Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kejadian jugakan


__ADS_3

Lucas dan Nabil sudah ada dimusium mereka begitu senang bahkan sangat senang bisa mengunjungi musium sambil belajar seperti ini.


Lucas terus saja memegang tangan Nabil, karena orang tua mereka sudah mewanti wanti mereka harus selalu berdua dan jangan pisah.


"Abang, Nabil pengen pipis "


"Ist kamu ini emang gak bisa gitu nanti aja, "


"Gak bisa abang aku pengen pipis sekarang ayo abang aku gak kuat "


"Yaudah kita bilang dulu sama ibu guru "


"Gak bisa bang ayo cepetan bang "


Nabil langsung menarik abangnya ada seorang guru yang melihat mereka dan berteriak "mau kemana kalian "


"Mau kekamar mandi pak "


"Hati hati "

__ADS_1


Tak ada jawaban lagi, karena mereka berdua sudah berbelok dan masuk kedalam kamar mandi.


Lucas menunggu diluar dan tak lama kemudian Nabil keluar dan mengandeng tangan Lucas lagi, mereka berjalan kembali kearah teman temannya, yang memang sudah cukup jauh mereka berjalan.


Saat mereka berlari mereka tak sengaja bertabrakan entah dengan siapa itu, Lucas membangunkan Nabil yang terjatuh "hallo maaf ya om gak sengaja mau permen gak "


Nabil akan mengambilnya namun Lucas segera menepuk tangan Nabil "tidak terimasih om kami tidak mau permen, terimakasih atas tawarannya kami permisi "


Saat mereka akan berjalan lagi, laki laki itu langsung memegang tangannya Nabil, "ada apa lagi om, tolong lepaskan tangan adik saya, ada perlu apa om kami sudah menolak dan berterimakasih atas tawarannya "


"Bisa kalian tunjukan dikamar mandi "


Lucas langsung menunjuk kearah belokan itu "om tinggal belok saja disana ada kamar mandi "


Lucas yang kesal langsung mengigit tangan laki laki itu dan menarik Nabil pergi, namun laki laki itu malah mengejar mereka.


"Abang kenapa dengan laki laki itu, kenapa dia mengejar kita,"


"Sudah jangan banyak bicara Nabil kita berlari saja, "

__ADS_1


Lucas terus mengusur tangan Nabil agar terus berlari, saat Lucas melihat kebelakang orang itu masih mengejar namun tiba tiba pandangan tiba tiba gelap.


Pegangan tangannya dengan Nabil terlepas, dan tak lama kemudian Lucas bisa melihat kembali tak gelap lagi, dirinya melihat Nabil yang ada disampingnya langsung memeluk adiknya.


Mereka ada disebuh mobil dan dihimpit oleh dua laki laki berbadan besar "lepaskan, tolong lepaskan aku, kalian mau membawa kami kemana lepaskan kami " teriak Lucas sambil mengigit tangan orang yang ada disebelahnya.


Namun tanpa rasa kasian pada Lucas orang itu langsung memukul Lucas dengan keras, tiba tiba saja Nabil menangis sedangkan Lucas dia hanya menatap benci pada orang itu.


"Jangan pukul abang jangan " masih dengan tangisnya


Lucas dengan cepat mengusap ngusap kepala Nabil agar dia berhenti menangis.


"Lihat lihat mereka begitu saling menyayangi bagaimana kalau kita memisahkannya " ucap orang yang duduk didepan


"Jangan kalian macam macam " teriak Lucas dengan kesal


"Hahaha anak ini begitu berani siapa ayahnya siapa "


"Liam ayahnya, pengusaha hebat " ucap pak supir

__ADS_1


"Apa, benarkah apa kita tak salah menculik anak laki laki itu, bisa bisa kita mati olehnya, apakah kalian tidak tau rumor tentang ayahnya, kalau ayahnya itu seorang laki laki yang kejam " ucap laki laki yang dekat dengan Nabil


"Itu hanya rumor yang penting kita dapat uang sudah jangan berisik kita berikan anak anak itu pada bos "


__ADS_2