Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Meminta maaf dan menyatukan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Syifa sudah bangun, bahkan sudah rapih, saat paman Andre sedang memanaskan mobilnya Syifa sama sekali tak menyapanya, pergi begitu saja dan Andre yang melihatnya sampai mengernyitkan dahinya.


"Biasanya Syifa kesini, kok aku dilewatin begitu aja sih, gak kaya biasanya deh, tu anak beneran gak sih " tanya Andre pada dirinya sendiri.


Syifa pagi-pagi begini ingin menemui kak Asa, ingin menyelesaikan semua masalah disini agar nanti saat dirinya kuliah tak ada masalah dan tenang.


Syifa segera mengetuk pintu kamar Asa tok tok tok "kak Asa apa kau ada didalam "


"Ya aku ada didalam masuk lah "


Syifa dengan perlahan masuk kedalam kamar Asa dan tersenyum canggung "maaf kak aku pagi-pagi begini ganggu kakak, apa tak masalah kak Asa."


"Iya gapapa sini dong Syifa masuk jangan didepan pintu terus, masa mau bicara berdiri seperti itu kan gak enak "


Syifa segera masuk lalu duduk lesehan dibawah "kenapa tak diatas saja Syifa kan dingin "


"Tidak apa-apa kak aku nyaman kok duduk disini, oh ya kak ada yang perlu aku bicarakan dengan kakak, apa kakak mau bicara sama aku "


"Apa sayang, kamu mau bicara apa dengan kakak, mau dong kenapa kakak sampai gak mau bicara sama kamu"


"Aku ingin meminta maaf atas sikap aku kemarin saat didalam mobil, maafkan aku yang sudah lancang marah pada kakak, seharusnya aku tak seperti itu dan membuat kakak marah, aku sangat menyesal kak, aku seperti anak kecil ya kak "


"Kenapa kamu meminta maaf kakak gak marah sayang, itu bukan masalah besar untuk kakak jadi kamu jangan merasa bersalah seperti itu dong, kakak juga faham kalau kakak ada diposisi kamu pasti kakak akan marah, orang yang kakak sayangi malah dekat dengan orang lain "


"Iya kak tapi itu dulu, sekarang tidak lagi, aku sekarang sudah sadar paman Andre bukan orang yang tepat untuk ku, untuk permintamaafan aku kepada kakak, apakah kakak malam ini mau menemaniku ke pesta kembang api untuk menemui paman Andre. Kakak jangan marah sama paman Andre ya, dia gak punya salah. Yang salah aku jadi kakak marahnya sama aku aja "


"Kenapa kamu menyerah bukannya kamu sudah lama memperjuangan paman Andre, iya kakak datang kesana untuk menemani kalian berdua siapa tau bisa di cairkan kembali seperti dulukan. Apakah kehadiran kakak yang membuat hubungan berantakan "


"Iya memang sudah lama, namun sekarang aku sudah sadar cinta paman Andre bukan untukku namun untuk orang lain. Daripada nanti sakit hati lebih baik sekarang kan kak, aku gak mau ada diposisi ini lagi. Lebih baik mundur sekarang saja kak demi kebaikan hatiku "

__ADS_1


"Engga kok, bukan karena kakak, memang aku aja yang bodoh ngejar ngejar orang yang sama sekali gak cinta sama aku "


"Baiklah jika itu keputusanmu kakak akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan paman Andremu, semoga kalian berjodoh dan bisa membagi cinta kalian kelaknya "


"Terimakasih kak, aku pamit pulang ya nanti malam aku kesini lagi buat jemput kakak untuk bertemu dengan paman Andre "


Setelah mengatakan itu Syifa langsung pergi tanpa mendengarkan jawaban dari Asa. Dan Asa hanya bisa membiarkannya saja karena dia tau Syifa sedang mencoba menahan hatinya untuk tak sakit hati dan mencoba untuk melupakan Andre. Sama seperti dirinya yang juga sedang berusaha melupakan Yuda.


"Eh Syifa sini makan bareng dong" ajak Zeline yang sedang melayani suaminya, sedangakan anaknya Lucas sedang bersama neneknya ibunya Zeline.


"Eh kakak, engga deh kak, aku pulang aja kasian mamih sarap sendiri, lain kali aja aku makan disini ya kakak"


"Yaudah nanti main kesini ya Syifa temenin kakak"


"Iya kak "


Andre yang baru masuk kedalam rumah Liam dan berpapasan dengan Syifa namun sama sekali tak disapa, segera Andre duduk di kursi meja makan.


"Mungkin dia lelah kejar kejar terus kak Andre, ada saatnya loh orang itu cape buat ngejar sesuatu yang gak pasti kaya kak Andre" jawab Zeline.


"Makannya lo jangan mainin cewe, gue udah bilang, kenapa lo ga belajar aja untuk mencintai Syifa dia tulus sayang sama lo, tapi lo dengan teganya ngasih harapan yang belum tentu itu bakal terwujud sesuai dengan ekspetasinya "


"Udahlah ngapain sih kalian berdua ini, pagi-pagi udah ceramah aja sama gue, gue kan disini mau numpang makan bukan mau diceramahin"


"Bukannya kita mau ceramahin kak Andre cuman kita mau kasih tau aja sama kak Andre biar gak nyia nyian orang yang udah sayang sama kak Andre "


"Denger ya Line, Liam gue bakal terus perjuangin Asa, gue akan buat Asa jadi istri gue bukan Syifa "


"Awas loh nyesel, nanti nangis kalau udah tau yang sebenarnya, dan disitu juga kak Andre akan nyesel udah sia sian Syifa "

__ADS_1


"Buat apa aku nyesel, kan emang itu yang aku mau , Syifa tak mengangguku lagi, lalu apa yang harus aku sesalkan "


"Yaudah gimana kak Andre aja " tadinay Zeline akan memberitahu kalau kakaknya sudah menikah namun dia sudah berjanji untuk tak memberitahu itu pada siapa-siapa lagi.


Setelah selesai makan Zeline segera mengantarkan suaminya kedepan rumah dan Liam langsung mencium kening istrinya tak lupa Zeline salim.


"Udah ayo jangan mesra mesraan mulu "


"Makannya nikah " kompak Zeline dan Liam


"Paduan suara nih "


Mobil segera melaju meninggalkan pekarangan rumah dan hanya meninggakan Zeline sendirian saat Zeline masuk sudah ada Jo yang sedang menonto tv.


"Jo kamu tau gak, kemarin ka Yan kesini "


"Oh ya terus terus gimana "


"Ya sama mas Liam di hadang dan dikasih nasihat, cobalah sekali lagi kamu beri kak Yan kesempatan, aku yakin dia gak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya "


"Aku sekarang mau tanya sama kamu, dilubuk hati kamu yang paling dalem, apa kamu masih mencintai dan menyayangi kak Yan, jujur sama aku "


Jo segera merubah duduknya dan langsung berhadapan dengan Zeline, "jujur aku masih menyayanginya Line, namun aku takut, takut hal itu terulang kembali dan aku kembali merasakannya "


"Sekarang kamu harus yakin, kalau kak Yan gak akan begitu lagi, aku yakin kak Yan udah berubah, jadi sekarang lebih baik kamu beri dia kesempatan kedua "


"Baiklah Line, jika itu memang yang terbaik menurut kamu, aku akan membuka kembali hatiku untuk kak Yan "


"Nah gitu dong, kamu juga harus bahagia "

__ADS_1


Zeline segera memeluk Jo dengan erat dan menyalurkan rasa senangnya.


__ADS_2