Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kekesalan pembawa petaka


__ADS_3

Zeline harus memberi tau tentang dia yang dipaksa oleh dosenya itu agar menjadi pacarnya dan tentang masalalu mereka kepada Jovanka. Zeline tak mau harus terjebak dengan lelaki itu, dia tak mau menjadi korban selanjutnya dan mati konyol.


Zeline cepat-cepat pergi kerumah Jovanka ,setelah pamitan kepada kedua orang tuanya. Ya hari ini hari minggu jadi dia leluasa bercerita dengan Jovanka tanpa ada yang mendengarnya seperti saat dikelas.


Tiba-tiba saat diperjalanan ada pesan masuk kehandphonenya, Zeline cepat-cepat membukanya dan Zeline binggung ini siapa dengan nama kontak my love dibukanya isi pesan itu oleh Zeline.


My love


Sayang kamu jangan kemana-mana diam dirumah sampai aku lihat kau keluar dari rumah lihat saja apa yang akan aku lakukan.


Saat membacanya Zeline sudah tau itu Liam, biarlah dia baca saja isi pesanya toh tidak penting . Zeline tak mau seperti dulu lagi menuruti semua keinginanya.


Akhirnya bis pun sampai, Zeline cepat-cepat naik dia tak mau kalau harus menunggu bis selanjutnya , dan Zeline mendapatkan tempat duduk juga biasanya dia selalu berdiri namun dipertengahan perjalananya ada nenek-nenek sedang berdiri dan tak ada yang memberinya duduk, cepat-cepat Zeline menghapirinya dan memapahnya agar duduk ditempat nya tadi " nenek duduk sini ya jangan berdiri nanti jatuh " ucap Zeline sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih na" ucap nenek itu sangat bersyukur bertemu dengan anak muda baik ini.


***


Sampai juga dirumah Jo yang sangat besar ini. Dan tadi sudah bertemu dengan pak satpamnya, sudah disuruh masuk juga karna satpamya sudah tau Zeline, yang suka main kerumah Jovanka ini, jadi tidak susah. Zeline pun langsung menuju kamar Jovanka, tadi dia sudah bertemu dengan pembantu rumah tangganya Jo dan menyuruhnya untuk langsung masuk kekamarnya Jovanka, dia sudah tau kalau ayah dan ibunya pasti tidak ada , ya memang seperti itu kata Jo orangtuanya selalu tak ada dirumah pasti sibuk mengurus perusahaan mereka itu.


Dibukanya kamar Jo dan ditutupnya kembali pintu kamarnya itu dan Jo masih tertidur , padahal ini sudah siang dasar kebo, Zeline yang tak ingin membangunkan Jo akhirnya memilih membaringkan tubuhnya di sebelah Jo dan memeluknya untuk melanjutkan tidurnya yang semalam sangat kurang gara-gara memikirkan nasibnya kedepannya bakal bagaimana.


***


Saat sedang memikirkan Zeline, Liam menemukan korbanya itu seorang perempuan pastinya yang sangat mudah di taklukan kecuali Zelinenya.


Didekatinya perempuan itu dan di bawanya kedalam mobil dengan sedikit bujuk rayu perempuan itu mau mengikuti Liam tapi Zelinenya sangat susah.

__ADS_1


Diajakanya perempuan itu kerumahnya dan dibawanya kedalam kamar tempat eksekusi barunya itu di ikatnya perlahan-lahan kaki dan tanganya di atas kursi.


Perempuan itu yang terpesona dengan wajah dan tubuh Liam hanya menurut saja, namun dia sangat kaget saat tiba-tiba Liam mengeluarkan berbagai peratan yang tak biasa ada pisau gergaji palu dan banyak lagi ini ada apa, seperti ingin membangun rumah saja fikir perempuan itu " tuan ada apa ini kenapa saya sampai di ikat dikursi, tadi katanya ingin makan dengan saya kenapa jadi seperti ini tuan "


Liam hanya diam saja sambil menyeringai Liam bawa pisau kesayangannya itu perlahan dia goreskan di bibir wanita itu , lalu di pipinya sangat dalam sekali,perempuan itu yang belum sadar dari keterkejutannya hanya diam.


Liam geram kenapa perempuan ini tidak merasakan sakit sama sekali, lalu Liam tusukan pisau itu dikaki perempuan itu baru perempuan itu sadar dan berteriak sekeras-kerasnya " akhhh tuan apa yang kau lakukan aku tidak punya salah dengan anda "


"Ya memang kau tidak punya salah dengan ku, tapi aku sedang kesal pada kekasihku, dan aku sangat tertarik padamu, tertarik untuk membunuhmu" seringai Liam sambil terus menusuk nusukkan pisau itu dikaki tangan dan lagi perutnya dengan membabi buta.


Perempuan itu tidak bisa berkata-kata apa lagi, matanya sudah berkunang-kunang rasanya dia ingin tertidur tak ada lagi suara yang ingin dia keluarkan namun tiba-tiba matanya sangat sakit, berteriaknya dia dengan sangat keras merasakan sakit itu.


Liam Mencokel mata perempuan itu dengan garpu dan dengan sadisnya dan tak ada rasa kasihannya dia tidak mengiraukan teriakan kesakitan perempuan itu .

__ADS_1


Dengan tenangnya dan senangnya Liam terus saja melakukannya dan akhirnya copot juga mata itu, menggelinding dan mengenai kaki Liam di injaknya mata itu dan perempuan itu sudah tak bersuara lagi ternyata sudah meninggal, Liam buru-buru membawa perempuan itu kehalaman rumahnya yang tertutup, dibakarnya perempuan itu dan dibiarkan api membakar habis tubuh perempuan itu, Liam cepat-cepat bergegas membersihkan dirinya yang sudah bau amis itu.


__ADS_2