Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Yuda akan maju kembali


__ADS_3

Liam pun sangat kesal apa salahnya sebenarnya sampai-sampai Zeline tak mau menemuinya, tiba-tiba handphonenya berdering dikiranya Zeline ternyata ibunya.


"Hallo Assalamualaikum bu" sapa Liam terlebih dahulu.


"Walaikumsalam anaknya ibu. Kapan akan pulang sayang. Ibu sudah sangat kangen sama kamu, kamu juga harus ibu yang nelfon kenapa kamu ga mau kabarin ibu terlebih dahulu" marah ibunya.


"Maaf bu, Liam sibuk sekali, nanti Liam pulang sama calon mantu ibu"janji Liam


"Beneran sayang, akhirnya kamu punya pacar sayang, ibu tunggu ya kedatangan mantu ibu "


"Iya ibuku sayang "


"Yaudah sekarang kamu istirahat yah, jangan lupa makan ya sayangnya ibu"


"Iya pasti bu, ibu baik-baik disana sama ayah, kalau ada apa-apa bilang ya sama Liam"


"Iya sayangnya ibu, Assalamualaikum syaang " pamit ibunya


"Walaikumsalam ibunya Liam yang cantik "


Liam sangat beruntung memiliki ibu angkat dan ayang angkat yang sangat sayang kepadanya, tuhan sangat baik memberikan kembali dia orang tua yang baik yang menyayanginya dan tak menganggapnya anak angkat, sungguh beruntungnya Liam. Padahal dia penuh dengan dosa namun tuhan masih memberikannya kebahagian.


Liam akhirnya membiarkan dulu agar Zeline tenang dulu, saat sudah selesai bicara dengan ibunya hatinya tenang sekali, dia sekarang ingin istirahat rasanya tubuhnya remuk sekali saking banyaknya pekerjaan dan mencari sang kekasih yang menghilang.


Akhirnya Liam tertidur masih memakai baju kerjanya itu saking capenya, Liam sangat nyenyak tidurnya.dia sampai lupa untuk membakar tubuh Linda.


****


Zeline cepat-cepat bangun sangat pagi jam 5 subuh saat sudah menunaikan ibadah sholat subuh, Zeline langsung saja mandi, dia ingin menghindari Liam pasti Liam akan menjemputnya, sudah selesai juga, Zeline juga meminta ibunya untuk membutkannya bekal saja agar tak lama.


Setengah 6 Zeline pergi menaiki bis, sungguh sangat sejuk ya memang masih pagi-pagi sekali, Zeline pun turun di halte dan berjalan sedikit untuk sampai kampusnya, dan benar saja belum ada siapa-siapa.


Zeline pun pergi ke arah taman untuk menghabiskan sarapanya. Sungguh menyenangkan diam ditaman sendiri seperti ini bisa memikirkan apa pun tanpa ada yang menganggunya.


Tanpa sadar sarapannya sudah habis, Zeline pun pergi ke kelasnya karna memang sebentar lagi akan segera dimulai kelasnya.


****


Pak dosen pun datang, dan memberi tugas untuk berkelompok satu kelompok harus 2 orang dan pak dosen yang memilih kelompoknya.

__ADS_1


Zeline satu kelompok dengan Yuda, ya tuhan kenapa harus dengan Yuda kan hubunganya dengan Yuda sedang tidak baik.


***


"Line kita ngerjain tugasnya dimana " tiba-tiba Yuda duluan yang mengajaknya.


"Eh Yud, dimana ya, gimana kamu deh " jawab Zeline dengan canggung.


"Oke deh ayo Line sambil mengandeng tangan Zeline"


"Emm maaf Yud tanganya " tegur Zeline yang tak mau membuat Liam salah faham.


"Maaf " dengan suara yang datar.


Liam yang sedang berjalan dilorong melihat Zeline pergi keparkiran dengan Yuda dasar laki-laki brengsek, dengan cepat Liam mengampiri Zeline dan menarik tangan Zeline dengan kasar " ayo pulang sama aku " ucap Liam dengan tiba-tiba.


Namun Zeline tak bergerak sama sekali dan menahannya " ga mau kak " bantah Zeline


"Ayo pulang " dengan kasarnya menyeret Zeline


Yuda yang melihat itu sangat marah, perempuan yang dia cintai diperlakukan dengan kasar. Ditariknya tangan Zeline yang ditarik Liam dan dilepas oleh Yuda.


"Apa urusannya denganmu ,gimana saya. Zeline pacar saya jadi saya mau kasar atau pun engga itu bukan urusan mu " balas Liam.


Zeline pun yang takut mundur dan bersembunyi di punggung Yuda.


Liam yang melihat itu sangat marah ditatapnya terus mata Zeline sampai Zeline menundukan kepalanya ,dengan perlahan Yuda menarik tangan Zeline dan membawanya ke arah motornya dan dipakaikanya helm dikepala Zeline lalu menyuruh Zeline untuk naik.


Mereka berdua melewati Liam begitu saja dan Zeline menundukan kepalanya takut.


Nafas Liam menderu dengan cepat, Liam pergi keruanganya dan pergi mengambil kunci mobilnya lalu pergi ke parkiran dan pergi mengunakan mobilnya.


***


Sedangkan Zeline dan Yuda selama perjalanan hanya diam saja tak ada yang mau memulai untuk mengajak bicara.


Yuda pun berhenti di sebuah danau yang sangat sejuk, Zeline pun turun dan langsung berjalan untuk melihat danau itu sungguh indah.


"Apa kau suka " tanya Yuda sambil tersenyum.

__ADS_1


Zeline pun memutar kepalanya kearah Yuda dan menganggukan kepalanya sambil tersenyum kearah Yuda.


Yuda sangat terpesona melihat senyum Zeline cantik dan manis.


"Yasudah kau ingin mengerjakan tugasnya dimana " tanya Yuda.


"Disana aja Yud dibawah pohon " minta Zeline.


"Yasuda ayo " tarik Yuda.


Mereka pun mengerjakan tugas kelompok itu dengan serius dan ja 4 sore selesai juga.


"Line mau coba naik perahunya ga " tawar Yuda.


"Mau " sambil menampilkan muka memelasnya.


Yuda yang melihatnya tersenyum dan mengacak rambut Zeline lalu membantu Zeline untuk bangkit.


Mereka berdua sudah ada di dalam perahu itu, Zeline sangat menikmati momen-momen seperti ini sangat menyenangkan, diturunkannya tangan Zeline kedalam air sangat sejuk.


"Yud pulang yu " ajak Zeline saat sudah mulai bosan.


"Ayo Line kita pulang "


Mereka pun beriringan menuju motor Yuda dan pergi meninggalkan danau dengan hati yang senang ,apa lagi Yuda sangat bahagia sekali bisa menghabiskan waktu lagi bersama Zeline.


Dulu saat dia tau bahwa Zeline perpacaran dengan dosen itu,Yuda sangat marah dengan dirinya yang selalu menunda-nunda untuk mengungkapkan perasannya ini.


Sampai-sampai dia megikuti balapan untuk menghilangkan sakit hatinya ini.


Namun sekarang dia akan mengejar lagi Zeline meskipun Zeline sudah mempunyai pacar, mereka kan masih pacaran belum menikah jadi tak apa bila dia ingin merebut Zeline dari dosenya itu.


sampai juga dirumah Zeline, Yuda tak ikut masuk karna memang waktu sudaj malam, jadi Yuda langsung pulang, Liam yang meliat Zeline diantar pulang juga oleh lelaki itu dan sudah malam juga, kemana mereka pergi.


Liam pun melajukan mobilnya untuk pulang, tak mau jika nanti dia menemui Zeline akan melampiaskan kemarahannya ini kepada Zeline, Liam sampai lupa dia belum menghilangkan tanda bukti serta membakar mayatnya Linda pasti sudah membusuk.


Sudah sampai juga Liam dirumahnya, dia langsung pergi ketempat eksekusi dan benar saja mayatnya Linda sudah membusuk bahkan sudah sangat menjijikan karna tidak ada kulitnya.


Liam memakai dahulu sarung tangan, diambilnya kampak besar dan dimutilasi dulu tubuh Linda agar lebih gampang saat dimasukkan kedalam karung.

__ADS_1


selesai juga Liam memisah misahkan tubuh Linda dan sudah pula dimasukkan kedalam karung, dipanggulnya potongan tubuh itu dibawa ke halaman belakang disiramnya karung itu dan dibakarnya agar tak ada bukti bahwa dia yang membunuh Linda.


__ADS_2