
Sedangkan Liam sangat marah daritadi handphonenya Zeline tidak aktif apa dia sedang menentangnya, lihat saja apa yang akan dia lakukan jikalau sampai sekali lagi dia telfon Zeline tidak mengangkatnya, dia akan memberi kejutan kepada Zeline.
Dan benar saja masih tidak aktif Liam sudah sangat marah sekali dengan sifat Zeline yang seperti ini.
Cepat-cepat Liam menjalankan mobilnya kerumaha Zeline, Liam akan memberi kejutan dengan dia datang kerumah Zeline untuk menemui kedua orang tua Zeline.
***
Usai juga Zeline dan Jo menonton filmnya, mereka berdua keluar dengan cekikikan karna merasa senang bisa menghabiskan waktu berdua kembali.
Zeline sengaja mematikan handphonenya agar Liam tidak berisik,sejenak dia bisa tenang tidak diganggu oleh Liam.
Hatinya belum siap untuk menghadapi Liam seperti dulu.
__ADS_1
Zeline diantar pulang oleh Jo, saat dihalaman rumahnya dia kaget kenapa ada mobil Liam jangan-jangan ibu dan ayahnya di bunuh oleh Liam, cepat-cepat Zeline masuk kerumah tanpa mengucapkan salah apa pun dia berteriak-teriak mencari ibu dan ayah" ibu ayah kalian dimana " semakin menjadi jadi-jadi kekhawatiran Zeline karta tak ada jawaban, cepat-cepat keruang tamu dan " ada apa na kamu datang datang bukannya salam malah teriak-teriak" tegur ibunya , Zeline pun bernafas lega ternyata ayah dan ibunya tak apa apa.
" Na kemari jangan melamun seperti itu, ini na Liam daritadi nunggu kamu, kasian dia na, katanya ada pelajaran yang perlu diperbaiki kan, ini na Liam dosen kamu jauh-jauh kesini lo na" tegur ayahnya.
Ibu dan ayahnya tak bilang kenpada Zeline bahwa Liam tadi saat pertama datang kesini mengaku kekasih Zeline, kedua orang tua Zeline hanya meng iyakannya saja tanpa banyak bicara, mereka tak akan percaya sebelum Zeline yang berbicara.
Zeline pun secara perlahan mendekati kedua orang tuanya dan Liam, dia duduk bersebrangan dengan Liam, mata Liam sangat takut, sampai sampai Zeline langsung menundukan kepalanya takut-takut mata dosennya itu mengeluarkan laser.
"Yasudah kalian mengobrol saja dan perbaiki nilai kamu ya Line, ayah dan ibu keruang tv dulu ya " ucap ayah Zeline.
Liam terus saja menatap Zeline yang masih diam saja yang tidak mau inisiatif mendekatinya, dengan mata yang masih menatap lekat Zeline dan tangan menopang kepalanya Liam berkata " kesini lah sayang jangan takut, kesini dan jangan bantah aku lagi.
__ADS_1
Zeline pun dengan menunduk mendekati Liam, Zeline terus saja menunduk meskipun sudah duduk dihadapan Liam, dia tak mampu berbicara kepada liam, dia sangat takut, memang tadi Zeline seperti orang berani saja tapi saat orangnya ada di depan mata malah jadi takut.
Liam yang melihat ekspresi Zeline malah tersenyum tidak jadi marahnya, karna raut wajah Zeline sangat lucu dan mengemaskan, tiba-tiba Liam mencubit pipi cubby nya Zeline dan mengelus kepala Zeline, "dengarkan aku sayang, aku sudah bilangkan sama kamu aku tak mau kau membantahku, aku tak akan mungkin melukai orang tua mu, tenang kau tak usah takut" ucap Liam yang masih betah tersenyum dan mengelus kepala Zeline.
Zeline dengan refleks mendongakkan kepalanya dan baru kali ini Zeline melihat senyum tulus Liam manis dan tampan,Zeline tak henti-hentinya menatap wajah Liam dia mengaguminy.
Namun tiba-tiba Liam mengusap wajahnya" sayang tak usah kau tatap aku seperti itu, tenang aku akan setia sama kamu" ucap Liam sambil mengecup kening Zeline dengan dalam.
"Aku pulang, dengarkan aku sekali lagi jangan pernah membantah apa yang aku katakan. Jika kamu menurutinya aku akan selalu bersikap seperti ini"
__ADS_1
Liam pun pergi pulang, Zeline dengan cepat pergi kekamarnya, enak aja dia tadi langsung mencium keningku dan dia hanya diam saja dasar Zeline terpesona oleh psikopat itu.