
Asa yang baru sampai saja di rumah dengan bibi dan pamanya langsung pergi kekamarnya banyak sekali telfon dari Yuda.
Tapi tak satupun dia mengangkatnya dia belum siap untuk berbicara dengan Yuda kembali.
Melihat bagaimana adiknya menangis seperti tadi dia makin tak terima, awalnya dia sudah memafkan Yuda karena Zeline pun sudah tak menghiraukannya kembali.
Namun saat tadi dia melihat adiknya itu yang berfikir dia menjadi tak pantas kembali untuk suaminya membangkitkan amarahnya kembali.
Apakah harus dia membalaskan semua sakit hati adiknya itu, ya harus dia sudah bertekad untuk membalaskannya dia akan membuat Yuda jatuh cinta padanya dan akan membunuhnya secara perlahan.
Agar rasa sakit sakit adiknya itu terbalaskan dia sudah tak sabar untuk melakukannya. Akan dia dekati kembali secara perlahan-lahan Yuda.
***
Yuda hari ini sudah boleh pulang dari tadi dia menghubungi suster Asa tapi tak ada satupun yang diangkat oleh suster Asa.
Dia ingin pamitan kepada suster Asa, tadi dia sudah menanyakan pada suster yang lain ternyata suster Asa belum masuk kembali.
"Yud ayo pulang " ucap ayahnya.
Yuda hanya mengaguk, didorongnya kursi roda itu dengan perlahan.
Selama perjalanan kedalam mobil Yuda tak sama sekali berbicara hanya diam menunduk.
Segera saat sudah sampai kedepan mobil, ayah Yuda membantu anaknya itu dengan perlahan.
Dan sudah masuk, segera ayah Yuda pergi ke depan kemudi lalu menjalankan mobilnya kerumah mereka.
"Ada apa dengan mu Yud"
"Tidak ayah aku baik -baik saja "
"Ayah tau di balik kata baik-baik saja sebenarnya tidak seperti itu Yud, jujur dengan ayah jangan ada yang disembunyikan"
"Aku merasa suster Asa menjauhiku ayah "
"Kenapa kau berfikir seperti itu "
"Ya karena kemarin dia baik-baik saja ayah, masih mengangkat telfonku , membalas pesanku, namun hari ini dia tak mengangkat satupun telfonku tak membalas pesanku pula" cerita Yuda.
__ADS_1
"Mungkin dia sedang sibuk Yud, positif saja Yud "
"Iya mungkin ayah "
Setelah itu tak ada pembicaraan kembali sama sekali. Sampai dirumah segera ayah Yuda memindahkan anaknya itu menjadi dilantai bawah tempat tidurnya agar tak susah jika akan keluar.
"Ayah boleh antar aku kekamar dulu, aku ingin melupakan semua masalaluku"
"Baik lah ayo nak, ayah antar kan "
Dengan perlahan ayah Yuda memapah anaknya itu dengan hati-hati, kaki Yuda hanya bisa digerakan dengan perlahan namun kalau untuk berjalan belum bisa.
Dengan susah payah akhirnya sampai di kamarnya , ditatapnya kamar itu sangat banyak waja Zeline dimana-mana segera Yuda mencopotkan satu persatu sambil dibantu oleh ayahnya.
Mulai sekarang Yuda sudah bertekad untuk membuang semua masa lalunya dia akan menata kembali hidupnya.
Ditatapnua foto Zeline tiba-tiba Yuda menangis rasa bersalahnya makin memuncak melihat wajah Zeline.
Dia sudah sangat keterlaluan pada Zeline sahabatnya. Seharusnya dia memendam saja perasaannya ini.
Nanti akan ada saatnya dia akan meminta maaf pada Zeline atas semua perlakuannya ini.
"Na jangan menangis, sekarang kamu fokus saja untuk memulihkan kembali badanmu, tolong jangan tinggalkan ayah na, jangan sampai kamu gegabah lagi ya na "
Seharusnya dari awal dia mengigat nasihat ayahnya itu dan menurutinya.
Semua sudah selesai di copotkan dan kamar Yuda sudah bersih tak ada satupun foto Zeline.
Liam nanti akan membakarnya semuanya kenangan masalalunya dia tak mau sampai ada yang terlewat yang bisa membangkitkan kembali rasa cintanya itu pada Zeline.
Segera ayahnya membawanya kebawah kembali dan menbaringkan Yuda ditempat tidur.
Setelah ayahnya pergi Yuda lalu membuka kembali handphone dan tak ada satu pun balasan yang diberikan oleh suster Asa.
Atau pun menelfonya kembali tak ada sama sekali, sebenarnya ada apa dengan suster Asa dia tak melakukan hal yang membuat suster Asa marah.
Saat dirumah sakit baik-baik saja tak seperti ini suster Asa padanya.
Apa dia harus minta pada ayahnya agar suster Asa yang merawatnya dan membiarkan suster Asa nantinya tinggal disini.
__ADS_1
Suster Asa adalah salah satu alasannya untuk kembali bangkit dan melupan masa lalunya itu.
Namun sekarang secara perlahan suster Asa seperti menghindarinya.
Apa memang suster Asa seperti itu ya, tapi tidak-tidak mungkin suste Asa seperti itu dia kan orang baik .
Entah kenapa saat ada disisi suster Asa dia merasa bebannya itu berkurang dan sangat nyaman sekali bila dekat dengan suster Asa.
Aurang selalu positif dan ceria sekali, ramah dan tidak sombong juga, dia sudah mengagumi suster Asa saat pertama kali berkenalan.
Apakah dia sudah menyimpan rasa pada suster cantik itu, mungkin saja dia sudah memiliki rasa.
Kenapa rasa ini tiba-tiba muncul apa dia tak akan kecewa kembali seperti saat bersama Zeline.
Apakah dia masih pantas mencintai dan dicintai oleh seseoraang setelah dia membuat luka yang membekas dihati sahabatnya itu.
Kembali hati dan batinya ini berdebat kembali, tuhan sudah memberikan dua kali kesempatan dia untuk hidup kembali.
Dan untuk yang ketiga kalinya dia harus menggunakannya dengan baik.
Jika dia sampai menyia-nyiakan kembali nyawanya pasti tuhan akan marah padanya.
Dan dia sangat berterimakasih kepada keluarga Zeline yang tak melaporkannya kekantor polisi dan tak merusak hidupnya ini.
Kalau dia sampai masuk rumah sakit bagaimana dengan ayahnya dengan hidupnya pasti dia akan sangat terpuruk.
Bagaimana pula jika waktu itu dia berhasil menembak Zeline pasti dia tak akan pernah bisa memafkan dirinya ini.
Dia masih teringat saat dia akan memperkosa Zeline sungguh dia laki-laki kurang ajar ya , yang memanfaatkan kelemahan seorang perempuan.
Ingin sekali sekarang dia bertemu dengan Zeline lalu bersujud dikaki Zeline meminta ampun atas semua kelakuannya yang gila ini.
Namun itu tak akan mungkin untuk saat ini, pasti Zeline sangat terpuruk dengan keadaannya yang saat ini.
Zeline sangat beruntung mendapatkan suami seperti pak dosen yang siap mati untuk Zeline dan masih mau menerima Zeline yang hampir saja dia rusak.
Kalau dia ada diposisi pak dosen entah lah apakah dia bisa menerima kembali perempuannya itu atau akan meninggalkannya. Meskipun tak sampai rusak perempuan itu namun tetap dia akan berfikir beribu-ribu kali.
Untuk mempertahankannya dan menerimanya kembali seperti dulu.
__ADS_1
Apakah kalau sampai dia meninggalkan perempuan itu saat ada diposisi Zeline apa dia jahat atau menang wajar dia meninggalkannya.
Sudah lah jangan berfikir yang tidak-tidak dia tak mau memikirkan hal itu kembali semoga saja nanti dia tak mendapat perempuan seperti itu sungguh dia tak bisa sebesar hatinya seperti pak dosen.