangkan melakukan hal sederhana seperti ini bersama orang yang dicintai sungguh Liam sangat senang, dia berjanji akan selalu membahagiakan Zeline selamanya.
***
Jo baru saja sampai dirumahnya sungguh dia Bt baget ditingalin sama Zeline, tapi tak apa kan Zeline pergi sama pacarnya jadi tak masalah kalau Zeline sampai pergi bersama Yuda baru Jo akan marah dan menonjok Yuda.
Saat akan naik ketangga Jo melihat pacarnya "baby kamu udah kesini " memanggil kekasihnya dengan suara yang melengking sungguh memeka kan telinga Riyan.
Riyan secara refleks menutup telinganya ini sungguh membuat telinganya sakit.
Jo pun berlari kearah pacarnya yang sedang berdiri itu dan memeluknya dengan erat untung saja Riyan bisa menangkapnya.
"Sayang kenapa harus sambil berlari begitu , bagaimana kalau jatuh kan nanti aku repot" tegur Riyan.
"Jadi kamu gamau gitu direpotin sama aku, nyebelin bangat ya kamu baby " marah Jo sambil pergi meninggalkan pacarnya itu.
"Eh bukan gitu sayang dengerin dulu "ucap Riyan sambil menarik tangan Jo.
Jo tak menjawabnya terus saja cemberut, kesal sekali dengan pacarnya ini, kan dia lagi kesel ditambah kesel lagi sama pacarnya ini.
"Ayo sini duduk dulu sayang. Coba ada gerangan apa kamu menyuruhku datang kerumah mu pagi-pagi sayang" tanya Riyan.
"Tau ah baby kamu nyebelin"sambil berdiri dan pergi untuk masuk kekamarnya sungguh moodnya sudah tidak baik lagi.
Riyan pun mengejar pacarnya itu namun saat akan masuk kekamar Jo, Jo menutup pintu dengan sangat kencang dan mengenai hidung mancungnya, sakit sekali hidungnya ini.
"Auw sial hidungku berdarah, sayang lihat kau melukai ku"sambil merengek memengang hidungnya yang berdarah.
Jo kaget,hah pacarnya hidungnya berdarah dibukanya pintu kamarnya secepatnya.
__ADS_1
"Ya ampun baby maaf aku tak bermaksud untuk melukaimu " Jo sangat merasa bersalah sekali pada pacarnya itu sungguh dia tak bermaksud untuk melakukan ini pada pacarnya ini.
"Ayo kita kerumah sakit baby, aku takut hidung mu patah " lanjut Jo
"Jangan berbicara seperti itu sayang, aku tak mau sampai hidungku sampai patah nanti ketampananku berkurang lagi "jawab Riyan merenggek lagi.
Jo pun tak menghiraukan ucapan pacarnya itu, Jo memapahnya untuk masuk mobil dan diantar oleh pak supir, selama diperjalanna hidung Riyan terus saja mimisan tak berhenti sama sekali, sudah dilakukan berbagai cara oleh Jo tapi tetep saja tak berhenti mengalir.
Sampai juga dirumah sakit dan langsung dibawa untuk langsung diperiksan hidung Riyan ternyata tulang hidung Riyan patah namun tak perlu sampai dirawat ataupun di operasi.
Pada kasus yang dialami Riyan termasuk dalam cedera ringan , bentuk hidung Riyan dapat diperbaiki dengan cara manual. Namun cara tersebut baru dapat memberikan hasil yang optimal jika dilakukan dalam waktu 14 hari setelah cedera. Semakin cepat, semakin baik.
Jo sangat menyelas dan bersalah atas kejadian yang dialami oleh pacarnya, kalau saja tadi dia tak membanting pintunya dan tak marah pada Riyan pasti ini tak akan terjadi.
Dimobil Jo hanya diam saja tak banyak bicara seperti biasanya, Riyan yang melihatnya sangat kasihan sekali padahal kan ini kecelakaan bukan di sengaja.
Perlahan didekatinya Jo dan diusapnya kepalanya itu.
"Sayang kenapa kamu murung seperti ini" tanya Riyan
Tiba-tiba Jo menangis dan memeluk Riyan "maafkan aku baby, aku sungguh sangat merasa bersalah dengan mu gara-gara aku kamu jadi kaya gini " ucap Jo mengunggakan isi hatinya itu.
"Hey hey kenapa kamu menyalahkan dirimu sendiri aku tau kamu tak sengaja, jangan menyalahkan dirimu sendiri, sungguh aku tak apa "
Riyan pun melepaskan pelukan Jo kepadanya, ditatapnya wajah sang pacar, lalu dikecupnya air mata itu lalu di hapusnya dengan perlahan.
"Aku tak mau melihat mu menangis sayang, ingat aku tak akan bisa marah padamu, jadi sekarang kau jangan merasa bersalah aku tak apa, lihat aku masih ada disamping mu kan, masih bernafas pula"
Jo pun memukul dada Riyan dan kembali memeluk Riyan.
"Terimakasih baby kamu mau menerima aku yang sikapnya selalu berubah-ubah dan selalu marah-marah padamu"
Riyan pun hanya tersenyum dan membalas pelukan Jo dengan lebih eratnya.
***
Sedangkan Zeline dan Liam sekarang sudah diperjalanan untuk pulang kerumah Zeline. Karna ini sudah siang dan matahari sudah sangat terik, namun Zeline masih betah memeluk sang kekasih dengan eratnya, tak menghiraukan panas yang menerpa tubuhnya itu.
Akhirnya mereka berdua sampai juga dirumah, Liam langsung memarkirkan motornya itu didekat pohon jambu yang ada dihalaman rumah Zeline.
Merekan pun masuk kerumah saat sudah memberi salam, ternyata ayah dan ibunya ada dirumah.
__ADS_1
"Eh ada nak Liam sini duduk " ucap ibu Zeline
Liam pun menurut dan duduk berhadapan dengan ayahnya Zeline.
"Liam kita main catur yu " ajak ayahnya Liam
"Hemm boleh juga om ayo "
"Yaudah kita main di depan aja yu biar sejuk gitu "
"Ayo om biar ada angin sepoy-sepoy "
Liam pun dan ayah Zeline pergi keluar dan main catur sedangkan ibunya Zeline serta Zeline memasak untuk makan siang. Zeline hanya memotong-motong sayuran serta memotong bawang dan sebagainya, sedangkan yang memasaknya ibunya.
Zeline sebenarnya bisa memasak tapi masakannya tak seenak ibunya itu, Zeline juga sedang belajar kepada ibunya itu agar bisa memasak makanan yang enak seperti ibunya. Agar nanti saat menikah Zeline tak malu oleh suaminya karna tak bisa memasak.
"Line kamu mandi dulu gih, biar ibu yang beresin, masa ada pacarnya bau acem " suruh ibunya.
"Ih ibu Zeline ga bau asem ko" jawab Zeline sambil mengendus keteknya.
"Kamu jorok ya Line cepet sana mandi, udah olahraga pasti keluar keringat, dan harus segera dibersihkan cepet "
"Iya iya ibu cerewet " balas Zeline sambil berlalu menaiki tangga untuk kekamarnya.
Zeline pun selesai dengan rutinitas mandinya ini, Zeline memakai celana pendek dan kaos yang kebesaran, itu memang kesukaan Zeline kalau dirumah karna itu sangat nyaman untuk Zeline.
Saat Zeline turun masakan ibunya pun sudah selesai dan sudah tertata rapih di atas meja.
"Line kamu panggil ayah sama Liam suruh makan dulu "
Zeline mun meng iyakannya dan keluar untuk memangil kedua orang itu yang sedang main catur.
"Wah ayah kalah lagi, kamu ko bisa sih sehebat itu main caturnya " puji ayah Zeline.
"Ah engga om. mungkin karna saya sering main dengan ayah saya mungkin om"
"Kalau begitu nanti om akan menantang ayah kamu untuk main catur, om ingin melihat apa kah ayahmu sehebat kamu saat bermain catur " ucap ayah Zeline dengan menggebu-gebu
Tiba-tiba datang Zeline menyuruh mereka berdua untuk masuk kedalam rumah dan makan siang dulu, ayah Zeline masuk terlebih dahulu dan Liam terakhir saat sudah memasuki rumah ditatapnya Zeline dari atas kepala sampai kaki, Liam pun menggeleng-geleng kan kepalanya tak habis fikir dengan kekasihnya memakai celana sependek itu, malahan seperti tak memakai celana karna tertutup oleh bajunya yang kebesaran itu.
Zeline yang ditatap seperti itu tak mengiraukannya dan berjalan saja, tiba-tiba saja Liam memukul pantatnya. Zeline pun kaget langsung saja membalikan badanya "kakak nakal ya udah berani pukul pantat aku " marah Zeline.
__ADS_1
"Biarin suruh siapa pakai celana pendek seperti itu seperti tak punya celana lagi" jawab Liam sambil berjalan meninggal kan Zeline yang masih diam ditempat.
Awas saja nanti akan ku balas perbuatan mu itu kak.