Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Tau rasakan


__ADS_3

"Tante apa kabar, tante baru pulang "


"Iya Syifa maaf ya tante baru tenggok kamu sama dede Nabil, "


"Iya gak apa apa, ayo duduk tan, kak, bi "


"Iya Syifa "


Mereka semua duduk dan mengobrol ngobrol tak lama kemudian datang bi Nia dan memberikan minuman, setelah selesai bi Nia langsung pergi kembali.


"Kapan tante pulang "


"Tante pulang kemarin Syifa, ganteng banget ya Nabil gemes deh tante "


"Baru pulang berarti ya tante, makasih tante "


Mereka berempat akhirnya berbincang bincang dan sesekali tertawa tawa, mereka semua seperti tak ada beban sedikit pun.


**


Sedangkan Liam yang baru selesai metting segera keluar dari ruangan metting dan tiba tiba saja ditahan oleh Gavin.


Liam hanya diam menunggu Gavin berbicara, "maaf tuan bila saya lancang, kabar Zeline bagaimana apakah baik baik saja "


Liam memicingkan matanya lalu menatap tajam kearah Gavin "ada apa, kamu menanyakan istri saya, ada perlu apa"

__ADS_1


"Tidak tuan aku hanya ingin tau saja kabar Zeline, rasannya kami sudah lama tak bertemu "


"Kapan kalian bertemu "


"Emm waktu Zeline pergi bersama Jo, kami pergi sama sama pak, saya tidak mengantarnya pulang, karena Zeline gak mau katanya takut ketahuan sama suaminya, jadi saya cuman nganter dia sampai gerbang rumah "


"Oh ya, kalian jadinya berangkat bertiga, masa sih saya gak liat kamu anterin istri saya ya "


"Masa sih pak, saya anterin Zeline kok, saya telfonin Zeline gak pernah diangkat mungkin lagi ada tuan ya jadi dia gak mau angkat "


"Coba sekarang kamu telfon istri saya, apa dia akan mengangkatnya saat tidak ada saya dirumah "


Gavin malah jadi binggung, dirinya kan berbicara seperti ini agar mereka bertengkar, tapi malah disuruh telfon Zeline yang ada gak akan pernah diangkat sama Zeline dia susah sekali dihubungi.


"Kenapa diem ayo telfon istri saya, saya mau tau apakah perkataan mu benar "


Gavin kembali menelfon Zeline namun sama sekali tak diangkat, Liam langsung mencekik leher Gavin sampai sampai Gavin terdorong dan bersandar ditembok.


"Dengarkan kata-kata saya baik-baik, istri saya bukanlah perempuan yang mudah dirayu oleh seorang laki-laki, jadi kamu jangan macam-macam dan berbicara yang tidak-tidak tentang istri saya, karena saya tahu saat dia pergi ke mall dengan Jo mereka hanya berdua, memangnya saya akan membiarkan istri saya begitu saja pergi berdua dengan Jo, tidak akan mungkin jadi saya tahu apa yang sedang istri saya lakukan, di mana bersama siapa, jadi kau tidak usah mengada-ngada kalau Istriku memang selalu berhubungan denganmu "


"Dan akan aku ingat kan sekali lagi padamu, jangan pernah kau mengganggu istriku lagi atau menemuinya jika kau melakukan itu aku tidak segan-segan untuk melukaimu, jadi jangan bermain-main denganku jika kau masih sayang nyawa itu pun, aku tidak main main dengan apa yang sudah aku katakan, kau hanyalah manusia kecil dan rapuh dimataku "


Liam melepaskan cekikannya dan langsung pergi dari hadapan Gavin, Gavin langsung terbatuk batuk padahal dia tadi sudah memukul mukul lengannya suami Zeline namun sama sekali tak ada ekspresi dan hanya berceloteh mengancamnya.


Jo yang melihat keadaan itu langsung menghampiri Gavin dan menepuk nepuk punggungnya "ada apa dengan mu Gavin "

__ADS_1


Gavin masih belum bisa menjawab masih batuk batuk, Jo segera mengambil air minum dan memberikannya pada Gavin, dan Gavin langsung menerimanya dan menegaknya dengan cepat, lalu memberikan kembali air minumnya pada Jo.


"Kenapa sih Gavin "


"Gue di cekik sama suaminya Zeline "


"Kenapa, ada masalah apa lo sama pak dosen "


"Gue mengarang cerita tentang gue yang pergi sama istrinya, terus dia nantang gue buat buktiin kalau gue sama Zeline sering berhubungan dan si Zeline gak angkat sama sekali, akhirnya gue diancem sama suaminya itu sampai dicekik, sakit nih leher gue, untung aja leher gue masih utuh loh "


"Beneran lo di cekik "


"Ya beneran dong Jo, masa sih gue bohong, kalau aja ya tuh suaminya Zeline telat lepasin tangannya gue udah mati "


"Apa gue bilang jangan suka sama istri orang, lo cari dong perempuan yang single yang gak punya suami, yang gak punya pacar apa lagi lo udah ngejar-ngejar istri pak dosen, yang ada nyawa lo yang akan melayang , lo jangan macam-macam deh sama pak dosen gue cuma mau ingetin aja, lu jangan berani sama dia deh, kalau gak nyawa lo taruhannya bukan apa-apa dia tuh banyak banget anak buahnya, lo mau tiba-tiba rumah lo dikepung gitu sama anak buahnya "


"Apaan sih lebay banget, yang pasti ancaman dia itu cuma main-main aja, gue gak percaya tahu sama ancaman orang apa lagi sama dia gak lah tenang aja meskipun gue dicekik tapi gue masih punya tekad buat dapetin apa yang gue mau Jo, rasannya gue gak sabar liat rumah tangga mereka hancur "


Jo yang kesal segera menampar Gavin "Gila ya, gue nyesel udah kenalin lo sama Zeline, gue gak akan pernah biarin lo hancurin rumah tangga sahabat gue, dan gue yakin Zeline gak akan pernah tergoda sama laki kaki kaya lo. Secara suaminya aja cakep, kaya gak kayak lo, lo tu kurang ajar dan cuman mau istri orang saja "


"Loh kok, lo jadi marah marah sama gue, kenapa sih pada marah marah sama gue, apa salah gue coba, cinta itu buta kita gak tau bakal sama siapa, jadi wajarlah "


"Iya gue tahu cinta itu buta, tapi kalau lo cuma cinta aja dan gak ngejar-ngejar istri orang kayak gini gue fine-fine aja, kalau lo cuma sekedar suka aja, tapi lo mau hancurin rumah tangganya lo mikir mereka aja susah buat berumah tangga dan lo dengan seenak jidat mau ngancurin rumah tangga itu, yang udah kokoh dan udah punya anak juga lo mikir ke situ gak dasar gak punya otak ya "


"Lo marah marah aja Jo, yang gue hancurin rumah tangga orang tapi lo yang marah marah "

__ADS_1


"Lo tuli atau gimana sih Vin, Zeline itu sahabat gue dan gue gak akan pernah mungkin biarin rumah tangga sahabat gue tuh hancur gara-gara laki-laki brengsek kayak lo, udah deh kita udahin aja pertemanan ini gue muak sama lo dan gue benci sama lo. Gue tuh gak suka sama laki-laki yang cuman mau hancurin rumah tangga orang aja, apa lagi rumah tangga sahabat gue sendiri, gue nyesel udah kenalin lo sama sahabat gue "


Jo langsung pergi dari hadapan Gavin dengan cepat dan tak mau berbicara apa apa lagi dengan laki laki brengsek sialan itu.


__ADS_2