
Gavin yang sedang makan sambil menonton tv melihat berita disana tertulis kebakaran sebuah rumah dan semua orang yang ada didalam rumah itu meninggal, dan saat dirinya melihat siapa siap saja korbannya dia langsung menyemburkan makanannya.
"Itu bukannya kedua orang tua Bulan dan adiknya kan, kenapa mereka bisa kecelakaan seperti ini, kebakaran namun mayatnya ditemukan dengan tidak wajar. Apakah ini pembunuhan apakah laki-laki yang membawa Bulan itu membunuh keluarganya. Kenapa kehilangan Bulan ini menjadi sebuah teka-teki"
"Apakah aku perlu untuk memecahkan semua teka teki ini, sepertinya orang yang membunuh keluarga ini tak jauh dari orang yang memang sudah terakhir kali pergi bersama Bulan bersama siapa ya, terakhir kali saat ibunya Bulan diwawancara kalau orang yang berkencan dengan Bulan adalah orang terpandang sudah mempunyai istri dan juga pengusaha "
"Tapi memang dia kan sukannya sama laki laki beristri, dan banyak juga pengusaha ternama yang dekat dengannya "
"Aneh banget deh kematiannya Bulan, nanti deh coba cari tau ah, sepertinya akan seru kalau sampai ketauan "
Gavin kembali melanjutkan makannya sambil melihat berita kematian orang tua Bulan.
**
Tora dan juga Liam juga sudah pulang, Liam langsung masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang tertidur lelap, Liam segera membaringkan tubuhnya dan memeluk sang istri, tiba tiba saja Zeline bangun karena kaget.
"Mas kamu udah pulang "
"Iya sayang, aku udah pulang habisnya aku kangen banget sama kamu "
Zeline membalikan badannya dan melihat ada bercak merah di sekitar pakaian suaminya.
"Mas ini apa, kamu kenapa, kenapa ada darah apa kamu jatuh " sambil meneliti tubub suaminya.
Bodoh kau Liam, kenapa tidak bersih bersih dulu dan membuang pakaian kotor mu ini, kenapa kau malah langsung tiduran dan memeluk istrimu, sial harus buat alasan apa lagi coba
"Emm ini sayangg, ini Tora terluka dan darahnya mengenai pakaian ku, aku baik baik saja syaang, aku tidak apa apa, ini hanya cipratannya saja "
__ADS_1
"Cipratan apa mas, kenapa bisa sampai seperti ini, maksudku bisa sampai mengenai pakain mu "
"Tadi Tora sedang membenarkan sesuatu terus darahnya tak segaja mengenai pakaian ku, tergores dan entah kenapa darahnya bisa mengenaiku "
"Emm sepertinya tidak masuk akal mas "
"Masuk kok sayang, malah masuk banget, kamu tidur lagi aja ya, aku mau mandi gerah ni sayang gerah banget "sambil mengibas ngibaskan tangannya seperti kipas.
"Ini dingin lo mas "
"Aku udah dari luar sana, aduh panas udah ya aku mau mandi dulu, tadi ac mobil mati jadi aku kegerahan sayang "
"Kan kamu bisa buka jendela sayang "
"Aku mandi sayang "
"Mencurigakan "
Zeline mengangguk dan membiarkan suaminya pergi kekamar mandi "sepertinya ada yang suamiku sembunyikan "
Liam bernafas lega saat sudah ada dikamar mandi, dia membuka seluruh pakainnya dan memasukannya kekantong kresek "pasti istriku curiga sudah terlihat dari gerak geriknya, alasan apa yang harus aku gunakan kembali apa yang harus aku lakukan, kenapa menjadi sangat pusinh seperti ini "
**
Tora pun sama dia sudah ada dirumah hutan tadi dia sudah izin pada bosnya untuk pulang kerumah hutan karena kasian dengan istrinya yang sedang mengandung.
Saat Tora bangun sang istri masih terjaga dan melihat berita yang menayangkan tentang kebakaran rumah ibu Bulan, Airin melihat kearah suaminya.
__ADS_1
"Apakah kau yang melakukannya Tora"
"Kenapa kau menuduhku. Aku baru saja pulang kerja tiba-tiba saja kau berbicara seperti itu memangnya kalau ada pembunuhan, kalau ada kebakaran itu aku yang melakukannya"
"Aku mendengar kalau mayat-mayatnya itu ditemukan dengan tidak wajar, karena aku tahu kau adalah seorang pembunuh dan yang pasti kau selalu membunuh korban-korbanmu dengan sadis dan kenapa kau tidak memakannya seperti yang kau lakukan waktu itu pada mayat seorang perempuan, dan oh ya sepertinya aku melihat ada gambar mobil seperti yang kau buang "
"Aku juga melihat ada berita kehilangan Bulan, dan aku melihat juga ada mobil merah yang kau buang waktu itu, apa kau takut ketauan kau yang membunuhnya, makannya kau membunuh semua keluarganya "sambung Airin.
Tora langsung duduk dan menghadap kearah Airin "waw kau hebat juga, seharusnya kau menjadi detektif saja atau tidak menjadi polisi kau ini sok tahu sekali. Memangnya hanya perempuan itu saja yang mempunyai mobil merah seperti itu, semua orang juga punya kau pikir di dunia ini hanya ada satu mobil berwarna merah, jadi sebelum kau berbicara jaga dulu mulutmu, bila kau berkata yang tidak tidak lagi akan ku robek mulut mu itu "
Tora langsung masuk kedalam kamar membantingnya dengan keras, sampai sampai ibu Airin bangun dan mengecek keruang tengah.
"Airin siapa tadi yang datang "
"Tora bu "
"Lalu kenapa dia membanting pintu seperti itu apakah dia marah apa yang terjadi"
"Tidak bu semuanya baik-baik saja tak ada yang terjadi cuman dia capek saja pulang kerja makanya seperti itu"
" Apakah kau yang menyulut emosinya sampai-sampai dia marah seperti itu dan membanting pintu kamar, kau jangan selalu membuat suamimu marah kau sedang hamil jangan seperti itu ,kalau tidak ada dia kita mau makan apa, siapa yang akan memberi kita makan . Kita seharusnya bersyukur ada orang yang mau mengurus kita berdua Airin .Ibu tidak pernah mengajarkanmu untuk selalu membantah pada suamimu atau berbicara kasar padanya Ibu tidak suka"
"Bu kenapa sih sekarang ibu malah bela dia terus, kenapa bu sebenarnya siap disini yang anak ibu "
"Bukannya ibu membela siapa dan siapa anak ibu, tapi Ibu tidak suka dengan kau yang selalu menyulut emosi suamimu, meskipun kau tidak mencintainya hargai dia sebagai suamimu sebagai Ayah dari anakmu. Jangan melakukan itu sebenci-bencinya kau dengan dia jangan sampai kau malah membuat dia makin marah, yang nanti malah membuat dia melakukan sesuatu yang tidak pernah kita duga. Ibu sudah bilang itu kan beberapa kali padamu"
"Iya aku tahu bu tapi aku gak bisa tahan emosi aku saat lihat dia. Entahlah aku merasa tidak suka saja dengan dia"
__ADS_1
"Lupakan rasa benci itu dan buatlah dirimu mencintainya atau sekedar menerimanya saja, jangan menyia-nyiakan laki-laki baik seperti dia karena belum tentu di luar sana ada yang tahan denganmu yang selalu membantah dan melawan suamimu sendiri. Ibu tak yakin akan ada laki-laki yang tahan denganmu bila kau selalu saja bersikap seperti ini"
Airin hanya diam saja tak menjawab ibunya, entahlah harus apa dirinya ini, pusing dengan permasalahan rumah tangganya yang kacau.