
Saat Yuda mengarahkan pistolnya itu kearah jantung Zeline dengan refleks Zeline menundukan kepalanya dan alhamdullilah dia tak tertembak secepat kilat Zeline berlari menghindari setiap tembakan yang diberikan oleh Yuda dan tak ada satu pun yang mengenainya.
Namun saat dia akan memasuki sebuah kamar sedikit lagi akan mengapai pintunya Yuda dengan teganya menarik rambut Zeline dan mencedotkan kepala Zeline ke ubin lantai itu dengan sekuat tenaga Zeline meronta-ronta dan melepaskan cengkeraman tangan Yuda yang ada di rambutnya sampai-sampai rambutnya banyak yang rontok.
Dibalikan badanya itu dan ditendang pedang pusakanya dia oleh Zeline, karena Liam pernah memberitahu Zeline jika ada lelaki yang macam-macam atau jahat tendang saja ***********.
Zeline mempunyai peluang dia segera masuk kedalam kamar itu dan menguncinya rapat-rapat sedangkan Yuda sedang mengaduh kesakitan.
"Sialan awas saja, akan ku lakukan hal yang akan membuat dirimu menjadi milik ku bila aku tak bisa membunuhmu " monolog Yuda
Zeline segera mungkin mengambil handphonenya yang ada dalam saku celananya, untung saja tidak diambil oleh Yuda dengan bergetar Zeline cari no calon suaminya , disini sangat susah sinyal sampai-sampai Zeline harus berputar-putar mencari sinyal.
Untungnya sinyalnya ada dan segera dipencetnya no itu dan pada deringan pertama diangkat oleh Liam.
"Hallo kak tolong aku, Yuda mau bunuh aku kak " ucap Zeline sambil terus melihat pintu yang dari tadi didobrak oleh Yuda.
"Hallo sayang sebentar tunggu aku, sekarang aku sedang menuju kerumah itu kamu ingat jangan sampai matikan telfon ini, kamu harus terus terhubung sama aku ya "
"Iya kak cepetan aku takut banget"
Liam semakin mengencangkan laju mobinya tak perduli kalau nanti mobilnya akan rusak, karena jalanan yang masih bebatuan yang terpenting sekarang Zeline selamat dulu. Kurang ajar sekali Yuda sampai ingin membunuh Zeline lihat saja apa yang akan dia lakukan pada Yuda nanti.
Yuda terus saja mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaganya dan untuk yang ke empat kalinya pintu terbuka, Zeline dengan cepat berlari kesisi tempat tidur menjauh dari Yuda.
Namum Yuda terus saja mendekat dengan seringai jahatnya itu perlahan didekatinya dan Zeline sudah mentok tak bisa kemana-mana lagi, hap tertangkap tangan Zeline ditariknya tangan itu dengan kasar dan dibantingnya tubuh Zeline ke atas tempat tidur.
__ADS_1
Zeline mencoba untuk bangkit namun susah Yuda memegang kedua kakinya itu.
"Apa yang akan kamu lakukan Yud pergi, sadar Yud sadar " teriak Zeline.
Liam yang mendengar teriakan Zeline makin khawatir saja dan meneriaki calon istrinya itu namun tak ada respon sama sekali. Sial sekali pasti handphonenya jatuh.
Yuda tak memperdulikan sama sekali teriakan Zeline, Yuda perlahan menaiki tempat tidur lalu menindih sebagian tubuh Zeline.
Dibukanya pakaian Zeline dengan paksa Zeline tak bisa menahan lebih lama pakaian itu karena tangannya sangat sakit, Zeline terus saja berteriak saat Yuda berhasil merobek pakainya itu dengan berutal dan menyisakan branya saja. Dikecupnya perlahan bibir Zeline oleh Yuda.
Zeline dengan sekuat tenaga mengelengkan kepalanya itu agar ciuman yang diberikan Yuda meleset.
Namun Yuda tak kehabisan akal, dipegangnya wajah Zeline serta tangan yang sebelahnya lagi memegang kedua tangan Zeline.
Zeline hanya bisa menangis saja apa hidupnya akan berakhir seperti ini, Zeline tak mau harus merelakan keperawanannya untuk Yuda yang sudah dia jaga selama 21 tahun.
Liam akhirnya sampai juga namun saat dia akan masuk terdapat beberapa orang sedang berjaga disana dan untungnya juga anak buahnya datang.
Diambilnya balok yang ada di dekat mobilnya dan tanpa ampun Liam pukulkan kesalah satu penjaga itu dengan sangat semagatnya sampai orang itu tak sadarkan diri lalu diambilnya batu besar dan di pukulkan ke kepala laki-laki tadi sampai tak berbentuk.
Dan untuk yang kedua dia tendang perutnya dan saat laki-laki itu lengah dicekalnya kepala itu dan krek dipatahkannya leher orang itu sampai tulangnya keluar dari kulitnya.
Liam segera masuk membiarkan anak buahnya yang membereskan sisanya, ada 5 orang diluar yang menjaga Liam agar tak masuk, namun tak tau ada berapa orang lagi.
Yang terpenting sekarang adalah Zeline, Liam terus saja mencari Zeline dan dia mendengar suara teriakan Zeline serta suara tangisnya, dicarinya Zeline dan Liam sangat marah saat dia melihat Yuda sedang menciumi daerah leher calon istrinya sampai dengan atas *********** itu dengan sangat nafsunya sampai mencium bibir Zeline pula.
__ADS_1
Liam dengan cepat menarik baju Yuda dan menghajarnya sampai babak belur tak sampai disitu Liam mengeluarkan pisau kecil yang selalu dia bawa kemana-mana dia tancapkan pisau itu kedada Yuda namun meleset malah mengenai tanganyanya.
Sedangkan Zeline langsung beringsut ke sisi ranjang dan memeluk tubuhnya yang hampir saja terbuka semua atasannya itu.
Zeline syok dengan semua ini dia menangis histeris ketakutan belum lagi didepannya kak Liam sedang berkelahi dengan Yuda.
Dicabutnya pisau itu dan kembali Liam tusukkan kemana pun itu asalkan mengenai tubuh Yuda dia sangat marah sampai-sampai tak bisa mengotrolnya sama sekali. Perempuan yang selama ini dia jaga malah dilecehkan oleh orang lain.
Namun tiba-tiba saja kemarahanya mereda saat mendengar Zeline memangilnya dengan suara lirih. "Kak sudah aku takut kak "
Segera Liam bangkit dan menghampiri Zeline dilepaskannya jasnya itu lalu dipakaikan ketubuh Zeline yang atasannya hanya memakai bra saja.
Dipangkunya Zeline dan dibiarkan begitu saja Yuda oleh Liam biarkan dia mati kehabisan darah disana.
Yuda sudah bercucuran darah akibat tusukan yang diberikan Liam tadi, Yuda sudah tak berdaya sama sekali. Untuk berteriak pun sangat sulit.
Liam menyuruh anak buahnya untuk menyetir mobilnya karena dia tak mungkin membiarkan Zeline duduk disisinya, perlahan Liam masuk kedalam mobil dia duduk di jok belakang dan masih memangku Zeline.
Zeline makin histeris dia takut jika nanti Liam tak akan mau lagi dengan dia, dia sudah kotor oleh Yuda.
Liam dengan sabar terus menenangkan Zeline diusapnya punggung Zeline dan diciuminya terus menerus kepala Zeline sampai perlahan Zeline tenang dan tidur didada Liam dengan air mata yang masih menetes.
Kemarahan Liam bangkit kembali saat melihat jidat Zeline yang membiru serta banyak sekali tanda di daerah leher serta di atas payudara Zeline lihat saja kalau Yuda belum mati juga dia akan membalaskan kembali dendamnya itu.
Liam semakin mempererat pelukannya itu kepada Zeline sunggung dia tak tega melihat keadaakan calon istrinya yang seperti ini. Apalagi jika nanti orang tuanya tau bagaimana keadaan anaknya ini sangat memprihatinkan.
__ADS_1