
Tok tok tok "masuk " ucap Liam.
Jo yang ada diluar segera masuk dan melongok terlebih dahulu. "pak ini " ucap Jo sambil menatap Zeline yang sedang tidur.Sungguh dirinya khawar sekali dengan Inara.
"Terimakasih Jo, Zeline baik-baik saja Jo. Mungkin ini dari kehamilannya " jelas Liam yang melihat Jo dari tadi menatap istrinya.
"Eh iya pak, kalau begitu saya permisi, lupa sama sama pak "
Jo dengan tergesa-gesa segera keluar takut marah nanti dosennya itu. Yang ada nanti nilainya dikurangi dan harus kembali ulangan kan cape.
Setelah Jo keluar Liam segera menelfon ibunya untuk memberi kabar tentang kehamilan Zeline. Sampai lupakan tak memberitahu ibunya. Pasti ibunya akan senang sekali.
"Hallo assalamualaikum bu " salam Liam
"Walaikumsalam syaanggnya ibu"
"Bu aku punya kabar bahagia untuk ibu, Zelinw sudah hamil bu, ibu dan ayah akan mempunyai cucu "
"Alhamdullilah sayangg, benerankan ini bukan prank prank kaya di tik tok "
"Engga bu beneran ini, masa Liam bohongin ibu sih "
"Iya na iya, kalau begitu kamu harus selalu jaga Zeline ya. Awas jangan buat dia setris Na, ibu sangat bahagia sekali, sebentar lagi kamu akan menjadi ayah, kamu harus lebih baik lagi mulai dari sekarang. Lebih sabar menghadapi istrimu juga. Orang hamil suka baperan"
"Iya bu pasti, Liam akan belajae untuk keluarga kecil Liam ini "
"Ibu sudah tahu Liam "
"Maksud ibu tau apa ? "
"Ayah Zeline marahkan sama kamu, gara-gara tahu tentang keadaan kamu. Kenapa kamu berbicara kepadanya Na, kenapa . Seharunya kamu diam saja jaga rahasia itu"
"Ibu tau dari mana, aku tak mau ada rahasia bu, aku takut nanti orang tua Zeline tahu dari orang lain. Jadi lebih baik aku saja yang jujur "
"Kamu ga perlu tau na, tapi pada akhirnya beginikan Liam, Zeline bagaimana "
"Iya Liam tau bu, semuanya jadi pecah begini, Zeline baik namun pasti dia ingin bertemu dengan orang tuanya. Terkadang aku suka melihat Zeline menangis bu.".
"Ya sudah perlahan nanti kau temui mertuamu dan meminta maaf padanya. Atau perlu ibu yang kesana "
"Iya bu, tak perlu bu biar aku saja "
"Lalu sekarang mana anak ibu Zeline "
__ADS_1
"Dia tidur bu, tadi habis muntah, ini dia lagi tidur diruanganku "
"Kenapa diruanganmu, kenapa tak dirumah Liam"
"Zeline kan masih kuliah bu"
"Ya sudah besok jangan kuliah, besok ibu akan pergi kebandung dan mengawasi istrimu "
"Ga usah bu gapapa, terus ayah sama siapa nanti "
"Gapapa ibu akan kesana, Asalamualaikum. Ibu mau beres-beres dulu pakaiannya "
"Iya deh gimana ibu, walaikumsalam bu "
Liam segera memikirkan tentang ibunya yang sudah mengatahui tentang pertikainya dengan mertuanya. Pasti ibunya menyewa seseorang untuk menyelidikinya.
Liam segera menyimpan ponselnya. Sebentar menatap istrinya yang sedang pulas tidur. Lalu segera memeriksa ulangan yang tadi. Agar cepat beres dan segera membawa istrinya pulang kerumah. Agar lebih nyaman istirahatnya.
**
Jo yang sedang sendirian didalam kelas dikagetkan dengan dering ponselnya "Ya allah kaget banget " sambil mengusap dadanya.
Jo yang melihat itu panggilan dari Riyan segera menarik nafasnya lalu menghembuskannya pelan-pelan. Dengan berat hati Jo mengangkat telfon dari Riyan.
"Iya maaf aku sibuk kak "
"Ada perlu apa ya "
"Kenapa bicara mu dingin sekali "
"Maaf aku mau kita putus saja. Aku tak bisamelanjutkan hubungan ini. Tenang saja aku akan menjelaskannya pasa orang tuaku kenapa aku memutuskan mu "
"Engga aku ga mau, kenapa karena masalah Lisa "
"Tidak, kamu fikir saja. Apa pantas kamu dekat lagi sama perempuan yang udah pernah deket sama kamu pantes ga. Kalau aku kayak gitu kamu marah gak ? "
"Ya kan kita sekarang teman, tak ada perasaan apapun diantara aku sama Lisa "
"Emang kamu tau perasaan Lisa yang sebenernya "
"Buat apa aku tau perasaanya, kamu jangan mempersulit Jo, kita udah mau nikah "
"Hemm gatau ya tanya dong, siapa tau dia sekarang udah suka sama kamu. Ini aja masih pacaran kamu menyepelekan sesuatu apalagi nanti kalau udah nikah, kamu aja masih ada yang disembunyiin dari aku "
__ADS_1
"Ya kan aku mau kasih hadiah, hadiah kelulusan kamu "
"Terus perlu kamu minta bantuan sama temen lama kamu, yang deket banget sama kamu dan mungkin hampir aja kalian pacaran kan namun ga keburu "
"Kenapa sih Jo, aku hanya minta bantuan aja "
"Udahlah pusing aku, jelasin apapun sama kamu ga akan ada ujungnya. Sekarang kamu ga usah ganggu aku lagi. Hubungan kita udah sampai sini aja "
Jo yang sudah tak kuat dengan pembicaraan yang mengandung bawang ini segera mematikan telfonya. Lalu menangis dengan sejadi-jadinya.
Sakit hatinya saat mengucapkan kata itu namun itu yang terbaik untuk dirinya dan Riyan.
Dia masih menyayangi Riyan tapi dia tak siap jika nanti suatu saat akan kejadian seperti ini lagi. Jadi lebih baik menyudahinya dan sakit hati sekarang daripada nanti saat sudah menikah.
Akan lebih sulit dan lebih menyakitkan. Pernikahan bukanlah suatu permainan tak mungkin aku mempermainkan sebuah pernikahan. Akan dirinya tenangkan dahulu hatinya. Fikiran dan tubunya yang lelah.
**
Riyan yang ada dikantor segera mengacak-ngacak berkas yang ada dimejanya. Kenapa menjadi seperti ini kenapa menjadi gagal rencananya.
"Sialan, sialan aku tak akan pernah melepaskanmu Jo, aku akan terus memperjuangkanmu, aku sangat menyangimu Jo aku tak bisa tampamu " teriak Riyan.
Sekarang kedua matanya sudah merah. Riyan segera pergi dari ruangannya ingin menyusul Jo, dan tak mau sampai hubungan kandas hanya karena sebuah hal sepele saja..
Akan dia perjuangkan sampah titik darah penghabisan, akan selalu dirinya perjuangakan Jo.
Riyan segera masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan siapapun, pergi dengan ugal-ugalan untuk menyusul Jo yang sedang ada dikampusnya.
Saat sudah sampai dikampus Riyan segera turun dan berjalan dengan tergesa-gesa untuk menemui Jo.
Liam yang baru ingat dirinya ada satu kelas lagi segera bergegas membawa bukunya. Namun sebelum itu, membenarkan dahulu selimbut istrinya dan menyimpan bubur serta minum diatas meja dan sebuah catatan menemlpen disana.
Dengan engan Liam meninggalkan istrinya sendirian dan mengunci pintunya. Takut ada orang jahat nanti yang menculik istrinya. Masih trauma atas penculikan istrinya yang waktu itu dilakukan oleh Yuda.
Saat dibelokan Liam bertambrakan dengan Riyan yang sedang tergesa-gesa "mau kemana kamu Yan " tanya Liam
"Maaf aku menabrakmu , aku ingin menemui Jo "
"Tunggu dia sampai pulang, sekarang dia sedang belajar "
"tapi ini penting "
"Lebih penting mana daripada pelajarannya " setelah mengatakan itu Liam pergi kedalam kelas yang akan diajarnya. Tanpa menghiraukan kembali Riyan.
__ADS_1