Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Sangat ketakutan


__ADS_3

Zeline selama dalam mobil hanya diam saja, Liam mengusap rambut istrinya dengan lembut "sayang jangan cemberut terus dong "


"Menurut mas aku harus bilang sama Jo nggak sih tentang masalah ini atau aku harus diam aja, seolah olah aku gak tau dan gak pernah liat kak Yan sama perempuan lain dan juga anak kecil tadi, apa sebenarnya kak Yan udah nikah yah mas sama perempuan itu dan anaknya yang tadi"


"Aku juga sebenarnya belum bilang ini sama kamu, aku ngasih solusi sama Jovanka buat mata-matain suaminya lewat Hamzah, karena dia juga punya firasat ya gitu deh sama suaminya lebih baik kamu jangan beritahu dulu Jovanka kamu pura pura tak tau saja , biarkan nanti Hamzah yang memberitahu semuanya sekarang Jovanka sedang mengandung pasti dia tidak boleh banyak pikiran kan"


"Iya benar juga mas tapi aku masih tidak habis pikir dengan kak Yan, kenapa dia melakukan ini lagi kenapa, apa yang dulu tidak kapok dia udah lakuin beberapa kesalahan lo sama Jo tapi Jo selalu aja maafin dia apa sih sebenarnya yang kak Yan mau"


"Hemm mas juga gak tau sayang, udah kamu jangan fikirin itu dulu ya, kamu juga lagi mengandung sayang, nanti setelah Jo tau semuanya baru kamu bilang jangan sekarang ya, "


"Iya mas terus kalau Jo tau semuanya gimana aku gak bisa bayangin gimana perasaanya, padal Jo orang baik namun kenapa masalah percintaannya gak baik dan gak beruntung padahal aku dulu seneng kalau Jo sama kak Yan yang baik setia, namun ternyata pada kenyataannya seperti ini, aku tak menyangka mas "


"Kita makan disana ya, mas juga masih pengen makan sayang, ya ya kita kesana dulu ya sayang kita makan ya ayang " Liam berusaha mengalihkan pembicaraan sang istri, agar tak terus memikirkan itu


"Aku tidak mau mas, aku tidak selera makan sama sekali, aku tidak mau makan mas "


"Kamu tadi sarapannya sedikit sayang, kita makan dulu ya, pokoknya kita harus makan, kamu kan lagi ngandung sayang jadi harus banyak makan ya "


Zeline hanya mengangguk saja, dirinya masih kesal dengan kelakukan kak Yan, bisa bisannya dia melakukan ini semua, dasar laki laki sialan.


Kenapa sih sahabatnya harus mendapatkan laki laki seperti kak Yan, kenapa sih kenapa, apa salah sahabatnya itu, pokoknya kesal sekali.

__ADS_1


Kalau saja tadi tak dirumah sakit sudah dirinya tonjok kak Yan yang menyebalkan itu, dan untuk perempuannya akan dirinya jambak jambak , berani beraninya nyakitin perasaan sahabatnya.


**


Riyan mencari keberadaan Zeline dan juga Liam namun sudah tak ada "sialan kemana mereka, kenapa tidak ada ahhh sial sial, cepat sekali mereka menghilangnya padahal baru juga tadi tapi sudah tak ada menghilang "


Riyan langsung mengeluarkan ponselnya dan menelfon istrinya" hallo sayang "


"Iya kenapa Yan ada apa, apa ada yang terjadi sampai sampai kamu telfon aku, biasannya kamu gak pernah telfon aku, harus aku aja yang hubungin kamu"


"Enggak sayang aku cuman mau tanya Zeline ada telepon kamu nggak terus bicara apa gitu sama kamu, ya maksudnya dia bicara yang aneh aneh gak sama kamu sayang"


"Engga juga sih sayang aku gak ketemu kok, kamu lagi apa nih sayang sekarang "


"Ya jelas-jelas aku lagi kerja lah, aku kan lagi di kantor Yan kamu ini aneh deh tiba-tiba tanya Zeline telepon aku tanya Zeline bicara ap sama aku. Emangnya kamu kepergok apa sama Zeline sampai-sampai jamu bicara kayak gitu. Emangnya kamu ngelakuin kesalahan fatal ya "


"Enggak kok aku gak berbuat apa-apa sama Zeline. Aku ini lagi di kantor sayang aku juga ini lagi kerja sih, cuma tanya aja biasanya kan kamu ngobrol ya setiap pagi sama Zeline.Ya siapa tahu dia ngomong sesuatu sama kamu gitu kan biasanya kamu suka cerita sama aku, tapi kan tadi pagi belum telepon dan kamu juga belum cerita sama aku."


"Penting banget ya Yan sampai kamu harus tahu apa yang aku bicarain sama Zeline setiap hari, apa sih sebenarnya yang terjadi coba kamu cerita sama aku Yan, jujur apa yang terjadi kamu kepergok sama Zeline lagi di mana, lagi sama siapa tuh "


"Enggak kok aku nggak kepergok sayang. Ya udah kau fokus aja kerja ya, aku juga mau kerja nanti aku jemput ya kamu kerja jangan capek-capek ya sayang"

__ADS_1


"Aku pulang setengah hari kamu nggak usah jemput, kamu juga kan kerja, kamu pasti banyak kerjaan kan"


"Nggak apa-apa nanti aku jemput sayang aku juga mau izin setengah hari, kita habisin waktu berdua yuk untuk hari ini, katanya kan mau ada waktu berdua kan "


"Aneh deh kamu awas aja tiba-tiba ada sesuatu yang Zeline bilang sama aku, kayaknya kamu ketakutan banget tuh sama Zeline "


"Enggak kok sayang nggak ada apa-apa ya udah aku matiin dulu ya dadah syaang "


Riyan menghembuskan nafasnnya " aku harus terus mengawasi Jovanka jangan sampai Zeline menelpon dan berkata yang tidak-tidak pada Jovanka jangan sampai, pokoknya aku harus membuat Jo percaya padaku saja, "


Riyan langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan Lisa dan anaknya dirumah sakit, biarkan saja dia pulang sendiri, taksi banyak dan dia juga punya supir pribadi.


**


Jo langsung menyimpan ponselnya "ada apa ya sama Riyan, apa yang dia lakuin sampai sampai takut banget Zeline telfon sama aku, apa aku harus tanya Zeline tapi tanya gimana, atau harus tanya Hamzah ya, tapi dia pasti gak akan bilang "


Jo hanya bisa diam dan memikirkan suaminya yang aneh, aneh sekali, Jo mengusap perutnya "nak kamu baik baik disana ya, jika suatu saat mamah dan ayah kamu nggak bersama lagi kamu harus terus temenin Mamah ya, jangan tinggalin Mamah, sekarang mamah lagi cari tahu apakah Ayah kamu lagi main-main lagi sama mamah atau enggak"


Jo menarik nafasnya dan mengusap air matanya yang tiba tiba saja mengalir " semangat Jo kamu harus kerja, kamu harus banyak belajar biar nanti suatu saat perusahaan bisa kamu pegang, kamu harus semangat demi anak kamu yang sekarang ada dalam kandungan kamu. Semangat terus semangat Jo " Jovanka berusaha menyemangati dirinya sendiri untuk anaknya dan juga masa depannya.


Jo kembali fokus dengan kerjaannya dan mencoba untuk tak memikirkan tentang suaminya itu, suami menyebalkannya, jangan sampai dirinya stres gara gara hanya memikirkan suaminya saja, jangan sampai.

__ADS_1


__ADS_2