Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Rencana licik


__ADS_3

Sekarang Choki dan juga Dini sudah ada diruangan yang sudah disediakan oleh Riyan, yang memang untuk mempermudah segalanya. Agar tak bulak balik saja dan lebih enak saja kalau ingin membicarakan susuatu.


Choki segera menegok keluar dan tak ada orang sama sekali dia kembali duduk dan menatap Dini dengan senyum yang licik. Sepertinya akan bagus bila dirinya bekerja sama dengan Dini. yang terlihat tertarik dengan pada Riyan.


"Ada apa bapak melihat saya seperti itu, apakah ada yang salah dengan wajah saya, apa ada noda di wajah saya pak"


"Apakah kamu menyukai Riyan, aku tadi melihat dari tatapan mu dan juga gerak gerikmu, karena aku baru melihat kau seperti ini pada seorang pria Dini, jujurlah padaku jangan ada yang di tutup tutupi"


"Emm sedikit sih pak, dia type saya dan manis juga, jadi saya sedikit tertarik sama dia, tapikan pak Riyan baru nikah dan saya denger denger mereka udah pacaran lama"


"Mau gak kamu kerja sama, sama saya, gak akan mengukur pacaran lama itu akan jodoh, sebelum terlambatkan siapa tau kalian berdua jodoh gak ada yang tau"


"Kerja sama apa pak, apakah kerja samannya akan menguntungkan"


"Begini saya tertarik dengan istrinya Riyan, saya tertarik pada Jovanka, dia manis dan yang terpeting dia masih perawankan saya menyukainya, bagaimana apakah kau mau, ini mengutungkan kok jangan takut "


"Boleh pak, tawaran yang sangat menguntungkan, saya jadi tak usah di sebut sebagai pelakorkan sama orang orang, jadi lebih tenang kan pak, jadi tak ada caci maki untuk saya"


"Iya kamu benar, jadi mulai sekarang kita kerja sama ya, jangan sampai ada yang tau ya, hanya kita berdua saja yang tau, jangan ada orang lain lagi yang tau"


"Baik pak, laksanakan saya akan tutup mulut dan diam jika ada yang tanya tanya "


Mereka berdua segera bersalaman dengan senyum merekah dan senyum liciknya.


**


Jo yang baru pulang dari kantor segera memasak dan membersihkan semua barang barangnya, setelah semuanya usai, Jo masuk kedalam kamar dan memebersihkan badannya yang sudah sangat lengket sekali.


Berbarengan dengan datangnya Riyan yang langsung masuk kedalam kamar dan melihat ada barang barang Jo istrinya yang tergeletak begitu saja. Dirinya tiba tiba mempunyai ide, dia membuka seluruh pakaiannya dan mengantinya dahulu.


Tak lupa mengunci pintunya terlebih dahulu dan mengumpat dekat lemari. Jo yang tidak mengetahuinya keluar hanya mengunakan handuk saja. Dan Riyan dengan tiba tiba muncul dan mengagetkan Jo.


"Baby kamu udah pulang "


"Iya udah sayang, kamu sini dong jangan jauh jauh, masa sama suami sendiri jauh jauhan sini dong deketan sayang " .


"Aku mau pakai baju dulu ya "


"Gak, gak bisa" Riyan berlari dan menangkap Jo dan berhasil.


"Akhh lepasin baby, lepasin "


Namun Riyan sama sekali tak mengubrisnya, Riyan membaringkan tubuhnya Jo dan memegang tangan kanan dan kirinya.


"Lepasin Yan, lepasin "


"Gak bisa, pokoknya gak bisa, gak akan aku lepasin "


Jo yang ingin lepas malah menendang tongkat panjang suaminya dan membuat Riyan langsung melepaskannya dan mundur menghindar dari Jo dan keluar dari kamar dan Jo bernafas dengan lega.


"Sialan kenapa sih susah banget pengen seneng seneng sama istri sendiri kenapa jadi tongkatku yang jadi sasarannya " rutuk Riyan.


Jo yang kaget segera memakai pakaiannya dan pergi untuk menemui suaminya, saat Jo keluar Riyan sudah menyiapkan kuda kuda, jaga jaga bila istrinya nanti menentangnya lagi.


"Baby maafin aku, aku gak bermaksud buat tendang ***** kamu, aku refleks dan gak ada maksud apa apa "


"Sayang jangan deket deket, aku gak mau ya tongkat aku terluka, kamu jangan mendekat " masih dengan memasang kuda kudanya.


"Tapi baby, aku mau minta maaf yaudah kalau kamu gak mau maafin aku ayo kita makan baby, aku sudah memasak untukmu ayolah "

__ADS_1


"Baiklah ayo syaang "


Mereka berdua segera pergi keruang makan dan Riyan malah duduk berjauhan dengan sang istri,


"Baby sini dong deketan jangan jauh jauh ih, aku tuh bukan hantu kenapa sih kamu gitu "


Riyan yang tak mau istrinya marah segera mendekat kearah Jo dan tersenyum dengan lebar, namun dirinya menutup tongkatnya dengan tangan kirinya dan tangan kananya memegang sendok. Mereka berdua makan dengan lahap namun Riyan masih was was dan takut.


**


"Sayang aku pulang " teriak Liam sambil membuka pintu kamar dan menyakisikan istri dan anaknya sedang bermain.


"Anak papih lagi apa nih " sambil memangku Lucas setelah mencium kening istrinya.


"Lagi main papih, Lucas lagi main sama mamih, sambil nunggu papih pulang " ucap Zeline meniru suara anak kecil.


"Wah ternyata lagi pada nunggu papih ya "


"Iya mas, mending sekarang kamu mandi dulu gih mas, bau acem " ucap Zeline sambil menutup hidunynya.


"Awas ya sayang kamu nakal, tunggu dulu, aku akan mandi dulu, nanti liat aja ya aku akan gigit kamu "


Zeline hanya menjulurkan lidahnya saja dan mengambil anaknya lalu menidurkannya, untuk segera tidur.


Zeline segera menyusui anaknya, karena sudah terlihat anaknya sudah mengantuk dan lapar, jadi sesegera mungkin Zeline menidurkannya agar tak rewel nantinya.


Liam yang sudag selesai segera memakai pakainnya lalu beralih naik ketempat tidur memeluk istri dan anaknya dari belakang.


"Ya anak papih kok tidur "


"Dia udah gantuk banget mas kasian dari tadi main terus"


"Apa mas kamu pegen tanya apa sama aku, kok kayanya serius banget deh "


"Kalau misalnya aku nanti meninggal lebih dulu dari kamu gimana, kamu tau kan aku banyak musuhnya dengan aku yang selalu membunuh orang dan melakukan hal hal lainnya"


"Kenapa kamu berbicara seperti itu lagi mas, kenapa, kenapa harus menanyakan hal yang sama sekali aku tak mau dengar dari mulut mu itu, apakah dulu belum puas kau mendengar jawabanku mas"


"Tidak sayang, aku hanya ingin bertanya, apakah bila nanti aku yang lebih dulu meninggalkanmu dari dunia ini kamu akan menikah lagi, dan melupakan aku lalu bersenang senang dengan suami baru mu, bukannya aku ingin menanyakan hal yang sama tapi aku ingin menanyakannya sekali lagi sayang, sekali lagi setelah ini aku tak akan bertanya tanya lagi setelah bertanya ini, aku janji padamu sayang "


"Dengarkan aku mas, aku sudah bilang aku tak akan pernah menghianati kamu sedikit pun, aku akan selalu setia pada kamu, meski kamu nanti meninggalkan ku lebih dulu, aku akan menunggu ajalku datang dan bisa bersama bersama lagi denganmu, aku ingin kau selalu menjadi imamku, menjadi suamiku dan menjadi penuntun hidupku "


"Apakah aku pantas menjadi imam mu, aku ini manusia kotor dan sangat jahat, aku kadang masih tak bisa menahan hasratku untuk membunuh seseorang, apakah aku pantas menjadi panutanmu dan kebanggaanku serta anak kita Lucas"


"Aku sudah memilihmu, aku sudah siap dengan konsekuensinya, jadi aku akan selalu menghormatimu meski kau masih tak bisa mengendalikan hasratmu itu, namun aku yakin kau sudah pantas menjadi imamku dan kau tak perlu takut. Yang harus kau lakukan sholat, meskipun kau seorang pembunuh sholat, meskipun kau penzinah sholat, meskipun kau pemabuk, penjual narkoba tetap sholat , itu yang paling utama"


Liam yang tak bisa menjawab lagi kata kata dari sang istri hanya bisa memeluknya dengan erat dan bersyukur atas semua yang telah allah berikan.


**


Andre sedang diam diluar rumah sambil merokok dan melamunkan bagaimana nasibnya ini, kenapa susah sekali ingin mendapatkan jodoh dan mendapatkan kembali Syifa kedalam pelukannya.


"Syifa apakah kau benar benar sudah melupakan paman, apakah benar kau ingin menikah dengan Nabil, apakah kau yakin tak ingin hidup dengan paman seperti apa kata katamu dulu pada paman. Apakah kau tak bisa menerima paman lagi untuk menjadi pendampingmu, paman sangat menyesal karena telah menyakitmu, telah menyakiti perempuan yang memang benar benar tulus mencintai paman "


Bi Sari yang melihat sahabat tuannya sendirian dengan berani mendekatinya dan mendengar semua ucapan sahabat tuannya itu. Dengan berani Bi Sari menoel punggung Andre.


Andre segera membalikan badannya dan tersenyum pada bu Sari "eh bi sini duduk dong temenin saya ngagin enak nih "


Dengan segera bi Sari duduk dan fokus pandangannya kedepan "maafkan saya tuan tadi saya mendengarkan semua ucapan tuan, tuan harus sabar jika memang neng Syifa adalah jodoh tuan pasti dia akan kembali apapun itu caranya "

__ADS_1


"Iya bi gak apa apa, iya sih bi, tapi saya udah sakitin Perempuan itu, saya udah buat dia nangis, kecewaan dia, bahkan saya sudah menolaknya ribuan kali dam tak menghargai perjuangan dia untuk mendapatkan hati saya, saya malah sibuk mengejar wanita lain tanpa melihat kalau ada wanita yang tulus mencintai saya "


"Memang penyesalan itu datang akhir tuan, karena allah pun sama ingin menguji tuan, apakah setelah ditinggalkan oleh neng Syifa tuan akan sadar dan menyesalinya dan pada akhirnya benarkan tuan menyesali semuanya "


"Iya benar bi, benar itu semua terjadi pada saya, saya bodoh, saya laki laki terbodoh dimuka bumi ini menolak yang sudah ada dan menyakitinya dengan ucapan dan prilaku saya, sungguh allah adil ya bi, bisa membolak balikan hati seseorang "


"Ya begitulah tuan, Allah maha adil pada setiap umatnya, tuan berdoa saja semoga neng Syifa menjadi jodoh tuan, dan tuan bisa menebus semua perbuatan tuan yang dilakukan pada neng Syifa "


"Iya bi saya akan terus berdoa agar Syifa bisa kembali pada saya dan membahagiakannya selagi saya mampu bu "


"Baiklah tuan, segeralah masuk sepertinya akan turun hujan, segeralah istirahat, bibi masuk dulu "


"Iya bi "


Bi Sari pergi meninggalkan Andre sendirian lagi, dan benar hujan turun dengan deras namun Andre sama sekali diam duduk disini tanpa ada niat untuk masuk kedalam rumah, atau pun berteduh hanya diam dan menikmari air hujan itu.


Liam yang terbangun karena suara guntur segera membuka Horden dan melihat ada seseorang yang sedang duduk sambil hujan hujanna. Saat Liam menajamkan kedua matanya dia sadar itu Andre.


Dengan cepat Liam pergi dan mengambil payung dan keluar, melihat Andre masih belum bergeming, dibukannya payung dan menyusul Andre kesana.


Andre yang melihat hujan tak lagi membasahi tubuhnya segera mendongak dan tersenyum pada Liam


"Lo lagi apa ujan ujanan kaya anak kecil aja gak ada gunanya banget sih, umur lo berapa sih sampai diem aja saat hujan turun kaya gini" tegur Liam


"Maafkan aku Liam, aku hanya ingin menenangkan hatiku saja dan ini yang bagus untuk ku, lebih enak saja air mengucur ketubuhku dan membasahiku tanpa harus aku menyalakan shower "


"Tetap saja ini salah oon, pasti lo inget lagikan sama Syifa, Udahlah lo lupain dia, dia bakal nikah dan bahagia sama orang lain, dan lo cari kebahagian lo sendiri tanpa menunggu Syifa, gue tau lo mencintai dia dan menyesal pula sudah menyia nyiakan Syifa, perempuan yang tulus sama lo "


"Iya tapi gue gak akan rela kalau Syifa bahagia sama orang lain, lo boleh bilang gue egois, tapi itu udah keputusan gue, gue akan mengejar Syifa sampai kapan pun, meski pun nanti udah nikah gue akan mengejar dia terus sampai dia ada dalam gengaman gue "


"Oke, sepertinya lo harus dibawa ke rumah sakit jiwa, udah yu masuk jangan disini terus, lo sakit siapa yang urus lo kan belum punya istri"


"Hemm selalu saja kesana, yaudah ayo, ayo cepat lo bawel baget deh, " Andre segeea bangkit dan berjalan terlebih dahulu tanpa mau di payungi oleh Liam dan Liam hanya bisa mengelengkan kepalanya karena ulah temannya yang luar biasa.


Liam segera menyusulnya dan menutup kembali payungnya dan masuk kedalam rumah, kembali lagi kedalam kamar dan kembali memeluk istrinya dan anaknya yang masih terlelap tidur tak terganggu sedikit pun.


**


"Syifa udah dulu dong peluk peluknya, aku pegel banget tau, kita juga belum makan ayolah syaang jangan membuatku kelaparan dan mati konyol "


"Hemm tapi aku tak mau melepaskan pelukannya, aku belum puas Nabil, sama sekali tak puas. "


Nabil yang sudah sangat kelaparan segera bangkit dan berjalan sambil Syifa yang masih memeluknya dari belakang, Nabil mengambil semua makanannya dan kembali lagi ketempat duduk yang semula, dengan susah payah akhirnya bisa duduk.


"Sekarang kau juga harus makan ayo aku suapi "


Syifa mengangguk dan melahap makanan yang diberikan oleh Nabil, mereka berdua makan satu piring berdua sampai habis tak tersisa, setelah Habis Nabil memberikan air minum kepada Syifa dan diminum sampai tandas.


"Sekarang lepaskan aku ya Syifa, aku ingin istirahat "


"Tidak mau, aku masih mau dipeluk "


"Sampai kapan Syifa kita akan seperti ini terus sampai kapan "


"Sampai aku puas dong Nabil, nanti aku akan melepaskannya kalau sudah puas "


Nabil akhirnya hanya pasrah saja dan diam kembali, ada apa sebenarnya dengan Syifa ini, harus di selidik takutnya ada sesuatu yang tak terduga duga yang akan merubah hidupnya dengan Syifa.


Apa besok bawa Syifa kedokter, lalu kalau kedokter harus bilang apa, masa iya menceritakan keanehan Syifa.

__ADS_1


__ADS_2