Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Diusir dan tak dihiraukan kembali


__ADS_3

Tiba tiba ibunya Jovanka menangis, Bi Neneng yang melihat itu jadi serba salah, bagaimana ini apa yang harus dirinya lakukan, melihat nyonya besarnya menangis seperti ini.


"Nyonya jangan menangis " ucap Bi Neneng


Namun nyonya nya masih saja menangis sambil menundukan kepalanya, Nenenng melihat pak supir dan pak supir pun hanya bisa diam dan tak bisa membantu apa apa.


"Saya tidak habis pikir Neneng pernikahan anak saya bisa berakhir karena perselingkuhan. Kenapa apa salah anak saya dan sewaktu dulu apa dosa saya sampai anak saya bisa diselingkuhi seperti ini oleh suaminya"


"Saya kira saat anak saya menikah dia akan bahagia dan bisa hidup dengan senang dengan pilihannya sendiri, kenapa akhirnya seperti ini, akhirnya anak saya diselingkuhi seperti ini, dan anak saya juga sedang hamil "


Neneng yang binggung harus menjawab apa hanya bisa mengusap ngusap pungung nyonyanya, sambil memikirkan kata apa yang bagus untuk dirinya bicarakan pada nyonya besarnya ini agar tak membuatnya sakit hati.


"Mungkin ini Nyonya sudah takdirnya, bukan karena salah Nyonya telah melakukan apa di masa lalu, tapi ini sudah takdirnya nyonya jovanka, lebih baik sekarang yang kita harus lakukan adalah menghibur nyonya Jovanka agar dia bisa kembali tersenyum lagi, apa lagi nyonya Jovanka sedang mengandung kan jangan sampai dia stress Nyonya orang hamil itu harus selalu senang"


"Mau bagaimana anak saya bisa tidak stress suaminya saja berselingkuh, bagaimana dia mau senang suaminya saja sudah main di belakangnya. Kenapa takdir tidak menentukan anak saya untuk bahagia neneng, kenapa takdir malah mempermainkan anak saya, kenapa Neneng kenapa "


"Maka dari itu kita sebagai orang terdekatnya harus bisa membuat nyonya Jovanka selalu senang dan tersenyum, jangan sampai dia stress kasian kan bayinya yang ada dalam kandungannya, kita harus menjaga anak itu bersama-sama nyonya, dan nyonya juga harus kuat menghadapi semua ini kalau nyonya saja begini menangis bagaimana dengan nyonya Jovanka, melihat ibunya menangis karena dirinya nyonya harus kuat di hadapannya Jovanka jangan seperti ini"


Ibunya Jovanka menganggukan kepalanya dan mengusap air matanya, "kamu benar saya harus kuat demi anak saya dan juga cucu ku "


Neneng menganggukan kepalanya dan mengusap ngusap bahu nyonya besarnya itu.

__ADS_1


**


"Riyan ayo bangun jangan gini terus. Emangnya kamu mau duduk di lantai terus-terusan kayak gini ya, cepetan bangun jangan gini ah apa-apaan sih kamu ini"


"Kamu bisa nggak ngertiin perasaan aku, kalau kamu nggak bisa hibur aku lebih baik kamu pulang aja, aku lagi pengen sendiri di rumah ini, hanya sendiri tanpa ada siapapun lebih baik kamu pergi sekarang. Bukannya kamu tadi mau pulang kan lalu kenapa kamu masih ada di sini sekarang, kamu pulang aja aku lagi nggak mau diganggu sama siapa-siapa dan aku nggak butuh siapa-siapa untuk menghibur aku"


"Segitunya banget ya kamu sama Jo cinta banget kamu sama dia, sampai-sampai dimarahin sama ibunya aja kamu ciut kayak gini, dan nggak bisa lakuin apa-apa seber harga apa sih Jovanka di mata kamu, sampai-sampai kamu terpuruk kayak gini, di sini ada aku loh yang bisa buat kamu bahagia bikin kamu senang, ada Chelsea juga kenapa sih"


"Jovanka sangat berarti bagiku dan sangat berharga bagiku. Tidak ada yang lebih berharga dari Jovanka selain dia, jadi kau tidak usah menanyakan lagi secinta apa aku padanya. Lebih baik kau pulang saja karena dirimu dan Chelsea tidak akan bisa mengobati rasa sakit hatiku ini, rasa menyesalku ini jadi lebih baik kau pulang sekarang aku tidak mau diganggu oleh siapa-siapa"


"Hebat sekali ya sudah kau mendapatkan apa yang kau mau dariku tiba-tiba kau akan meninggalkanku, karena hanya ditinggalkan oleh istrimu itu, sungguh aku menyesal pernah mau ada di posisi ini, ternyata aku di matamu tidak ada artinya ya dan anakku Chelsea pun tidak ada artinya untukmu, untuk apa kau mendekatiku kalau kau memang benar-benar mencintai istrimu. Kenapa kau tidak bertahan dengannya dan malah berpaling padaku. Sungguh aku tidak menyangka kau begitu sangat egois egois sekali"


"Sudah kubilang kan lebih baik kau keluar saja dari sini, aku tidak pernah memaksamu untuk menjadi selingkuhanku, kau sendiri kan yang memberikan semuanya padaku, jadi semua ini bukan salahku, salahmu sendiri memberikan semuanya padaku, padahal aku tidak memintanya sama sekali padamu, sudah jelaskan lebih baik kau pulang jangan ganggu aku. Aku tidak mau diganggu pulanglah"


"Ya aku tak peduli Lisa yang aku perlukan sekarang istriku, bukan celotehanmu yang membuat telingaku sakit. Sudah aku katakan kau pulang kenapa kau masih ada di sini dan tidak pulang-pulang. Apakah aku harus mengusirmu dari dalam rumahku ini"


"Tak usah diusir aku pun bisa pulang sendiri"


Lisa langsung pergi dari rumah itu, sedangkan Riyan langsung mengacak ngacak semua barang barang yang ada dirumah ini, bahkan gelas, piring semuanya dia pecahkan.


"Kenapa semua ini bisa terjadi padaku kenapa, kenapa semuanya malah menjadi hancur seperti ini, aku sebentar lagi akan mempunyai anak dan hidup bahagia bersama Jovanka dan anakku, tapi kenapa tiba-tiba hidupku berubah drastis dan langsung anjlok seperti ini, aku tidak siap untuk ditinggalkan istriku. Sampai kapan pun aku tak akan siap, aku tak siap dan tidak siap "

__ADS_1


Riyan kembali mengacak ngacak rumah itu, setelah puas Riyan terduduk dan mengambil foto pernikahannya bersama Jo, mengusapnya dengan sayang dan memeluknya dengan sangat erat


"Jo aku tak mau kau tinggalkan aku tidak mau, aku ingin kau kembali lagi berada di sampingku, aku sungguh minta maaf aku memang menjalin hubungan dengan Lisa. Tapi semua ini terjadi dengan tiba-tiba, dan aku tidak tahu kalau pada akhirnya akan seperti ini, aku awalnya akan cepat-cepat mengakhiri semua ini. Tapi kau terlanjur tahu semuanya aku sungguh minta maaf sayang, aku tidak maksud untuk menghianatimu, aku hanya lelah dengan ibumu yang selalu menuntut ini itu aku seperti tak di anggap olehnya, aku capek di perlakukan seperti itu dan aku tidak bisa berbicara itu padamu karena aku takut kau akan marah padaku"


Riyan langsung memeluk foto itu dengan sangat erat, tak mau sampai kehilangan Jovanka.


**


Lisa yang ada didalam taksi begitu kesal dirinya tak menyangka kalo Riyan tidak akan mengejarnya, tadi dirinya sengaja menunggu kedatangan Riyan untuk mengejarnya atau sekedar minta maaf gitu, tapi dia sama sekali tidak melakukan itu, benar-benar yang Riyan ini menyebalkan.


"Akhhh " sambil memukul kursi sampingnya.


"Eh Nona jangan marah-marah dong. Ada apa kalau ada masalah jangan marah-marah di dalam taksi saya"


"Diam kamu, kamu hanya mengantarkan saya saja sampai rumah, saya juga membayarnya jadi kamu tidak usah banyak tanya apa yang saya lakukan. Saya juga tidak akan mungkin sampai merusak mobil ini hanya karena saya pukul saja, jadi mengiraukan saya mobil kamu akan baik baik, jalankan saja dengan benar dan bawa saya sampai pulang ke rumah. Jangan banyak berbicara lagi saya tidak suka"


Pak taksi itu malah mendumal dengan sikap Lisa seperti ini "nasih nasib narik orang yang sebentar lagi masuk rumah sakit "


"Apa kamu bilang "


"Tidak nona saya tidak bilang apa apa, saya hanya sedang memikirkan rumah sakit saja, sudah ya jangan marah marah nona "

__ADS_1


"Dasar aneh ya, supir aneh kenapa saya harus memesan kamu, tau kamu kayak gini saya gak akan jadi deh, lebih baik cari yang lain "


Namun pak supir tak menangapi, dia hanya diam saja.


__ADS_2