
Liam yang sudah bangun terlebih dahulu, menatap sang istri yang masih terlelap dengan nyenyak, lalu menium niup di sekitar wajah sang istri.
Zeline yang merasa tidurnya terganggu segera bangun dan langsung saja tersenyum dan kembali menatap suaminya.
"Apa sih mas, kok tiup tiup aku, aku kan bukan kue ulang taun"
"Bangun sayang ini sudah pagi, kamu sudah tidur lama sayangku "
Zeline segera memeluk suami dan mengigit lehernya bukannya kesakitan Liam malah tertawa. Zeline yang keheranan segera mendongakan kepalanya dan mentap suaminya,
"Kenapa malah senyum mas "
"Gak papa geli aja sekarang giliran kamu "
Liam segera menyerudukan kepalanya kearah istrinya namun ditahan oleh tangan istrinya "Kamu harus kerja mas "
"Aku inikan bosnya jadi masih banyak waktu dan aku bebas untuk pergi jam berapa saja kekantor"
Liam segera menutup tubuh mereka dengan selimbut dan Zeline malah tertawa cekikikan.
**
Jo yang terbangunkan oleh alarm yang sangat bising segera membelalakan matanya lalu segera bangkit dan membuka jendela rumah. "Hah udah siang, berarti kesiangan dong "
Jo segera menghampiri Andre dan menguncang nguncang tubuhnya "kak bangun kak bangun "
"Apaan sih, masih ngantuk tau "
"Udah siang kak, kita telat pergi kekantor, cepetan bangun "
Andre yang mendengar kata siang segera membuka kedua matanya lalu celingak celingkuk dan segera menarik tangan Jo untuk segera pulang.
"Mau kemana kita kak "
"Mau berenang, ya mau pulang lah "
Andre segera membukakan pintu untuk Jo dan segera bergegas membuka pintunya juga untuk segera mengemudi.
"Kita langsung kekantor aja ya Jo, takut nanti dimarahin sama bos besar bisa mati kita nanti kalau sampai telat"
"Tapi pakaian kita gimana kak, masa iya kerja gini, belum cuci muka lagi, kakak keterlaluan deh "
"Beli aja beli, kaya orang miskin aja kamu, masalah muka nanti aja lah yang terpenting kita sekarang sampai kantor itu aja titik"
Jo tak bisa berkata apa apa lagi hanya bisa menurut dan diam saja. Bener juga ya kalau nanti pak dosen marah bisa gawat.
**
Liam yang sudah selesai mandi segera menghampiri sang istri yang sedang membaca buku, duduk dan menengok istrinya sedang membaca apa.
"Sayang bantulah aku mengeringkan rambutku agar cepat sayang "
"Baiklah kemari " Zeline segera mengambil pengering rambut dan segera membantu suaminya.
"Sayang, nanti aku akan setiapa hari ah, minta terus menerus rambutku dekeringkan oleh mu "
"Emm boleh lah, aku juga dulu sering ngeringin bulu anjingnya Jo, jadi sudah biasa "
"Lah kok disamain sama anjing sih sayang "
"Engga kok, aku cuman cerita aja, ternyata sama aja "
Liam segera membaringkan sang istri dan sedikit menindihnya "kamu mau apa mas "
"Aku akan melakukan seperti yang anjing lakukan pada majikannya " Liam segera mendusel duselkan kepalaya kearah istrinya.
Zeline yang kegelian hanya bisa tertawa saja dengan kelakuan sang suami.
__ADS_1
"Mas sudah sudah ayo cepat berpakaianlah kamu nanti terlambat "
"Baiklah sayang bantu aku bersiap "
Zeline segera bangkit dan mengambil pakaian suaminya yang sudah diasiapkan dan segera membantu memakaikannya. Setelah selesai segera mereka berdua keluar berpapasan dengan sang anak yang sedang di gendong bi Sari.
Liam segera mengambilnya dan mengajak main anaknya, Lucas hanya tersenyum dan memukul mukul wajah papihnya.
"Bibi gimana tidurnya nyenyak gak " tanya Zeline.
"Alhamdullilah nyonya nyenyak banget, den Lucas juga gak rewel kok "
"Alhamdullilah kalau gitu bi "
Segera mereka berdua sarapan masih dengan Lucas yang ada dipangkuan sang papih. Liam sama sekali tak terganggu
Setelah semuanya selesai Zeline mengatar suaminya sambil memangku Lucas, melambaikan tangannya pada sang suami.
"Bibi sarapan dulu gih, Lucas sama saya dulu, nanti bibi kekamar ya "
"Baik nyonya "
Segera bi Sari pergi, Zeline pun sama segera masuk kedalam dan menuju kamarnya..
**
Saat Liam sampai kantor Jo dan juga Andre belum sampai, Liam segera mengerjakan tugasnya sambil menunggu karyawannya yang terlambat, seharusnya sudah pada datang, tapi ini tidak ada sungguh terlalu..
Jo dan Andre yang baru datang segera berlari dan langsung menerobos kedalam ruangan Liam sampai Liam kaget dan memberhentikan aktifitasnya.
"Apa kalian tak punya tangan sampai tak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu hah, atau perlu aku potong tangan kalian berdua agar benar benar tak mempunyai tangan"
Mereka berdua yang tersungkur dilantai segera bangkit "maaf Liam kita ketiduran habis nyelesain misi dari lo itu, karena kecapean jadi ketiduran deh, jangan marah dong inikan lo juga yang yuruh buat bakar perempuan itu, jadi wajar kalau kita telat datang"
"Kalin sekarang uda tidur berdua yah, " kaget Liam sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
"Oh jadi kalian sekarang jadi time, awas Jo kau jangan bocorkan pada siapa siapa, kalau sampai kau membocorkanya kau akan habis ditanganku"
"Siap pak dosen saya akan tutup mulut, saya masih menyayangi nyawa saya, jadi saya tak akan macam macam dengan pak dosen yang terhormat ini"
"Apa kalian belum mandi "
"Belum Liam, kita kesiangan " jawab Andre
"Yaudah mandi sana, bau kalain berdua, awas jangan mandi bareng nanti terjadi sesuatu lagi"
"Pak dosen ya kalau bicara gak suka difilter dulu " dengan kesal Jo segera pergi dari hadapan kedua laki laki itu.
Andre pun segera masuk kamar mandi dan segera membersihkan dirinya yang sudah bau, benar kata Liam dirinya bau, untung tadi sudah membeli pakaian.
Andre dengan cepat sudah keluar dan duduk dikursinya, "Andre kita buat pengumuman untuk semua karyawan kumpulkan segera mereka "
"Pengumuman apa Liam "
"Pengumuman kalau aku tak mau ada perempuan yang seperti perempuan yang aku bunuh kemarin "
"Baiklah siap, aku akan mengumpulkan mereka semua dilapangan "
Andre segera pergi keluar, sebelum pergi sepenuhnya dia mengbrak meja Jo, Jo yang sedang memakai lipstik sampai melencongkan.
"Sebenarnya apa mau bapak, ganggu saya terus "
"Saya gak ganggu kamu, cuman mau bilang segera kumpul dilapangan baris yang rapih disana Liam mau memberikan pengumuman "
"Ya gak sambil gebrak meja juga doh ah "
Jo segera pergi meninggalakan Andre sendirian, dia pergi mendahului Andre tanpa membenarkan Lipstiknya.
__ADS_1
Andre hanya bisa geleng geleng kepala, segera pergi untuk memberi tahu yang lain, setelah selesai Andre menuju lapangan disana sudah banyak orang.
Andre menghampiri Jo yang sendirian dan berhadapan langsung dengan Jo, mengambil sapu tanganya dengan telaten Andre membenahi lipstik Jo yang berantakan.
Liam yang melihatnya segera menyengol Andre "awas nanti nyaman terus jatuh cinta bisa gawat lagih"
Jo yang malu segera pergi dan masuk kedalam barisan, jantungnya berdetak dengan kencang, Jo segera mengelengkan kepalanya jangan sampai dia menyukai kak Andre ingat ingat sudah mau menikah dengan Riyan.
Liam naik ke podium, hening sekali tak ada suara sedikit pun. Liam menatap semuanya dan membenarkan dasinya.
"Selamat siang "
"Siang pak " ucap mereka serentak.
"Baik saya tak akan lama lama, saya akan memberi peraturan baru, khususnya untuk perempuan saya melarang untuk memakai pakaian yang tidak sopan atau kurang bahan, kalau tidak mau segera berikan surat pengunduran diri pada Andre, saya juga tidak mau ada karyawan perempuan yang mendekati saya selain ingin membahas tentang pekerjaan. Kalau kalian sampai melanggar saya akan memecat kalian seperti saya memecat Siska, dan tak akan ada kata maaf, saya gak suka dikantor saya ada perempuan murahan"
"Jadi jangan macam macam dengan saya, apalagi sampai melakukan kelakuan seperti Siska kemarin sungguh memalukan tak menganggap saja sebagai atasannya. Saya punya harga diri dan saya sudah mempunyai istri, jadi jangan macam macam dengan saya, saya tak akan memberi ampun siapa pun itu"
Setelah mengatakan itu Liam langsung pergi, dan karyawan yang wajahnya sudah pada tegang segera menbubarkan dirinya juga. Melanjutkan pekerjaannya kembali.
Jo yang ingin menghindari Andre segera berlari dan masuk lift terlebih dahulu takut nanti terbuai dan malah nyaman seperti apa yang dikatakan pak dosen.
Jo yang sudah ada dimejanya sedang metap ikan koinya yang baru saja dirinya beli tempo hari "hai ikan lucu, apa kabar, aku lagi galau nih"
"Andai kamu bisa bicara pasti aku ada temenya gak sendiri kaya gini ikan lucu"
"Jo " tiba tiba ada yang memangil namanya.
Jo segera mendongakan kepalanya, "Eh baby kamu kapan kesini " teriak Jo senang..
"Baru aja sayang, syaang aku mau kasih tau sesuatu "
"Apa baby, kasih tau apa "
"Tapi kamu jagan nangis ya "
"Iya gak akan kemana "
"S anjing mati " ucap Andre itu adalah nama kucingnya Jo
"Apa mati kenapa baby, kenapa bisa mati "
"Aku juga gak tau syaang, tiba tiba aja tadi malam mati, aku udah telfon dari semalem dah kerumah kamu, tapi kamu gak angkat telfon aku
"Maaf baby, aku izin dulu ya, tolong beresin barang barang aku ya "
Jo segera masuk kedalam ruangan Liam sambil membawa ikannya. Tak lupa dengan tangisnya "s Anjing "
"Kamu bilang saya anjing " marah Liam
"Bukan pak, kucing saja s anjing mati saya mau izin pulang boleh ya pak saya mau ngelayat dia dulu, saya juga mau titip ikan saya "
"Yaudah sana sana "
"Ini pak ikannya, tolong dikasih makan yang telatur jangan telat kasian hatinya lagi rapuh karena saya pisahin dari pacarnya " Jo segera memberikan ikannya dan pergi meninggalkan Liam yang kebingungan.
"Dre apa dia kenapa " tanya Liam.
"Entahlah apa maksudnya coba kucingnya namanya s anjing"
"Jadi siapa yang mati Dre kucing atau anjing "
"Ya kucing lah "
"Ya anjing lah. Kan dia sebut anjing lo nyimak gak "
"Ya nyimak lah, ayolah kita kesana kita melayat Liam "
__ADS_1
"Gak usah mau ngapain coba gak ada gunanya banget loh "