
"Mas ayo pulang yu " ajak Zeline yang sudah lelah.
"Ya sudah ayo sayang " sambil membantu istrinya berdiri.
Asa yang melihat Zeline dan Liam akan melewatinya segera menundukan kepalanya takut ketahuan bahwa dari tadi dirinya disini.
"Kamu kenapa Sa, apa pusing kembali " tanya Yuda yang khawatir.
"Engga Yud, aku baik- baik aja "
"Yaudah ayo pulang yu Sa aku gamau kamu nanti makin parah sakitnya "
"Yaudah ayo Yud"
Asa segera mendorong kursi roda Yuda, dengan sangat hati-hati takut nanti ketemu dengan Zeline bisa gawatkan.
Zeline yang sudah masuk didalam mobil, lalu melihat keluar jendela, itu bukannya kakaknya Asa yah dan Yuda. Beneran kak Asa sama Yuda. Zeline segera mengucek kedua matanya namun benar itu kakaknya bersama Yuda.
Ada hubungan apa kakaknya bersama Yuda ?
"Kamu lagi liatin apa sayang. Kok serius banget " tanya Liam yang penasaran.
"Mas coba deh liat keluar sana, itu bukannya kak Asa ya kenapa dia sama Yuda "
"Mana sayang, ga ada siapa-siapa kok "
__ADS_1
"Itu mas, orang yang belok masuk kedalam sana "
"Mana ga ada sayang, mungkin kamu salah liat, udah mending kamu sekarang istirahat saja ya "
Zeline hanya mengangguk lalu menyenderkan kepalanya kebahu suaminya. Sedikit memeluknya lalu terlelap sengan nyenyak. Perutnyakan sudah kenyang apalagi coba yang harus di fikirkan.
**
Sedangkan dirumah Jo, Jo sedang mengemas pakaiannya dia akan pindah kuliah untuk menjauh dari Riyan dia akan pergi ke inggris sekarang juga, sungguh dirinya ingin melupakan Riyan dan kenangan-kenangannya.
"Maafkan aku Line aku gak bisa langsung pamitan sama kamu, tapi aku nanti telfon kamu " dalam hatinya.
Jo segera memasukan semua barang-barangnya kedalam bagasi mobil lalu pergi dengan cepat, takut nanti Riyan keburu datang kerumahnya.
Selama diperjalan Jo menelfon sahabatnya Zeline namun tak diangkat sama sekali. Kemana coba tu anak. Jo segera menyimpan ponselnya lalu secepatnya mengebut untuk mengejar penerbangannya yang sebentar lagi, tiket sudah dipesankan oleh asisten ibunya jadi cepat..
Saat ada pengumuman penerbangannya Jo bergeges pergi sambil menarik kopernya.
Sekarang sudah duduk sendirian dipesawat melihat kearah jendela sambil menitihkan air matanya"maafkan aku Line, maaf aku tak memberitahu mu dulu namun aku berjanji akan kembali saat kamu akan melahirkan sebenarnya aku berat meninggalkan sahabatku, sahabat kesayanganku. Namun aku ingin melupakan Riyan dan menghidar dari kejarannya. Semoga kamu ga marah sama aku ya " ucap Jo
**
Pagi tiba, Zeline segera membuka kedua matanya menatap suaminya. Lalu bangkit untuk memasak nasi goreng kesukaan suaminya. Entah kenapa dirinya ingin sekali memasak sudah lamakan tak masak untuk suaminya.
Dengan perlahan Zeline turun dan pergi kekamar mandi untuk membasuh wajahnya serta sikat gigi. Setelah selesai semuanya segera bergegas turun ke dapur untuk segera memasak.
__ADS_1
Selama memasak Zeline sangat menikmatinya. Tanpa diketahui Zeline Liam sudah ada didapur sedang menengok istrinya yang memasak.
Duduk di meja makan menatap istrinya yang penuh semangat. Tadi saat istrinya bangun dirinya juga sudah bangun namun ingin lihat apa yang akan istrinya lakukan.
Zeline sudah menyelesaikan masakanya lalu memindahkannya kedalam piring menatanya dengan cantik. Saat berbalik dirinya melihat suaminya sudah duduk dengan manis sambil menatanya.
"Ih mas kapan turunya kok udah ada disini aja "
"Emm sejak kapan ya "
"Ih mas, sejak kapan coba bocara dong mas "
"Iya iya sayang. Mas dari tadi saat kamu turun mas juga turun dan duduk disini "
"Mas nakal, yaudah sekarang makan ya. Aku udah buatin nasi goreng spesial buat mas " sambil memberikannya pada suaminya.
"Mana sini mas cobain, udah ga sabar nih " Liam segera mengambilnya lalu melahapnya.
"Bagaimana enak ga mas "
"Wih enak banget sayang, sini mas suapin ya "
Zeline seger mendekat namun bukanya disuapin malah di cium.
"Ih mas ini " dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Cie ada malu, sini sini suapin sekarang beneran sayang " Zeline segera membuka mulutnya dan Liam segera memasukan nasi goreng itu.
"Cie yang sebentar lagi punya baby romantis banget sih " ucap seseorang yang sudah ada didalam dapur.