Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menghabiskan waktu berdua


__ADS_3

Zeline dan juga Liam sekarang sedang ada di mall, malam malam seperti ini dan mereka disini hanya berkeling keling saja, namun tiba tiba Liam mengusur tangan istrinya kesebuah toko baju yang pastu harganya sangat mahal


"Kenapa masuk kemari mas, apa yang akan kau beli "


"Tentu saja pakaian untuk mu sayang, apalagi coba kau ini suka aneh aneh saja "


Seorang pelayan tiba dan langsung menghampiri mereka berdua "Ada yang bisa saya bantu bu pak "


"Tolong ambilkan yang saya tunjuk " ucap Liam


"Baik pak "


Liam menunjuk sebanyat 3 pakian lalu "yang aku tunjuk tak akan aku beli. Aku borong yang berukuran m saja , kecuali yang 3 ku tunjuk aku tak beli "


"Baik pak silahkam tunggu dulu saya akan membungkusnya "


Liam segera membawa istrinya duduk "mas kamu ngapain beli pakian banyak banget, gak akan kepake juga kan sama aku kalau sebanyak itu mas "


"Gak apa apa kenapa sih, mas pengen beli semuanya buat kamu kan bisa nanti dipakenya kapan kapan, tenang pasti semuanya kepake saja kamu syaang "


"Massss "


"**** diam syaang, nikmati saja "


"Enak banget ya yang jadi Perempuannya, kita aja belum tentu bisa beli baju ini, pegang aja udah Alhamdillilah kan, tapi perempuan itu malah nolak tadi mau dibeliin semua bodo ya dia, kalau aku gak akan pernah nolah " ucap salah satu pelayannnya lagi.


"Udahlah biarin, kita gak usah ikut campur, yang penting dagangan kita laku, jangan banyak bicara "


"Baiklah aku akan menyuruhnya untuk mengisi ini "


"Hemm "


Perempuan yang sirik tadi dengan secara diam diam membuka salah satu kancingnya dan menghampiri Liam dengan senyum mengodanya.


"Silahkan pak tandatangan dulu disini " Liam dengan patuh mengangguk dan melakukannya.


"Pa jika bapak butuh sesuatu boleh hubungi saja, ini saya kasih kartu nama saya ya " sambil mengasongkannya


"Tidak usah untuk apa suami saya memilik kartu nama Anda"


"Ibu jangan salah faham dulu, disini suka ada stok pakaian laki laki yang bagus, jadi jika menurut saya ada yang cocok pakainnya untuk bapak ini saya bisa hubungi dan beliau pun sama bisa menghubungi saya kalau ingin pesan apa apa "


"Tak perlu pakaian suami saya ada segudang sudang banyak benumpuk sampai rumah kami penuh dengan pakaiannya saja "


Liam yang mendengar jawaban dari istrinya hanya cengegesan saja di belakang.


"Tapi bu itu kan akan rusak dan mungkin sudah ketinggalan Zaman juga "


"Kamu ini ngeyel banget, saya bilang tidak ya tidak sini mana kartu nama kamu " dengan bar bar Zeline langsung menyobekan kantu nama itu dan melemparkannya keatas.


"Ayo mas kita pergi saja dari sini, kita gak jadi beli ditoko ini, karena pelayannya bibit pelakor, ada istri juga di rayu aja terus gila kamu " marah Zeline sambil menarik suaminya,


Namun pelayan yang satu lagi yang tadi melayani mereka berdua segera menglangi mereka.


"Ibu bapak mau kemana kenapa, apa ada menganggu "


"Begini ya mba, saya gak suka dengan pelayan temen kamu yang kaya mau jual diri aja, kasih tau dia kalau mau pakai baju kancingin semua jangan dibuka buka, apa dia jualan buah dada, apakah pantas di toko sebesar ini sebagus ini tapi pelayanannya seperti ini, saya rasa itu tak akan membuat toko ini maju, bilang pada bos mu untuk mencari karyawan yang good ettitude nya dan satu lagi bukan bibit pelakor "


"Baik bu saya akan menyampaikannya tolong maafkan kami, ibu jadikan beli pakainya "


"Emmm gimana ya, jadi tapi aku tak mau melihat wajah perempuan itu lagi. Jika masih ada aku akan membatalkan semuanya kembali "


"Baik bu saya akan menyuruhnya pergi "


"Baiklah "


Liam hanya diam sambil merangkul pinggang istrinya dan sesekali mencium pipinya yang cubby.


"Kamu udah sana masuk aja, janga ganggu kenapa sih kalau ada custamer yang ganteng kamu ini suka godain dia, apa kamu gak liat dia udah punya pasangan, jadilah pelayan baik bukan menjadi pelayan pengoda, saya akan bilang semuanya pada bos cepat cepat masuk, kalau tidak ini tak akan jadi "


"Hemm " perempuan itu segera masuk kedalam sambil mengentak hentakan kakinya meninggalkan mereka berdua.


"Silahkan pak bu duduk kembali, maaf ya atas kesalahannya saya jamin tak akan terjadi kembali "


Zeline mengangguk kembali duduk dengan suaminya dan mereka disana hanya bercanda ria saja, tanpa memikirkan orang orang yang menatapnya.


"Sayang sebentar aku akan menghubungi Tora dulu, agar dia kemari memvawa anak buah yang lain pula untuk mengambil pakainmu "


"Baiklah mas "

__ADS_1


Liam segera mengambil ponselnya dan memencet nomor Tora tak perlu waktu banyak langsung saja tersambung dengan Tora.


"Hallo bos ada yang bisa saya bantu " tanya Tora langsung pada intinya.


"Kemarilah bawa anak buahmu yang lain, aku sudah kirimkan lokasi ku padamu ya "


"Baik tuan laksanakan saya akan segera kesana "


"Ok "


Panggilan pun berakhir "sayang apakah kau selalu begitu jiga menelfon ku dengar kau hanya mengucapkan beberapa kata saja "


"Iya sayang, aku harus bagaimana memang, jumlah kata ku akan habis jika dipakai terlalu banyak, nanti aku tak bisa mengombali mu lagi "


"Emang ada ya jumlah kata mas, aku kok gak habis habis ya, aku kan sering banget bicara, ngegibah, ngajak main Lucas, marah marah banyak deh, tapi aku gak apa apa tuh mas. Oh ya mas kamu tau aku udah pakai jumlah kata aku berapa kamu tau mas, kasih tau aku donggg" dengan wajah paniknya.


Liam langsung saja mengusap wajah memelas istrinya itu "tidak sayang aku hanya bergurau saja kenapa kau sangat percaya denganku "


"Isss mas nyebelin tau, aku udah serius banget lo nangepin kamu tapi malah kamu mainin. Jahat kamu mas "


"Mohon maaf pak bu sudah selesai " sela pelayann itu.


Liam segera bangkit dan menyelesaikan membayarannya dan memberikan bonus pula pada pelayan itu, tiba tiba datang Tora dan anak buahnya yang lain, membawa semua barang bawaan ini dengan wajah mereka yang datar serta badan tegap yang besar.


Sungguh Zeline yang melihatnya hanya bisa terkikik saja, karena ya lucu saja gitu.


"Sekarang mau kemana lagi syaang "


"Kita pulang aja ya mas, kasian Lucaskan gak dibawa aku gak tega "


"Yaudah ayo pulang syaanggg, kita go home "


Saat mereka berdua akan masuk kedalam mobil tiba tiba ada yang menyenggol Liam seorang laki laki.


"Maaf pak saya tak sengaja "


Liam langsung meraba sakunya, membuka kunci mobilnya dan langsung memasukan istrinya kedalam mobil.


"Sayang kau tetap disini duduk kunci mobil dan nyalakan acnya dan jangan kemana mana "


"Kamu mau kemana mas "


"Mas gak usah "


"Tenang aku gak akan apa apa "


Liam segera berlari setelah memastikan istrinya diam dalam mobil tak mengikutinya. Dengan santai Liam berlari mencari orang itu tak lupa memakai masker dan juga membuka jakernya agar orang itu tak ciriga nantinya.


Liam hanya berjalan santai, namun kedua matanya tak diam mencari orang itu, saat melihat orangnya akan masuk Lift dengan cepat Liam masuk dan untungnya hanya mereka saja yang masuk, Liam melihat cctv lalu dengan cepat membuka topinya dan memasangkannya pada Cctv.


Setelah itu aman dirinya memencet semua angka yang ada didalam Lift. "apa yang kau lakukan tuan, kenapa memencetnya asal begitu bagaimana kalau nantinya macet"


"Kembalikan dompetku "


"Apa maksud mu tuan, aku sama sekali tak mengambil dompetmu, kenapa kau menuduhku "


"Kembalikan dompetku beserta isinya "


"Tuan apa anda gila, saya sama sekali tak mengambil dompetmu "


"Memang aku berkata kalau kau mengambil dompetku "


"Tidak tapi kau berkata kembalikan dompetku, berarti kau meminta padaku kan, lalu apa sih sebenarnya yang kau mau tuan, jangan berbelit belit seperti ini saya pusing "


"Emm pusing ya, apa perlu saya belikan obat "


Tanpa banyak bicara lagi Liam segera menjedotkan kepala orang itu berkali kali, bahkan pintu Lift sampai penyok, lalu berpindah pada perutnya Liam meninju perut itu beberapa kali sampai orang itu tak berdaya kembali.


"Mana berikan dompetku,"


Dengan sekuat tenaga orang itu mengembalikan dompet Liam, "dari tadi dong, jadikan gak akan gini " Liam melihat dulu isinya dan lengkap.


Tanpa di duga duga Liam mengambil belari dan menusukannya keperut orang itu biar mules sekalia.


Liam kembali mengambil ponselnya dan menelfon dahulu Tora biasa.


"Kembalilah kedalam mall dan temui aku, aku memili tugas baru untuk mu "


"Baik tuan "

__ADS_1


Liam setelah sambungan mati, hanya diam fokus menatap kearah depan Life tanpa menghiraukan orang yang kesakitan di belakang.


Saat lift terbuka, disana juga ada Tora "habisi orang ini, jangan sampai ada jejak sedikit pun aku tak mau gagal kau mengerti "


"Mengerti tuan saya laksanakan semuanya "


Liam melenggang pergi, dengan santai dan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun dia pergi kembali ke parkiran dan langsung masuk saat sang istri membuka kuncinya.


"Mas kamu gak apa apakan " sambil meraba raba semua tubuh suaminya.


"Gak apa apa sayang, aku baik baik aja, aku kan udah bilang sama kamu kalau aku akan baik baik aja dan akan kembali lagi sama kamu "


"Terus sama orang itu gimana kamu gak apa apain diakan "


"Engga aku gak apa apain dia sayang, dia baik baik aja, udah sekarang kita mau pulang atau mau ngobrol aja disini "


"Ya pulang lah mas, masa iya kita mau bobo disini, kamu ini selalu aja begitu "


"Kan aku cuman nanya aja sama kamu sayang,, kita pulang sekarang, gak akan ada drama lagi atau pun hal yang lainnya lagi "


"Iya mas iya masss "


Akhirnya Liam menjalankan mobilnya meninggalkan mall yang penuh dengan drama dan juga tragedi yang menyedihkan ini dan upahnya adalah Liam sendiri yang apa apa main bunuh, sepertinya akan seperti itu seterusnya..


"Sayang kamu laper gak "


"Emm sedikit mas, apa kamu mau makan dulu sebelum pulang kerumah "


"Boleh sayang, aku mau makan nasi goreng, yang disana ya sayang nasi goreng itu "


"Iya ayo syaang "


"Apa kau tak masalah "


"Tentu saja tidak mas, kenapa memang sama samakan makan disana juga sama enaknya, kita tak boleh memilih makanan karena tempatnya saja kan mas "


"Iya aku benar sayang, mari kita kesana dan makan nasi goreng yang banyak "


Liam segera memarkirkan mobilnya dan membukakan pintu sebelah untung sang istri dan mengandengnya untuk berjalan kearah sana.


"Mas dua ya dimakan disini " pesan Zeline.


"Sayangg kamu kalau makan nasi goreng kan gak pernah pedes kalau pedes gimana mas sekarang "


"Kalau pedes ya sayang, aku bakal bakar gerobaknya, aku obrak abrik tempatnya dan aku buang nasinya "


Mas nasi goreng yang melihatnya langsung takut, memberikan lada sedikit dan dengan hati hati.


"Emang kamu bawa korek, gaya gayaan mau bakar gerobak orang"


"Bawa sayang, aku kan selalu bawa korek api kemana mana. Jadi gampang tinggal nyalain lempar deh kegerobaknya bereskan, api langsung membakar gerobak itu sampai hangus dan tak tersisa sedikit pun kamu tau sayang, aku sudah lama ingin melakukan itu"


"Hemm sepertinya kamu menang sudah mempersiapkan semuanya dengan baik dan benar, aku salut sama kamu mas, aku dukung "


Mas nasi goreng yang ketakutan segera memberikan nasi gorengnya kearah mereka berdua menyimpannya dengan pelan pelan dan hati hati.


"Pak bu, tolong lakukan rencana kalian, saya jamin nasi goreng saya gak pedes kok beneran saya gak bohong "


"Ih mas ini kita ini becanda, jangan diajak serius, mas tenang aja saya dan suami saya gak akan bener bener bakar gerok mas, emang kita ini orang gila sampai tega buat bakar gerobak ini, gak akan mungkin mas "


"Alhamdulillah, saya hanya was was saja pak bu, jantung saya hampir copot, minggu sekarang dimakan ya nasi gorengnya saya yakin ini ga pedes kok "


Zeline mengangguk dan memakannya dan Liam juga sama memakannya juga, sesekali mereka berdua saling suap suapan, sampai mang nasi goreng baper melihat mereka berdua yang romantis. Meskipun hanya memakan nasi goreng saja. Tapi mereka berdua menikmatinya dengan lahap dan juga dengab penuh kasih sayang.


**


Tora yang sudah beres membersihkan semuanya segera mengambil mayat itu, mengambil kampak dan mencincang orang itu menjadi kecil kecil sampai siapa saja tak akan ada yang mengenalinya.


Diberikannya daging itu pada peliharaan Liam, seekor anjing ganas "makan yang banyak ya jangan sisakan bukti ini kau harus membantuku ayo makan makan "


"Tora lo udah lama kerja sama tuan " tanya salah satu temannya yang memang baru beberapa taun dan sekarang harus bekerja dengannya.


"Ya lumayan lama banget, waktu tuan masih Sma saya sudah bekerja sama dia, jadi ya sudah biasa dengan yang seperti ini, kau jangan berani membocorkan tentang ini pada siapa pun, termasuk keluarga kau, jika kau mau selamat itu pun, tuan bukan orang yang akan memberi ampun begitu saja pada orang yang membocorkan tentang kebiasaannya ini "


"Tenang Tora aku akan setia pada tuan, aku tak akan mungkin melakukan itu, aku janji tak akan bilang pada siapa pun, aku akan bungkam sampai akhir hayatku "


"Baguslah "


Tora melengos pergi saat semuanya sudah beres dengan baik dan aman.

__ADS_1


__ADS_2