Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Gagal gara gara rubuh


__ADS_3

Liam yang baru bangun segera meraba tempat tidur sebelah mencari istrinya namun tidak ada, dengan cepat Liam segera bangkit "sayang kamu kemana " teriak Liam


Liam segera berdiri dan mencari sang istri yang tak ada, bahkan dikamar mandi pun tak ada, dikamar Lucas juga tak ada.


Liam dengan tergesa gesa turun kebawah dan saat mengecek kedapur dirinya bernafas lega, ternyata istrinya ada sedang memasak.


Liam dengan manja memeluk sang istri dari belakang "sayang kenapa kau sudah bangun, kau kan masih sakit "sambil menciumi tengkuk Zeline dan juga pipi Zeline


"Aku sudah sembuh mas, aku kan cuman mimisan aja, itu udah biasa kok mas "


"Beneran gak apa apa sayang, mau kedokter aja "


"Gak usah mas aku udah gak apa apa, liat aku udah sehat lagi kan "


"Hemm sayangg, kamu masak apa wangi banget nih "


"Aku lagi bikin nasi goreng spesial buat kamu mas "


"Wahh kayanya enak ni sayang, tapi lebih enak lagi kalau kita olahraga pagi ni sayang diatas tempat tidur gitu "


"Mass nanti aja deh, aku lagi masak, liat ini juga udah siang kamu harus kerja mas "


"Sekali aja sayang, ayolah disini juga gak apa apa "


"Heh kamu ngaco ya mas, mana bisa kita lakuin disini nanti kalau ada yang liat gimana "


"Ya gak apa apa lah sayang, aku gak masalah "


"Ih kamu nyebelin, udah sana mandi aku lagi masak mas, kamu mau bikim masakan aku gosong gitu "


"Engga sayang engga, aku kan mau minta jatah sama kamu gitu, ya udah deh nanti malem ya sayang "


"Iya mas, udah sana mandi dulu "


"Yess siap sayang aku mandi " sambil mencium pipi istrinya dengan gemas . Lalu segera berlari meninggalkan istrinya yang sedang mengeleng gelengkan kepalanya.


"Rasanya aku mempunyai dua anak sekaligus, yang satu udah tua yang satu masih balita " gumam Zeline


**


"Sayang ayo kita lakuin lagi malam pertama yu, aku masih mau nih"ucap Riyan yang baru saja pulang kerja.


"Baby kamu kan baru pulang kerja, lebih baik kamu mandi dulu aku tunggu di sini kok "


"Tapi sayang aku udah nggak sabar nih, kamu tadi nggak kerja sayang "


"Nggak baby aku udah bilang kok sama pak dosen kalau aku mau cuti, kan aku belum ngambil , udah sana kamu mandi dulu cepetan"


" Iya deh iya deh aku mandi tapi bener ya kita lakuin kayak malam pertama lagi kayak kemarin lagi ya Bener kan "


"Iya baby kita lakuin kayak malam kemarin, aku janji aku nggak bohong"


"Ketagihan ya sayang, apa kata aku gak sakit kan malahan enak kan sayang "


"Ih udah dong baby jangan bilang kayak gitu terus udah sana kamu mandi, aku jadi malu kan, nanti aku ganti baju dulu ya kamu cepetan sekarang mandi "


"Iya sayang Iya sayang aku sekarang mandi, tunggu aku ya sayangku cintaku aku akan balik lagi ke sini, kita lakuin malam pertama lagi buat bikin dede bayi biar Dede Lucas ada temen "


"Iya iya udah sana kamu jangan banyak bicara terus baby "

__ADS_1


Riyan dengan semangat segera masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Jo mengambil pakaian dinas nya sungguh malu dirinya ini dulu aja trauma nggak mau ngelakuin kayak gini, sekarang malah iya-iya aja ternyata bener kata Zeline enak juga ya, tapi harus udah sah dulu ya.


Tak lama kemudian Riyan sudah keluar dari kamar mandi, Jo yang melihat suaminya sudah beres mengernyitkan keningnya.


"Baby kamu nggak salah mandi bentar banget "


"Enggak kok sayang seperti biasanya aku mandi selalu sebentar, aku ini udah enggak sabar sayang jadi jangan lama-lama mandinya, nanti juga akan mandi lagi sayang dan juga bersih bersih lagi "


" Ya udah deh gimana kamu aja baby "


"Sayang, kamu nggak gerah ya pakai jubah jubah kayak gitu"


"Hah jubah, engga kok aku gak pake jubah baby, aku gedein ya acnya"


"Engga kok sayang udah pas "


"Oh iya iya, aku ngerti sekarang, kamu mau aku buka inikan , oke oke aku buka " Jo segera membukannya dan hanya mengunakan saja baju dinasnya.


Jo segera berbaring dan melihat suaminya yang sedang bersiap siap.


"Aku pemansan dulu ya sayang biar kuat, tunggu aku ya sayang "


"Iya baby "


Jo melihat suminya yang sangat semangat melakukan pemanasan olahraga dan tiba tiba saja suaminya itu berlari dan loncat keatas tempat tidur dan brak.


"Baby kenapa kau membuat tempat tidur ini rubuhhh"


"Hehe sayang maaf aku gak sengaja, kita beli lagi ya tempat tidurnya, kayanya udah tua deh di tempat tidurnya"


"Baby ini tuh baru, kamu aja yang berat tiba tiba loncat, kita gak kadi malam pertama kita gak jadi buat temen buat dede Lucas "


"Loh loh kok gitu sih sayang, aku gak mau ayo kita lakuin "


"Sofa kan ada syaang, kenapa tidak "


"Tidak aku tidak mau "


"Sayangg aku sudah tidak kuat ayolahhh "


"Tidak rasakan itu, aku tak mau "


Jo segera pergi dengan kesal, membanting pintu kamarnya dengan keras.


"Ist kenapa sih tempat tidur harus roboh di waktu yang gak tepat " omel Riyan sambil menendang tempat tidurnya.


"Aw aw sakit sekali kakiku "


Jo segera duduk diruang tamu dengan keadaan yang kesal "dasar Riyan itu ada ada saja, terus sekarang harus tidur dimana coba"


Namun tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu rumahnya, Jo segera mengetatkan jubah tidurnya dan membuka pintunya "malam malam seperti ini bertamu kerumah orang ada apa sih "


Saat pintu terbuka yang datang adalah Dini dan juga Chiko mau apa lagi sih mereka ini, padahal hidup nya dan juga Riyan sudah tenang, tapi malah datang dua orang penganggu.


"Ada perlu apa kalian kesini " tanya Jo dengan ketus.


"Sayang ayooo" teriak Riyan yang turun kebawah dan saat melihat Dini dan juga Chiko dirinya segera menghampirinya.


"Ada perlu apa "

__ADS_1


"Boleh kami masuk dulu " ucap Chiko


"Baiklah segera masuk, tapi aku tak mau kalau kalian disini hanya membuat ulah " jawab Riyan.


"Tidak aku tidak akan membuat ulah "sekarang Dini yang berbicara.


"Ayo segeralah masuk " minta Jo yang mendahului mereka semua masuk, disusul oleh mereka juga .


"Silahkan duduk, aku akan membuatkan kalian minuman dan juga cemilan " Jo dengan cepat pergi kedapur dan membuat minuman serta membawa cemilannya juga.


"Silahkan duduk " Jo segera duduk di pinggir sumimya.


"Terimakasih Jo " ucap Chiko.


"Kedatangan kami kesini, aku ingin minta maaf padamu Jo, dan juga pak Riyan, maafkan aku karena aku telah menganggu rumah tangga kalian dan juga membuat kaliam berdua berpisah. Aku sunggh menyesal karena aku sudah tertarik dengan suami orang "Sekarang Dini yang berbicara.


"Apakah kau benar benar menyesal Dini, karena sudah melakukan itu " tanya Jo dengan sinis, dirinya tak akan pernah terkecoh lagi dengan Dini wanita kurang ajar.


"Ya aku menyesal Jo, aku salah karena telah membuat kau dan juga Riyan bertengkar dan membuatmu salah sangka, saat di hotel pun Riyan tak melakukan apa apa, bahkan dia akan pergi dan akan menemui istrinya, tapi kau datang dan langsung memukul ku "


"Ya aku tau, aku sudah tau ceritanya tanpa kau beritahu, wajar aku memghajarmu, kalau kau ada di posisiku pasti kau akan melakukan hal yang sama, jangan harap aku akan minta maaf padamu"


"Ya aku juga tidak mengharapkan nya Jo, aku kesini hanya ingin minta maaf itu saja tak lebih, aku sudah menyesalinya dan tak akan melakukan hal itu pada rumah tanggamu mu "


"Ya baguslah dan jangan kau lakukan lagi pada rumah tangga orang lain, cukup aku yang jadi korban mu, jangan ada lagi yang lain, kalau mau cari pasangan yang lajang, jangan pengen suami orang ya "


"Iya Jovanka saya mengerti "


Tanpa berpamitan Dini langsung pergi dan Jo hanya mengangkat bahunya saja.


"Baiklah terimakasih kami pergi dulu " pamim Chiko.


Riyan segera menutup pintu dan memeluk istrinya dari samping "wah wah istriku hebat sekali, bisa melawan orang itu, aku sangat suka sayang dan aku bangga padamu karena bisa menghadapi Dini dengan tenang, kenapa kau sangat ketus padanya sayang "


"Baby dia itu tak benar benar minta maaf, dia itu pura pura, jadi kamu jangan percaya pada Dini, lihat saja dari mukannya dan tatapannya pada kita sangat sinis dan angkuh, kita ini jangan mudah memaafkan orang seperti Dini nantinya dia besar kepala lagi "


"Iya syaang, iya aku lihat, pokoknya aku suka sama kata kata kamu, ayo sayang yang tadi terdunda jadikan."


"Gak baby, mau dimana tempat tidur aja udah kamu rusak, udah ah awas aku mau tidur "


"Ayo sama aku tidurnya "


"Mau dimana coba, aku disini aja, sana kamu dikursi yang lain aku gak mau nanti di raba raba sama kamu "


"Sayang ya gak apa apa dong aku kan suamk kamu "


"Iya iya suami "


**


"Tuh apakan kataku bos, percuma aku minta maaf lihat istrinya jutek banget sama aku, aku kam mau minta maaf baik baik sama dia."


"Iya kamu minta maaf tapi kamumya gak bener minta maafnya kamu itu gak menyakinkan banget "


"Lah emang aku gak niat minta maaf bos, aku lakuin ini karena permintaan bos kan, aku gak ada niatan sama sekali, dan aku maunya tuh Jo yang minta maaf sama aku, bukan aku yang mohon mohon sama dia "


"Kan kamu yang jahat Dini. Kamu ini ada ada aja ya, harusnya bersyukur masih diterima "


"Iya deh iya bos, punya kenalan lagi gak bos yang lebih ganteng"

__ADS_1


"Kamu ini ya gak kapok kapok ayo kembali pulang "


Chiko sega mengusur Dini masuk kedalam mobil dan menutup kembali pintunya cukup keras, meninggalkan pekarang rumah Jo dan juga Riyan.


__ADS_2