
Selam perjalanan pulanh Jo masih memikirkan tentang Gavin yang tidak bisa dihubungi. Sepertinya dia harus menemui sahabatnya Zeline.
Siapa tahu sebelumnya Gavin mengajak Zeline keluar dan malah pak dosen mengetahuinya, takutnya pak dosen melakukan sesuatu pada Gavin.
Karena seseorang yang mendekati Zeline atau mendekati dirinya pasti tak lama kemudian akan menghilang seperti Bulan saja, dia menghilang begitu saja tak ditemukan sama sekali sampai sekarang.
Lebih baik sekarang dirinya menemui Zeline dirumahnya dari pada penasarankan, kalau ditelfon tidak akan enak dan leluasa saja gitu, akan lebih enak bila ketemu langsung.
Tiba tiba ponselnya bergetar Jo segera mengambil ponselnya ternyata itu dari suaminya, dengan cepat Jo mengangkatnya.
"Halo Baby kayaknya aku bakal pulang telat deh, kamu kalau mau makan makan duluan aja ya, soalnya aku mau ke rumah Zelin e dulu ada sesuatu yang harus aku tanyain sama dia"
"Emangnya apa sayang tadi kamu kan ke rumah Gavin izin sama aku sekarang kamu ke rumah Zeline, ada masalah apa sih sebenarnya apa masalah besar sampai-sampai kamu harus bolak-balik sana sini coba jelasin dulu sama aku, apa yang terjadi baru aku ijinin kamu pergi"
"Iya aku tadi dari rumah Gavin dan dia gak ada dirumahnya kosong gak ada siapa-siapa, bahkan gak dikunci sama sekali, aku juga ketemu sama tetangganya Gavin, katanya belum balik-balik dia, aku udah samperin ke kantornya tapi gak ada gak masuk. Terus aku tanya tetangganya katanya dia pergi kalau gak salah jam 07.00 malam deh, terus setelah itu Bapak itu gak lihat lagi di mana Gavin, kenapa aku harus ke rumah Zeline karena aku pengen tanya apakah Gavin mengancam Zeline atau mengirimkan surat kepadanya sampai-sampai Gavin menghilang "
"Memangnya sangkut pautnya Zeline dengan Gavin apa. Kenapa harus menanyakan pada Zeline tidak mungkin kan kalau Zeline punya hubungan sama Gavin, dia gak mungkin dong selingkuh dari pak dosen "
"Iya aku tahu Zeline tak akan mungkin selingkuhan dari pak dosen aku cuma mau tahu Gavin kan selalu saja gangguin Zeline, dia suka nelpon Zeline, pokoknya sosial mendia Zeline digangguin deh sama dia semuanya makannya aku mau tanya sama dia apakah Gavin kirim surat, siapa tahu kan Zeline bilang sama pak dosen kalau dia diteror sama Gavin kamu tahu sendiri kan pak dosen itu bukan orang biasa dia gak sama kayak kita "
" Bukannya kamu udah gak mau lagi ya urusan tentang Gavin lagi. Bukannya kamu udah marah banget sama dia gara-gara mau terus kejar Zeline. Terus sekarang tiba-tiba kamu urusin dia"
"Ada sebabnya aku urusin dia lagi karena ada dokumen-dokumen penting yang dia pegang kalau gak ada aku gak mungkin mau urus-urus kayak gini , aku butuh banget dokumen itu, semua dokumen penting ada di dia sedangkan aku gak pegang filenya bahkan fotokopiannya aja aku gak punya. Karena dia pengen pegang sendiri dan pak dosen ya percaya sama Gavin buat dia pegang dokumen penting itu, makanya aku bingung sekarang aku harus ngelakuin apa."
__ADS_1
"Aku gak bisa diam aja kayak gini dong , masa aku harus ulang dari awal lagi bahkan flashdisk aku yang aku simpan sendiri waktu itu di pinjem sama Gavin dan di dalamnya itu ada dokumen itu, sebenarnya itu cadangan aku tapi dia pinjam flashdisk aku. Aku enggak punya lagi cadangan"
"Ya udah aku ijinin tapi kamu jangan pulang lama-lama ya pokoknya gak boleh lama-lama, harus sebentar "
"Iya Yan aku matikan "
Jo langsung kembali fokus menyetir dan tak lama kemudian dia sampai dan melihat ibu mertuanya Tora yang sedang di ikuti terus menerus oleh anak buahnya pak dosen.
Jo langsung menghampiri Hamzah dan menepuk bahunya "Hamzah itu kenapa ya, kenapa di ikuti kayak gitu emang dia punya salah ya, ada apa sih "
"Itu memang tuan yang suruh dia sengaja melakukan itu karena Ibu mertuanya Tora sudah keterlaluan mencuri barang Nyonya. Untung saja tidak dilaporkan ke kantor polisi hanya dipisahkan saja dari rumah utama, "
"Ternyata selain dia pengacau dia juga seorang pencuri, parah sekali padahal sudah nenek-nenek ya. Tapi masih saja berani mencuri barang orang lain. Untung saja ibuku tidak seperti itu ya ampun kalau tidak aku sangat malu sekali Hamzah memikirkannya saja aku sudah tak kuat, awas kau selalu hati hati kalau gitu "
"Yasudah saya masuk dulu ya "
"Iya nona silahkan "
Jo segera berjalan kedalam rumah dan dia melihat Zeline yang sedang membaca majalah dengan sang anak yang dipangku.
"Line "
Zeline langsung mendongak dan langsung bertatapan langsung dengan Jo "eh Jo , sini duduk dong "
__ADS_1
Jo segera duduk dan Lucas langsung turun dari pangkuan mamihnya dan main dilantai yang sudah Zeline alasi dengan karpet bulu bulu.
"Line aku mau tanya sesuatu sama kamu "
"Mau tanya apa Jo kayaknya serius banget deh, kamu mau tanya apa sama aku, siapa tahu aku bisa bantu kamu, "
"Apakah kemarin-kemarin ada yang mengirimkan paket misterius sama kamu gitu atau chat dari Gavin yang ngancam-ngancem kamu"
"Gak ada deh gak ada yang kirim paket atau Gavin yang chat aku , aku kan udah blok dia juga dan aku mengecualikan nomor asing buat telepon aku atau kirim-kirim pesan sama aku"
"Pantesan "
"Emangnya kenapa kamu tanya itu, apa ada sesuatu yang terjadi "
"Ya gak sih, Gavin menghilang dia gak ada, dia tiba tiba aja menghilang tanpa jejak "
"Kenapa kamu tanya sama aku ,aku kan gak tahu apa-apa tentang dia dan aku juga gak ada hubungan spesial sama dia, mungkin dia jalan-jalan liburan atau pulang ke kotanya kan kita gak tau, tunggu aja beberapa hari "
"Iya aku tahu kamu gak ada hubungan apa-apa sama dia, cuman aku mau tanya aja gitu. Apakah ada yang mencurigakan dia kirim paket atau teror kamu terus atau ancam kamu gitu, aku cuman mau nanya itu aja sih "
"Gak sih aku gak dapat paket apa-apa, mungkin kalau ada paket anak-anak pasti bilang Bibi juga pasti kasih paket itu sama aku, gak mungkin dia kasih sama orang lain gak ada aku gak dapat. Mungkin dia lagi healing atau lagi pulang ke rumah orang tuanya. Aku juga gak mau berurusan lagi sama dia, dia udah terlalu banyak ganggu hidup aku"
"Iya aku tau, yaudah aku pulang ya "
__ADS_1
Zeline mengangguk dan segera mengantar Jo sampai depan rumah.