
Tora yang sudah ada di depan panti jompo Jill segera mengetuk pintunya dan kebetulan yang membuka pintu adalah Jill sendiri jadi tak usah banyak basa basi lagi dengan orang lain.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu Pak, "
"Saya suruhan dari Tuan Liam beliau katanya sudah menghubungimu. Aku ingin menitipkan Ibu ini di panti jompo, tuan sudah menelfon mu kan "
"Oh ya baik-baik ayo masuk tuan Liam sudah menghubungi saya. Ayo masuk dulu pak, mari masuk pak mari "
"Tidak usah kalau begitu saya hanya ingin menitipkan Ibu ini saja, saya tak ada urusan lagi jadi saya permisi"
Tora langsung saja pergi meninggalkan ibunya Gavin di sana, dengan masih ketakutan dengan orang asing Ibu Gavin bergeser menjauh tak mau berdekatan dengan dengan Jill, takut Jill akan jahat padannya tidak dirinya tidak mau dekat lagi dengan orang asing.
"Ayo bu masuk Ibu namanya siapa, ayo jangan takut bu aku tak akan melakukan apa apa pada ibu, jadi ayo masuk bu "
"Apakah kau yakin tidak akan menyakitiku, kau tidak akan melakukan apa-apa padaku kan, kau tidak akan mengurungku di sebuah ruangan kecil tidak akan kan, kau tak akan memperlakukan aku seperti hewan kak kau akan baik kan padaku, seperti Riri anak ku yang selalu baik padaku, kau tak akan macam macam kan "
Jil mengernyitkan dahinya" Aku tidak akan melakukan apa-apa pada Ibu ,ayo ibu masuk aku tidak akan jahat pada ibu masuk yah, disini juga banyak kok temen-temen yang lain ibu masuk ya ayo, mari bu jangan takut ya "
Dengan perlahan ibunya Gavin berjalan ke arah Jill dan memegang tangan Jill, mereka berdua segera masuk ke dalam rumah dan benar saja banyak nenek-nenek lansia dan kakek-kakek juga di sana, mereka tersenyum pada ibu Gavin dan dia juga meresponnya dengan senyum takut-takut, ternyata benar disini banyak orang jadi pastinya akan baik baik saja disini.
__ADS_1
Jil segera membawa ibunya Gavin ke sebuah kamar dan mereka duduk di sana " Ibu namanya siapa, boleh aku tahu siapa napa ibu agar kita lebih akrab saja "
"Nama saya Wati Apakah saya di sini akan baik-baik saja kan, saya hanya ingin memastikan saja saya akan baik baik kan, tak akan terjadi sesuatu " kembali ibu Gavin mencoba bertanya kepada Jill
"Tentu aku sudah menjamin kau akan baik-baik saja di sini, tidak akan terjadi apa-apa denganmu. Ada apa sebenarnya denganmu apa yang terjadi denganmu sebelum ke sini. Sepertinya kau sangat ketakutan sekali. Coba kau ceritakan padaku siapa tahu aku bisa membantumu"
Ibu Wati menggelengkan kepalanya dia belum percaya 100% pada Jill jadi dia tidak mau berbicara lebih lagi dengan Jill, karena yang dia tahu kalau Jill ini komplotannya Liam tadi saja kan mereka sudah berbicara dan mengatakan kalau Liamlah yang menyuruhnya untuk bisa tinggal di sini.
" Ya sudah kalau begitu apakah kau ingin membersihkan dirimu dulu terlebih dahulu, nanti sebentar lagi jam 07.00 pagi kita akan makan"
"Apakah kau bisa menunggu di sini, aku takut bila harus sendirian di ruangan besar seperti ini aku tidak bisa sendirian, aku mohon padamu, tunggu aku disini "
"Baiklah aku akan menunggumu di sini. Aku tidak akan kemana-mana aku akan menunggumu di sini, sampai kau beres membersihkan dirimu jadi kau tidak usah khawatir aku akan tetap disini dan menunggumu"
Jill diam setelah beres mengambil pakaian ganti untuk Bu Wati, karena dirinya tadi melihat kalau bu wati itu tidak membawa apa-apa, masa harus terus menerus memakai pakaian itu tidak mungkin kan, kasian lagi takut nanti dia gatal-gatal.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Bu Wati, kenapa dia begitu sangat ketakutan. Apa ada yang terjadi dengan dirinya. Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dariku tapi ya sudahlah aku tidak boleh ikut campur tentang urusan dia yang terpenting aku harus bisa mengurusnya"
Tak lama kemudian Bu Wati keluar dengan takut-takut dan mengambil pakaian yang sudah Jill siapkan dan masuk lagi ke dalam kamar mandi dan memakainya setelah itu menghampiri Jil kembali "apakah makannya bisa dimulai sekarang saja aku sudah sangat lapar sekali . Apakah bisa apakah aku tak lancang berbicara seperti ini padamu "
__ADS_1
"Tentu ayo aku akan menyediakan semuanya kita makan sekarang ya, ayo bu "
Bu Wati mengangguk dia sangat senang sekali akhirnya dirinya bisa makan dan mengisi perutnya dengan penuh, tak kelaparan lagi, memang dirinya diberi makan namun dirinya sama sekali tak memakannya.
**
Jovanka yang sudah siap akan pergi ke tempat kerjanya dihadang oleh Maminya " Apakah kau yakin hari ini akan kerja. Lebih baik kau izin dulu saja pada suaminya Zeline. Apakah kau tidak apa-apa langsung bekerja seperti ini, kau tidak akan lemas kan Jo "
"Iya aku tidak masalah mih aku juga di rumah jenuh kan lebih baik aku bekerja saja, aku berangkat aku janji aku akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa dengan ku , Mamih hanya perlu percaya saja pada Jovanka, Jovanka pasti akan baik-baik saja"
"Tapi mulai sekarang kau harus diantar jemput oleh sopir Mamih tidak mau melihat kau membawa mobil sendiri ya, nanti kalau kamu tiba-tiba melamun bagaimana, Mamih tidak mau terjadi sesuatu padamu, jadi lebih baik kita ambil jalan tengahnya aja kamu diantar jemput sama Pak sopir"
"Iya deh mih Jo akan diantar sama Pak sopir aja mulai sekarang di antar jemput aja ya mih "
"Ini mamih sudah membuatkan makan siang kau harus makan sehat terus ya. Ingat jangan makan yang aneh-aneh kamu sedang mengandung harus jaga terus kandungan kamu dengan baik, dan jangan banyak fikiran ya, ingat tak boleh banyak fikiran "
"Iya Mih Jo juga pulang kok jam 12.00 siang, gak akan sampai sore kan Jo kerjannya "
"Iya sayang hati hati "
__ADS_1
Jo segera masuk ke dalam mobil dan Pak sopir juga segera menjalankan mobilnya pergi ke tempat kerjanya Jovanka, saat Jovanka mengecek ponselnya dia mengeryitkan keningnya "Ada apa dengan Choki tiba-tiba menelponku begitu banyak sekali, ada apa ya ada masalah apa ya, gak biasannya banget deh "
Saat Jovanka meneleponnya kembali namun Choki tidak mengangkatnya Jo yang tidak mau mengambil pusing langsung menyimpan kembali ponselnya, kalau memang butuh nanti juga akan menelfonnya lagi. Tak usah dirinya yang menelfon kan Choki yang butuh.