
Jo masih membenahi hiasan hiasan yang tak sengaja dirinya rusak, "nah sekarang sudah bagus kan, sudah bagus sekali, tinggal nunggu Riyan pulang"
"Sayang kamu dimana "
"Ya ampun Riyan "
Jo segera keluar kamar dan Riyan yang kaget sampai mundur "kamu kenapa halangin aku masuk "
"Engga kok, gak ada apa apa , kamu kekamar tamu dulu ya "
"Hah kenapa, kenapa aku gak boleh masuk kamar aku sendiri, kenapa sih "
"Gak ada apa apa dan gak kenapa napa, lebih baik kamu ke kamar tamu aja dulu ya, di kamar lagi berantakan banget aku belum beres-beres kamu ke sana dulu ya, aku mau kamar kita itu bersih dan beres"
"Gak biasanya, biasanya juga kalau kamar berantakan kamu gak pernah tuh suruh aku ke kamar tamu dulu. Emangnya di dalam ada siapa dan laki-laki ada temen kamu laki-laki atau dia siapa sampai aku gak boleh masuk aku ke kamar sendiri"
"Apaan sih aku sama sekali gak ngumpetin laki-laki atau ada temen laki-laki ya aku gak ngumpetin siapa siapa ya, kamu kok gitu pikirannya kayak gitu sih, aku bilang kamu di kamar tamu dulu nanti kalau udah beres aku panggil kenapa sih kamu sulit banget aku suruh kayak gitu aja"
"Ya gak biasanya aja mencurigakan gitu, gak biasanya kan kamu suruh aku ke kamar tamu dan tunggu sampai kamu beres-beres kayak ada seseorang gitu di dalam, udah awas kamu minggir biar aku cek aja sendiri aku gak mau ya kamu macam-macam kayak gini"
Jo langsung menghalangi suaminya "jangan aku bilang jangan ya jangan "
Namun Riyan langsung menyingkirkan sang istri dan membuka pintunya namun yang dia lihat adalah bunga mawar merah dan putih yang dibentuk love dan juga ada kotak kecil ditengahnya.
Riyan langsung melihat sang istri "apa ini sayang "
"Tau ah liat aja sendiri aku udah cape cape mau bikin kejutan buat kamu, tapi kamu malah hancirin nyebelin deh "
__ADS_1
"Maaf ya sayang, aku takut kamu lagi sama orang lain di kamar ini, karena aku tuh gak mau kehilangan kamu makanya aku gitu takut kamu menyembunyikan sesuatu atau menyembunyikan seseorang gitu, gak biasanya kan kayak gini biasanya juga kamar berantakan aku boleh masuk dan aku yang beres-beres"
"Kamu mah sama aku tuh ya negatif terus, kapan sih kamu bisa positif pikirannya sama aku, mana mungkin aku lakuin itu aku ini udah punya suami dan aku tidak akan mungkin pernah selingkuh meskipun ada peluang kamu ini gimana sih gak pernah percaya sama aku"
"Udah udah kita jangan berantem ya sayang ayo aku mau tahu kamu siapin apa buat aku. Aku penasaran sama kotak kecil itu mencolok banget di antara bunga-bunga cantik itu"
Jo mengangguk langsung mengandeng tangan suaminya dan berjalan kearah kota itu "kamu buka "
Riyan segera melepaskan tautan tangan mereka berdua lalu membuka kotak ini ada tespek di dalamnya dan garis 2.
Riyan menatap istrinya dan mengacungkan tespek itu "ini beneran kan sayang "
"Ya iyalah beneran masa aku bohong "
"Akhh akhirnya ya Allah terimakasih kau sudah mengabulkan doa ku "
Riyan segera menurunkan sang istri dan mendudukan sang istri, lalu berjongkok dan mengusap perut sang istri yang masih rata.
"Sayang ya papah kamu disana baik baik ya, kamu harus tumbuh dengan sehat disana, jangan buat mamah kamu kesakitan ya, kamu harus baik baik sayang "
Riyan mencium perut itu dan mendongak menatap sang istri "mamih udah tau "
"Belum Yan aku pengen kamu dulu yang tau setelah Zeline "
"Hah Zeline "
"Iya Zeline sebenarnya aku tadi bohong sama kamu. Sebenarnya aku sama Zeline itu pergi ke rumah sakit dan cek kandungan, aku takut kalau ngecek sama kamu aku takut ngecewain kamu namun hasilnya luar biasa banget aku hamil dan aku senang banget, makanya aku bikin kejutan ini buat kamu"
__ADS_1
Riyan menoel hidung sang istri "nanti gak boleh kayak gitu lagi ya, aku harus antar kamu kerumah sakit, kan ada aku kasian Zeline harus bawa bawa Lucas "
"Hehehe iya iya maaf "
"Aku kebawah dulu ya "
Riyan segera berlari kebawah dan di ikuti oleh Jo yang berjalan santai, dan melihat suaminya itu sedang memeluk mamihnya.
"Ada apa ini Riyan kenapa kau peluk-peluk mamih ada apa. Apakah kau punya kabar gembira sampai seperti ini"
" Yah aku punya kabar bahagia nih Jovanka sudah hamil mih, Jovanka sudah hamil dia kasih tespek sama aku tadi dan beneran garis dua ya ampun sebentar lagi Mamih bakal jadi nenek dan aku bakal jadi papah" sambil melepaskan pelukannya.
Mamih Jo segera menatap sang anak, Jo hanya mengangguk saja dan mamihnya langsung menatap sang menantunya dan langsung mengajaknya loncat loncat kecil saking bahagianya.
Akhirnya apa yang mereka tunggu tunggu datang pada keluarga mereka, akhrinya tak sia sia mereka menunggu lama, dan pada akhirnya mereka mendapatkan seorang anak juga seorang cucu.
"Mamih ini gak mimpi kan, ini beneran kan Mamih gak lagi mimpi kalau kamu beneran hamil kan Jo gak bohongan kan, ini gak tipu tipu kan agar mamih seneng, beneran ini Jo Riyan kalian emang akan punya anak kan, gak bohong sama mamih "
"Enggak Mih Jovanka gak bohong, kata dokter kandungan Jo baru 3 minggu, tanya aja sama Zeline kalau gak percaya. Tadi aku minta antar Zeline buat cek kandungan, coba mamih tanyain kalau masih belum percaya "
"Iya mamih percaya sama kamu Jo, pokoknya mamih seneng banget dan senengnya itu gak bisa diungkapkan dengan kata kata pokoknya mamih seneng banget ahhh, seneng deh, kalian jangan kemana mana, mamih akan menyiapkan sesuatu untuk kalian "
Setelah mamih Jo pergi Riyan langsung menghampiri istrinya memeluknya dan mengecup keningnya cukup lama, "aku sangat bersyukur banget Jo, aku seneng banget, pokoknya aku seneng banget bisa punya bayi, dan sebentar lagi kita gak akan kesepian lagi, rumah ini akan banyak tawa dengan anak kita "
Jo hanya mengangguk saja dan lebih mempererat memeluk suaminya, akhirnya dirinya bisa mengandung dan bisa membahagian orang orang yang ada disampingnya, orang orang yang sudah mengharapkannya segera mengandung.
Sekarang dirinya tak ada beban lagi dan tak ada fikiran lagi untuk stress karena masalah ini, semuanya sudah tuntas dan sebentar lagi akan mempunyai seorang anak, ya seorang anak yang sudah didamba dambakan itu.
__ADS_1