
Pagi pagi sekali Jovanka sudah ada dirumah Zeline, dan Zeline serta sang suami Liam ada disana, menunggu apa yang akan Jovanka katakan.
"Kamu kenapa Jo pagi-pagi ke sini apa ada sesuatu yang harus kamu bicarain"
"Aku mau pamitan sama kamu Line pada pak dosen dan aku juga mohon maaf pak dosen mau mengundurkan diri ini surat pengunduran diri Jovanka "
Zeline langsung memegang tangan sahabatnya " Kenapa tiba-tiba kayak gini kenapa tiba-tiba kamu mau mengundurkan diri, dan tiba-tiba kamu mau pamitan emangnya kamu mau ke mana, kamu nggak akan tinggalin aku kan kamu nggak akan pulang lagi ke Inggris kan"
Jovanka lebih mempererat pegangannya pada Zeline " maafin aku bukannya aku mau tinggalin kamu atau gimana, aku emang mau pulang ke inggris sama mami sama papi, papi aku juga udah ke sini buat jemput aku pulang ke sana, maaf bukannya aku egois tinggalin kamu tapi aku harus pergi aku nggak mungkin di sini dengan luka yang begitu dalam, aku harus bisa melupakan semuanya jadi aku pulang ke Inggris buat menata lagi hati aku"
"Kenapa kita harus jauh-jauhan lagi Jo, dulu aja kita jauh-jauhan sekarang juga sama. Emang kamu nggak bisa ya pindah ke tempat lain aja jangan pulang ke Inggris deh kalau kamu nggak ada aku sama siap. Nggak akan ada temen yang seperti kamu aku gak mau ditinggalin sama kamu lagi"
"Aku janji sama kamu aku akan balik lagi ke sini tapi setelah hati aku memang udah benar-benar pulih lagi, untuk kedua kalinya aku kabur dari rasa sakit ini dan oleh laki-laki yang sama lagi, aku harus menenangkan diriku Line aku nggak bisa kalau aku terus di sini ya ada aku akan terus ingat dengan pengkhianatan suamiku dan aku juga sama Riyan udah cerai, dan kami juga udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, jadi aku bebas mau tinggalin dia mau pergi kemanapun, aku nggak bisa tinggal di sini lagi. Sementara luka aku sakit banget makin aku di sini makin aku berada di sini makin sakit dan luka itu makan dalam, lebih baik aku pergi saja Line"
Zeline langsung menghampiri Jo mendekatkan duduknya dan memeluk sahabatnya itu, dengan tangisnya yang sudah mengalir.
Kenapa sih harus seperti ini, kenapa sih kak Riyan harus menyakiti Jovanka lagi, kenapa sih sahabatnya selalu saja disakiti. Apakah tidak ada nasib baik untuk sahabatnya ini.
Zeline langsung melepaskan pelukannya "tapi ingat kamu harus hubungin aku, kalau kamu lahiran kamu hubungin aku pasti aku mas Liam akan ke sana. Aku janji aku akan pergi ke sana ya, aku akan temenin kamu saat lahiran, pokoknya kamu harus selalu hubungin aku ya, jangan sampai enggak pokoknya kamu selalu telepon aku dan kasih kabar sama aku tentang keadaan kamu. Aku nggak mau tiba-tiba kamu lost contact"
__ADS_1
"Iya aku janji akan selalu hubungin kamu, Maaf ya kali ini aku menghindar lagi dari masalah aku kembali pergi saat masalah besar kembali menghampiriku, dan aku selalu saja kabur dan kabur tak pernah aku menghadapi semuanya sampai tuntas"
"Kata siapa kau selalu menghadapi semua masalah itu dan aku juga sangat sedih mendengar rumah tangga kamu harus hancur karena orang ketiga. Aku kira kak Riyan gak akan kayak gini dari waktu kalian pacaran kak Riyan itu kelihatannya cowok yang emang benar-benar sayang sama kamu, tapi ternyata di belakang dia kayak gitu, aku bener-bener nggak nyangka kak Riyan bisa sakitin kamu lagi dan Lagi, bener bener aku gak habis fikir dengan kak Riyan, apa sih sebenernya yang ada dikepala dia"
"Ya mungkin ini udah takdir aku Line aku juga nggak bisa cegah kan, aku sudah mencoba untuk menjadi istri yang baik ternyata di mata Riyan aku itu emang bukan istri yang baik buat dia, makanya kan dia cari lagi tapi aku udah ikhlas kok aku sudah nerima semuanya, aku akan memperbaiki diri aku sendiri dan mengubah hidupku menjadi lebih baik lagi, aku akan menata semuanya dari awal lagi bersama Papi mami dan anakku yang sebentar lagi akan lahir"
"Kamu harus tetap semangat ya kamu pasti akan bahagia bersama anakmu kelak kamu harus melupakan semua kesakitan itu, aku yakin kamu bisa dan aku yakin kamu akan kembali pulih seperti dahulu, menjadi Jovanka yang ceria lagi dan menjadi sahabatku yang selalu menghiburku dan juga selalu ada untukku"
"Ya sudah Line aku harus pergi sekarang aku pergi sekarang ke Inggris"
"Aku juga mau minta maaf Jo sama kamu kalau aja aku dulu nggak deketin kamu lagi sama Riyan mungkin semua ini nggak akan terjadi, mungkin semuanya akan baik-baik aja dan kamu juga nggak akan diselingkuhi sama Riyan"
"Sekali lagi maafkaan aku, aku dan Zeline akan mengantarkan mu sampai bandara bolehkan"
"Tentu boleh pak kenapa tidak "
"Baiklah kami akan menyusul mu atau kita akan sama sama perginya "
"Tidak pak, aku bersama papih dan mamih sjaa mereka sudah menungguku "
__ADS_1
"Baiklah kami akan menyusul "
Jovanka mengangguk dan langsung pergi karena orang tuanya sudah ada diluar menunggu kenapa tidak masuk karen mereka tak mau menganggu Jovanka dan juga sahabatnya yang akan berbica.
Zeline dan juga Liam langsung menganti pakaiannya sedangkan Lucas juga sama menganti bajunya dibantu oleh bi Sari.
Setelah semuanya selesai mereka bertiga langsung keluar rumah dan akan pergi.
"Kalian mau kemana "
Zeline melihat kearah kak Andre " kami akan mengantarkan Jovanka ke bandara. Apakah kak Andre mau ikut Jovanka hari ini pulang "
"Apa kenapa begitu mendadak kenapa tiba-tiba Jovanka pulang ke inggris ada apa "
"Sudah kau mau ikut atau tidak. Nanti dijelaskan di jalan saja cepat ini waktunya mepet Jovanka akan terbang sebentar lagi pesawatnya akan terbang, jadi cepat kalau kau mau ikut-ikut kalau tidak tidak" ucap Liam
"Baiklah aku ikut, aku ikut "
"Baiklah ayo "
__ADS_1
Mereka langsung saja pergi untuk menyusul Jovanka kesana.