
Sekarang Jovanka dan juga Choki sedang ada di taman rumah sakit tadi Choki memintanya untuk berbicara dulu berdua dan maminya menunggu tak jauh di sana.
"Jadi apa yang akan kamu bicarakan Choki apakah kau akan membela temanmu itu"
"Tidak sama sekali aku tidak akan membela kau ataupun Riyan. Aku hanya ingin berbicara apakah semuanya tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik lagi Jo. Ya maksudku ya siapa tahu aja kalian perlu bicara lagi berdua hanya berdua tanpa ada siapa-siapa"
"Itu namanya kamu emang lagi belain dia, dengan bujuk aku buat bicara berdua lagi dengan Riyan, semua nggak ada yang perlu kita bicarain lagi Choki, semuanya udah selesai aku bilang selesai ya selesai, kamu nggak tahu kan penderitaan apa yang aku rasain, Riyan selingkuh dia hamilin perempuan itu, kamu tahu nggak sih kalau ada di posisi aku tuh gimana sakitnya, aku nggak bisa kalau harus bicara berdua lagi sama Riya udah cukup, nggak mau bicara lagi sama di, udah cukup dia bikin aku sakit hati udah cukup dia hancurin hidup aku" Jo dengan cepat langsung mengusap air matannya.
"Lisa hamil sama Riyan oke deh, kalo itu emang udah keputusan lo gue nggak bisa apa-apa, semoga hidupmu sama anakmu selalu bahagia ya, semoga lo juga bakal dapat laki-laki lebih dari Riyan. Gue tahu lo perempuan baik pasti lo akan dapat lagi laki-laki baik"
Dirinya tidak tahu kalau Riyan sudah menghamili Lisa. Mengapa sahabatnya bisa sebrengsek ini, mempermainkan hati istringa sendiri dan malah berselingkuh dengan teman lama bahkan sampai hamil juga.
"Iya amin semoga saja. Jadi apakah kau ingin berbicara lagi padaku atau hanya ingin berbicara ini saja"
"Sudah aku tidak mau berbicara apa-apa lagi maafkan aku yang telah memaksamu untuk kita berbicara berdua dan aku menyuruhmu untuk berbicara kembali pada Riyan. Aku tidak tahu duduk masalahnya sebesar ini, kau jangan menangis terus ya ingat kau sedang mengandung kau harus lebih kuat tanpa suami"
Jo hanya mengangguk saja dan langsung pergi namun tiba tiba Choki kembali bicara " istriku sudah lama tiada saat melahirkan anakku, mereka berdua tiada apakah nanti aku boleh melihatmu atau menengok mu saat kau melahirkan anakmu. Aku tidak akan berbicara pada Riyan"
__ADS_1
"Aku turut berduka cita atas kehilangan istrimu dan juga anakmu, tentu boleh asalkan jangan pernah membawa Riyan atau kau memberi informasi pada Riyan, karena aku tidak mau ada kedatangannya nanti disampingku, karena aku bisa melakukan melewati semuanya tanpa dia"
Setelah mengatakan itu Jovanka segera pergi dari hadapan Choki, dirinya sudah tidak kuat kalau harus menahan rasa sakit hatinya ini , dan tangisnya dari tadi ingin keluar namun tidak mungkin kan dirinya menangis di hadapan Choki.
Jovanka segera membawa ibunya untuk masuk ke dalam mobil , setelah di dalam mobil keluar dari rumah sakit Jovanka sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya.
Rasa sakitnya makin bertambah mendengar kalau suaminya sudah menghamili perempuan lain, itu adalah pukulan lagi untuknya yang diberikan oleh suaminya, kesakitan yang baru lagi yang diberikan oleh suaminya.
Dia selingkuh sekarang menghamili perempuan itu, mana ada yang tidak akan menangis suaminya melakukan itu semua, pasti semua orang juga akan sepertinya tapi semoga saja tak ada perempuan yang disakiti sepertinya.
"Hati Jovanka sakit banget mih. Padahal tadi Jovanka nggak usah ikut aja ya, tadi mending mamih aja yang kasih sama Riyan surat cerainya kalau pada akhirnya kayak gini , Jo harus tau kalau Riyan hamilin perempuan lain mih, Jo sakit banget mih, Jo gak bisa tahan lagi "
"Iya mamih tahu Mamih bisa ngerasain, tapi kamu nggak boleh terpuruk kayak gini ya, ada yang perlu kamu perjuangkan ada yang perlu kamu rawat nanti, mami janji Mami nggak akan pernah tinggalin kamu. Mami akan selalu ada di samping kamu sampai kapanpun. Mami nggak mungkin ninggalin kamu ya, kamu harus kuat mamih tau anak mamih itu kuat "
Jo langsung memeluk mamihnya dan di sanalah dia tangisnya makin pilu, rasa sakitnya kecewanya dan semuanya bersatu, tak bisa dirinya menahan semua ini, kenapa Tuhan memberikan ujian padannya begitu besar, apa kesalahannya ini.
**
__ADS_1
Choki masih di taman dia masih tidak bisa menemui temannya Riyan, dirinya tidak mau tiba-tiba saja memukul Riyan dia sudah sangat kecewa pada sahabatnya itu.
Kenapa harus seperti ini, kenapa kenapa harus menghamili perempuan itu, dirinya dulu sebenarnya tidak pernah melakukan hubungan melebihi itu.
Bahkan sampai menghamili perempuan ya tidak pernah tapi Riyan yang kelihatannya baik alim akan setia pada istrinya pendiam tapi ternyata begini.
Dia diam-diam berselingkuh dengan Lisa ternyata laki-laki pendiam itu lebih menakutkan, bisa bisannya Riyan melakukan itu.
Choki yang sedikit tenang segera pergi untuk menemui Riyan, dirinya akan menanyakan semuanya pada Riyan, kenapa bisa begitu, kenapa Riyan gegabah dan sangat berengsek.
Choki segera masuk dan duduk dihadapan Riyan "bagaimana apakah Jo mau "
"Tidak dia tidak mau kenapa kau sampai tega melakukan ini pada Jovanka. Kenapa kau malah menghamili perempuan lain, sebenarnya apa sih yang ada di kepala lo, sampai-sampai lo kayak gini Riyan, gue tahu lo itu pendiam dan gak akan pernah mungkin akan melakukan hal kayak gini ternyata gue salah lo mampu buat selingkuh dan hamilin perempuan lain"
Riyan langsung menatap ke arah Choki "lo percaya dengan semua kata-kata Lisa, dia itu bohong gue nggak pernah menghamili dia, ya gila aja gue hamilin dia"
"Beneran lo nggak hamilin dia, terus lo pakai dia kan, nggak mungkin deh kalau lo nggak pakai dia sama sekali, lebih baik sekarang lo pikirin aja kesalahan lo, lo Jujur aja kalau lo emang benar-benar udah hamilin Lisa. Jangan menghindar terus-menerus karena semuanya sudah ada buktinya. Jadi lo nggak bisa menolak lagi dan Jovanka juga nggak akan pernah kembali sama lo, mana ada perempuan yang mau disakitin kayak dia. Udahlah gue juga capek ya dengerin kata-kata lo yang gini terus. Gue kecewa sama lo Riyan gue sebagai teman lo gue kecewa banget tau nggak sih"
__ADS_1