
Yuda tiba-tiba terbangun dan celigak-celinguk mencari keberadaan Zeline dimana dia apa dia ditinggalkan lagi "Line , Zeline kamu dimana "teriak Yuda dengan sangat kencang.
"Ayahnya yang melihat itu lantas bangun dari tidurnya dan menghampiri anaknya itu "tenang na tenang jangam seperti ini " ucap ayahnya sambil meneteskan air mata.
"Zeline mana yah mana " tanya Yuda dengan panik.
"Zeline tak ada disini na, yang kamu lihat tadi siang itu bukan Zeline na itu suster Asa " ayah Yuda sengaja memberitahu Yuda agar dia sadar tak seperti ini terus.
"Tapi wajah itu, wajah Zeline tak mungkin itu bukan Zeline" bantah Yuda.
"Sadar lah na lupakan Zeline dan mulai lah lembaran baru untuk hidup mu, kamu tau hidup itu bukan tentang cinta saja na " nasehat ayahnya.
Yuda hanya diam saja dan merenungkan ucapan ayahnya itu benar juga apa yang dikatan ayahnya itu, mulai sekarang dia akan bertekad untuk melupan Zeline dengan pelan-pelan dan nanti jika dia sudah melupan semua cintanya pada Zeline dia akan menemui Zeline beserta pak dosen, akan mempertanggungjawabkan semua kelakuan yang dia lakukan pade Zeline serta meminta maaf.
Tak lama datang dokter Arnold dengan suster Asa seperti biasa memeriksa keadaan Yuda dan suster Asa memberikan obat yang harus diminum oleh Yuda sore ini.
Yuda terus saja menatap suster Asa kenapa wajahnya begitu mirip dengan Zeline apa mereka ada hubungan darah.
Namun kalau diteliti lebih dekat lagi wajah suster Asa ini dewasa dan lebih tegas kalau wajah Zeline imut dan manis serta pipinya yang cuby.
Suster Asa yang ditatap seperti itu lalu memegang tangan Yuda "maaf ada apa ya dengan wajah saja apa ada noda atau apa tuan " tanya Asa penasaran.
"Maaf suster wajah mu mengigatkan ku pada seseorang, panggil saja aku Yuda suster " jawab Yuda.
"Baiklah Yuda segera lah minum obatmu agar cepat sembuh" ucap suster Asa tak lupa dengan senyum manisnya itu.
Dengan perlahan suster Asa membantu Yuda meminum obatnya itu setelah selesai segera membantu menidurkan kembali Yuda.
"Yasudah saya permisi dulu ya Yuda, pak " ucap Asa berpamitan
__ADS_1
"Baik suster terimakasih " jawab ayah Yuda.
Setelah suster Asa menutup pintu Yuda masih saja menatap kepergian suster Asa. Lalu ayah Yuda menghampiri anaknya itu.
"Sudah tak ada na suster Asanya Yud" tegur ayahnya
"Iya ayah aku tau, kenapa wajahnya sangat mirip sekali dengan Zeline ayah "
"Ya ayah pun sama saat awal melihat suster Asa mukannya tak asing ternyata memang mirip dengan orang yang ayah kenal yaitu Zeline, bukan ayah saja yah yang menganggap suster Asa mirip dengan Zeline tapi kamu pun sama "
"Iya ayah, tapi setahuku Zeline tak punya kakak dia anak tunggal ayah "
"Ya mungkin kebetulan wajah mereka mirip, kan didunia ini tak ada yang tak mungkin Yud, sekarang kamu istirahat jangan memikirkan hal yang aneh-aneh lagi ya biar kamu cepat sembuh Yud "
Yuda hanya mengangguk lalu menarik selimutnya dengan tangan yang satunya lagi lalu memejamkan matanya untuk istirahat sejenak.
Suster Asa lalu pergi untuk masuk keruangannya dan beristirahat sejenak, eh iya dia lupa kan dia akan menghubungi sodaranya Zeline.
"Hallo kak Asa assalamualaikum " jawab Zeline
"Hallo walaikumsalam Line kamu baik-baik saja kan sayang, kata bibi kamu diculik lagi kakak sangat khawatir, maafkan kakakmu ini yang baru bisa menghubungimu " cerocos Asa
"Kakak mah kebiasaan kalau nanya itu banyak banget, nanya itu satu-satu kakak sayang, aku jawab ya aku baik-baik saja kakak sayang hanya luka ringan saja, aku tau kakak pasti sibuk dirumah sakit namun saat aku menikah kakak harus ada awas aja kalau ga ada "
"Alhadullilah Line kakak sangat bersyukur kamu baik-baik saja, pasti kakak akan datang sayang, masa iya ade kesayangan kakak nikah, kakak gadateng sih, berarti kamu 2 minggu lagi ya Line bakal jadi istri orang ni " ucap Asa sambil menggoda sodaranya itu.
"Awas aja ya kak kalau ingkar janji, hehehe iya ni kak,aku doain semoga kakak cepet nyusul aku ya, maaf ya kak aku duluin kakak, harusnya kan kakak dulu yang nikah"
"Iya bawel pasti dateng kok, amin Line doain aja ya, ya ga papa Line mungkin Alloh lebih dulu kasih kamu jodohnya aku ga masalah sama sekali kok Line jodoh itu udah diantur sama Alloh jadi jangan takut ga akan punya jodoh semua orang punya tapi entah kapan datangnya kita sebagai manusia hanya harus sabar dan berikhtiar Line "
__ADS_1
"Iya kakak iya, aku ga enak aja gitu "
"Jangan gitu Zeline sayang, kakak mau tanya kamu kenal sama Yuda " tiba-tiba saja asa menanyakan itu.
Zeline disebrang sana kaget kenapa kak Asa bisa tau nama Yuda lama Zeline melamun tiba-tiba saja dia takut.
"Line kamu gapapa kan " tanya Asa khawatir karena Zeline diam saja.
"Eh maaf kak, emang nya kenapa Yuda kak" Zeline mencoba untuk tenang dan berani dia tak mau kalau harus sampai terpuruk kembali.
"Iya tadi waktu kakak lagi periksa pasien itu dia sebut sebut nama Zeline saat dia siuman dan saat dia liat kakak dia pegang tangan kakak dengan erat banget dan bilang kalau kakak itu Zeline, tapi kakak ga tau Zeline mana, apa itu kanu de "cerita Asa.
Zeline binggung harus menjawabnya atau tidak, apakah benar Yuda yang sekarang sedang dirawat kakaknya adalah Yuda menculiknya. Namun untuk sekarang dia akan memenyembuyikan dahulu dari kakaknya itu, nanti saat ada waktunya dia akan menceritakannya.
"Mungkin salah orang Kak, kan banyak yang nama Zeline "alibi Zeline
"Masa sih Line emang ada yang mirip lagi ya mukanya sama kakak selain kamu " Asa terus saja mengoreknya dia tau pasti Zeline menyembunyikan sesuatu darinya.
"Emm gatau kak, udah dulu ya kak, kak Liam nelfon dadah kakak sayang"
Belum juga Asa menjawabnya Zeline langsung mematikannya dasar ni anak ya ga bisa menyembunyikannya rahasia darinya. Dari gerak-geriknya pun sudah ketebak.
Sudah lah Asa sekarang akan pulang dia sangat lelah dan ingin cepat-cepat istrirahat.
***
Zeline sungguh takut sekali jadi dia tadi dengan refleks mematikan telfonya cepat-cepat Zeline istirahat karena besok pasti dia akan sibuk, dia akan fiting baju pengantinya dengan kak Liam.
Dia tak sabar ingin cepat-cepat besok dan menghabiskan waktunya kembali dengan kak Liam.
__ADS_1
Sebelum tidur Zeline membuka galeri terlebih dahulu lalu memanatap foto Liam dan mengecupnya dahulu.